PROSES PERJANJIAN INTERNASIONAL

PROSES PERJANJIAN INTERNASIONAL

PROSES PERJANJIAN INTERNASIONAL

Sebuah perjanjian dinegosiasikan

oleh sekelompok negara, baik melalui organisasi yang dibentuk untuk tujuan khusus atau melalui badan yang ada di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Proses negosiasi mungkin memakan waktu beberapa tahun, tergantung pada topik perjanjian dan jumlah negara yang berpartisipasi.

Setelah negosiasi selesai, perjanjian ditandatangani oleh perwakilan dari pemerintah yang terlibat. Persyaratan bisa saja berisi bahwa perjanjian itu diratifikasi serta ditandatangani sebelum mengikat secara hukum. Setelah itu pemerintah meratifikasi perjanjian dengan menyimpan instrumen ratifikasi di lokasi yang ditentukan dalam perjanjian.

Instrumen ratifikasi sendiri adalah dokumen yang berisi konfirmasi formal bahwa pemerintah menyetujui ketentuan perjanjian. Proses ratifikasi bervariasi sesuai dengan hukum dan Konstitusi masing-masing negara.

Secara umum, amandemen perjanjian hanya mengikat negara-negara yang telah meratifikasi amandemen, dan kesepakatan yang dicapai pada konferensi peninjauan, KTT, atau pertemuan negara-negara pihak secara politis tetapi tidak mengikat secara hukum.

Contoh perjanjian yang memang memiliki ketentuan untuk perjanjian mengikat lebih lanjut adalah Piagam PBB. Dengan menandatangani dan meratifikasi Piagam tersebut, negara-negara sepakat untuk secara hukum terikat oleh resolusi yang dikeluarkan oleh badan-badan PBB seperti Majelis Umum dan Dewan Keamanan.

Dengan demikian, resolusi PBB secara hukum mengikat Negara-negara Anggota PBB, dan tidak ada tanda tangan atau ratifikasi yang diperlukan.


Baca Juga :