Dampak Modernisasi dan Pembangunan bagi Kehidupan Masyarakat Indonesia

Dampak Modernisasi dan Pembangunan bagi Kehidupan Masyarakat Indonesia

Dampak Modernisasi dan Pembangunan bagi Kehidupan Masyarakat Indonesia
Dampak Modernisasi dan Pembangunan bagi Kehidupan Masyarakat Indonesia

Pada dasarnya pembangunan dilaksanakan dalam rangka modernisasi. Modernisasi merupakan suatu proses transformasi dari kehidupan yang bersifat tradisional menuju kehidupan yang lebih maju dan modern. Modernisasi yang berawal dari pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut pada akhirnya juga menyentuh pada bidang-bidang kehidupan lain seperti politik, ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, agama, dan lain sebagainya. Dengan demikian terlihat betapa eratnya kaitan antara pembangunan dan modernisasi. Modernisasi mustahil dapat dilakukan tanpa adanya pembangunan yang mantap. Dengan kata lain, modernisasi dilakukan melalui tahapan-tahapan pembangunan yang telah diprogram.

Beberapa masalah sosial yang timbul sebagai akibat dari proses pembangunan dan modernisasi antara lain adalah kesenjangan sosial ekonomi, kenakalan remaja, kriminalitas, dan pencemaran lingkungan; (http://bpbd.lampungprov.go.id/blog/contoh-teks-editorial/)

  1. Kesenjangan sosial ekonomi

Dalam bahasa yang sederhana, kesenjangan dapat dikatakan sebagai ketidaksesuaian antara harapan-harapan yang diinginkan dengan kenyataan yang terjadi. Kesenjangan sosial ekonomi merupakan suatu kondisi sosial dalam kehidupan masyarakat yang tidak seimbang akibat adanya berbagai perbedaan dalam kehidupan sosial ekonomi, terutama dalam hal keadilan, kemakmuran, dan kesejahteraan.

  1. Kenakalan remaja

Kenakalan remaja merupakan suatu bentuk kelainan sikap dan tingkah laku di kalangan para remaja yang melanggar sistem nilai dan sistem norma yang berlaku dalam kehidupan bersama. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan berkembangnya kenakalan remaja, yakni yang berasal dari dalam diri para remaja (faktor intern) dan yang berasal dari luar diri para remaja (faktor ekstern).

  1. Kriminalitas

Pembangunan dan modernisasi telah mengembangkan perkotaan sedemikian rupa sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi mayarakat pedesaan. Dari tahun ke tahun masyarakat pedesaan berbondong-bondong menuju kota untuk mengadu nasib. Namun demikian lapangan kerja yang tersedia di kota tidak sebanding dengan banyaknya pendatang baru. Akibatnya, terjadi penumpukan tenaga di perkotaan. Fenomena seperti ini akan menyebabkan semakin meningkatnya jumlah kemiskinan yang pada gilirannya nanti akan meningkatkan memicu kriminalitas.

  1. Pencemaran lingkungan

Setiap manusia mendambakan lingkungan yang aman, nyaman, dan sehat, bebas dari berbagai ancaman yang diakibatkan oleh pencemaran lingkungan. Namun demikian, pembangunan yang tidak dibarengi dengan analisis masalah dan dampak lingkungan (AMDAL) sering menimbulkan mala petaka, yakni berupa pencemaran lingkungan.

1)      Pencemaran udara, yakni disebabkan oleh adanya asap atau gas buangan yang tidak terkendali dari kendaraan-kendaraan bermotor, cerobong-cerobong pabrik, dan sebagainya sehingga mengganggu pernapasan.

2)      Pencemaran air, yakni pencemaran yang disebabkan oleh adanya limbah-limbah industri, limbah-limbah rumah tangga, dan sebagainya yang dibuang secara sembarangan sehingga air berubah menjadi kotor dan beracun.

3)      Pencemaran tanah, yakni pencemaran yang disebabkan oleh limbah-limbah padat seperti plastik dan bahan-bahan sintetis lainnya yang secara kimiawi tidak dapat diuraikan oleh tanah sehingga mengurangi kesuburan tanah.