Pendidikan Berkualitas dan Berkeadilan, Begini Kata Pengamat

Pendidikan Berkualitas dan Berkeadilan, Begini Kata Pengamat

Pendidikan Berkualitas dan Berkeadilan, Begini Kata Pengamat

Pendidikan Berkualitas dan Berkeadilan, Begini Kata Pengamat
Pendidikan Berkualitas dan Berkeadilan, Begini Kata Pengamat

Potret Pendidikan di kota Cirebon jika dilihat berdasarkan data dan angka partisipasi masyarakat terhadap dunia pendidikan

, menunjukkan hasil yang sangat menggembirakan

Hal itu dikemukakan tokoh pendidikan kota Cirebon Drs. H. Adang Sudarman, M.Pd belum lama ini kepada RMOL Jabar. Menurut Adang, untuk melihat peningkatan pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan di kota Cirebon dapat ditinjau berdasarkan beberapa aspek.

Pertama, mengenai pola pendidikan yang merata. Adang mengemukakan dalam persoalan ini lembaga terkait masih dihadapi sebuah tantangan. Dikotomi dan cara pandang masyarakat umum dalam pengklasifikasian penyelenggara pendidikan (sekolah) masih tinggi. Masyarakat masih membeda-bedakan antara sekolah favorit dan bukan favorit, sekolah pilihan dan bukan pilihan, sekolah populer dan bukan populer.

Dikatakan Adang, pihaknya sering mendiskusikan hal tersebut. Bagaimanapun, cara pandang masyarakat

yang mendikotomisasikan sekolah satu dengan yang lainnya masih kuat dan itu bisa mengakibatkan sekolah lain menjadi semakin terpuruk lantaran tidak memenuhi standar/kuota jumlah peserta didik per RKB-nya. Adang mengaku sering mendiskusikan persoalan tersebut bersama kepala Disdik kota Cirebon.

“Saya sering diskusi dengan kepala Disdik, pola pendidikan yang berkeadilan dan berkualitas dan saya beri masukan ke Disdik,” ungkap Adang yang kini masih mengabdikan diri di dunia pendidikan pasca purnabakti, baik sebagai pengurus di yayasan-yayasan pendidikan maupun tenaga pendidikan (dosen).

Yang kedua, lanjut Adang, potret pendidikan di kota Cirebon bisa dilihat pula berdasarkan Angka Partisipasi Kasar

(APK) keterlibatan masyarakat kota Cirebon terhadap dunia pendidikan. Berdasar data yang terhimpun, jelas Adang, tingkat APK masyarakat kota Cirebon sangat luar biasa.

“Angka Partisipasi Kasar masyarakat kota Cirebon terhadap dunia pendidikan sudah cukup sangat luar biasa. Melebihi di atas 100 persen,” urainya.

Lalu ketiga, yaitu berdasarkan angka Rata Lama Sekolah (RLS). Pendidikan di kota Cirebon berada posisi 11,36 atau 11,40 persen.

“Kalau dibandingkan dengan daerah wilayah 3, kota Cirebon sudah termasuk hebat,” ujarnya.

Kedua angka tersebut, jelas Adang, merupakan data terakhir yang pernah Ia ketahui. Sementara data terbaru belum dilihat lagi bagaimana perkembangannya.

“Mungkin bisa lebih lagi,” ucapnya.

Lebih lanjut Adang menjelaskan, dari ketiga komponen tersebut (APK, RLS dan APM) akan mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kota Cirebon. Dan itu dapat terlihat pada kondisi sekarang dimana IPM kota Cirebon sangat tinggi, bahkan berada di atas target provinsi Jawa Barat.

“”IPM Jabar harapan 80,” paparnya.

Namun, kembali Adang menandaskan, tantangan terberat bagi dunia pendidikan di kota Cirebon hanya pada persoalan image masyarakat yang masih mendikotomiskan antar sekolah.

Kalau melihat visi dan misi kepala Disdik kota Cirebon, yaitu memberikan pelayanan pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan, maka semua sekolah harus bagus, berkualitas dan merata (berkeadilan), baik dari sisi sarana dan prasarana, SDM, administrasi maupun pelayanannya.

 

Sumber :

https://egriechen.info/nilai-dari-proses-pembuatan-pinisi/