bentuk-bentuk penyampaian hadis

Cara Nabi Menyampaikan Periwayatan Hadis

Cara-cara yang telah digunakan Nabi SAW dalam menyampaikan hadis kepada umatnya dapat diringkaskan sebagai berikut:

1. Hadis berupa sabda

ada kalanya Nabi menyatakan perintah kepada sahabat tertentu untuk menulisnya. Pada umumnya Nabi tidak menyertakan perintah tersebut. Juga, ada kalanya hadis dalam bentuk sabda itu dikemukakan Nabi karena sebab tertentu dan pada umumnya dikemukakan tidak karena sebab tertentu. Sabda Nabi ada kalanya dikemukakan di hadapan orang banyak dan ada pula yang dikemukakan dihadapan beberapa orang atau seorang saja.
2. Hadis berupa perbuatan
ada yang disampaikan oleh Nabi karena sebab tertentu, ada yang tanpa didahului oleh sebab tertentu, ada yang disampaikan di depan orang banyak dan ada pula yang disampaikan di hadapan orang-orang tertentu saja.
3. Hadis dalam bentuk taqrir
terbatas penyampaiannya. Sebab “kelahiran” taqrir Nabi berkaitan erat dengan peristiwa tertentu yang dilakukan oleh sahabat Nabi.
4. Hadis dalam bentuk hal-ihwal Nabi
sesungguhnya ia bukanlah merupakan aktivitas Nabi. Karenanya, Nabi dalam “menyampaikannya” bersifat pasif saja, pihak yang aktif adalah para sahabat Nabi, dalam arti sebagai “perekam” terhadap hal-ihwal Nabi tersebut.[4]
5. Pentahapan Periwayatan Hadis
Dari pengamatan dari sejumlah literatur, setidaknya ada tiga pentahapan yang telah dilalui, yang dapat member gambaran yang jelas bagaimana cara periwayatan memperoleh (menerima) dan menyampaikan hadis Nabi SAW, yaitu:
1) Periwayatan Hadis pada Zaman Nabi Saw.
2) Periwayatan Hadis pada Zaman Sahabat.
3) Periwayatan Hadis pada Zaman Sesudah Sahabat.

D. Periwayatan Hadis pada Zaman Nabi
Hadis yang diterima oleh sahabat cepat tersebar dimasyarakat. Hal itu karena para sahabat pada umumnya sangat berminat untuk memperoleh hadis Nabi SAW dan kemudian berminat menyampaikannya kepada orang lain. Hal demikian terbukti dari pengakuan sahabat sendiri, seperti dari Umar bin al-khaththab yang telah membagi tugas dengan tetangganya untuk mencari berita yang berasal dari nabi. Kata Umar, bila tetangganya hari ini menemui Nabi, Umar pada esok harinya menemui Nabi. Siapa yang bertugas menemui Nabi SAW dan memperoleh berita yang berasal atau berkenaan dengan Nabi SAW, maka dia segera menyampaikan berita itu kepada yang tidak bertugas.
Jelas bahwa periwayatan hadis pada zaman Nabi berjalan lancer. Kelancaran periwayatan hadis demikian, terjadi karena dua hal. Pertama, karena cara yang ditempuh oleh Nabi SAW dalam menyampaikan hadis sebagaimana dikemukakan diatas dan kedua, karena minat yang begitu besar dari para sahabat.


Sumber: https://voi.co.id/jasa-penulis-artikel/