Yang Harus Dilakukan Saat Terlanjur Menginstall Aplikasi Berbahaya

Yang Harus Dilakukan Saat Terlanjur Menginstall Aplikasi Berbahaya

 

Yang Harus Dilakukan Saat Terlanjur Menginstall Aplikasi Berbahaya
Yang Harus Dilakukan Saat Terlanjur Menginstall Aplikasi Berbahaya

Tidak ada kata terlambat. Ini juga berlaku bagi ponsel yang terlanjur menginstal aplikasi berbahaya. Sebelumnya, pengguna harus mengetahui indikasinya sebelum melakukan langkah selanjutnya.

Melansir situs web AVG, produk software anti-virus terkemuka, ada beberapa pintu masuk yang menyebabkan ‘hal berbahaya’ tertanam di ponsel. Mengenai ‘hal berbahaya’ ini beragam, mulai maleware, spyware, trojans, dan phising.

Adapun pintu masuk utama itu bisanya dari toko aplikasi tak resmi, yakni bukan dari Play Store (Android) dan App Store (iOS). Atau bisa saja, bukan dari situs web resmi pengembang.

Mengenai gejalanya, AVG mengelompokkan dalam 7 kategori, yakni sebagai berikut:

Konsumsi data melonjak
Aplikasi ngadat
Ponsel terjangkit (muncul) iklan pop-up
Tagihan ponsel membengkak
Muncul aplikasi asing tanpa proses instalasi
Baterai cepat terkuras
Ponsel cepat panas

Baca juga: Risiko Pakai Aplikasi ‘Wajah Tua’ FaceApp dalam Age Challenge

Sementara, Avast, produk anti-virus serupa dengan AVG, menyarankan melakukan validasi meski mengunduh aplikasi dari toko resmi. Ini sebagai bagian dari mitigasi.

Ada 7 langkah yang bisa dilakukan bila curiga atas aplikasi tertentu, yakni:

Cek diskripsi aplikasi, apakah sesuai dengan aplikasi dan terdapat typo
Baca ulasan pengguna, apakah banyak yang negatif atau positif
Lihat jumlah angka instalasi, semakin sedikit maka kian mencurigakan
Lihat permintaan izin aplikasi, pastikan sesuai dengan fungsi dan tugas aplikasi
Lihat reputasi pengembang, cek informasi developer, aplikasi apa saja bikinannya
Cari informasi sebanyak-banyaknya tentang aplikasi yang akan diunduh
Hubungi pengembang via email jika ada pertanyaan yang ingin diajukan
Gabung ke forum-forum di situs web soal aplikasi, misalnya XDA Developers, untuk menggali lebih jauh

Jika merasa aplikasi terpilih ada sesuatu yang mencurigakan, maka urungkan

untuk mengunduhnya. Bila yakin 100% itu adalah aplikasi berbahaya, maka laporkan atau beri flag di aplikasi itu.

Baca juga: Tanda HP Android Kena Malware atau Virus dari Aplikasi Berbahaya

Masih dari AVAST, situs web anti-virus ini menyarankan 5 tindakan untuk menghadapi skenario terburuk, yakni terlanjur menginstal aplikasi berbahaya. Selengkapnya sebagai berikut:

Hapus cahce dan data aplikasi yang dicurigai
Cek permisi aplikasi, nonaktifkan di permisi akses yang dicurigai
Hapus aplikasi yang dicurigai jika dua langkah di atas tak manjur
Lakukan factory reset bila ponsel masih bermasalah
Bila masih ada kendala, bawa ke servis ponsel resmi untuk ditindak lanjuti

Sementara, Norton, sotfware anti-virus populer di perangkat PC, berbagi kiat

untuk menghindari kemungkinan program jahat masuk ke ponsel, yakni sebagai berikut:

Bekali ponsel dengan aplikasi anti-virus
Mutakhirkan aplikasi di ponsel dan sistem operasi serta patch keamanan bila update tersedia
Jangan klik sembarang tautan di email maupun situs web
Gunakan kata sandi yang kuat di setiap akun yang dimiliki
Jangan pakai koneksi WiFi publik, termasuk VPN gratis
Pakai mode incognito saat berselancar bila tak ingin terekam
Wajib instal aplikasi dari sumber resmi, seperti Play Store (Android) dan App Store (iOS)

Tak sekadar masalah aplikasi berbahaya, ancaman juga bisa masuk dari

rentannya sebuah perangkat. Belum lama ini, tim keamanan Google, Project Zero, mengungkap daftar smartphone Android yang rentan mengalami peretasan.

Masalah keamanan ini ditemukan di sejumlah merek smartphone Android populer, termasuk Samsung, Huawei, dan Google Pixel.

Sumber:

https://movistarnext.com/dr-fone-apk/