Cara Budidaya Tanaman Cabai

Cara Budidaya Tanaman Cabai

Cara Budidaya Tanaman Cabai

Cara Budidaya Tanaman Cabai

 

PROSPEK DAN POTENSI CABAI

Pasar cabai paling besar adalah market dalam negri. Didalam negri cabai paling banyak dipergunakan untuk keperluan dapur. Selain saat musim hujan, permintaan dan harga tinggi sering terjadi menjelang hari-hari raya keagamaan seperti misalnya Hari Raya Idul Fitri, Bulan puasa, Lebaran, Natal dan tahun baru.

Cabai sering mengalami fluktuasi harga yang tidak menentu namun hingga saat ini permintaan pasar lokal dan export masih belum dapat terpenuhi. Dalam perdagangan export cabai dijual dalam bentuk segar, kering, pasta, giling dan saos. Indonesia mengexport cabai ke Singapura, Hongkong, Saudi Arabia , India dan Brunei Darusalam.

Cabai yang dipanen bersamaan panen raya harganya sering jatuh namun hal itu dapat diatasi dengan mengolah cabai menjadi produk jadi seperti saos cabai dan cabai kering.Dengan demikian dapat menaikkan harga untuk menambah nilai jual.

Cabai merupakan salah satu komoditas yang banyak dibutuhkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari yang jumlah kebutuhannya terus bertambah dan meningkat seiring dengan laju pertumbuhan jumlah penduduk. Tiap luasan 1 hektar bisa menghasilkan sekitar 1 s/d 2 ton cabai segar. Cabai memberikan satu peluang bisnis yang masih terus menjanjikan.

MANFAAT DAN KEGUNAAN CABAI

Cabai mengandung banyak gizi berupa protein dan vitamin yang berguna bagi tubuh. Tiap 100 gram cabai merah segar mengandung gizi : kalori 31,0 kal, protein 1,0 g, lemak 0,3 g, karbohidrat 7,3 g, kalsium 29,0 mg, fosfor 24,0 mg, besi 0,5 mg, Vitamin A 470 SI, Vitamin C 18,0 mg, viatamin B1 0,05 mg, Vitamin B2 0,03 mg, niasin 0,20 mg , kapsaikin 0,1 s/d 1,5% , pectin 2,33% , pentosan 8,57% , pati 0,8 s/d 1,4 %.

Cabai dipergunakan sebagai penyedap masakan. Pada saat ini cabai tidak hanya dimanfaatkan untuk konsumsi segar saja tetapi sudah banyak diolah menjadi berbagai produk olahan seperti saos cabai, sambal cabai, pasta cabai, bubuk cabai dan bumbu instant.

Cabai dapat dipergunakan untuk terapi kesehatan diantaranya menyembuhkan kejang, sakit tenggorokan, alergi serta membantu sirkulasi darah dalam jantung. Cabai juga bersifat analgesik sehingga dapat dimanfaatkan sebagai obat untuk meringankan pegal, encok, rematik dan obat oles kulit.

Cabai banyak mengandung kapsikidin. Yaitu suatu senyawa yang terdapat dalam biji, senyawa ini sangat berguna untuk memperlancar kerja sekresi asam lambung dan mencegah terjadinya infeksi pada system pencernaan.

Cabai juga memiliki senyawa lain yaitu kapsikol. Senyawa kapsikol berfungsi untuk mengurangi pegl-pegal, sakit gigi, sesak napas termasuk juga gatal-gatal. Seiring dengan perkembagan teknologi, cabai banyak dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan salep gosok, salep tempel dan obat pegal linu.

Cabai yang memiliki begitu banyak khasiat tersebut disebabkan oleh senyawa kapsaikin ( C18 H27NO3 ) yang terkandung dalam buah cabai. Kapsaikin merupakan unsur aktif pokok yang terdiri dari lima komponen kapsaikinoid, yaitu nordihidro kapsaikin, kapsaikin, dihidro kapsaikin, homo kapsaikin dan homo dihidro kapsaikin. Senyawa-senyawa tersebut bisa dijadikan obat untuk pengobatan sirkulasi darah yang tidak lancar dikaki, tangan dan jantung.

SEKILAS BUDIDAYA CABAI

Cabai merupakan tanaman semusim yang cocok ditanam didataran rendah hingga dataran tinggi dengan ketinggian 2.500 dpl. Cabai membutuhkan cahaya matahari 10 – 12 jam, suhu ideal untuk pertumbuhan 24 – 28 derajat Celcius ,kelembapan 80% dan cocok tumbuh ditanah lempung berpasir yang gembur dan banyak mengandung unsur hara. Derajat keasaman / PH antara 6 – 7.

Cabai mempunyai banyak jenis dan varietas seperti : Cabai keriting, cabai besar, cabai rawit, cabai paprika, dll . Paling sering dibudidayakan adalah : GADA F1 Cabai besar Hibrida, ARIMBI 513 Hibrida, PRABU F1 Cabai besar Hibrida, CTH-01 Hibrida, PAPIRUS Hibrida, NENGGALA Hibrida dan TIT SUPER Cabai Besar. Cabai yang ditanam intensif memerlukan 100 s/d 150 gram benih / hektarnya..

Cabai ditanam dengan menggunakan mulsa plastik setelah sebelumnya dipupuk awal dengan menggunakan pupuk kandang, pemberian kapur dolomit dan pupuk kimia. Pupuk kandang yang diperlukan 20 s/d 30 ton per-hektarnya. Mulsa plastik dipakai untuk menekan serangan hama, penyakit dan gulma.

Cabai yang telah ditanam harus diberikan perawatan rutin, penyulaman dan pemasangan ajir agar tanaman tidak roboh karena terpaan angin. Setelahnya dilakukan perempelan tunas dan pemupukan susulan untuk menambah unsur hara yang dibutuhkan tanaman.

Cabai dipanen saat masak minimalnya 90% dan sudah berwarna merah. Cabai dipanen pada pagi hari karena masih memiliki bobot yang optimal. Cabai dipanen dengan menyertakan tangkainya, dengan cara demikian akan memiliki daya simpan yang lebih lama dari pada yang dipetik tanpa tangkai.

Cabai dapat dipanen hingga 30 kali petik dengan jarak waktu pemanenan setiap 2 s/d 3 hari sekali atau tergantung dari luas tanaman dan kondisi pasar saat itu. Pemanenan cabai didataran rendah lebih cepat selesai daripada pemanenan didataran tinggi.

Cabai dapat dihindarkan dari kebusukan dengan cara dikeringkan ditempat terbuka dengan memanfaatkan sinar matahari. Penjemuran dengan sinar matahari hanya dapat dilakukan pada musim kemarau dan biasanya memakan waktu cukup lama.

Cabai dapat dikeringkan dengan cara lain yaitu menggunakan mesin pengering atau dryer yang biasa dipakai untuk mengeringkan biji-bijian. Pengeringan membutuhkan waktu sekitar 24 jam pada suhu 60 derajat Celcius. Penyimpanan cabai dengan tujuan menjaga kesegaran buah dalam waktu yang lama dapat dilakukan dengan penyimpanan didalam cool storage bersuhu 7 – 9 derajat Celcius.

KRITERIA PASOKAN CABAI

Cabai untuk konsumsi pasar lokal dan export harus dalam kondisi segar dan tidak cacat, tidak terkena penyakit ataupun busuk. Cabai sudah di-grade berdasarkan jenis dan kualitasnya.

Cabai yang dijual dengan tujuan pasar lokal dikemas dengan menggunakan waring net / karung palstik berlubang-lubang dengan kapasitas 50 – 80 kg. Pemasaran cabe ke-swalayan dikemas menggunakan waring net dengan bobot 0,5 s/d 1 kg. sedangkan untuk keperluan export dikemas didalam kardus berlabel berkapasitas 15 s/d 20 kg dan disusun rapi berdasarkan grade mutunya.

Cabai untuk permintaan export dikemas dengan menggunakan kardus berlabel produsennya. Kardus pada umumnya menampung sekitar 20 kg cabai segar. Yang disusun rapi berdasarkan grade dan jenisnya.

 

Sumber : https://carabudidaya.co.id/