Sejarah Perkembangan Kultur Jaringan

Sejarah Perkembangan Kultur Jaringan

Sejarah Perkembangan Kultur Jaringan

Sejarah Perkembangan Kultur Jaringan
Sejarah Perkembangan Kultur Jaringan

 

Sejarah perkembangan teknik kultur jaringan 

Dimulai pada tahun 1838 ketika Schwann dan Schleiden mengemukakan teori totipotensi yang menyatakan bahwa sel-sel bersifat otonom, dan pada prinsipnya mampu beregenerasi menjadi tanaman lengkap. Teori yang dikemukakan ini merupakan dasar dari spekulasi Haberlandt pada awal abad ke-20 yang menyatakan bahwa jaringan tanaman dapat diisolasi dan dikultur dan berkembang menjadi tanaman normal dengan melakukan manipulasi terhadap kondisi lingkungan dan nutrisinya. Walaupun usaha Haberlandt menerapakan teknik kultur jaringan tanaman pada tahun 1902 mengalami kegagalan, namun antara tahun 1907-1909 Harrison, Burrows, dan Carrel berhasil mengkulturkan jaringan hewan dan manusia secara in vitro.

Keberhasilan aplikasi teknik kultur jaringan sebagai sarana perbanyakan

Tanaman secara vegetatif pertama kali dilaporkan oleh White pada tahun 1934, yakni melalui kultur akar tomat. Selanjutnya pada tahun 1939, Gautheret, Nobecourt, dan white berhasil menumbuhkan kalus tembakau dan wortel secara in vitro. Setelah Perang Dunia II, perkembangan teknik kultur jaringan sangat cepat, dan menghasilkan berbagai penelitian yang memiliki arti penting bagi dunia pertanian, kehutanan, dan hortikultura yang telah dipublikasikan.

Pada awalnya, perkembangan teknik kultur jaringan tanaman berada di belakang

Teknik kultur jaringan manusia. Hal itu disebabkan lambatnya penemuan hormon tanaman (zat pengatur tumbuh). Ditemukakannya auksin IAA pada tahun 1934 oleh Kögl dan Haagen-Smith telah membuka peluang yang besar bagi kemajuan kultur jaringan tanaman. Kemajuan ini semakain pesat setelah ditemukannya kinetin (suatu sitokinin) pada tahun 1955 oleh Miller dan koleganya. Pada tahun1957, Skoog dan Miller mempublikasikan suatu tulisan ”kunci” yang menyatakan bahwa interaksi kuantitatif antara auksin dan sitokinin berpengaruh menentukan tipe pertumbuhan dan peristiwa morfogenetik di dalam tanaman. Penelitian kedua ilmuwan tersebut pada tanaman tembakau mengungkapkan bahwa rasio yang tinggi antara auksin terhadap sitokinin akan menginduksi morfogenesis akar, sedangkan rasio yang rendah akan menginduksi morfogenesis pucuk. Namun pola yang demikian ternyata tidak berlaku secara universal untuk semua spesis tanaman.
Ditemukannya prosedur perbanyakan secara in vitro pada tanaman anggrek Cymbidium 1960 oleh Morel, serta diformulasikannya komposisi medium dengan konsentrasi garam mineral yang tinggi oleh Murashige dan Skoog pada tahun 1962, semakin merangsang perkembangan aplikasi teknik kultur jaringan pada berbagai spesies tanaman. Perkembangan yang pesat pertama kali dimulai di Perancis dan Amerika, kemudian teknik ini pun di kembangkan di banyak negara, termasuk Indonesia, dengan prioritas aplikasi pada sejumlah tanaman yang memiliki arti penting bagi masing-masing negara.

Meningkatnya penelitian kultur jaringan dalam dua dekade terakhir

Telah memberi sumbangan yang sangat besar bagi ahli pertanian, pemuliaan tanaman, botani, biologi molekuler, biokimia penyakit tanaman, dan sebagainya. Karena kultur jaringan telah mencapai konsekuensi praktis yang demikian jauh di bidang pertanian, pemuliaan tanaman dan sebagainya maka dapat dipastikan junlah penelitian dan aplikasi teknik ini akan terus meningkat pada masa-masa mendatang. Pierik (1997) mengemukakan sejumlah peristiwa penting dalam sejarah perkembangan kultur jaringan hingga dekade 1980 an sebagai berikut;
  • 1892 Ditemukan fenomena sintesis senyawa-senyawa pembentuk organ yang didistribusikan secara polar di dalam tanaman.
  • 1902 Usaha pertama aplikasi kultur jaringan tanaman
  • 1904 Usaha pertama aplikasi kuktur embrio sejumlah tanaman Cruciferae
  • 1909 Fusi protoplas tanaman, namun produk yang dihasilkan mengalami kegagalan untuk hidup.
  • 1922 Perkecambahan in vitro biji anggrek secara asimbiosis.
  • 1922 Kultur in vitro ujung akar
  • 1925 Aplikasi kultur embrio pada tanaman Linum hasil silang antar spesies
  • 1929 Kultur embrio Linum untuk menghindari inkompatibilitas persilangan
  • 1934 Kultur in vitro jaringan kambium dari sejumlah tanaman pohon dan perdu mengalami kegagalan karena tidak adanya ketrelibatan auksin
  • 1934 Keberhasilan kultur akar tanaman tomat.
  • 1936 Kultur embrio sejumlah tanaman Gymnospermae
  • 1939 Keberhasilan menumbuhkan kultur kalus secara kontinu
  • 1940 Kultur in vitro jaringan kambium dari tanaman Ulmus untuk mempelajari pembantukan tunas adventi
  • 1941 Air kelapa (Yang mengandung faktor pembelahan sel) untuk pertama kalinya digunakan pada kultur embrio tanaman Datura
  • 1941 Kultur in vitro jaringan tumor crown-gall
  • 1944 Untuk pertama kalinya kultur in vitro tembakau digunakan pada penelitian pembantukan tunas adventif
  • 1945 Budi daya potongan tunas tanaman Asparagus secara in vitro
  • 1946 Untuk pertama kalinya diperoleh tanaman Lupinus dan Tropaelum dari kultur pucu
  • 1948 Pembentukan akar dan tunas adventif tanaman tembakau ditentukan oleh rasio auksin : adenin
  • 1950 Regenerasi organ tanaman dari jaringan kalus Sequoia sempervirens.
  • 1952 Aplikasi sambung mikro (micrografiting) untuk pertama kalinya
  • 1953 Produksi kalus haploid tanaman Ginkgo biloba dari kultur serbuk sari
  • 1954 Pengkajian terhadap perubahan-perubahan kariologi dan sifat-sifat kromosom pada kultur endosperm tanaman jagung
  • 1955 Penemuan kinetin, yaitu suatu hormon perangsang pembelahan sel.
  • 1956 Realisasi pertumbuhan kultur di dalam sistem multiliter untuk menghasilkan metabolit sekunder.
  • 1957 Ditemukannya pengaturan pembentukan organ (akar dan pucuk) dengan mengubah rasio antara auksin dan sitokinin
  • 1958 Regenerasi embrio somatik secara in vitro dari jaringan nuselus tanaman Citrus ovules
  • 1958 Regenerasi proembrio dari massa kalus dan suspensi sel tanaman wortel
  • 1959 Publikasi buku pegangan mengenai kultur jaringan tanaman untuk pertama kali
  • 1960 Keberhasilan pembuahan in vitro pada Papaver rhoeas untuk pertama kalinya
  • 1960 Degradasi dinding sel secara enzimatik untuk memperoleh protoplas dalam jumlah besar.
  • Sumber : https://blog.fe-saburai.ac.id/pengertian-jenis-ciri-contoh-jaringan-meristem/

RESPIRASI MAMALIA / REPTIL LAUT

RESPIRASI MAMALIA / REPTIL LAUT

RESPIRASI MAMALIA / REPTIL LAUT

RESPIRASI MAMALIA / REPTIL LAUT
RESPIRASI MAMALIA / REPTIL LAUT
  • Hewan vertebrata dari golongan mamalia dan reptilia yang hidup di dalam air tetap bernapas dengan paru-paru.
  • Padahal paru-paru tidak dapat mengambil oksigen dari air.
  • Paus dan semua mamalia yang hidup di air, kurang lebih tiap tiga puluh menit muncul ke permukaan air untuk menghirup oksigen.
  • Ketika muncul ke permukaan air laut, paus mengeluarkan sisa pernapasan berupa karbondioksida dan uap air yang sudah jenuh dengan air sehingga terlihat seperti air mancur.
  • Setelah itu paus menghirup udara sebanyak-banyaknya sehingga paru-parunya penuh dengan udara.
  • Setiap saat paus muncul ke permukaan air untuk menghirup udara sebanyak-banyaknya sampai paru-parunya penuh sekali, yaitu sekitar 3.350 liter.
  • Setelah itu, paus akan menyelam kembali ke dalam air.
  • Dengan udara sebanyak itu, paus mampu bertahan selama kira-kira setengah jam di dalam air.
  • Sisa oksidasi ini berupa karbon dioksida yang jenuh dengan uap air yang telah mengalami pengembunan (kondensasi).
  • Jadi paus melakukan tindakan demikian karena alat pernapasannya berupa paru-paru tidak dapat memanfaatkan oksigen yang terlarut di dalam air.

 

AUTOTOMI CECAK

  • Dalam keadaan bahaya, cecak melakukan autotomi, yaitu memutuskan ekornya.
  • Ekor cecak yang terputus tetap dapat bergerak sehingga perhatian pemangsanya beralih pada ekor tersebut dan cecak dapat menyelamatkan diri.


PENCARIAN FLAGELATA PENGAHASIL SELULLOSA PADA RAYAP 

  • Mengapa rayap dengan mudah dapat mencerna kayu
  • Rayap mampu mencerna kayu bukan karena mempunyai enzim yang dapat mencerna kayu,
  • Melainkan karena di dalam ususnya terdapat hewan flagellata yang mampu mencernakan kayu. Hewan flagellata mampu menghasilkan enzim selulose.
  • Secara periodik, rayap mengalami pengelupasan kulit.
  • Pada saat kulit mengelupas, usus bagian belakang ikut terkelupas, sehingga flagellata turut terbawa oleh usus.
  • Untuk mendapatkan kembali flagellata tersebut, rayap biasanya memakan kembali kelupasan kulitnya.
  • Berbeda dengan rayap dewasa, rayap yang baru menetas suka menjilati dubur rayap dewasa untuk mendapatkan flagellata.

BERKUBANG KERBAU

  • Ketika musim kemarau kerbau akan mencari kubangan lumpur untuk ,mengurangi dehidrasi

HIBERNASI

  • Musim dingin adalah musim yang sangat sulit bagi hewan.
  • Banyak hewan yang tidak dapat bertahan hidup pada musim yang keras ini.
  • Beberapa hewan melewatinya dengan tetap giat mencari makan.
  • Sementara itu hewan yang lain bertahan hidup dengan terlelap dalam suatu tidur khusus yang dinamakan hibernasi.
  • Ciri-ciri hewan yang melakukan hibernasi, yaitu suhu tubuh rendah serta detak jantung dan pernapasan sangat lambat.
  • Tujuannya untuk menghindari cuaca yang sangat dingin, kekurangan makanan, dan menghemat energi.
  • Contoh hewan yang melakukan hibernasi antara lain ular, kura-kura, ikan, dan bengkarung yang tetap tinggal di sarangnya selama musim dingin.

ESTIVASI

  • Di beberapa belahan dunia, cuaca yang paling buruk adalah cuaca pada musim panas.
  • Pada musim panas, udara sangat panas dan kering.
  • Beberapa hewan bergerak mencari tempat perlindungan dan tidur.
  • Tidur di musim panas disebut estivasi. Kata ini berasal dari kata latin yang berarti musim panas.
  • Tujuan hewan melakukan estivasi adalah untuk menghindari panas yang tinggi dan kekurangan air.
  • Lemur kerdil, kelelawar, dan beberapa tupai adalah mamalia yang berestivasi untuk menghindari cuaca kering.

MEMATIKAN SEBAGIAN TUBUH ZINGIBERACEAE

  • Pada saat lingkungan dalam keadaan kering, tumbuhan yang termasuk suku jahe-jahean akan mematikan sebagian tubuhnya yang tumbuh di permukaan tanah.

PENGGUGURAN DAUN JATI 

10 Urutan Tingkat Organisasi Kehidupan Dan Rujukan Dalam Objek Kajian Biologi

10 Urutan Tingkat Organisasi Kehidupan Dan Rujukan Dalam Objek Kajian Biologi

10 Urutan Tingkat Organisasi Kehidupan Dan Rujukan Dalam Objek Kajian Biologi

10 Urutan Tingkat Organisasi Kehidupan Dan Rujukan Dalam Objek Kajian Biologi
10 Urutan Tingkat Organisasi Kehidupan Dan Rujukan Dalam Objek Kajian Biologi

Tingkat Organisasi Kehidupan dalam Objek Kajian Biologi – Biologi ialah studi perihal segala sesuatu perihal makhluk hidup dan kehidupan. Kehidupan setiap makhluk hidup dipelajari dengan seksama melalui pemahaman perihal tingkat organisasi terstruktur. Sedangkan untuk pembelajaran biologi, struktur tingkat organisasi universal telah dikembangkan di seluruh dunia. Disini kita akan membahas struktur tingkat hidup organisasi dari yang terendah hingga yang tertinggi lengkap dengan penjelasannya. Tolong didengarkan!

Tingkat Organisasi Kehidupan

Struktur organisasi kehidupan yang telah disiapkan oleh hebat biologi mengenali 10 tingkat. Tingkat terendah dimulai dengan molekul, diikuti oleh sel, jaringan, organ tubuh, sistem organ, individu, populasi, komunitas, ekosistem, dan biomassa.
Tingkat Organisasi Kehidupan dalam Objek Kajian Biologi 10 Urutan Tingkat Organisasi Kehidupan Dan Contoh dalam Objek Kajian Biologi

Tingkat Organisasi Kehidupan

1. Tingkat Molekul

Setiap inti sel dari organ hidup mengandung molekul organik yang berperan dalam mengendalikan struktur dan fungsi sel. Inti sel juga membawa catatan informasi genetik yang sanggup diturunkan melalui proses reproduksi sel. Molekul organik ialah DNA (deoxyribonucleic acid deoxyribonucleic acid) dan RNA (ribonucleic acid ribonucleic acid). Keduanya berperan sebagai pengatur sintesis protein yang terjadi di dalam sel.

2. Tingkat sel

Sel ialah satuan kehidupan terkecil. Berdasarkan jumlah sel penyusun, kita mengenali makhluk hidup sanggup dibagi menjadi 2 jenis, yaitu makhluk hidup uniseluler (terdiri dari satu sel) dan makhluk hidup multiseluler (terdiri dari banyak sel). Beberapa pola makhluk hidup uniseluler menyerupai protozoa, bakteri, dan ganggang. Mereka melaksanakan metabolisme mereka dalam satu sel. Sementara makhluk hidup multiseluler, menyerupai flora dan binatang disusun oleh banyak sel sehingga masing-masing mempunyai bentuk dan fungsi yang berbeda.

3. Tingkat Jaringan

Jaringan ialah sekelompok sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama. Badan binatang contohnya terdiri dari aneka macam jenis jaringan menyerupai jaringan otot, jaringan darah, atau jaringan epidermis. Contoh makhluk hidup berada pada tingkat kehidupan organisasi jaringan contohnya Porifera dan Coelenterata. Keduanya mempunyai lapisan sel pembentuk badan (diploblastik), yaitu lapisan luar (ektoderm) dan lapisan terdalam (endoderm).

4. Tingkat Organ

Di tingkat organisasi kehidupan, organ dianggap sebagai kumpulan jaringan yang mempunyai fungsi tertentu. Contoh organ dalam badan insan menyerupai jantung, paru-paru, dan perut.

5. Tingkat Sistem Organ

Sistem organ diorganisir oleh beberapa organ yang saling berinteraksi dalam melaksanakan fungsi dalam tubuh. Misalnya, sistem peredaran darah manusia, yang terdiri dari jantung dan pembuluh darah, berfungsi untuk mengedarkan darah ke seluruh tubuh. Sistem organ ialah tingkat kehidupan organisasi yang kemudian membentuk individu tingkat tinggi.

6. Tingkat Individ

Pada tingkat individu, prosedur kompleks terjadi alasannya koordinasi dan regulasi aneka macam sistem organ. Tubuh insan ialah pola utama dari tingkat organisasi kehidupan seseorang.

7. Tingkat Kependudukan

Populasi ialah kumpulan individu yang berada pada waktu dan daerah yang sama. Di sekitar lingkungan kita ada aneka macam populasi, menyerupai populasi kelapa, populasi burung merpati, populasi rumput, populasi cacing tanah, populasi manusia, dan sebagainya.

Tingkat Organisasi Kehidupan dalam Objek Kajian Biologi 10 Urutan Tingkat Organisasi Kehidupan Dan Contoh dalam Objek Kajian Biologi

8. Tingkat Komunitas

Komunitas ialah tingkat kehidupan organisasi yang terdiri dari kumpulan populasi yang pada waktu dan daerah yang sama. Contoh komunitas yang sanggup kita jumpai setiap hari ialah komunitas parsraw, yang terdiri dari populasi alang alang, populasi rumput, populasi belalang, populasi cacing tanah, populasi kupu-kupu, dan sebagainya.

9. Tingkat Ekosistem

Di tingkat organisasi kehidupan, ekosistem dianggap sebagai interaksi yang terjadi antara populasi penyusun komunitas dan lingkungannya menyerupai sinar matahari, tanah, air, dan udara. Contoh ekosistem meliputi ekosistem lahan basah, ekosistem air tawar, ekosistem perairan laut, dan sebagainya.

10. Tingkat bioma

Bioma ialah satu set ekosistem yang meliputi area yang luas. Contoh beberapa biomassa besar yang ditemukan di planet kita ialah biomassa padang pasir, biomassa padang rumput, biomassa gugur, biomassa hutan hujan tropis, biomassa toma, dan biomassa tundra. Bioma umumnya mempunyai iklim khas sehingga ada jenis organisme yang khas (tumbuhan dan hewan) yang sanggup menyesuaikan diri di lingkungan.

Baca Juga: 

Pengertian, Ciri Ciri Dan Rujukan Perubahan Fisika Beserta Penjelasannya

Pengertian, Ciri Ciri Dan Rujukan Perubahan Fisika Beserta Penjelasannya

Pengertian, Ciri Ciri Dan Rujukan Perubahan Fisika Beserta Penjelasannya

Pengertian, Ciri Ciri Dan Rujukan Perubahan Fisika Beserta Penjelasannya
Pengertian, Ciri Ciri Dan Rujukan Perubahan Fisika Beserta Penjelasannya

Pengertian, Ciri Ciri dan Contoh Perubahan Fisika beserta Penjelasannya – Di lingkungan sekitar kita, setiap hari ada proses mengubah objek menjadi objek lain alasannya yakni imbas faktor lingkungan. Perubahan objek dalam sains sanggup dikelompokkan menjadi 2, yaitu perubahan fisika dan kimiawi. Apa itu perubahan fisika? Dan apa itu perubahan kimia? Pada artikel ini kita akan membahas perihal salah satu jenis perubahan ini, yaitu perubahan fisika, dari pemahaman terhadap pola dan penjelasan. Tolong didengarkan!

Pengertian dan Contoh Perubahan Fisika

Menurut Wikipedia, perubahan fisika adalah perubahan objek alasannya yakni imbas suhu dan sifat fisik lingkungan. Perubahan fisik sanggup diidentifikasi dengan beberapa fitur. Karakteristik perubahan fisika tersebut meliputi; Perubahan tidak menghasilkan jenis zat baru, zat yang berubah sanggup kembali ke bentuk aslinya, dan hanya diikuti perubahan sifat fisik saja.

Ciri Ciri dan Contoh Perubahan Fisika beserta Penjelasannya Pengertian, Ciri Ciri dan Contoh Perubahan Fisika beserta Penjelasannya

Perubahan fisika itu sendiri menurut faktor-faktor yang mempengaruhinya terbagi menjadi 4 macam, yaitu perubahan fisika yang mengubah bentuk zat, perubahan fisik yang mengubah ukuran zat, perubahan fisika yang mengubah volume zat, dan perubahan fisika yang berubah. bentuk zat. Disini kita jelaskan setiap jenis perubahan fisik yang lengkap dengan contoh.

1. Perubahan Fisik Yang Mengubah Wujud Zat

Perubahan fisik yang mengubah bentuk zat umumnya dipengaruhi oleh suhu lingkungan atau faktor suhu. Perubahan fisik ini sanggup dikelompokkan menjadi 6 jenis menurut cairan, padat, dan gas suatu benda. Keenam jenis perubahan itu berupa substansi beserta pola perubahan fisik yang terjadi antara lain Ciri Ciri dan Contoh Perubahan Fisika beserta Penjelasannya Pengertian, Ciri Ciri dan Contoh Perubahan Fisika beserta Penjelasannya

Contoh Perubahan Fisika

Peleburan yakni perubahan zat dari zat padat menjadi cair. Contoh pencairan es bermetamorfosis air.
Pembekuan yakni perubahan zat dari cairan ke keadaan padat. Misalnya, perubahan air beku menjadi es dan cairan logam yang memadat logam padat.
Kondensasi yakni perubahan zat dari gas ke cairan. Contohnya yakni perubahan uap air yang mengembun menjadi air di pagi hari. Menguap yakni perubahan zat dari cairan ke keadaan gas. Misalnya perubahan air yang menjadi uap ketika dipanaskan di atas kompor. Subliming yakni perubahan substansi dari keadaan padat ke gas. Misalnya mengubah kapur barus menjadi gas beraroma kapur. Deposisi yakni perubahan zat dari gas ke keadaan padat. Misalnya, gas kamper-rebus menjadi padat.

2. Perubahan Fisik yang Mengubah Ukuran Zat

Perubahan fisik yang mengubah ukuran suatu zat umumnya dipengaruhi oleh faktor mekanik yang bersentuhan dengan zat ibarat dipotong, pecah, digiling, dan dicincang. Contoh perubahan fisik ini yakni biji kopi yang ditumbuk menjadi debu kopi atau beras yang ditumbuk menjadi tepung beras.

3. Perubahan Fisik yang Mengubah Volume Zat

Perubahan fisik yang mengubah volume suatu zat umumnya juga dipengaruhi oleh suhu lingkungan atau faktor suhu. Perubahan volume suatu zat akhir imbas suhu cenderung lebih sering disebut sebagai istilah ekspansi. Contoh perubahan fisik ini termasuk perluasan jalur kereta api di demam isu kemarau alasannya yakni faktor suhu panas.

4. Perubahan Fisik Yang Mengubah Bentuk Zat

Perubahan fisik yang mengubah bentuk zat sanggup terjadi jikalau zat atau benda dipukul, diremas, atau dimodifikasi dengan memakai alat mesin. Contoh perubahan fisik ibarat kayu yang diubah menjadi kursi, meja, dan kabinet atau tanah liat diubah menjadi ornamen ibarat stoples, vas bunga, dan lain sebagainya.

Sumber: https://www.seputarpengetahuan.co.id/2015/06/unsur-unsur-seni-rupa-dan-penjelasannya.html

Pola Perubahan Kimia, Pengertian, Sifat Dan Ciri-Cirinya

Pola Perubahan Kimia, Pengertian, Sifat Dan Ciri-Cirinya

Pola Perubahan Kimia, Pengertian, Sifat Dan Ciri-Cirinya

Pola Perubahan Kimia, Pengertian, Sifat Dan Ciri-Cirinya
Pola Perubahan Kimia, Pengertian, Sifat Dan Ciri-Cirinya

Contoh Perubahan Kimia, Pengertian, Contoh dan Ciri-Cirinya

Sekali di artikel sebelumnya kita membahas perihal perubahan fisika dan misalnya, pada artikel ini aku akan menjelaskan jenis perubahan lainnya, yaitu perubahan kimia. Apa itu perubahan kimia? Apa sajakah pola perubahan kimiawi yang terjadi di sekitar kita dalam kehidupan sehari-hari? Kenali jawabannya dengan mendengarkan paparan berikut!

Pengertian Perubahan Kimia

Sebelum membahas pola perubahan kimia, mari kita bahas dulu apa artinya memahami perubahan kimiawi.
Sekali di artikel sebelumnya kita membahas perihal perubahan fisika dan contohnya 20 Contoh Perubahan Kimia, Pengertian, Sifat dan Ciri-Cirinya.

Contoh Perubahan Kimia

Perubahan kimiawi ialah perubahan materi yang prosesnya menghasilkan jenis substansi baru. Perubahan kimia adakala disebut sebagai reaksi kimia. Ada banyak proses perubahan kimia yang terjadi di sekitar kita, contohnya kertas yang terbakar menghasilkan jenis pembakaran debu baru. Abu pembakaran tidak bisa lagi bermetamorfosis kertas dan di antara keduanya terdapat sifat kimia yang berbeda.

Nah, dari pola perubahan kimiawi, sanggup disimpulkan bahwa ada 3 karakteristik perubahan kimiawi, yaitu perubahan menghasilkan jenis zat baru, perubahan ireversibel berarti bahwa zat yang dihasilkan tidak sanggup kembali ke bentuk aslinya, perubahan diikuti oleh perubahan sifat kimiawi dari bahan. Selain itu, ada beberapa indikator yang mengindikasikan adanya perubahan kimia dalam suatu reaksi, dengan adanya perubahan warna, pembentukan gas, perubahan bau, pembentukan endapan baru, timbulnya cahaya, dan perubahan pH.

Perlu dicatat bahwa, selama proses perubahan kimia, massa zat sebelum reaksi akan selalu sama dengan massa zat setelah reaksi. Hal ini sesuai dengan aturan keseimbangan reaksi.

Contoh Perubahan Kimia

Seiring perubahan fisika, kita juga bisa mengamati banyak pola perubahan kimiawi di lingkungan kita. Adapun penyebabnya, perubahan kimiawi bisa dikelompokkan menjadi 5 kelompok besar, yaitu:

Proses pembakaran Misalnya meledak bom, memperabukan kayu, dan memperabukan lilin.
Proses penggorengan. Misalnya, singkong menjadi kaset, ganti susu menjadi keju, dan kedelai menjadi tempe.
Proses kerusakan. Contohnya mencakup pembusukan sampah, pelapukan kayu, dan batang besi.
Proses biologis makhluk hidup. Misalnya proses pencernaan, proses fotosintesis makanan, dan proses pernapasan.
Proses pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Misalnya perkecambahan, pertumbuhan tanaman, pertumbuhan bayi menjadi dewasa.

Selain diklasifikasikan berdasarkan sebab, pola perubahan kimiawi juga sanggup diklasifikasikan berdasarkan indikator proses.

1. Perubahan kimiawi yang menghasilkan perubahan suhu

Perubahan suhu dalam proses perubahan kimia terbagi menjadi dua, yaitu reaksi eksotermik dan reaksi endotermik. Reaksi eksotermik ialah reaksi perubahan kimia yang prosesnya menghasilkan energi panas (panas), mengakibatkan kenaikan suhu sekitar, contohnya proses pembakaran petasan dan menciptakan api unggun. Sementara itu, reaksi endotermik ialah reaksi perubahan kimia yang prosesnya membutuhkan atau menyerap panas dari lingkungan yang mengakibatkan dampak dingin, contohnya garam air yang dilarutkan dalam air.

2. Perubahan kimiawi yang menghasilkan perubahan warna

Terjadinya perubahan warna sebelum dan sehabis proses reaksi pada zat reaksi juga bisa menjadi indikator perubahan kimia. Misalnya, perubahan warna kertas lakmus, lacmus biru akan menjadi merah dikala direndam dalam larutan asam, sedangkan lakmus merah akan menjadi biru dikala terbenam dalam larutan alkali.

3. Perubahan kimia yang menghasilkan gas

Perubahan kimiawi juga bisa dicirikan dengan pembentukan gas dalam proses reaksi. Contoh logam seng (Zn) yang dilarutkan menjadi larutan asam sulfat (H2SO4) akan menghasilkan gelembung gas hidrogen.

4. Perubahan kimia yang menghasilkan endapan

Beberapa pola perubahan kimiawi juga bisa menghasilkan presipitat dari proses reaksi yang telah terjadi. Contoh perubahan ini contohnya perak nitrat (AgNO3) yang dilarutkan dalam larutan dapur garam (NaCl) menghasilkan natrium nitrat (NaNO3) dan perak klorida (AgCl) dalam bentuk endapan putih.

Sumber: https://www.seputarpengetahuan.co.id/2017/11/pengertian-integritas-fungsi-tujuan-manfaat-ciri-ciri-pribadi.html

Dikunjungi Bangladesh, Sekda Paparkan Program dan Kemajuan

Dikunjungi Bangladesh, Sekda Paparkan Program dan Kemajuan

Dikunjungi Bangladesh, Sekda Paparkan Program dan Kemajuan

 

Dikunjungi Bangladesh, Sekda Paparkan Program dan Kemajuan

Sekretaris Daerah

Ditemani sejumlah kepala dinas dan kepala bagian di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bogor, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Ade Sarip Hidayat menerima kunjungan studi delegasi Ministry of Local Government Rural Development & Co-Operatives, Bangladesh, Jumat (11/05/2018).

Bertempat di Paseban Sri Bima

Balaikota Bogor Sekda memaparkan sejumlah hal, baik rencana, program dan kemajuan yang telah dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor di bidang kesehatan.

Poin penting dari yang disampaikan Sekda mulai dari keberadaan RSUD berikut pelayanannya kepada masyarakat, tupoksi Dinas Kesehatan hingga peran serta masyarakat yang salah satunya adalah Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).

Pemkot Bogor

“Pada kesempatan ini tentunya menjadi sebuah kehormatan sekaligus kebanggaan bagi Pemkot Bogor berkesempatan dikunjungi oleh Pemerintah Bangladesh. Sehingga momen ini juga sebagai sebuah kesempatan bagi kedua belah pihak untuk saling bertukar pikiran, pandangan, dan tentunya pengetahuan sesuai dengan situasi dan kondisi masing-masing,” papar Sekda.

Rombongan Bangladesh

Rombongan Bangladesh ini merupakan dari Kementerian Pemerintah Daerah, Pembangunan Pedesaan dan Koperasi dari Kementerian Pemerintah Republik Rakyat Bangladesh.

 

Artikel terkait:

Genah Tumaninah, Tema Logo HJB Ke-536

https://blog.fe-saburai.ac.id/teks-ulasan-contoh-teks-ulasan-dan-ciri-strukturnya/

Genah Tumaninah, Tema Logo HJB Ke-536

 

 

Dikunjungi Bangladesh, Sekda Paparkan Program dan Kemajuan

Bogor Genah Tumaninah

Bogor Genah Tumaninah menggambarkan Bogor yang tenang, nyaman dan aman menjadi tema latar belakang logo resmi perayaan Hari Jadi Bogor (HJB) Ke-536 Tahun 2018.

Logo tersebut juga terkait dengan kondisi masyarakat Kota Bogor yang diharapkan tetap kondusif aman dan nyaman menjelang bulan ramadhan dan Idul Fitri serta selama masa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak tahun 2018.

Sekretaris Daerah

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Ade Sarip Hidayat menjelaskan, kondisi terkini Kota Bogor juga menjadi latar belakang logo HJB tahun 2018.

“Hari Jadi Bogor yang jatuh pada 3 Juni biasanya diisi dengan gelaran pesta rakyat. Khusus 3 Juni tahun 2018 ini Kota Bogor sedang menghadapi persiapan pelaksaaan Pilkada Serentak dan pelaksanaan ibadah puasa bulan Ramadhan 1439 H. Karenanya logo yang dibuat harus mampu menggambarkan Kota Bogor terkini yang tetap aman, kondusif dan warganya merasa nyaman tinggal di Kota Bogor,” kata Ade, Jumat (11/05/2018).

Tema Genah Tumaninah

Tema Genah Tumaninah yang diusung lanjut Sekda untuk melengkapi filosofi yang terkandung dalam logo HJB tahun 2018. Genah dimaknai bahwa Kota Bogor dalam situasi dan kondisi apapun tetap aman dan nyaman dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, sedangkan Tumaninah dimaknai memberikan kenyamanan bagi siapapun yang tinggal di Kota Bogor.

“Harapan saya ini bisa menjadi motivasi bagi semua dalam kondisi apapun dan senantiasa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” terang Ade.

Gambar Kujang dalam logo kata Sekda menjelaskan senjata tradisional khas Jawa Barat, gambar Gunung Salak merupakan latar belakang Kota Bogor serta Daun dengan warna warni yang mengartikan keberagaman masyarakat Kota Bogor mulai dari ras, suku, agama dan yang lainnya.

Apalagi sekarang sedang dalam proses Pilkada

Jadi perbedaan yang ada di Kota Bogor merupakan suatu keniscayaan disamping sebagai sebuah anugerah. Ini benar-benar harus dijunjung oleh semua,” tegasnya.

Menurutnya beragam latar belakang dan pilihan dalam Pilkada nanti mengharuskan semua tetap mencoba membuat sebuah keberanian dalam bersikap dan berperilaku di kota ini sebagai warga yang baik dengan tujuan membuat Kota Bogor aman dan nyaman, pemimpinnya tetap amanah sehingga terwujud masyarakat yang madani.

Ketua HJB Ke-536

Herry Karnadi menambahkan logo HJB Ke-536 tahun 2018 merupakan satu tema besar yang masih berkaitan dengan tema HJB tahun-tahun sebelumnya.

“Untuk tahun ini secara garis besar menggambarkan kebersamaan dan keharmonisan masyarakat Kota Bogor dalam keberagaman yang tertuang dalam gambar daun yang berwarna-warni,” kata Herry yang juga Kepala Satpol PP Kota Bogor.

 

Sumber : https://blog.fe-saburai.ac.id/teks-ulasan-contoh-teks-ulasan-dan-ciri-strukturnya/

Sekda Paparkan Kebijakan Bidang Kesehatan

Sekda Paparkan Kebijakan Bidang Kesehatan

Sekda Paparkan Kebijakan Bidang Kesehatan

 

Sekda Paparkan Kebijakan Bidang Kesehatan

Ministry of Local Government Rural Development & Co-Operatives, Bangladesh

Maksud kedatangan rombongan delegasi Ministry of Local Government Rural Development & Co-Operatives, Bangladesh, ke Kota Bogor adalah untuk belajar dan ingin mengetahui lebih jauh menyangkut persoalan kesehatan terutama soal kebijakan pemerintah daerah terkait bidang tersebut.

Hal itu disampaikan Sekda Kota Bogor Ade Sarip Hidayat usai menerima rombongan studi delegasi Ministry of Local Government Rural Development & Co-Operatives, Bangladesh di Paseban Sri Bima, Balaikota, Jumat (11/05/2018).

Ada beberapa hal yang ditanyakan oleh mereka

Diantaranya soal dukungan pendanaan, kebijakan infrastruktur, dan rekruitmen pegawai dalam pelayanan kesehatan. Seperti soal pendanaan kesehatan misalnya, kita jelaskan bahwa anggarannya sepuluh persen (dari APBD) sesuai dengan yang diamanatkan dalam undang-undang kesehatan,” jelas Sekda.

Selain bersumber dari APBD Kota Bogor

lanjutnya, pada kesempatan itu dijelaskan pula bahwa mekanisme penganggaran bidang kesehatan ini ditopang dan didukung oleh pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. Ini belum termasuk bantuan secara non materi, yaitu berupa keterlibatan aktif masyarakat dalam pelayanan kesehatan.

RSUD

“Yang jelas tadi kami sampaikan secara detail soal kesehatan ini seperti jumlah layanan kesehatan mulai dari Posyandu, Pustu, Puskesmas hingga RSUD berikut rasio jumlah dokter dan pegawai non medis lainnya,” ungkap Sekda.

 

Sumber : https://blog.fe-saburai.ac.id/teks-ulasan-contoh-teks-ulasan-dan-ciri-strukturnya/

Sejarah Perkembangan Penggunaan Istilah Indonesia

Sejarah Perkembangan Penggunaan Istilah Indonesia

Sejarah Perkembangan Penggunaan Istilah Indonesia

Sejarah Perkembangan Penggunaan Istilah Indonesia
Sejarah Perkembangan Penggunaan Istilah Indonesia

J.R. Logan (1850)

menggunakan nama Indonesia dalam arti geografi. Hal ini terlihat dari karangannya yang berjudul “The ethnology of the Indian Achipelago”.

Kata Indonesia digunakan untuk menyebut pulau-pulau atau Kepulauan Hindia dan penduduknya yaitu bangsa Indonesia.

Kata Indonesia dalam arti etnologi mulai digunakan pada tahun 1884 oleh Bastian, dalam karangannya yang berjudul Indonesia Order die Inseln des Malagischen Archipels.

Kata Indonesia tidak lain yaitu Kepulauan Melayu (Hindia)

Sejak itu, istilah Indonesia digunakan dalam ilmu etnologi, aturan adat, dan ilmu bahasa.

Dalam hal ini guru-guru besar Universitas Leiden menyerupai R.A. Kern, Snouck Hurgronje, van Vollen Hoven, dan lain-lain berjasa sangat besar dalam membuatkan kata Indonesie, Indonesier, dan Indonesisch.

Pemakaian istilah Indonesia dalam pergerakan nasional dimulai dari para mahasiswa Indonesia di negeri Belanda. Pada tahun 1908 para mahasiswa Indonesia di negeri Belanda mendirikan organisasi yang berjulukan Indische Vereeniging.

Seiring dengan penggunaan istilah Indonesia

maka pada tahun 1922 berganti nama menjadi Indonesische Vereeniging, dan pada tahun 1924 berganti menjadi Perhimpunan Indonesia.

Majalahnya yang semula berjulukan Hindia Poetra juga menjelma Indonesia Merdeka. Sejak ketika itu kata Indonesia banyak digunakan oleh organisasi-organisasi pergerakan di Indonesia.

Sebagai istilah pengetahuan, nama Indonesia makin terkenal digunakan di samping istilah Nusantara, yaitu ketika Suwardi Suryaningrat mendirikan Biro Pers di Belanda yang diberi nama Indonesisch Persbureau (tahun 1931).

Penggunaan istilah Indonesia

sebagai identitas nasional mencapai puncaknya pada Kongres Pemuda II tanggal 28 Oktober 1928 yang mencetuskan kebulatan tekad dalam Sumpah Pemuda.

Sumpah Pemuda berisi tiga hal pokok yaitu bertanah air, berbangsa satu, dan berbahasa satu yaitu Indonesia.

Usaha pemakaian kata Indonesia dalam arti politik ketatanegaraan dimulai pada tahun 1930. Ketika itu, Moh. Husni Thamrin mengajukan mosi yang berisi semoga kata-kata Nederlandsch – Indie dan Inlander dihapuskan dari undang-undang dan diganti dengan Indonesie, Indonesier, dan Indonesisch. Namun ditolak oleh pemerintah Belanda.

Istilah Indonesia sebagai arti politik ketatanegaraan secara resmi digunakan pada masa Revolusi Agustus 1945. Dan puncaknya ketika dikumandangkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945.

Baca Artikel Lainnya: