Kunjungan Kerja Mendikbud di Belitung: dari Panti Asuhan hingga Rakor PAUD dan Dikmas

Kunjungan Kerja Mendikbud di Belitung: dari Panti Asuhan hingga Rakor PAUD dan Dikmas

Kunjungan Kerja Mendikbud di Belitung dari Panti Asuhan hingga Rakor PAUD dan Dikmas
Kunjungan Kerja Mendikbud di Belitung dari Panti Asuhan hingga Rakor PAUD dan Dikmas

Belitung, Kemendikbud — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud)

Muhadjir Effendy melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Belitung Provinsi Bangka Belitung, Senin (26/2/2018). Mendikbud mengunjungi Perguruan Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan di Desa Aik Rayak Belitung dan membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Pelaksanaan Kebijakan dan Program Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD dan Dikmas).

Dalam kunjungan kerja tersebut Mendikbud didampingi Direktur Jenderal PAUD dan Dikmas Harris Iskandar dan pejabat eselon II di lingkungan Ditjen PAUD dan Dikmas Kemendikbud.

Di Perguruan Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan, Muhadjir menyempatkan mengunjungi panti ssuhan anak-anak yatim di kompleks tersebut. Mendikbud mendorong agar panti asuhan harus tetap dijaga kebersihannya. “Panti asuhan harus dijaga kebersihannya, tidak boleh kumuh!” pesan Muhadjir.

Selain itu, Mendikbud mendorong yayasan yang mengelola panti asuhan memiliki lini

usaha untuk mendukung operasional yayasan dan panti asuhan. Dengan memiliki lini usaha, yayasan dapat mandiri dan tidak hanya menunggu bantuan pihak lain.

Pada malam harinya Mendikbud membuka Rakor Pelaksanaan Kebijakan dan Program PAUD dan Dikmas di BW Suite Belitung Tanjung Pandan Belitung. Kegiatan Rakor ini dihadiri 134 orang peserta yang terdiri dari Kepala Bidang PAUD dan Dikmas pada Dinas Pendidikan Pendidikan Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatra Selatan dan Bangka Belitung. Hadir juga dalam kegiatan ini Kepala balai Pengembangan PAUD dan Dikmas Aceh, Sumatra Utara, Sumatra barat, Riau, Jambi, Bengkulu dan Sumatra Selatan.

Mendikbud mengatakan bahwa kunci keberhasilan PAUD

dan Dikmas adalah selektif dan fleksibel dalam melaksanakan program-programnya. “Kunci keberhasilannya adalah selektif dan fleksibel dalam pelaksanaan program. UPT PAUD dan Dikmas harus dipertahankan dan terus melakukan koordinasi dengan provinsi,” kata mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang tersebut.

Koordinasi UPT PAUD dan Dikmas dengan dinas pendidikan provinsi untuk mempercepat penyiapan satuan pendidikan dalam pencapaian standar nasional pendidikan. “Pendidikan PAUD dan Dikmas di Indonesia harus dapat bersaing dengan negara lain dan lulusannya sesuai dengan tuntutan kemajuan zaman,” pungkas Muhadjir. (Nur Widiyanto)

 

Baca Juga :