Tata Negara Internasional

Tata Negara Internasional

1. Perbandingan sistem ketatanegaraan dua negara
a. Malaysia
Sistem Pemerintahan yang digunakan oleh negara Malaysia adalah Demokrasi Parlimen. Karena Malaysia adalah Negara Persekutuan. Perlembagaan yang ada di Malaysia meliputi :
a. Undang-undang tertinggi
b. Dokumen resmi yang mengandungi peraturan dan prinsip sebagai panduan kerajaan
c. Peruntukan
d. Senarai negeri dan persekutuan
e. Institusi yang dpertuan agong
f. Jemaah menteri
g. Badan kehakiman
h. Secara kepersekutuan
i. Senarai negeri
j. Senarai bersama
k. Pembahagian kuasa negeri
Sistem pemerintahan Malaysia meliputi sebagai berikut:
a. Sistem pemerintahan beraja mengikut peruntukan dalam perlembagaan Malaysia
b. Bertindak berdasarkan perlembagaan Malaysia dan nasihat Perdana Menteri (Yang Dipertuan Agong).
c. Dipilih dari kalangan 9 orang raja secara bergilir.
d. Bidang kuasa yang mengikut perlembagaan Malaysia.
e. Majelis raja-raja bebas dari badan perundangan persekutuan dan negeri serta badan-badan eksekutif.
f. Yang Dipertuan Agung membawahi tiga kuasa pemerintahan yaitu :
g. Badan perundangan
1. Dewan Negara
2. Dewan Rakyat
3. Badan pelaksana
Sistem pemilihan atau pemilu Malaysia disebut dengan pilihanraya, Proses memilih wakil rakyat untuk memerintah di peringkat negeri dan persekutuan haruslah dengan ketentuan sebagai berikut:
  • Dilakukan secara sulit
  • Pengiraan terbuka dan keputusan direkod
  • Dijalankan oleh Suruhanjaya
  • Pilihanraya

 

b. Singapura

Negara singapura menggunakan sistem pemerintahan sebagai berikut:
Sistem Pemerintahan Parlementer Unikameral
Singapura adalah negara Republik
Perdana Menteri adalah kepala pemerintahan.
Perdana Menteri dan Presiden dipilih melalui pemilu.
Konstitusi dari Singapura adalah Konstitusi Singapura
Tampuk kekuasaan eksekutif dipegang oleh Kabinet yang dipimpin oleh Perdana Menteri.
Presiden Singapura, secara historis merupakan jabatan seremonial, diberikan hak veto tahun 1991 untuk beberapa keputusan kunci seperti pemakaian cadangan nasional dan penunjukan jabatan yudisial.
Cabang legislatif pemerintah dipegang oleh parlemen.
Anggota parlemen (MP) terdiri dari anggota terpilih, non-konstituensi dan dicalonkan. Mayoritas MP terpilih melalui pemilihan umum dengan sistem pertama-melewati-pos dan mewakili Anggota Tunggal atau Konsituensi Perwakilan Kelompok (GRC).
Singapura memiliki hukum dan penalti yang meliputi hukuman korporal yudisial dalam bentuk pencambukan untuk pelanggaran seperti pemerkosaan, kekerasan, kerusuhan, penggunaan obat-obatan terlarang, vandalisme properti, dan sejumlah pelanggaran imigrasi.
baca juga :