Server UNBK Eror, Dirjen Kemendikbud: Bukan Hal Aneh

Server UNBK Eror, Dirjen Kemendikbud Bukan Hal Aneh

Server UNBK Eror, Dirjen Kemendikbud: Bukan Hal Aneh

Server UNBK Eror, Dirjen Kemendikbud Bukan Hal Aneh
Server UNBK Eror, Dirjen Kemendikbud Bukan Hal Aneh

Kendala server eror dalam pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Kompetensi (UNBK), hari ini (23/4) dianggap wajar. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menilai masalah tersebut sulit dicegah.

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud,

Hamid Muhammad mengatakan terganggunya server UNBK bukanlah hal yang aneh. Yang terpenting, kata dia, semua sudah ditangani.

“Ya namanya mesin. Siapa yang bisa mengontrol mesin? Kalau yang akses banyak, server pasti crowded jadi ada yang bisa tersambung ada yang tidak,” ujar Hamid di Jakarta, Senin (23/4).
UNBK 2018
Salah satu ruang kelas yang dipakai untuk pelaksanaan UNBK di Tanjung Priok, Jakarta Utara. (Fedrik Tarigan)

Menurutnya, server pada UNBK bisa down secara serentak karena mesin yang terbatas. Sekalipun memang sudah ada penambahan kapasitas server.

“Itu sudah ditambah kok servernya. Tapi memang masih kurang kan, jadi memang harus ditambah lagi. Karena UN SMP diikuti 4,3 juta pelajar dan 70 persen sekolah sudah UNBK,” terang Hamid.

Hamid berpesan agar para peserta ujian tidak perlu khawatir atas sistem yang sempat eror.

 

“Ikuti saja dengan baik tidak usah terlalu khawatir. Tidak usah noleh kanan kiri karena soalnya beda, percaya diri saja mengerjakan dengan kemampuan,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, pelaksanaan UNKB SMP/Mts hari ini mengalami gangguan server. Diantaranya di Depok, Bekasi, Tangerang Selatan, dan Pasuruan.

Para siswa praktis mengalami keterlambatan dalam pengerjaan soal-soal UNBK.

 

Untuk diketahui, UN SMP dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) diikuti 4.296.557 siswa,

dari tanggal 23-26 April 2018. Pada tingkat SMP diikuti 55.719 SMP dan MTs.

Sebanyak 28.609 sekolah telah UNBK dan 27.110 sekolah menyelenggarakan UNKP.

Untuk jenjang SMP, akan diujikan empat mata pelajaran yakni Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

UN susulan nantinya akan dilaksanakan pada 8 dan 9 Mei 2018. Sementara pengumumannya hasilnya pada 23 Mei 2018.

 

Sumber :

https://egriechen.info/kalimat-majemuk-bertingkat/