Hukum Perbandingan untuk Menindas Rasa Cemas

Hukum Perbandingan untuk Menindas Rasa Cemas

Hukum Perbandingan untuk Menindas Rasa Cemas

Untuk menindas rasa cemas, kita pikirkan hokum perbandingnya. Marilah melihat catatan yang bersangkut paut dengan persoalan kita, lalu coba kita tanyakan pada diri kita sendiri : Menurut hokum perbandingan, apakah persoalan yang saya cemaskan itu ada kemungkinan untuk terjadi?”

Jika kita memikirkannya, maka perasaan kita akan menjadi tenang dan damai, karena toh setelah dipikirkan bahwa ternyata kecemasan kita kemungkinan tidak akan terjadi, maka kita akan tenang dan dapat melupakan rasa cemas tersebut.

Setiap rasa cemas yang kita hadapi, pikirkan kemungkinan terjadinya berapa persen. Karena kadang kecemasan kita tersebut mungkin tidak akan pernah terjadi. Setelah memikirkannya hati kita akan menjadi tenang, dan  rasa cemas itu akan hilang dengan sendirinya.

 Kalau Memang Harus Terjadi – Terjadilah!

Ada sedikit nasehat dari seorang filosof yang sudah banyak kita kenal, yaitu William James, beliau berkata “Terimalah apa yang harus terjadi dengan rela. Kerelaan menerima apa yang telah terjadi adalah langkah pertama untuk mengatasi akibat dari ketidakberuntungn.”

Nasehat tersebut menganjurkan kita untuk jangan terlalu larut memikirkan sesuatu buruk yang telah terjadi pada diri kita, Karena yang sudah terjadi memang harus terjadi, kita tak dapat mengulangnya dan merubahnya. Karena itu semua telah menjadi nasib kita maka terimalah, katena kalau memang harus terjadi, maka terjadilah!

Kadang kita selalu memikirkan kesedihan yang telah kita alami hingga membuat kita stress dan putus asa. Menyesalinya seumur hidup, dan tahukah anda bahwa hal tersebut adalah perbuatan bodoh yang hanya akan membunuh kita perlahan-lahan. Pikirkanlah bahwa hal yang telah terjadi memang harus terjadi, dan sudah merupakan nasib kita dari ALLAH SWT. Dan kita tak dapat melawan takdirNya. Dengan berpikiran seperti itu maka hati kita akan tenang, dan dengan sendirinya kita akan dapat melupakan masalah tersebut.

Jangan Menggergaji Serbuk Gergaji

Serbuk gergaji diibaratkan adalah sesuatu yang telah terjadi, pikirkanlah bahwa kita tidak akan mungkin menggergaji serbuk gergaji, dalam kehidupan kita tidak mungkin mengulang sesuatu yang telah terjadi, pepatah mengatakan, “Jangan menyesali susu yang telah tumpah”. Untuk apa kita menyesali  apa yang sudah terjadi dan begitu mencemaskannya? Dan apabila kalian mulai mencemaskan akan apa yang sudah lewat dan sudah terjadi, sebenarnya sama saja dengan kalian mencoba menggergaji serbuk gergaji!” Dan itu tidak akan mungkin pernah terjadi.

Refleksi:

Biarkan yang lalu habis terkubur, dan jangan mencoba menggergaji serbuk gergaji, karena tidak seorangpun yang dapat mengembalikan waktu yang telah berlalu. seperti halnya bubuk gergaji tidak pernah seorang pun dapat menggergajinya.