46% Lulusan SMP Kota Jambi Tidak Bakal Tertampung di SMA/SMK Negeri

46% Lulusan SMP Kota Jambi Tidak Bakal Tertampung di SMA SMK Negeri

46% Lulusan SMP Kota Jambi Tidak Bakal Tertampung di SMA/SMK Negeri

46% Lulusan SMP Kota Jambi Tidak Bakal Tertampung di SMA SMK Negeri
46% Lulusan SMP Kota Jambi Tidak Bakal Tertampung di SMA SMK Negeri

Sedikitnya 3.993 orang atau 46 persen siswa lulusan sekolah menengah pertama (SMP) d

an sederajat di Kota Jambi bakal tidak tertampung di sekolah menengah atas (SMA)/Sekolah Menengan Kejuruan (SMK) negeri pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini di kota itu.

Banyaknya siswa lulusan SMP yang tidak tertampung tersebut disebabkan jumlah lulusan SMP dan sederajat tidak sebanding dengan daya tampung siswa baru di SMA/SMK negeri.

“Jumlah lulusan SMP dan sederajat di Kota Jambi tahun ini mencapai 8.700 orang. Sedangkan daya tampung seluruh SMA/SMK negeri di Kota Jambi hanya 4.707 orang siswa. Jadi sekitar 3.993 orang atau 46 persen siswa lulusan SMP tidak akan tertampung di SMA/SMK negeri di Kota Jambi. Mereka harus memilih SMA/SMK swasta,” kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Agus Heriyanto di Jambi, Selasa (25/6/2019).

Menurut Agus Heriyanto, PPDB SMP dan SMA/SMK negeri di Kota Jambi dilaksanakan 1-26 Juli 2019.

PPDB dilakukan melalui tiga jalur, yakni sistem zonasi, prestasi, dan perpindahan orangtua sesuai Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 3 Tahun 2019 tentang PPDB.

“Jumlah siswa yang diterima di setiap sekolah dengan sistem zonasi sekitar 80 persen, prestasi 15 persen dan perpindahan orangtua 5 persen. PPDB di Jambi dilakukan dengan dua cara, yakni secara online (internet) dan offline (pendaftaran langsung di sekolah),” katanya.

Agus Heriyanto lebih lanjut mengatakan, SMP, SMA dan SMK negeri yang melakukan PPDB secara online 100 persen hanya di Kota Jambi dan Kota Sungaipenuh. Sedangkan SMP, SMA/SMK negeri di sembilan kabupaten di Provinsi Jambi masih melakukan PPDB dengan cara online dan offline.

Menurut, Agus Heriyanto, pihaknya akan konsisten melakukan PPDB dengan sistem zonasi mencegah membeludaknya peserta didik baru yang mendaftar di satu sekolah dan minimnya peserta didik baru mendaftar di sekolah lainnya.

“Melalui sistem zonasi ini tidak ada lagi istilah sekolah favorit yang diserbu siswa baru, s

erta bisa mengurangi kemacetan. Ketika sistem zonasi belum dilaksanakan pada PPDB di Jambi, sering terjadi penumpukan siswa baru di beberapa sekolah yang dianggap sekolah favorit. Sedangkan sekolah lain yang dianggap kurang favorit dianggap kurang favorit,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi, Arman mengatakan, PPDB SMP negeri di Kota Jambi tidak terlalu banyak mengalami masalah dengan pola PPDB sistem zonasi. SMP negeri di Kota Jambi memiliki daya tampung 11.000 orang. Sedangkan lulusan sekolah dasar (SK) dan sedarajat di kota itu diperkirakan tidak melebihi daya tampung SMP negeri.

“Jika orangtua dan siswa lulusan SD tidak memilih-milih sekolah, pasti siswanya bisa diterima di SMP negeri. Kemudian lulusan SD di Kota Jambi diperkirakan banyak juga yang melanjutkan pendidikan ke sekolah-sekolah agama,” katanya.

 

Baca Juga :