Kepentingan Nasional Amerika Serikat

Kepentingan Nasional Amerika Serikat

Kepentingan Nasional Amerika Serikat

Dalam melakukan kepentingan nasionalnya

Amerika Serikat menciptakan suatau rangkaian hubungan atau perundingan serta dialog baik bilateral maupun multilateral. Dalam hubungan tersebut, Amerika Serikat memanfaatkan hubungannya dengan Cina untuk membantu keduanya mencapai kompromi. Amerika Serikat bersama Cina juga dalam posisi untuk mempengaruhi Korea Selatan untuk semakin menjadi luwes terhadap Korea Utara dan tidak lagi cemas tentang apa yang sering disebut sebagai ancaman Korea Utara.

Perundingan mengenai nuklir Korea Utara tetap tidak menentu untuk jangka panjang. Situasi demikian akan berarti terulangnya keadaan sebelumnya. Artinya, Amerika Serikat akan terus tidak percaya pada Korea Utara. Sedangkan Korea Utara akan tetap berusaha mencapai superioritas strategi sehingga keseimbangan akan terganggu dan pihak yang satu akan berusaha mengembalikan keseimbangan itu, apa pun yang terjadi. Akibatnya, ketegangan akan terus muncul, termasuk kekhawatiran terjadinya konfrontasi nuklir juga amat mungkin terjadi bila masing-masing pihak tidak saling meningkatkan pengertian mengenai persepsi dan maksud masing-masing.

Alternatifnya, diciptakan pembatasan dan pengurangan nuklir, khususnya menyangkut persenjataan nuklir. Tidak kurang pentingnya adalah serangkaian perundingan dan persetujuan yang dicapai akan berarti bila antara Amerika Serikat dan Korea Utara, yang didukung dialog enam jalur, akan tetap berbicara satu sama lain, yang berarti mengandung arti tercegahnya peperangan di masa mendatang.

Dalam usahanya merealisasikan nilai-nilai yang ingin disebarkan dan membela kepentingan nasionalnya, pemerintah harus melakukan komunikasi dengan negara yang ingin dipengaruhi. Hal ini dilakukan misalnya melalui saluran-saluran diplomatik resmi atau dengan komunikasi langsung antar kepala negara atau antar menteri-menterinya. Komunikasi ini dapat dilakukan melalui diplomasi yang sekaligus dapat menjadi instrumen pemerintah untuk mempengaruhi opini publik negara lain. Komunikasi ini meliputi perumusan tujuan-tujuan negara, rasionalisasi tujuan itu, ancaman, janji-janji dan mempertahankan kemungkinan untuk membuat persetujuan terhadap isu-isu yang diperdebatkan. (Holsti K.J. 1997 : 231) 

Dalam kepentingan nasionalnya yang sangat vital, Amerika Serikat tidak akan segan-segan untuk menggunakan kekuatan militer dan intervensi terhadap Korea Utara sebagai instrumen kebijakan luar negerinya. Dalam beberapa dekade, Amerika Serikat mempunyai sejumlah kepentingan nasional yang penting terhadap Korea Utara, yaitu:

  1. Menjaga Semenanjung Korea bebas dari senjata nuklir
  2. Menghadang pengembangan misil jarak jauh yang mampu mencapai wilayah Amerika Serikat
  3. Mencegah proliferasi teknologi senjata pemusnah massal ke negara yang “sedang dalam pengawasan”
  4. Mengakhiri dukungan Korea Utara pada terorisme. (Ted Osius, 2002 :  9)

Baca Juga :