FSGI Minta Pemprov Jakarta Data Ulang Bangunan Sekolah Rawan Roboh

FSGI Minta Pemprov Jakarta Data Ulang Bangunan Sekolah Rawan Roboh

FSGI Minta Pemprov Jakarta Data Ulang Bangunan Sekolah Rawan Roboh

Kejadian robohnya SMPN 32 Jakarta menjadi keprihatinan yang sangat mendalam bagi Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), dan SEGI (Serikat Guru Indonesia) Jakarta. Kejadian ini menyisakan beberapa catatan kritis bagi stakeholder pendidikan di Jakarta, khususnya Pemprov DKI Jakarta.

Sekretaris Jenderal FSGI, Heru Purnomo meminta Pemprov DKI Jakarta kembali mendata sekolah-sekolah dan ruang-ruang kelas yang sudah tidak layak dipakai dalam proses pembelajaran sehari-hari. Termasuk di antaranya sekolah atau ruang kelas yang dikategorikan sebagai cagar budaya.

“Pemerintah kami dorong untuk memikirkan ulang terkait masih

digunakannya ruang belajar di sekolah yang masuk kategori cagar budaya tadi. Sebab ditinjau dari aspek fisik bangunan yang masuk kategori sudah tak layak dan rentan berbahaya bagi keamanan warga sekolah,” terang Heru Sabtu (23/12).

Heru menambahkan, FSGI mendorong Pemprov DKI untuk memprioritaskan perbaikan terhadap bangunan sekolah yang sudah tak layak guna. Ini sangat mendesak dilakukan, demi keselamatan warga sekolah; siswa, guru, petugas, tenaga kependidikan dan lainnya, termasuk untuk menjaga proses pembelajaran yang berkualitas dan aman bagi peserta didik.

“Berkaca pada kasus robohnya aula SMPN 32 Jakarta hanya kurang lebih

sekitar 3 jam setelah para siswa merayakan hari besar agama di dalam bangunan yang roboh tersebut. Bayangkan, jika roboh saat ratusan anak berada di dalam bangunan tersebut, itu bisa menjadi tragedi yang memilukan, terjadi di Jakarta pula,” katanya.

Menurutnya, proses pembelajaran tak akan berkualitas jika para siswa dan guru merasa “khawatir” akan keselamatannya ketika berada di sekolah. Padahal sekolah sejatinya adalah tempat dan rumah kedua yang paling aman untuk melindungi siswa. Tapi yang terjadi justru sebaliknya, sekolah menjadi tempat yang paling tidak aman.

Wakil Sekjen FSGI, Satriwan Salim menambahkan, FSGI juga mendorong

Dinas Pendidikan dan Dinas Budaya Pariwisata Provinsi DKI Jakarta untuk segera berkoordinasi terkait sekitar 10 sekolah yang masuk kategori cagar budaya dan juga rentan roboh karena tuanya usia bangunan.

 

Sumber :

https://appliedanimalbehaviour.com/