Pembagian Hasil Karya Seni

Pembagian Hasil Karya Seni

Pembagian Hasil Karya Seni
Pembagian Hasil Karya Seni

Hasil karya seni banyak sekali jenis-jenisnya yang sanggup dikelompokkan berdasarkan bidangnya dan masing-masing bidang sanggup dikelompokkan berdasarkan cabangnya dan seterusnya. Seni ditinjau dari segi bidangnya sanggup dibagi menjadi 5 bidang yakni : Bidang seni suara, seni sastra (seni bahasa), seni tari (gerak), seni drama, dan seni rupa.

a. Seni Suara

Seni bunyi yaitu perwujudan isi batin seniman lewat bunyi atau bunyi-bunyian, sanggup secara lansung (vokal) dan bisa juga dengan perantaraan alat (instrumen). Pada prakteknya vokal tersebut masih terdiri dari beberapa jenis pengungkapan, ada secara perorangan (tunggal) dan ada secara gotong royong (pacuan suara). Sedangkan instrumen atau disebut juga dengan seni musik terdiri dari beberapa jenis alat : berupa terompet, suling, guitar, orgen dan sebagainya.

Suara atau bunyi berasal dari majemuk sumber, ada yang berasal dari alam, binatang, manusia, dan benda-benda alam yang sanggup ditangkap melalu indra pendengaran. Karenanya unsur-unsur dalam seni bunyi mengandung nilai-nilai seni yang bersifat auditif.

Suara burung di pagi hari berkicau begitu merdunya dan sanggup dinikmati keindahan suaranya, namun keindahan bunyi burung tidak bisa diartikan dengan karya seni, lantaran dalam kesenian ialah bagaimana bunyi atau bunyi yang tidak sama-beda itu sanggup digubah menjadi paduan bunyi atau susunan bunyi atau yang disebut komposisi. Gubahan bunyi yang menjadi musik, nyanyian, tembang, atau gending itulah yang diartikan sebagai karya seni. Dalam gubahan itu terkandung nilai budaya insan lantaran insan bisa mengolah bunyi berdasarkan unsur budaya rasa.

Nama lain dari seni bunyi yaitu seni musik. Musik berasal bahasa Yunani yakni dari kata mousai yang berarti dewi yang menguasai seni murni dan ilmu pengetahuan. Dewi itu yaitu anak tuhan Zeus dan Mnemosyne.

b. Seni Sastra (Seni Bahasa)

Dikatakan seni sastra (seni bahasa) lantaran mempergunakan bahasa sebagai media ekspresi (curahan) isi batin senimannya. Mata atau indera pendengaran digunakan untuk membaca dan mendengar pembacaan. Medium kata-kata yaitu bunyi kalau dibaca keras dan gesekan pena kalau ditulis. Harus ada kemampuan memahami arti kata-kata gres sanggup dinikmati kesenangan dari karya seni.

Baca Juga: Pengertian Musik Tradisional

Dalam pengungkapannya dikenal dua bentuk yaitu prosa dan puisi. Prosa ialah gubahan yang mempergunakan bahasa atau kata-kata yang indah dan bebas dari ikatan bait, sajak dan baris. Sedangkan puisi ialah karangan (gubahan) yang indah dan terikat oleh bait, baris dan irama atau sajak. Oleh lantaran itu, karya sastra sanggup diungkapkan secara tertulis dalam bentuk gubahan yang panjang, atau sebaliknya sangat pendek dan sanggup pula secara lisan.

c. Seni Tari (Seni Gerak)

Seni tari (seni gerak) yaitu salah satu karya seni yang perwujudannya dalam bentuk gerakan atau tari-tarian. Si seniman mengeksplotir gerakan-gerakan yang sanggup dilakukan dalam suatu susunan yang serasi hingga menjadikan keindahan. Kita spesialuntuk sanggup menikmati selama ada gerakan yang dipertunjukkan dan bila gerakan dihentikan, maka hilang jugalah karya seni itu. melaluiataubersamaini demikian mengekspresiasi karya seni tari, harus melalu proses pengamatan yang bergiliran. harus memperhatikan gerakan demi gerakan dari awal tarian hingga berakhir. Berbeda halnya dengan seni rupa yang lansung sanggup diamati secara sekaligus dalam waktu yang relatif sama.

Seni tari yaitu seni yang berdimensi gerak, lantaran betul-betul ditetapkan dalam bentuk gerak. melaluiataubersamaini melalui gerakan secara lansung diperoleh gerakan yang lemah gemulai dan dinamika dalam bentuk gerakan sentakan-sentakan atau gerak cepat. Dan lebih lengkapnya kalau seni tari diikuti oleh atau dipandu dengan ienteng musik atau vokal.
Keindahan bentuk seni tari terdiri atas 10 (sepuluh) butir yaitu :

Unity (kesatuan) yaitu elemen-elemen seni yang ada harus ialah kesatuan yang utuh, berkesinambungan dalam mengekspresikan tujuan
Variety (variasi), variasi sanggup memperkaya nilai karya tari dan variasi sanggup diperoleh dari kuantitas senimannya.

Repetition (pengulangan), pengulangan sanggup memmenolong pola gerak atau tiruana gerak, pengulangan juga sanggup menjadikan tekanan ritmis dan kekuatan dramatik terhadap sebuah karya seni.
Contrast (kontras) yaitu bertujuan klarifikasi penggalan yang dikontraskan. Digunakan dalam menampilkan pola-pola gres yang berlawanan dengan pola sebelumnya. Misalnya lembut dan keras, cepat dan lambat.
Transition (transisi) yaitu penghubung antara tahapan demi tahapan dalam proses gerak tari semoga tidak terputus
Sequence (keterkaitan) yaitu keterkaitan gerak demi gerak disertai alasan logis dengan perhitungan kandungan makna dari dasar gerak ke dasar gerak sebelumnya.
Climaks (titikpuncak) yaitu klimaks dari proses gerak lain yang sangat mengesankan
Proporsion (proporsi) yaitu tiap gerak diatur secara proposional semoga diperoleh proses gerak yang mantap.
Balance (keseimbangan) artinya keseimbangan dari tiap penggalan gerak termasuk pola lantai, penari dan lain yang ada hubungannya.
Harmony (keselarasan) penyatuan bagian-bagian gerak yang mempunyai kekuatan dan saling mempengaruhi dal sebuah komposisi tari.

d. Seni Drama

Sesungguhnya hasil karya seni drama ini ialah perpaduan beberapa bidang / cabang seni. Didalamnya ada unsur seni sastranya yakni bahasa atau kata-kata yang dipergunakan, ada unsur seni bunyi bila disertai dengan lagu musik, seni tari atau gerak kalau memakai tarian atau gerakan-gerakan yang menarikdanunik dan seni rupa terkena dujungasi dan tata cahaya yang dipergunakan.
Mengapresiasi seni memerlukan pengetahuan dan pengalaman yang lebih luas untuk menangkap nilai-nilai artistik yang lebih kompleks didalamnya. Kita sanggup menikmati keindahan bahasanya, eksyen masing-masing pembawanya, ienteng musik sebagai ilustrasinya, dujungasi ruangan dan tata warnanya, dan yang terpenting ialah kesatuan relasi masing-masing unsur yang mendukung isi kisah yang dibawakan.
Seni drama yaitu seni gerak perbuatan (sesuai arti drama ;gerak perbuatan) ialah perwujudan isi batin insan dalam bentuk gerakan perbuatan yang menggambarkan suatu kisah tertentu. Dapat disaksikan secara lansung dan tidak lansung. Secara lansung bila kita menyaksikan lansung pemetasannya tanpa perantaara. Sedangkan yang tidak lansung yaitu dengan melihat di film, televisi dan radio.

Ada 3 unsur pokok dalam teater yakni masalah/cerita, aktor/pemain, dan publik/penonton. Sedangkan cabang seni yang telibat dalam teater yaitu seni peran, seni tari, seni musik, seni rupa, dan seni sastra.

e. Seni Rupa

Seni rupa yaitu segala perwujudan isi batin dan pengalaman artistik insan lewat karya-karya dua dan tiga demensional, berupa garis, warna, tekstur, volume dan ruang. Hasil karya ini sanggup diraba atau memakan daerah serta tahan akan waktu. Yang dibentuk ribuan tahun yang silam masih sanggup di apresiasi oleh orang-orang yang hidup kini dengan hasil karya yang orisinil dan relatif.