SDIT Nur Hidayah Gelar Seminar Parenting

SDIT Nur Hidayah Gelar Seminar Parenting

SDIT Nur Hidayah Gelar Seminar Parenting

SDIT Nur Hidayah Gelar Seminar Parenting
SDIT Nur Hidayah Gelar Seminar Parenting

Ada pemandangan yang berbeda di Nalendra Ballroom D’Wangsa Lorin Hotel Solo. Alunan musik gamelan dari Kelompok Karawitan Waskito Laras Guru Karyawan SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta mengalun merdu.

Langgam Kebo Giro, Solo Berseri, Gugur Gunung, Suwe Ora Jamu, Mari Kangen,

Prau Layar dan lain-lain. Mengalun menyambut kehadiran para tamu orangtua siswa, guru karyawan, maupun undangan.

Berderet-deret stand beraneka jualan terlihat tertata rapi, semakin meramaikan suasana, Minggu (28/7/2019).
Baca Juga : Tingkatkan Kompetensi, Guru SDIT Nur Hidayah Dilatih Flipbook sebagai Bahan Ajar

Dalam rangka Membangun Harmoni Keluarga yang Dirindu Surga SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta menggelar kegiatan Seminar Parenting Interaktif dengan pembicara Ust. Salim A Fillah, dari Yogyakarta, penulis buku bestseller Lapis-Lapis Keberkahan, Saksikan Aku Seorang Muslim, dll.

Waskito SPd selaku Kepala Sekolah menyampaikan, keluarga adalah fondasi utama pendidikan

bagi anak-anak. Menciptakan harmoni yang harmonis dalam keluarga, kerjasama antara ayah dan ibu menjadi keniscayaan agar pendidikan anak-anak berjalan dengan baik.
Baca Juga : Pendidikan Karakter Dapat Dilakukan Melalui Dasa Dharma Pramuka

“Penting untuk menjaga keluarga dari hal dari hal-hal yang tidak diridhoi Al Kholiq, agar keluarga kita dirindu oleh surga,” ujarnya.

Kegiatan diawali dengan pentas seni yang menampilkan beberapa siswa yang membawakan nasyid dan tarian dari beberapa murid SDIT Nur Hidayah.

Mengawali seminarnya, Ustadz Salim A Fillah mengutip surat Ar-Rum ayat 22. Salim menafsirkan setiap kata dari ayat tersebut dengan bahasa yang menarik dan indah untuk didengarkan.
Baca Juga : Meriah, Peringatan HUT ke-74 RI di TK/SD Kristen Widya Wacana Warungmiri

“Generasi muda saat ini yang kecanduan gadget karena salah satunya adalah orangtua

tidak responsif terhadap kebutuhan anak dalam bermain. Orangtua cenderung mode in silent ketika mereka ingin bermain, sedang handphone dapat merespon kebutuhan tersebut,”_ terangnya.

Ustadz Salim A Fillah mengatakan, inti dari seluruh kegiatan tersebut adalah membangun keluarga dibutuhkan harmonisasi antara sakinah, mawaddah, dan rahmah.

“Serta yang tidak kalah pentingnya adalah adanya kerja sama antara orangtua dalam mendidik putra-putrinya,” ujarnya. A Setiawan

 

Sumber :

https://jakarta.storeboard.com/blogs/education/isi-teks-proklamasi/976020