Guru Sebagai Edukator Keberagaman

Guru Sebagai Edukator Keberagaman

Guru Sebagai Edukator Keberagaman

Guru Sebagai Edukator Keberagaman
Guru Sebagai Edukator Keberagaman

Guru menjadi tumpuan untuk memberikan pemahaman menyeluruh tentang ilmu

pengetahuan tanpa sekat. Membangkitkan nilai-nilai keadaban sebagai manusia, menerima perbedaan sebagai sunatullah dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan. Sehingga menjadi penting bagi seorang guru untuk memupuk toleransi dari keberagaman yang ada di Indonesia.

Hal tersebut diuangkapkan Peneliti Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Jakarta, Dirga Maulana. Dalam opininya yang berjudul “Guru dan Keberagaman” (Media Indonesia, Senin, 29 Oktober 2018), Dirga menjabarkan bahwa guru harus memiliki kesadaran kemajemukan yang ada di Indonesia.

“Kesadaran kemajemukan semestinya menjadi perhatian pemerintah untuk memasukannya

di kurikulum pendidikan karena hanya dengan pendidikan, wawasan dan pengetahuan masyarakat menjadi terbuka sebab dalam kenyataanya tidak ada satu masyarakat yang benar-benar tunggal, tanpa ada beragam unsur di dalamnya. Kesadaran majemuk itu tidak datang dengan sendirinya, tetapi perlu uusaha dan tindakan nyata,” ujar Dirga.

Berangkat dari sana, menurut Dirga, sekolah sebagai sarana modern merupakan arena yang tepat untuk mengerjakan pada peserta didik untuk mengetahu dan mengenal basis perbedaan di masyarakat. “karena pada dasarnya, pendidikan bertujuan membantuk sikap dan perilaku menuju manusia yang beradab. Konteks beradab dalam pendidikan ialah menciptakan manusia-manusia yang lebih berperhatian pada manusia sebagai makhluk sosial.

Maka dari itu, Dirga berujar harus ada solusi jitu untuk meningkatkan mutu guru di Indonesia

perihal kesadaran kemajemukan. Pertama, memberi kesempatan pada semua guru untuk mengalami langsung perbedaan yang terjadi, misalnya guru di jawa dikirim ke daerah Sumatera atau sebalinya untuk mengajar.

Kedua, memperkuat lembaga-lembaga yang memproduksi guru, seperti Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK), Lembaga Pendidikanm Profesi Guru (PPG), Program Pengembangan Keporfesian Berkelanjutan (PPKB) yang memberikan pemahaman kebangsaan dan keislaman sesuai dengan konteks Indonesia. Dan ketiga, guru mesti terlibat dalam aksi perdamaian dan mengikuti dialog-dialog antar pemuka agama.

Di Indonesia, secara historis pengakuan terhadap kenyataan keragaman tertuang dalam rumusan pancasila (sila pertama) dan Undang-Undang dasar 1945 yang merupakan landasan berbangsa dan berbegara bagi bangsa Indonesia. Pun dengan nilai-nilai multikultural yang tertuang dalam semboyan ‘Bhineka Tunggal Ika’.***

 

Sumber :

https://icanhasmotivation.com/doa-sebelum-belajar/