Bagaimana kebijakan mempengaruhi kurs riil

Bagaimana kebijakan mempengaruhi kurs riil?

Kebijakan fiscal dalam negeri Dampak kebijakan fiscal ekspansioner dalam negri terhadap kurs riil. Kebijakan fiscal ekspansioner dalam negri, seperti peningkatan belanja pemerintah atau perpotongan pajak, mengurangi tabungan nasional. Akibatnya pengurangan tabungan menurungkan jumlah dollar yang di tukarkan menjadi mata uang asing turun dari S1-I ke S2- I. pergeseran ini meningkatkan kurs riil ekuilibrium dari €1, ke €2.Gambar 5-9

Kebijakan fiscal luar negri Perubahan kebijakan fiscal ini akan mengurangi tabungan dunia akan mengurangi investasi domestic I, yang meningkatkan S-I dan NX, sehingga menyebabkan surplus perdagangan. Gambar 5-10

Dampak kebijakan fiscal ekpansioner luar negeri terhadap kurs riilkebijakan fiscal luar negeri ekspasioner menurunkan tabungan dunia dan  meningkatkan bunga dunia dari r1ke r2kenaikan dalam tingkat bunga dunia mengurangi investasi dalam negeri, yang sebaliknya meningkatkan penawaran dolar yang akan ditukarkan menjadi mata uang asing. Akibatnya, kurs riil ekulibrum terun dari  €dan €2

Pergeseran dalam permintaan investasi Pada tingkat bunga dunia tertentu, kenaikan permintaan investasi mendorong investasi yang lebih tinggi lagi. Nilai I yang lebih tinggi lagi. Nilai I yang lebih tinggi berarti nilai S-I dan NX lebih rendah.Yaitu, kenaikan permintaan investasi menyebabkan deficit perdagangan.

Gambar 5.11

  1. Dampak kebijakan perdagangan

Kebijakan perdagangan , yang didefinisikan secara luas, adalah kebijakan yang dirancang untuk mempengaruhi secara langsung jumlah barang dan jasa yang diekspor atau diimpor. Biasanya kebijakan perdagangan terbentuk melindungi industry domestic dari pesaing-asing baik dengan menerapkan pajak impor (tarif) atau membatasi jumlah barang dan jasa yang diimpor (kuota).

Sebagai contoh dari kebijakan perdagangan proteksionis, bayangkan apa yang terjadi jika pemerintah melarang impor mobil asing. Pada berbagai tingkat kurs riil, impor menjadi lebih rendah danekspor neto menjadi lebih tinggi. Jadi,skedul ekspor-neto bergeser ke kanan, sebagaimana diperlihatkan  dalam gambar 5.12. untuk melihat dampak kebijakan tersebut kita bandingkan tingkat ekuilibrum lama dan tingkat ekuilibrum baru. Pada tingat ekuilibrum baru , kurs riil lebih tinggi , dan ekspor neto tidak skedul. Selain pergeseran skedul ekspor-neto, tingkat ekuilibrum ekspor neto tetap sama, karena kebijakan proteksionis tidak mengubah tabungan atau investasi.

Gambar 5.12

baac juga :