Pengertian Tadwin dan Perkembangan Hadits

Pengertian Tadwin dan Perkembangan Hadits

Pengertian Tadwin dan Perkembangan Hadits

Pengertian Tadwin dan Perkembangan Hadits
Pengertian Tadwin dan Perkembangan Hadits

Pengertian

Secara bahasa tadwin diartikan sebagai kumpulan shahifah(mujtama’ al-shuhuf),sedangkan arti tadwin secara umum adalah mengumpulkan al-jam’u).
Al-zahrani merumuskan pengertian tadwin yang artinya adalah sebagai berikut:
“Mengikat yang berserak-serakan kemudian mengumpulkannnya menjadi satu dewan atau kitab yang terdiri dari lembaran-lembaran.”
Sedangkan yang dimaksud pentadwidan hadits pada zaman ini adalah pembukuan(kodifikasi)secara resmi yang berdasarkan perintah dari serang kepala negara dengan melibatkan orang-orang yang ahli di bidangnya.Bukan untuk memenuhi kepentingan pribadi atau secara personal.

Perkembangan Hadits Abad II H

Pada periode kedua,masa khulafaur rasyidin pembukuan hadits belum dilakukan secara khusus karena perhatian para sahabat masih terfokus dalam usaha memelihara dan menyebarluaskan Alqur’an.Hal ini terbukti pada masa pemerintahan Abu Bakar Ash-shiddiq pembukuan Alqur’an dilakukan atas usul dari kholifah Umar bin Khattab.[3]Kemudian pada masa kholifah Utsman kegiatan ini dilakukan kembali dengan tujuan yang sama.Sikap memusatkan perhatian mereka ini tidak berarti para kholifah ini lalai dan tidak menaruh perhatian terhadap Hadits akan tetapi mereka sangat berhati-hati dalam meriwayatkan Hadits.Kehati-hatian danusaha membatasi periwayatan Hadits yang dilakukan para sahabat disebabkan karena mereka khawatir terjadinya kekeliruan .

Pembukuan Hadits secara resmi terjadi pada masa dinasti Umayah dibawah kepemimpinan Kholifah Umar bin Abdul Aziz tahun 101H.Beliau khawatir terhadap hilangnya hadits-hadits dengan meninggalnya para muhadditsin di medan perang,dan juga khawatir akan tercampurnya hadits-hadits shahih dengan hadits-hadits palsu.
Secara garis besar peran pemalsuan Hadits dikategorikan menjadi 3 yaitu:

a.Propagandis Politik

Perpecahan umat islam yang diakibatkan politik yang terjadi pada masa kekhalifahan Ali bin Abi Thalib memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perpecahan umat kedalam beberapa golongan dan kemunculan hadits-hadits palsu.Contoh Hadits palsu yang dibuat oleh kaum Syi’ah,yang artinya sebagai berikut:”Wahai Ali,Sesungguhnya AllahSWT telah mengampunimu,keturunanmu, kedua orangtuamu,keluargamu,(golongan) syi’ahmu dan orang yang mencintai (golongan) syi’ahmu.”

b.Golongan Zindiq

adalah golongan yang membenci isalam sebagai agama,atau sebagai dasar pemerintahan .Pada masa Muhammad bin Sulaiman bin Ali(Wali wilayah Basrah),menghukum mati Abdul Karim Ibn Auja’karena dia membuat hadits palsu ,ketika hukuman akan dilakukan dia mengatakan bahwa dia telah membuat hadits palsu sebanyak 4000 hadits.Contoh Hadits yang dibuat oleh kaum zindiq,yang artinya sebagai berikut:
“Melihat wajah cantik termasuk ibadah”.

c.Ahli Cerita/Dongeng

Menurut riwayat Ibn Aljawji,Shu’bah pernah menolak Hadits yang dibawa oleh tukang cerita dengan alasan kebiasaan mereka,yaitu menerima Hadits sejengakal kemudian diriwayatkan sedepa,dengan pengertian memberikan penambahan terhadap Hadits.
Sufyan Al-Sauri mencatat tiga macam Hadits dengan penilaian yang berbeda-beda yaitu:
1) Hadits yang dimaksud sebagai pegangan,yang tentunya Hadits yang dinilai kuat
2) Hadits yang diragukan,sehingga dinilai tawaqquf,tidak dibuang tetapi juga tidak dijadikan pegangan
3) Hadits dari rawi yang lemah,hanya untuk diketahui saja.

Baca Juga: