Kritisi Kebijakan Pembangunan, Mahasiswa IPB Juara Debat Nasional

Kritisi Kebijakan Pembangunan, Mahasiswa IPB Juara Debat Nasional

Kritisi Kebijakan Pembangunan, Mahasiswa IPB Juara Debat Nasional

Kritisi Kebijakan Pembangunan, Mahasiswa IPB Juara Debat Nasional
Kritisi Kebijakan Pembangunan, Mahasiswa IPB Juara Debat Nasional

Reformasi dan segala euforianya telah banyak mengubah tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara

, termasuk perubahan proses perencanaan pembangunan bangsa Indonesia.

Evaluasi terhadap pencapaian tujuan kebijakan pembangunan nasional penting guna menciptakan pembangunan yang berkelanjutan. Pemerataan dan ketimpangan masih menjadi masalah utama dalam pembangunan saat ini.

Berbicara masalah pembangunan berkelanjutan dan solusi strategisnya menjadi hal yang menarik untuk ditilik. Khususnya peningkatan wawasan pembangunan pada para pemuda perlu ditingkatkan.

Menyuarakan pemikiran kritis dan kreatif terhadap kebijakan pemerataan pembangunan Indonesia

dan analisis strategisnya menuju pembanguan berkelanjutan, tiga mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) meraih juara kedua pada lomba National Economics Creative Competition (NECC) 2018 yang diadakan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar September lalu.

Mereka adalah Rafi Fazan (Departemen Teknologi Industri Pertanian), Apip Nurdin (Departemen Biologi), dan Dedi Iskandar (Departemen Manajemen Hutan).

NECC merupakan ajang kompetisi mahasiswa nasional yang diadakan oleh Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar secara rutin setiap tahunnya.

Tahun lalu delegasi IPB berhasil meraih top empat besar dalam lomba debat ini. Selain lomba

debat nasional ada juga kompetisi esai nasional. Untuk meraih juara dalam kompetisi debat ini, ketiga mahasiswa IPB tersebut harus bersaing dengan tim-tim dari perguruan tinggi lain di Indonesia.

Sebagai kegiatan tahunan, tentu ajang ini diminati banyak mahasiswa di nusantara. Sebelum resmi menjadi peserta lomba debat, para pendaftar wajib mengirimkan gagasan tertulis dalam bentuk esai kritis dan solutif terhadap permasalahan pemerataan pembangunan di Indonesia.

“Lomba debat kali ini seru banget. Tema lomba yang disajikan sesuai dengan isu nasional dan isu pembangunan yang sedang hangat diperbincangkan sehingga para peserta dituntut untuk lebih peka mengenal permasalahan beserta solusinya,” papar Fazan.

Kompetisi ini sebagai wadah belajar dan menyuarakan pemikiran-pemikiran kritis para pemuda terhadap kebijakan pembangunan sebagai sumbangsih pemuda untuk bangsa Indonesia. Setelah bertanding dari babak penyisihan hingga ke grand final, akhirnya tim dari IPB berhasil membawa pulang gelar juara dalam perlombaan ini.

Fazan menambahkan bahwa ada banyak cara untuk bertanding dan memenangkan kompetisi nasional termasuk debat. Yakni dengan banyak membaca, pantau berita, dan diskusi kritis. Ini sebagai bekal untuk ikut kompetisi debat. “Jika ada tema yang sesuai minat kita, coba dan usahakan, maka akan lebih mudah untuk berargumen dan menguasai materi yang diberikan,” ujarnya. (*/Zul)

 

Sumber :

https://jeffmatsuda.com/