Sejarah Tragedi Kereta Bintaro

Sejarah Tragedi Kereta Bintaro

Sejarah Tragedi Kereta Bintaro
Sejarah Tragedi Kereta Bintaro

Sementara itu, ada kereta kedua KA 220 di stasiun Kebayoran dengan arah tujuan yang berlawanan, yaitu KA Patas yang tak berhenti (KA Cepat) bernomer KA 220 (Jakarta-Merak) yang arahnya berlawanan dengan KA 225 (Rangkas-Jakarta) dan akan diberangkatkan dari Sudimara dan masuk ke stasiun Kebayoran.

Kembali ke stasiun Sudimara yang jalur keretanya penuh

dimana KA 225 sedang berada dan tak mungkin dilakukan persilangan/berpapasan, maka kemudian diberangkatkanlah KA 225 dari stasiun Sudimara ke stasiun Kebayoran agar dapat bersilang/papasan di stasiun Kebayoran.

Disaat yang sama kereta cepat (KA Patas Jakarta-Merak)

baru datang dan tak ada prosedur memberhentian tunggu karena KA Cepat tidak berhenti lama, maka tak lama kemudian KA Patas 220 (Jakarta-Merak) juga langsung diberangkatkan dari Kebayoran ke stasiun Sudimara dimana pada saat yang sama KA 225 sedang jalan menuju stasiun Kebayoran dalam satu jalur rel.

Dua kereta api yang sama-sama sarat penumpang

Senin pagi itu bertabrakan di tikungan S ± Km 18.75. Dalam keadaan mendadak, tiba-tiba kereta dari arah berlawanan muncul, para masinisnya panik dan tidak sempat mengerem, dan jika dilakukan pun akan percuma, apa yang bisa dilakukan hanyalah meloncat keluar.

Akhirnya tabrakan tak dapat lagi dihindari

kedua KA “bertabrakan muka” di lokasi ± Km 18.75 . Benturannya sedemikian dashyatnya, hingga gerbong pertama persis di belakang lokomotif di kedua kereta langsung menyelimuti masing-masing lokomotifnya. Efek teleskopik ini menewaskan banyak penumpang, dan mereka yang bernasib malang langsung “tergiling” oleh putaran kipas radiator lokomotif.

Banyak pihak yang menjadi tersangka dalam kecelakan maut ini

Seperti masinis Slamet Suradio yang mendapatkan hukuman 5 tahun penjara dan  atas kelalaiannya. Ia juga harus kehilangan pekerjaan yang selama 20 tahun digelutinya. Nasib yang serupa juga menimpa Adung Syafei, kondektur KA 225. Dia harus mendekam di penjara selama 2 tahun 6 bulan. Sedangkan Umrihadi (Pemimpin Perjalanan Kereta Api, PPKA, Stasiun Kebayoran Lama) dipenjara selama 10 bulan.

Setelah kejadian tersebut Bintaro menjadi mencengkam

Setiap malam tempat itu dipenuhi oleh tangisan, erangan, serta bau darah dari dalam rongsokan kereta. Tentu saja warga sekitar menganggap arwah penasaran ini terjadi antara maghrib sampai tengah malam. Atau malam-malam tertentu setelah terjadi sebuah kecelakaan.

Baca juga artikel: