Tipologi budaya politik

Tipologi budaya politik

Tipologi budaya politik
Tipologi budaya politik

a. Model Masyarakat Industrial

· Dalam masyarakat banyak terjadi aktivitas politik yang menjamin adanya kompetisi partai-partai politik dan kehadiran pemberi suara yang besar.
· Banyak pula terdapat publik peminat politik yang selalu berdiskusi dengan kritis masalah moral kemasyarakatan dan pemerintahan
· Terdapat kelompok-kelompok yang selalu mengusulkan adanya kebijaksanaan-kebijaksanaan yang baru dan melindungi kepentingan khusus mereka

b. Model sistem otoriter

Terdapat beberapa kelompok masyarakat yang mamiliki sikap politik berbeda, sebagai berikut:
· Kelompok organisasi politik dan partisipan, seperti mahasiswa, kaum intelektual, berusaha menentang dan mengubah sistem melalui tindakan persuasif atau proses yang agresif
· Kelompok terhormat, seperti penusaha, agamawan, dan tuan tanah mendiskusikan masalah-masalah pemerintahan dan aktif dalam lobbying
· Sebagian besar rakyat hanya sebagai subjek yang pasif, mengakui pemerintah dan tunduk padanya, tetapi tidak melibatkan diri dalam urusan pemerintahan
· Posisi petani dan buruh tani, kecil sekali keterlibatannya dalam sistem politik.

c. Model sistem demokrasi praindustrial

Hal-hal yang ditampilkan adalah sebagai berikut:
· Kelompok partisipan dari profesional terpelajar, usahawan, dan tuan tanah sedikit sekali jumlahnya
· Sebagian warga negaranya adalah pegawai, buruh dan petani bebas yang secara langsung terkena sistem perpajakan dan kebijakan pemerintah
· Kelompok terbesar adalah buruh tani yang buta huruf yang sangat kecil keterlibatannya dalam kehidupan politik

B. Perkembangan tipe budaya politik sejalan perkembangan sistem politik yang berlaku di Indonesia

Tipe budaya politik yang memiliki kesuaian dengan struktur sistem politik sebagai berikut:

Baca juga: PPKI

a. Budaya politik parokial sesuai dengan sistem politik trasisional
b. Budaya politik subjek (kaula) sesuai dengan sistem politik otoritarian
c. Budaya politik partisipan sesuai dengan sistem politik demokrasi.
Budaya politik yang sesuai dengan sitem politik akan mencapai kematangan budaya politik masyarakatnya. Oleh karena itu, jika suatu bangsa ingin membentuk kematangan budaya politik maka perlu mengembangkan budaya politik yang sesuai dengan sistem politik nasional bangsa tersebut.