contoh kalimat tunggal sederhana dan kalimat majemuk

contoh kalimat tunggal sederhana dan kalimat majemuk

 contoh kalimat tunggal sederhana dan kalimat majemuk

 contoh kalimat tunggal sederhana dan kalimat majemuk
contoh kalimat tunggal sederhana dan kalimat majemuk

 

Salah satu indikator bahwa kegiatan membaca itu berhasil

dilaksanakan bisa diamati dari tingkat pemahaman pembaca terhadap substansi teks yang dibacanya. Realisasi dari pemahaman tersebut bisa dilihat dari kemampuan untuk menjawab pertanyaan seputar masalah teks yang dibaca, menceritakan kembali isi teks sampai menyebutkan ide pokok dari teks tersebut baik secara global
maupun secara rinci.

Kemampuan menjawab pertanyaan

itu bisa diamati dari rangkaian kata yang membentuk kalimat, baik dalam bentuk kalimat tunggal (sederhana) maupun dalam bentuk kalimat majemuk setara
(koordinatif) atau bertingkat (subordinatif). Kalimat tunggal berupa sebuah klausa, sedangkan kalimat majemuk terdiri atas dua klausa atau lebih. Sebuah klausa yang lengkap dapat berstruktur subjekpredikat (SP), subjek-predikat-objek (SPO), atau subjek-predikatpelengkap
(SPPel). Ketiga struktur tersebut dapat disertai keterangan (K) atau tidak. 

Contoh kalimat tunggal/sederhana

a. Ayahnya berdagang. (SP)
b. Sang adik pergi dengan meninggalkan persoalan. (SPO)
c. Keluarga besarnya kehilangan figur yang dicintainya. (SPPel)Kalimat majemuk setara ditandai oleh penggunaan kata penghubung setara (konjungsi koordinatif) di antara klausa yang membentuknya, misalnya kata dan, serta, tetapi, melainkan, atau. Sementara itu, kalimat majemuk bertingkat ditandai oleh penggunaan konjungsi bertingkat (subordinatif) di antara klausa yang membentuknya, misalnya kata sehingga, maka, (oleh) karena, (oleh) sebab), jika, jikalau, kalau, ketika, tatkala, setelah.

Contoh kalimat majemuk

a. Yasser Arafat meninggal dunia sebelum ia dapat mewujudkan cita-cita besarnya.

   (Kalimat  majemuk bertingkat)

b. Yasser Arafat sempat memproklamasikan kemerdekaan bangsanya di depan peserta

    SU PBB, tetapi pernyataannya dicabut kembali pada akhir pidatonya. (Kalimat majemuk setara)