Pola-Pola Interaksi Biotik Pada Ekosistem Sawah dan Tegalan

Pola-Pola Interaksi Biotik Pada Ekosistem Sawah dan Tegalan

Pola-Pola Interaksi Biotik Pada Ekosistem Sawah dan Tegalan
Pola-Pola Interaksi Biotik Pada Ekosistem Sawah dan Tegalan

Organisme hidup di alam tidak berdiri sendiri-sendiri atau tidak hidup sendiri-sendiri, melainkan menjadi satu kumpulan individu-individu yang me-nempati suatu tempat tertentu, sehingga antarorganisme akan terjadi interaksi. Interaksi-interaksi yang terjadi dapat merupakan interaksi antar individu dari spesies yang sama, dapat juga merupakan interaksi antar individu dari spesies yang berbeda (Indriyanto, 2010).

Dalam komunitas, semua organisme merupakan bagian dari komunitas dan antara komponennya saling berhubungan melalui keragaman interaksinya. Interaksi antar komponen ekologi dapat merupakan interaksi antar organisme, antar populasi, dan antar komunitas (Elfis c, 2010).

1) Interaksi Antar Organisme

Semua makhluk hidup selalu ber-gantung kepada makhluk hidup yang lain. Tiap individu akan selalu ber-hubungan dengan individu lain yang se-jenis atau lain jenis, baik individu dalam satu populasinya atau individu-individu dari populasi lain. Interaksi demikian banyak kita lihat disekitar kita. Interaksi antar organisme dapat dikategorikan se-bagai berikut:
Netral, adalah hubungan tidak saling mengganggu antar organisme dalam habitat yang sama yang bersifat tidak menguntungkan dan tidak merugikan kedua belah pihak. Contohnya: capung dan babi.
Predasi, adalah hubungan antara mangsa dan pemangsa. Hubungan ini sangat erat sebab tanpa mangsa, predator tak dapat hidup. Sebaliknya, predator juga berfungsi sebagai peng-ontrol populasi mangsa. Contohnya: Tikus (mangsa) dan kucing (pemangsa).
Parasitisme, adalah hubungan antar organisme yang berbeda spesies, bila salah satu organisme hidup pada organisme lain dan mengambil makanan dari hospes/inangnya se-hingga bersifat merugikan inangnya. Contohnya: pacet (parasit) dan babi (inangnya)
Komensalisme, adalah merupakan hubungan antara dua organism yang berbeda spesies dalam bentuk ke-hidupan bersama untuk berbagi sumber makanan; salah satu spesies diuntungkan dan spesies lainnya tidak dirugikan. Contohnya: paku-pakuan dengan pohon yang ditumpanginya.
Mutualisme, adalah hubungan antara dua organism yang berbeda spesies yang saling menguntungkan kedua belah pihak. Contohnya: kupu-kupu dan bunga.

2) Interaksi Antar Populasi

Menurut Elfis (2010c), antara populasi yang satu dengan populasi lain selalu terjadi interaksi secara langsung atau tidak langsung dalam komunitasnya. Kompetisi merupakan interaksi antar populasi, bila antar populasi terdapat ke-pentingan yang sama sehingga terjadi persaingan untuk mendapatkan apa yang diperlukan. Contohnya: persaingan antara populasi rumput dan kelapa sawit dalam memperebutkan hara. Antara populasi yang satu dengan populasi lain selalu ter-jadi interaksi secara langsung atau tidak langsung dalam komunitasnya.
Contoh interaksi antar populasi adalah sebagai berikut:
Alelopati merupakan interaksi antarpopulasi, bila populasi yang satu menghasilkan zat yang dapat menghalangi tumbuhnya populasi lain. Contohnya: disekitar pohon walnut (juglans) jarang ditumbuhi tumbuhan lain karena tumbuhan ini menghasilkan zat yang bersifat toksik. Pada mikroorganisme istilah alelopati dikenal sebagai anabiosa. Contohnya: jamur Penicillium sp dapat menghasilkan antibiotika yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri ter-tentu.
Kompetisi merupakan interaksi antar-populasi, bila antarpopulasi terdapat kepentingan yang sama sehingga ter-jadi persaingan untuk mendapatkan apa yang diperlukan. Contohnya: per-saingan antara populasi kambing dengan populasi sapi dipadang rumput

3) Interaksi antar komunitas

Komunitas adalah kumpulan populasi yang berbeda di suatu daerah yang sama dan saling berinteraksi. Contoh ko-munitas, misalnya komunitas tepi sungai dan komunitas sungai. Komunitas tepi sungai disusun oleh bermacam-macam organisme, misalnya rumput, pohon, rotan, sapi, kerbau, manusia. Komunitas sungai terdiri dari ikan, enceng gondok, ganggang, zooplankton, fitoplankton, dan dekomposer. Antara komunitas tepi sungai dan sungai terjadi interaksi dalam bentuk peredaran nutrient dari air ketika terjadi banjir atau air pasang maka tepi sungai akan tergenang. Interaksi antar komunitas cukup kompleks karena tidak hanya melibatkan organisme, tapi juga aliran energi dan makanan. Interaksi antar komunitas dapat kita amati, misalnya pada daur karbon. Daur karbon melibatkan ekosistem yang berbeda misalnya laut dan darat.

4) Interaksi Antar Komponen Biotik dengan Abiotik

Dalam ekosistem, interaksi antara komponen biotik dan abiotik mulai ter-jadi dari tingkat individu hingga biosfer. Interaksi komponen biotik dengan abiotik misalnya pada penggunaan oksigen untuk pernapasan dan penyerapan cahaya matahari dengan panjang gelombang ter-tentu untuk fotosintesis pada tumbuhan hijau. Interaksi tersebut akan semakin kompleks pada tingkat ekosistem dan biosfer. Interaksi antara komponen biotik dan abiotik pada tingkat biosfer adalah interaksi yang paling kompleks. Biosfer merupakan tempat interaksi seluruh ekosistem di bumi. Pada tingkat ekosistem, individu atau populasi me-miliki peran yang khas dalam kaitan interaksinya dengan lingkungan biotik dan abiotik. Kekhasan fungsi suatu individu atau populasi dalam ekosistem disebut niche (relung). (http://www.tribunnews.com/member/ojelhtcmandiri/)