Earth Hour Bandung Dipusatkan di Gedung Sate

Earth Hour Bandung Dipusatkan di Gedung Sate

Earth Hour Bandung Dipusatkan di Gedung Sate
Earth Hour Bandung Dipusatkan di Gedung Sate

BANDUNG – Sebagai sebuah gerakan kerelawanan terbesar di dunia, pada 2013 lalu,

gerakan danaksi-aksi EARTH HOUR berhasil menggalang partisipasi lebih dari 2,3 milyar orang di 154 negara. Di Indonesia, setelah tahun lalu didukung oleh 31 kota, tahun ini 34 kota menyatakan partisipasinya dalam aksi EARTH HOUR.

Akan tetapi, pencapaian yang paling besar adalah keikutsertaan kota yang kian bertumbuh.Bergaya hidup hemat energi tidak cukup hanya dengan berpartisipasi di EARTH HOUR saja, tetapi harus terusdibuktikan setiap hari, dan diikuti dengan mengubah gaya hidup ramah lingkungan lainnya.

Ada 4 aksi serentaknasional yang dilakukan juga di kota Bandung yakni:

Riset Sampah PlastikTakAsik di CFD Dago yang menghasilkandata 23,94 kg sampah plastik dalam 2 jam.  Riset Sampah Kertas di CFD Dago yang menghasilkan data 26,62kg sampah kertas dalam 4 jam; Riset Sampah di Braga Culinary Night yang menghasilkan data 251,4 kg sampah tercampur dalam 3 jam; aksi Bike2Park ke 8 taman tematik; dan minggu lalu dalam aksi NgaprakCikapundungsekaligus memperingati hari air sedunia.

Menurut Christian Natalie, Koordinator EARTH HOUR Kota Bandung, salah satu aksi bertajuk NgaprakCikapundungtanggal 23 Maret kemarin dilakukan dengan mengunjungi PLTA Dago Bengkok dan PLTA serta PDAM Dago Pojok, danmendapat fakta bahwa terjadi penurunan produksi listrik dan air (minum dan bersih) dari tempat tersebut karena degradasi lingkungan khususnya kualitas dan debit air Sungai Cikapundung.

“Dengan total kebutuhan listrik kotaBandung sekitar 200 Megawatt,

kami percaya gerakan EARTH HOUR ini dapat menjadi momentum dan langkah awal mengajak lebih banyak orang untuk melakukan AKSI hemat energi sekaligus perilaku hijau lainnya.”

Gerakan global EARTH HOUR ditandai dengan aksi lokal di Kota Bandung dan Provinsi Jawa Barat (Bogor, Bekasi,Depok, dan Cimahi) melakukan aksi Switch Off atau mematikan lampu dan peralatan elektronik yang tidak sedangdipakai selama satu jam, yang tahun ini pada tanggal 29 Maret 2014, mulai pukul 20.30 – 21.30 waktu setempat. Di kota Bandung sendiri terdata lebih dari 50 titik/tempat publik yang menyatakan siap ber-EARTH HOUR, yangterdiri dari Kantor/ Gedung Pemerintahan, kawasan komersil: Mal dan Hotel, Kampus, dan juga Museum sertaMonumen.

Pihak-pihak pengelola tempat tersebut melakukannya secara sukarela, kontribusi aktif tersebut yangdiharapkan dapat menjadi aksi konsisten dan komitmen untuk bijak energi ke depannya. Seperti tahun lalu,Gedung Sate dan Balai Kota menjadi titik utama dalam aksi dan seremoni nantinya.

“EARTH HOUR bukan sekedar mematikan lampu dan peralatan elektronik selama 1 jam, tapi lebih merupakansimbolisasi akan sebuah tindakan yang sederhana yang dilakukan oleh seseorang, yang berdampak sangat besar bagi perbaikan lingkungan bila dilakukan secara bersama-sama”, jelas Nyoman Iswarayoga, Direktur Komunikasidan Advokasi WWF-Indonesia sebagai lembaga inisiator EARTH HOUR di Indonesia.

 

Sumber :

https://scalar.library.yorku.ca/lawyer/circular-definition–types—functions—sections—examples?t=1560326783593