Tahap Penulisan Laporan Penelitian

Tahap Penulisan Laporan Penelitian

Tahap Penulisan Laporan Penelitian

Tahap Penulisan Laporan Penelitian
Tahap Penulisan Laporan Penelitian

Penulisan pelaporan merupakan tahap akhir dari rangkaian proses penelitian.

  1. Tema / topik penelitian

Untuk memilih tema atau topik penelitian, seorang peneliti harus memiliki kepekaan terhadap kehidupan yang dihadapinya. Secara praktis, seorang peneliti dapat memilih tema dari berbagai sumber, yaitu: (1) fenomena sosial yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, (2) kajian-kajian kepustakaan, dan (3) informasi yang diberikan oleh pihak lain. Tema atau topik dalam kegiatan penelitian tidak boleh diambil secara sembarangan. Tema atau topik tersebut dipilih berdasarkan beberapa pertimbangan, yaitu:

  1. Tema / topik penelitian hendaknya menarik perhatian masyarakat dan memiliki nilai guna bagi kehidupan masyarakat. (http://bpbd.lampungprov.go.id/blog/contoh-teks-laporan-hasil-observasi/)
  1. Tema / topik yang diangkat hendaknya merupakan tema/topik yang dapat diteliti dan dapat dicari datanya di lapangan. Untuk itu peneliti harus: (a) menguasai teori dan latar belakang serta metode pemecahannya, (b) memiliki waktu dan tenaga yang mendukung kegiatan penelitian, (c) memiliki sumber data dan sekaligus mampu menyusun alat pengumpul data, dan (d) mampu mengolah data yang telah terkumpul.
  1. Hasil penelitian hendaknya dapat dimanfaatkan, baik untuk memajukan ilmu pengetahuan, meningkatkan efektivitas kerja, serta dapat menyumbangkan beberapa solusi terhadap permasalahan yang berkembang dalam kehidupan masyarakat.
  1. Topik/tema penelitian hendaknya merupakan suatu hal yang baru sehingga kegiatan penelitian bukan merupakan kegiatan yang mubazir, termasuk untuk menghindarkan diri dari plagiarisme.
  1. Studi pendahuluan

Pada dasarnya studi pendahuluan bertujuan untuk mendalami masalah yang telah dirumuskan sehingga peneliti dapat melakukan persiapan secara maksimal. Secara rinci tujuan dari studi pendahuluan antara lain adalah sebagai berikut:

  1. Mengetahui secara pasti apa yang akan diteliti di lapangan.
  1. Mengetahui secara lebih jelas tentang sumber data yang akan digali.
  1. Agar kegiatan penelitian yang dilaksanakan bukan merupakan pengulangan dari kegiatan penelitian yang telah dilaksanakan oleh peneliti lain.
  1. Untuk memperoleh gambaran tentang bagaimana teknik-teknik yang dipergunakan untuk menggali dan mengumpulkan data.
  1. Dapat menentukan metode yang tepat guna menganalisis data yang telah dikumpulkan.
  1. Memperoleh pemahaman tentang kesimpulan yang akan diambil dari kegiatan penelitian.
  1. Memperoleh gambaran tentang manfaat penelitian bagi kehidupan masyarakat secara nyata.

Adapun cara-cara yang dapat ditempuh guna melaksanakan studi pendahuluan di antaranya adalah: (1) melakukan studi kepustakaan, yakni mengkaji buku-buku yang berisi tentang teori yang relevan dengan masalah penelitian, menelaah artikel, paper, dan juga hasil penelitian sebelumnya, dan lain sebagainya, (2) mengunjungi lokasi yang dijadikan objek penelitian, dan (3) melakukan diskusi dan tanya jawab dengan orang yang dianggap memiliki pengetahuan yang memadai sehubungan dengan masalah yang diangkat dalam penelitian tersebut.


  1. Merumuskan masalah

Perumusan masalah sangat penting dalam rangka memberikan arah pada keseluruhan rencana dan langkah-langkah yang akan ditempuh dalam kegiatan penelitian, karena rumusan masalah akan memberikan gambaran yang jelas mengenai masalah yang terkandung di dalamnya, sekaligus memberikan petunjuk dalam pengumpulan data. Perumusan masalah tersebut juga perlu disertai oleh penyajian latar belakang penelitian. Rumusan dapat berbentuk kalimat tanya atau pernyataan yang jelas dan padat. Adapun kriteria yang harus dipenuhi dalam rumusan masalah antara lain adalah sebagai berikut:

  1. Rumusan masalah harus menyatakan hubungan antara dua variabel atau lebih.
  1. Dirumuskan dalam bentuk pertanyaan atau pernyataan yang jelas.
  1. Rumusan masalah harus padat dan jelas sehingga mudah dipahami oleh orang lain.
  1. Rumusan masalah harus mengandung unsur data yang mendukung pemecahan terhadap masalah penelitian.
  1. Rumusan masalah harus merupakan dasar dalam membuat hipotesis (kesimpulan sementara)
  1. Rumusan masalah harus menjadi dasar dalam menentukan tujuan penelitian.
  1. Rumusan masalah harus merupakan dasar dalam mengambil kesimpulan penelitian.
  1. Rumusan masalah harus mencerminkan judul penelitian.

Contoh rumusan masalah adalah: Bagaimana hubungan antara kecerdasan pelajar dengan peningkatan prestasi belajar? Judul yang tepat bagi rumusan masalah tersebut adalah Pengaruh kecerdasan pelajar terhadap peningkatan prestasi belajar. Dan lain sebagainya.

  1. Merumuskan hipotesis

Hipotesis dirumuskan berdasarkan pada rumusan masalah yang ada. Pada dasarnya hipotesis merupakan suatu pandangan dari peneliti tentang solusi terhadap beberapa masalah yang diangkat dalam kegiatan penelitian. Hipotesis merupakan kesimpulan sementara dari beberapa masalah yang ada, hal mana masih harus dibuktikan kebenarannya. Adapun fungsi dari hipotesis adalah sebagai landasan atau patokan untuk menentukan sumber data, termasuk jenis-jenis data yang diperlukan. Dalam hubungan ini, Kerlinger mengajukan dua kriteria tentang hipotesis yang baik, yakni: (1) hipotesis merupakan pernyataan tentang hubungan antara dua variabel atau lebih dalam penelitian, dan (2) hipotesis dapat diuji secara empirik.

Contoh hipotesis: “kecerdasan pelajar sangat berpengaruh bagi peningkatan prestasi belajar”.

  1. Menentukan metode dan pendekatan penelitian

Metode dan pendekatan penelitian dipilih berdasarkan rumusan masalah dan jenis data yang akan digali dalam kegiatan penelitian. Dalam bukunya yang berjudul Metodologi Penelitian Sosial dan Pendidikan, Sumanto menyebutkan beberapa macam metode / pendekatan penelitian sebagai berikut:

  1. Metode penelitian sejarah

Penelitian sejarah merupakan usaha pengumpulan data secara sistematis, yakni meliputi beberapa langkah sebagai berikut:

  1. Langkah heuristik, yakni kegiatan mengumpulkan data yang berkaitan dengan masalah-masalah yang diangkat dalam penelitian tersebut.
  2. Langkah kritik, yakni melakukan seleksi terhadap berbagai data yang telah dikumpulkan hingga dicapai data yang valid.
  3. Langkah interpretatik, yakni memberikan makna dan tafsiran terhadap data yang telah dikumpulkan.
  4. Langkah historiografi, yakni menuliskan segala sesuatu yang merupakan makna dan tafsiran dari data yang telah dikumpulkan sehingga menghasilkan cerita sejarah.
  1. Metode deskriptif

Dalam penelitian deskriptif peneliti melakukan usaha pengumpulan data untuk menguji hipotesis yang telah dirumuskan. Dalam penelitian deskriptif peneliti berusaha mendeskripsikan dan menginterpretasikan segala data yang telah dikumpulkan melalui angket, wawancara, maupun observasi.

  1. Metode korelasi

Penelitian korelasi berkaitan dengan pengumpulan data untuk menentukan ada atau tidaknya hubungan (korelasi) antara dua variabel atau lebih. Dengan demikian ada tiga hasil yang dapat diperoleh dari penelitian korelasi, yakni: (1) terdapat korelasi positif antar variabel, (2) terdapat korelasi negatif antarvariabel, dan (3) tidak ada korelasi antarvariabel.

  1. Metode kausal-komparatif

Penelitian kausal komparatif (ex post fakto) merupakan suatu penelitian yang dilakukan untuk menentukan penyebab atau alasan adanya perbedaan perilaku atau status kelompok / individual. Dengan demikian, setelah peneliti melihat adanya perbedaan dalam kelompok / individual maka segera dicari alasan-alasan yang menjadi penyebabnya. Pendekatan kausal-komparatif melibatkan pendekatan pendahuluan pada suatu akibat dan sekaligus mencari alternatif penyebabnya.

  1. Penelitian eksperimen

Metode eksperimen merupakan satu-satunya metode penelitian yang dianggap paling berhasil dalam menguji hipotesis hubungan sebab-akibat. Dalam metode eksperimen, peneliti memanipulasi variabel independen untuk kemudian mengobservasi pengaruh yang diakibatkan oleh manipulasi yang dilakukan tadi. Untuk mendapatkan pengaruh yang betul-betul bersih dari pengaruh lain, peneliti dituntut untuk melakukan kontrol yang cermat terhadap masuknya pengaruh luar. Variabel-independen disebut juga dengan istilah variabel-eksperimen, sedangkan variabel-dependen disebut juga dengan istilah variabel-creation. Variabel dependen merupakan variabel tergantung, yakni merupakan efek dari manipulasi subjek setelah mendapatkan treatmen. Jika dilaksanakan dengan baik, penelitian eksperimen akan menghasilkan bukti yang dianggap paling baik mengenai hubungan sebab akibat yang dihipotesiskan.