Ciri-ciri Kalimat Efektif

Ciri-ciri Kalimat Efektif

           Ciri-ciri Kalimat Efektif

2.2.1.           Kesejajaran

Memiliki kesamaan bentukan/imbuhan. Jika bagian kalimat itu menggunakan kata kerja berimbuhan di-, bagian kalimat yang lainnya pun harus menggunakan di- pula.

  1. Kakak menolong anak itu dengan dipapahnya ke pinggir jalan.

Kalimat tersebut tidak memiliki kesejajaran antara predikat-predikatnya. Yang satu menggunakan predikat aktif, yakni imbuhan me-, sedang yang satu lagi menggunakan predikat pasif, yakni menggunakan imbuhan di-.

Kalimat itu harus diubah :

  1. Kakak menolong anak itu dengan memapahnya ke pinggir jalan
  2. Anak itu ditolong kakak dengan dipapahnya ke pinggir jalan.

2.2.3.     Kehematan

Kalimat efektif tidak boleh menggunakan kata-kata yang tidak perlu. Kata-kata yang berlebih. Penggunaan kata yang berlebih hanya akan mengaburkan maksud kalimat.

Bunga-bunga mawar, anyelir, dan melati sangat disukainya.

Pemakaian kata bunga-bunga dalam kalimat di atas tidak perlu. Dalam kata mawar,anyelir,dan melati terkandung makna bunga.

Kalimat yang benar adalah:

Mawar,anyelir, dan melati sangat disukainya.

2.2.2.           Penekanan

Kalimat yang dipentingkan harus diberi penekanan.

Caranya:

  • Mengubah posisi dalam kalimat, yakni dengan cara meletakkan bagian yang penting di depan kalimat.

Contoh :

  1. Harapan kami adalah agar soal ini dapat kita bicarakan lagi pada kesempatan lain
  2. Pada kesempatan lain, kami berharap kita dapat membicarakan lagi soal ini.
  • Menggunakan partikel; penekanan bagian kalimat dapat menggunakan partikel –lah, -pun, dan –kah.

Contoh :

  1. Saudaralah yang harus bertanggung jawab dalam soal itu.
  2. Kami pun turut dalam kegiatan itu.
  3. Bisakah dia menyelesaikannya?
  • Menggunakan repetisi, yakni dengan mengulang-ulang kata yang dianggap penting.

Contoh :

Dalam membina hubungan antara suami istri, antara guru dan murid, antara orang tua dan anak, antara pemerintah dan rakyat, diperlukan adanya komunikasi dan sikap saling memahami antara satu dan lainnya.

  • Menggunakan pertentangan, yakni menggunakan kata yang bertentangan atau berlawanan makna/maksud dalam bagian kalimat yang ingin ditegaskan.

Contoh :

  1. Anak itu tidak malas, tetapi rajin.
  2. Ia tidak menghendaki perbaikan yang sifatnya parsial, tetapi total dan menyeluruh.

sumber :

MU Origin 3.0.4 Apk + Mod for android