PKK Se-Kota Bogor Diajak Budidayakan Jahe Merah

PKK Se-Kota Bogor Diajak Budidayakan Jahe Merah

PKK Se-Kota Bogor Diajak Budidayakan Jahe Merah

PKK Se-Kota Bogor Diajak Budidayakan Jahe Merah

Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga

Para anggota dan pengurus Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Bogor, khususnya yang berada di 68 Kelurahan dalam waktu dekat ini akan diajak untuk membudidayakan tanaman herbal jahe merah. Hal tersebut diketahui saat audiensi Warta Kota terkait rencana Lomba Tanaman Herbal Bejo antar PKK Kelurahan Se-Kota Bogor di Rumah Dinas Wali Kota Bogor, jalan Pajajaran Kota Bogor, Senin (31/07/2017).

Vice GM Business Warta Kota Christiana Benny

Vice GM Business Warta Kota Christiana Benny menjelaskan selain Kota Bogor sebelumnya program Lomba Tanaman Herbal Bejo antar PKK Kelurahan telah berjalan selama tiga tahun di kota-kota besar seperti Surabaya, Semarang, Yogjakarta, Jakarta dan Bandung. Menurutnya lomba ini tidak seperti lomba pada umumnya karena akan memakan waktu yang cukup lama atau kurang lebih selama satu tahun.

“Nantinya para peserta akan diberikan pembekalan berupa bibit tanaman herbal jahe merah yang akan dilombakan dan pupuknya demikian pula untuk pelatihan cara budidaya jahe merah disertai pula pendampingannya,” tuturnya.

Marko Manager Warta Kota  Erdianawati

Sementara itu, Marko Manager Warta Kota  Erdianawati menuturkan,  Lomba Tanaman Herbal Bejo ini beberapa bulan akan dilihat hasil budidayanya dan nanti hasilnya akan dibeli pihak produsen Bintang 7.

Untuk penilaiannya

Dina sapaan akrab Erdianawati menjelaskan beberapa kriteria  diantaranya estetika, perawatan tumbuhan herbal, partisipasi warga, dan output lainnya seperti pembuatan pupuk kompos serta identitas dari tanaman yang ada dengan melibatkan dinas terkait untuk membantu penilaian.

Saat disinggung pemilihan Jahe Merah sebagai tanaman herbal yang dipilih Dina menjelaskan, saat ini hasil produksi budidaya  tanaman herbal Jahe Merah di Indonesia sangat minim. Disisi lain, jahe merah memiliki manfaat yang sangat besar, bahkan untuk memenuhi keperluan jahe merah terpaksa mengimpornya dari negara Jepang dan Cina.

Wali Kota Bogor Bima Arya

Wali Kota Bogor Bima Arya menilai diperlukan stamina dan konsistensi, karena lomba ini jangka panjang. Jadi perlu dibuat nota kesepakatan agar lebih terpantau dan tidak berhenti di tengah jalan.

Ketua TP PKK Kota Bogor Yane Ardian menyarankan agar lima tanaman wajib harus ditetapkan TP PKK Kota Bogor agar dapat dimasukkan dalam penilaian, adapun kelima tanaman wajib tersebut adalah kerokot, kelor, bunga teleng, binahong dan terbangun. Menurut Yane kelima tanaman herbal wajib tersebut sudah memiliki jurnal-jurnal internasional dan banyak digunakan untuk bahan obat-obatan.

Yane menambahkan

Pihaknya akan segera menggelar rapat internal maupun dengan bagian kerjasama Pemkot Bogor dalam menyusun poin-poin yang akan dikerjasamakan. “Semoga dalam waktu dekat sudah ada hasilnya, jadi bisa dimulai secepatnya,. Jika dimulai bulan ini Insya Allah puncak kegiatannya tepat saat peringatan Hari Jadi Bogor 2018,’ kata Yane.

Hadir dalam audiensi tersebut

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kota Bogor Irwan Rianto, Kepala DPMPPA Artiana Yanar Anggraini serta perwakilan Bagian Kerjasama dan Humas Pemkot Bogor serta pengurus TP PKK Kota Bogor.

 

Artikel terkait :