Konsep Dinamika Penduduk

Konsep Dinamika Penduduk

Dinamika penduduk adalah perubahan keadaan penduduk di suatu daerah dari waktu ke waktu. Dinamika atau perubahan lebih cenderung pada perkembangan jumlah penduduk suatu Negara atau wilayah tersebut. Menurut Aryanto (1976: 42) menyatakan bahwa dinamika kependudukan menunjukkan adanya faktor perubahan dalam hal jumlah penduduk yang disebabkan karena adanya pertumbuhan, yaitu pertumbuhan penduduk.

Jumlah penduduk tersebut dapat diketahui melalui sensus, registrasi dan survey penduduk. Pertumbuhan penduduk merupakan salah satu factor yang penting dalam masalah social ekonomi dan masalah penduduk. Jumlah penduduk akan berpengaruh terhadap kondisi social ekonomi suatu daerah.

2.1.1 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Dinamika Penduduk

Dinamika penduduk dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu; (1) kelahiran, (2) kematian (3) migrasi. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi dinamika penduduk akan dipaparkan sebagai berikut.

(1)   Kelahiran (Fertilitas/Natalitas)

Fertilitas dalam pengertian demografi adalah kemampuan riil seorang wanita untuk melahirkan, yang dicerminkan dalam jumlah bayi yang dilahirkan. Kelahiran menyebabkan bertambahnya jumlah penduduk. Ada beberapa faktor yang mendukung kelahiran (pronatalitas) dan yang menghambat (antinatalitas).

Faktor-faktor Pronatalitas antara lain sebagai berikut:

1)         menikah dalam usia muda atau di bawah umur.

2)         rendahnya tingkat kesehatan.

3)         suatu anggapan: ”banyak anak banyak rezeki”.

4)         jaminan untuk hari tua ada yang merawat.

Faktor-faktor antinatalitas antara lain sebagai berikut.

1)      adanya ketentuan batas umur menikah.

4

2)      adanya program pemerintah yang membatasi kelahiran.

3)      adanya anggapan sebagian orang tua ‘orang tua modern’ bahwa anak mau tidak mau menjadi beban orang tua, lebih-lebih banyak anak.

(2) Kematian (Mortalitas)

Kematian atau mortalitas adalah hilangnya tanda-tanda kehidupan manusia secara permanen. Secara demografis mortalitas adalah angka yang memberikan gambaran mengenai jumlah penduduk yang meninggal dunia dalam waktu tertentu dalam tiap seribu penduduk. Secara otomatis, kematian akan menyebabkan jumlah penduduk berkurang. Tingkat kematian dalam setiap wilayah berbeda-beda, sesuai dengan karakter wilayah masing-masing. Ada dua faktor yang mempengaruhi tingkat kematian, yaitu:

Faktor yang mendukung kematian (promortalitas)

1)         rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan.

2)         fasilitas kesehatan masih kurang memadai.

3)         faktor kecelakaaan.

4)         bencana alam.

Bencana alam memberikan pengaruh yang besar dalam menambah angka kematian.

5)       peperangan.

Terjadinya peperangan dapat juga meningkatkan angka kematiandi suatu wilayah.

  • Faktor yang menghambat kematian (antimortalitas)

Ada beberapa hal yang dapat menghambat lajunya angka kematian, di antaranya sebagai berikut.

1)         Fasilitas kesehatan lengkap.

2)         Lingkungan yang bersih dan teratur serta sanitasi yang baik.

(3)   Migrasi

.

5

sumber :

POS-POS TERBARU