SEBAB-SEBAB HUBUNGAN KEWARISAN DAN PENGHALANG KEWARISAN

SEBAB-SEBAB HUBUNGAN KEWARISAN DAN PENGHALANG KEWARISAN

SEBAB-SEBAB HUBUNGAN KEWARISAN DAN PENGHALANG KEWARISAN

 

SEBAB-SEBAB HUBUNGAN KEWARISAN DAN PENGHALANG KEWARISAN
SEBAB-SEBAB HUBUNGAN KEWARISAN DAN PENGHALANG KEWARISAN

1. Sebab-sebab kewarisan

Hal-hal yang menyebabkan seseorang dapat mewarisi terbagi atas tiga macam, yaitu sebagai berikut:

a. Karena hubungan kekerabatan atau hubungan nasab

Seperti kedua orang tua (bapak-ibu), anak, cucu, dan saudara, serta paman dan bibi. Singkatnya adalalah kedua orang tua, anak, dan orang yang bernasab dengan mereka. Allah SWT, berfirman dalam Al-Qur’an Artinya: “Orang-orang yang mempunyai hubungan kerabat itu sebagainya lebih berhak terhadap sesama (dari pada yang bukan kerabat) di dalam kitab Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahua segala sesuatu.” (Q. S. Al-Anfal: 75).
Kekerabatan artinya adanya hubungan nasab antara orang yang mewarisi dengan orang yang diwarisi disebabkan oleh kelahiran. Kekerabatan merupakan sebab adanya hak mempusakai yang paling kuat karena kekerabatan merupan unsur kausalitas adanya seseorang yang tidak dapat dihilangkan begitu saja.

b. Karena hubungan pernikahan

Hubungan pernikahan ini terjadi setelah dilakuakan akad nikah yang sah dan terjadi antara suami-istri yang melakukan pernikahan tidak sah tidak menyebabkan adanya hak waris.
Pernikahan yang sah menurut syari’at islam merupakan ikatan untuk mempertemukan seorang laki-laki dengan seorang perempuan selama ikatan pernikahan itu masih terjadi. Bijaksan kalau Allah memberikan sebagian tertentu sebagai imbalan pengorbana dari jerih payahnya, bila salah satu dari keduannya meninggal dunia dan meninggalkan harta pusaka. Atas dasar itulah, hak suami maupun istri tidak dapat terhijab sama sekali oleh ahli waris manapun. Mereka hanya dapat terhijab nuqsan (dikurangi bagiannya) oleh anak turun mereka atau ahli waris yang lain.

c. Karena wala’

Wala’ adalah pewarisan karena jasa seseorang yang telah memerdekakan seorang hamba kemudian budak itu menjadi kaya. Jika orang yang dimerdekakan itu meninggalkan dunia, orang yang memerdekakan berhak mendapat warisan. Rasulullah SAW bersabda: “Hak wala’ itu hanya bagi orang yang telah membebaskan hamba sahaya.” (HR. Bukhori dan Muslim). Rasulullah SAW. Menganggap wala’ sebagai kerabat berdasarkan nasab, sesuai dengan sabdanya: “Wala’ itu adalah suatu kerabat sebagai kerabat nasab yang tidak boleh dijual dan dihibahkan.” (HR. Muslim).

Baca Juga: 

Dasar Pemecahan Masalah Waris dalam Islam dan Hubungannya dengan Waris Nasional

Dasar Pemecahan Masalah Waris dalam Islam dan Hubungannya dengan Waris Nasional

Dasar Pemecahan Masalah Waris dalam Islam dan Hubungannya dengan Waris Nasional

Dasar Pemecahan Masalah Waris dalam Islam dan Hubungannya dengan Waris Nasional
Dasar Pemecahan Masalah Waris dalam Islam dan Hubungannya dengan Waris Nasional

1. AL-QUR’AN

Al-Qur’an merupakan sumber pokok hukum islam. Karena itu, kendatipun sumber hukum kewarisan ada tiga, tetapi kedua hukum sesudah Al-Qur’an (Sunnah Rasul dan Ijtihad) harus tetap mengacu pada Al-Qur’an. Pertama kelompok ayat kewarisan inti, yaitu ayat-ayat yang langsung menjelaskan pembagian waris dan bagian-bagiannya yang telah ditentukan jumlahnya. beberapa ayat-ayat tersebut adalah:

a. Surat An-Nisa’ ayat 7
Artinya: “Bagi orang laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan ibu-bapak dan kerabatnya, dan bagi perempuan ada hak bagian (pula) dari harta peninggalan ibu-bapak dan kerabatnya, baik sedikit atau banyak menurut bagian yang telah diterapkan”. (Q. S. An-Nisa’; 7).

b. Surat An-Nisa’ ayat 12
Artinya: “Dan bagimu (suami-istri) seperdua dari harta yang ditinggalkan istri-istrimu, jika mereka tidak mempunyai anak. Jika istri-istrimu itu mempunyai anak maka kamu mendapat seperempat harta yang ditinggalkannya setelah dipenuhi wasiat yang mereka buat atau sudah dibayar hutang. Para istri memperoleh seperempat harta yang ditinggalkan kamu jika kamu tidak mempunyai anak, jika kamu mempunyai anak, maka para istri memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan setelah dipenuhi wasiat yang kamu buat (dan) atau sesudah dibayar hutang-hutangmu. Jika seseorang mati, baik laki-laki atau perempuan yang tidak meninggalkan ayah dan tidak mempunyai anak, tetapi mempunyai saudara laki-laki (seibu saja), maka bagi masing-masing kedua jenis saudara itu seperenam harta. Tetapi jika saudara-saudara seibu itu lebih dari seorang, maka mereka bersekutu dalam sepertiga sesudah dipenuhi wasiat yang dibuat olehnya (dan) atau sesudah dibayar hutangnya dengan tidak memberi madharat (kepada ahli waris). Allah menetapkan yang demikian itu sebagai syari’at yang benar-benar dari Allah. Dan Allah Maha Mengtahui lagi Maha Penyantun”. (Q. S. An-Nisa’; 12).

2. SUNNAH RASUL

Sebagai sumber legislasi yang kedua setelah Al-Qur’an, sunnah memiliki fungsi sebagai penafsir atau pemberi bentuk konkrit terhadap Al-Qur’an, pada akhirnya hadist juga dapat membentuk hukum yang tidak disebut dalam Al-Qur’an.
Bentuk nyata dari fungsi hadist sebagai konkrotisasi Al-Qur’an dalam bidang kewarisan, misalnya hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas r.a. Artinya: “Berilah orang yang mempunyai bagian tetap sesuai dengan bagiannya masing-masing, sedangkan kelebihannya diberikan kepada ashobah yang lebih dekat, yaitu orang laki-laki yang lebih utama.” (HR. Bukhori-Muslim).

Fungsi sunnah yang lain adalah sebagai pembentuk hukum yang tidak disebut dalam Al-Qur’an, salah satu contoh dari fungsi tersebut adalah hadist tentang wala’ ( warisan bekas budak yang tidak meninggalkan ahli waris), dalam kasus demikian maka ahli warisnya adalah orang yang memerdekakannya (HR. Bukhori Muslim), sedangkan harta orang yang meninggal tanpa mempunyai ahli waris adalah milik Baitul al-Mal (HR. Ahmad dan Abu Daud).

3. IJTIHAD

Sebagian kecil dari ijma’ para ahli, dan beberapa masalah yang diambil dari ijtihad para sahabat. Ijma’ dan ijtihad sahabat, imam madzhab, dan para mujtahid dapat digunakan dalam pemecahan-pemecahan masalah mawaris yang belum dijelaskan oleh nash yang sharih. Misalnya: “Status cucu yang ayahnya lebih dahulu meninggal dari pada kakek yang bakal diwarisi yang mewarisi bersama-sama dengan saudara-saudara ayahnya. Menurut ketentuan mereka, cucu tersebut tidak mendapat bagian apa-apa karena terhijab oleh saudara ayahnya, tetapi menurut kitab undang-undang hukum wasiat mesir yang meng-istinbat-kan dari ijtihad para ulama muqoddimin, mereka diberi bagian berdasarkan wasiat wajibah”.

C. HUBUNGANNYA DENGAN HUKUM WARIS NASIONAL

Di indonesia belum ada suatu ketentuan hukum tentang waris yang dapat ditetapkan untuk seluruh warga negaranya. Oleh karena itu, hukum warisan yang diterapkan bagi seluruh warga negara indonesia masih berbeda-beda mengingat penggolongan warga negara.

1. Bagi warga negara golongan indonesia asli, pada prinsipnya berlaku hukum adat, yang sesuai dengan hukum adat yang berlaku masing-masing daerah.

2. Bagi warga negara golongan indonesia asli yang beragama islam di berbagai daerah, berlaku hukum islam yang sangat berpengaruh padanya.

3. Bagi orang arab pada umumnya, berlaku hukum islam secara keseluruhan.

4. Bagi orang-orang tionghoa dan eropa, berlaku hukum warisan dari Bugerlijk Wetboek.

Seperti penegasan tentang anak luar kawin dan anak angkat seharusnya juga termasuk dalam bagian ini. Mengenai anak yang lahir diluar perkawinan disebut dalam pasal 186 bahwa ia mempunyai hubungan saling mewarisi dengan ibu dan keluarga pihak ibunya. Sedangkan mengenai anak angkat perlu ada pengesahan bahwa sesuai dengan ketentuan hukum islam anak angkat tidak mewarisi orang tua angkatnya. Akan tetapi, anak angkat berhak mendapatkan bagian harta orang tua angkatnya melalui prosedur lain.

Sumber: https://www.dutadakwah.co.id/khutbah-hari-raya-idul-fitri-menjaga-hati-tiga-pesan-ramadhan/

Pembahasan Tentang Waris Lengkap

Pembahasan Tentang Waris Lengkap

Pembahasan Tentang Waris Lengkap

Pembahasan Tentang Waris Lengkap
Pembahasan Tentang Waris Lengkap

PENGERTIAN WARIS

Ilmu yang mempelajari warisan disebut ilmu mawaris atau dikenal dengan istilah faraidh. Merupakan bentuk jamak dari faridah, yang diartikan oleh para ulama faradiyun semakna dengan kata mafrudah, yaitu bagian yang telah ditentukan kadarnya. Kata fardu sebagai suku kata dari kata faridah, menurut bahasa mempunyai beberapa arti.
Menurut istilah, mawaris dikhususkan untuk suatu bagian ahli waris yang telah ditetapkan dan ditentukan besar kecilnya oleh syara’.

Definisi Ilmu Faraidh

Sebagian ulama fadirayun, mendifinisikan ilmu faraidh sebagai berikut: “Ilmu fiqih yang bertautkan dengan pembagian harta pusaka, pengetahuan tentang cara penghitungan yang dapat menyampaikan kepada pembagian pusaka dan pengetahuan tentang bagian-bagian yang wajib dari harta peninggalan untuk setiap pemilik hak pusaka”.

Hasbi Ash-Siddieqy, dalam bukunya fiqih mawaris mendifinisikan ilmu faraidh sebgai berikut: “Ilmu untuk mengetahui orang yang berhak menerima pusaka, serta kadar yang diterima oleh tiap-tiap ahli waris dan cara pembagiannya”. Atau dengan redaksi yang lain: “Beberapa kaidah yang terpetik dari fiqih dan hisab untuk mengetahui secara khusus mengenai segala yang mempunyai hak terhadap peninggalan si mati dan bagian ahli waris dari harta peninggalan tersebut”.

Sedangkan menurut Kompilasi Hukum Islam pada pasal 171: “Hukum kewarisan adalah hukum yang mengatur tentang pemindahan hak pemilikan harta peninggalan (tirkah) pewaris, menentukan siapa-siapa yang berhak menjadi ahli waris dan berapa bagiannya masing-masing.

Dalam hukum waris berlaku juga suatu asas, bahwa apabila seorang meninggal, maka seketika itu juga segala hak dan kewajibannya beralih pada sekalian ahli warisnya. Asas tersebut tercantum dalam suatu pepatah perancis yang berbunyi: “le mort saisit le vif,” sedangkan pengoperan segala hak dan kewajiban dari si meninggal oleh para ahli waris itu dinamakan “saisine”. Menurut pasal 843 B. W. Seorang ahli waris berhak untut menuntut supaya segala apa saja yang termasuk harta peninggalan si meninggal diserahkan padanya berdasarkan haknya sebagai ahli waris.

B. SUMBER HUKUM KEWARISAN ISLAM

Sebagian ulama kontemporer beranggapan dalam hal-hal tertentu yang dianggap tidak prinsipil, bisa saja ditafsirkan dan direkonstruksi sesuai dengan kondisi dan kemungkinan yang dapat dipertimbangkan, sehingga hukum mawaris islam harus mampu diterjemahkan dalam lingkup masyarakat yang mengitarinya. Syarat penerjemahan hukum kewarisan islam dengan pertimbangan berbagai variabel masyarakat adalah; Pengertian mendasar dari hukum kewarisan islam tersebut harus bersifat universal sesuai dengan fitrah Al-qur’an. Dengan demikian, operasional hukum kewarisan islam tidak bertentangan dengan nafas Al-Qur’an dan konteks masyarakat.

Hukum kewarisan islam merupakan salah satu bentuk perhatian terhadap pemeliharaan harta peninggalan seorang muslim. Disamping itu, hukum kewarisan islam merupakan realisasi dari perintah Al-Qur’an untuk tidak meninggalkan ahli waris (keturunan) dalam keadaan lemah. Rangkaian pengertian dan ketentuan yang ada dalam hukum kewarisan merupakan hukum aplikatif, bukan teoritik. Pengamalannya bersifat wajib ‘ain dan mempelajarinya merupakan kewajiban kolektif (fardlu kifayah).

Unsur Kewarisan

Asaf A. A. Fyzee melalui penelitiannya menyimpulkan bahwa huku kewarisan Islam terdiri dari dua unsur yang berlainan:
1. Adat kebiasaan arab purbakala.
2. Peraturan yang diatur Al-Qur’an dan dibawah oleh nabi.

Adat dan kebiasaan orang arab purbakala selalu memberikan harta kepada siapapun yang diinginkan, walaupun harus menyingkirkan saudara-saudaranya, sedangkan kaum perempuan tidak mendapat hak sebagai ahli waris. Harta warisan hanya diperuntukan kepada laki-laki dewasa yang mampu berperang serta tolan perjanjian. Adat kebiasaan arab jahiliyah tersebut kemudian dibatalkan dengan turunnya surat An-Nisa’ ayat 11. Artinya: “Allah mensyari’atkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu. Yaitu: bagian anak laki-laki sama dengan bagian dua anak perempuan; dan jika anak itu semuannya perempuan lebih dari dua, maka bagian mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan; jika anak perempuan itu seorang saja, maka ia memperoleh separuh harta. Dan untuk dua orang ibu-bapak, bagi masing-masingnya seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika yang meninggal mempunyai anak; jika yang meninggal tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu-bapaknya (saja), maka ibunya mendapat sepertiga; jika yang meninggal itu mempunyai beberapa saudara, maka ibunya mendapat seperenam. (pembagian-pembagian tersebut di atas) sesudah dipenuhi wasiat yang ia buat atau (dan) dan sudah dibayar hutangnya. (tentang) orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa diantara mereka yang lebih dekat (banyak) manfa’atnya bagimu. Ini adalah ketetapan dari Allah. Sesunggunya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana” (Q. S. An-Nisa’: 11).

Dengan turunya ayat tersbut, maka kewarisan model jahiliyah telah terhapus dan dengan sendirinya tidak dapat dijadikan pedoman dalam pembagian harta waris. Sumber-sumber hukum Islam itu adalah Al-Qur’an, Sunnah Rasul, dan Ijtihad. Ketiga sumber ini pula yang menjadi dasar hukum kewarisan islam. Salah satu ayat yang menyinggung tentang hal ini adalah surat An-Nisa’ ayat 59. Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah (Rasul)-Nya dan Ulil Amri diantara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepda Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (Sunnah)”. (Q. S. An-Nisa’; 59).

Sumber: https://www.dutadakwah.co.id/kumpulan-kultum-ramadhan/

Pengertian Tadwin dan Perkembangan Hadits

Pengertian Tadwin dan Perkembangan Hadits

Pengertian Tadwin dan Perkembangan Hadits

Pengertian Tadwin dan Perkembangan Hadits
Pengertian Tadwin dan Perkembangan Hadits

Pengertian

Secara bahasa tadwin diartikan sebagai kumpulan shahifah(mujtama’ al-shuhuf),sedangkan arti tadwin secara umum adalah mengumpulkan al-jam’u).
Al-zahrani merumuskan pengertian tadwin yang artinya adalah sebagai berikut:
“Mengikat yang berserak-serakan kemudian mengumpulkannnya menjadi satu dewan atau kitab yang terdiri dari lembaran-lembaran.”
Sedangkan yang dimaksud pentadwidan hadits pada zaman ini adalah pembukuan(kodifikasi)secara resmi yang berdasarkan perintah dari serang kepala negara dengan melibatkan orang-orang yang ahli di bidangnya.Bukan untuk memenuhi kepentingan pribadi atau secara personal.

Perkembangan Hadits Abad II H

Pada periode kedua,masa khulafaur rasyidin pembukuan hadits belum dilakukan secara khusus karena perhatian para sahabat masih terfokus dalam usaha memelihara dan menyebarluaskan Alqur’an.Hal ini terbukti pada masa pemerintahan Abu Bakar Ash-shiddiq pembukuan Alqur’an dilakukan atas usul dari kholifah Umar bin Khattab.[3]Kemudian pada masa kholifah Utsman kegiatan ini dilakukan kembali dengan tujuan yang sama.Sikap memusatkan perhatian mereka ini tidak berarti para kholifah ini lalai dan tidak menaruh perhatian terhadap Hadits akan tetapi mereka sangat berhati-hati dalam meriwayatkan Hadits.Kehati-hatian danusaha membatasi periwayatan Hadits yang dilakukan para sahabat disebabkan karena mereka khawatir terjadinya kekeliruan .

Pembukuan Hadits secara resmi terjadi pada masa dinasti Umayah dibawah kepemimpinan Kholifah Umar bin Abdul Aziz tahun 101H.Beliau khawatir terhadap hilangnya hadits-hadits dengan meninggalnya para muhadditsin di medan perang,dan juga khawatir akan tercampurnya hadits-hadits shahih dengan hadits-hadits palsu.
Secara garis besar peran pemalsuan Hadits dikategorikan menjadi 3 yaitu:

a.Propagandis Politik

Perpecahan umat islam yang diakibatkan politik yang terjadi pada masa kekhalifahan Ali bin Abi Thalib memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perpecahan umat kedalam beberapa golongan dan kemunculan hadits-hadits palsu.Contoh Hadits palsu yang dibuat oleh kaum Syi’ah,yang artinya sebagai berikut:”Wahai Ali,Sesungguhnya AllahSWT telah mengampunimu,keturunanmu, kedua orangtuamu,keluargamu,(golongan) syi’ahmu dan orang yang mencintai (golongan) syi’ahmu.”

b.Golongan Zindiq

adalah golongan yang membenci isalam sebagai agama,atau sebagai dasar pemerintahan .Pada masa Muhammad bin Sulaiman bin Ali(Wali wilayah Basrah),menghukum mati Abdul Karim Ibn Auja’karena dia membuat hadits palsu ,ketika hukuman akan dilakukan dia mengatakan bahwa dia telah membuat hadits palsu sebanyak 4000 hadits.Contoh Hadits yang dibuat oleh kaum zindiq,yang artinya sebagai berikut:
“Melihat wajah cantik termasuk ibadah”.

c.Ahli Cerita/Dongeng

Menurut riwayat Ibn Aljawji,Shu’bah pernah menolak Hadits yang dibawa oleh tukang cerita dengan alasan kebiasaan mereka,yaitu menerima Hadits sejengakal kemudian diriwayatkan sedepa,dengan pengertian memberikan penambahan terhadap Hadits.
Sufyan Al-Sauri mencatat tiga macam Hadits dengan penilaian yang berbeda-beda yaitu:
1) Hadits yang dimaksud sebagai pegangan,yang tentunya Hadits yang dinilai kuat
2) Hadits yang diragukan,sehingga dinilai tawaqquf,tidak dibuang tetapi juga tidak dijadikan pegangan
3) Hadits dari rawi yang lemah,hanya untuk diketahui saja.

Baca Juga: 

Pengertian Infaq, Sedekah, dan Pajak Beserta Persamaan dan Perbedaannya

Pengertian Infaq, Sedekah, dan Pajak Beserta Persamaan dan Perbedaannya

Pengertian Infaq, Sedekah, dan Pajak Beserta Persamaan dan Perbedaannya

Pengertian Infaq, Sedekah, dan Pajak Beserta Persamaan dan Perbedaannya
Pengertian Infaq, Sedekah, dan Pajak Beserta Persamaan dan Perbedaannya

Pengertian Infaq

Pengertian Infaq adalah lebih luas dan lebih umum dibandingkan dengan zakat. Infaq tidak ditentukan jenisnya, jumlahnya dan waktu suatu kekayaan atau harta harus didermakan. Allah SWT, memberikan kebebasan kepada pemiliknya untuk menentukan jenis harta, berapa jumlah yang sebaiknya diserahkan. Hukum dari pada Infaq adalah sunnah.

Pengertian Shadaqah

Pengertian Shadaqoh mempunyai makna yang lebih luas lagi dibandingkan infaq. Shadaqah ialah segala bentuk nilai kebajikan yang tidak terikat oleh jumlah, waktu dan juga yang tidak terbatas pada materi tetapi juga dapat berbentuk non materi, misalnya menyingkirkan rintangan yang ada di jalan, menuntun orang yang buta untuk menyebrang, memberikan senyuman dan wajah yang manis kepada saudaranya, menyalurkan syahwatnya pada istri dan sebagainya. Dan shodaqah adalah ungkapan kejujuran (shiddiq) iman seseorang. Hukum dari pada Infaq adalah sunnah.

Pengertian pajak

Pengertian Pajak adalah iyuran wajib yang dipungut oleh pemerintah dari masyarakat (wajib pajak) untuk menutupi pengeluaran rutin negara dan biaya pembangunan tanpa balas jasa yang dapat ditunjuk secara langsung. Dan hukumnya wajib.
Pengetian pajak menurut bebetapa ahli :

1.Prof Dr Adriani

pajak adalah iuran kepada negara yang dapat dipaksakan, yang terutang oleh wajibpajak membayarnya menurut peraturan derngan tidak mendapat imbalan kembali yang dapat ditunjuk secara langsung.

2. Prof. DR. Rachmat Sumitro,SH

pajak adalah iuran rakyat kepada kas negara (peralihan kekayaan dari kas rakyat ke sector pemerintah berdasarkan undang-undang)
(dapat dipaksakan dengan tiada mendapat jasa timbal (tegen prestasi)yang langsung dapat ditunjukkan dan digunakan untuk membiayai pengeluaran umum.
Lima unsur pokok dalam defenisi pajak
Iuran / pungutan
Pajak dipungut berdasarkan undang-undang
Pajak dapat dipaksakan
Tidak menerima kontra prestasi
Untuk membiayai pengeluaran umun pemerintah

Karakteristik pokok dari pajak adalah: pemunngutanya harus berdasarkan undang-undang. diperlukan perumusan macam pajak dan berat ringannya tariff pajak itu, untuk itulah masyarakat ikut didalam menetapkan rumusannya.

Persamaan Dan Perbedaan Zakat, Infaq, Shadaqah Dan Pajak

Al Jurjani dalam kitabnya At Ta’rifaat menjelaskan bahwa infaq adalah penggunaan harta untuk memenuhi kebutuhan (sharful maal ilal haajah) (Al Jurjani,hal: 39) dan hukumnya sunnah. Dengan demikian, infaq mempunyai cakupan yang lebih luas dibanding zakat. Dalam kategorisasinya, infak dapat diumpamakan dengan “alat transportasi” yang mencakup kereta api, mobil, bus, kapal, dan lain-lain sedang zakat dapat diumpamakan dengan “mobil”, sebagai salah satu alat transportasi.

Sumber: https://www.dutadakwah.co.id/5-rukun-nikah-dalam-islam-yang-harus-diketahui/

Penjelasan Tentang Zakat Lengkap

Penjelasan Tentang Zakat Lengkap

Penjelasan Tentang Zakat Lengkap

Penjelasan Tentang Zakat Lengkap
Penjelasan Tentang Zakat Lengkap

 

Pengertian Zakat

Zakat berasal dari bahasa arab zakat yang berarti suci, baik, berkah, tumbuh dan berkembang.
Allah berfirman “Pungutlah zakat dari mereka dengan zakat itu kamu membersikan dan mensucikan mereka”. (Q.S: At-Taubah: 103).

Sedangkan menurut istilah, zakat berarti derma yang telah ditetapkan jenis, jumlah, dan waktu suatu kekayaan atau harta yang wajib di keluarkan kepada orang yang berhak menerimanya (An-Nisa’:77) karena telah memenuhi persyaratan yang di tetapkan. Hukum mengeluarkan zakat adalah wajib dan merupakan rukun islam, dan pendayagunaannya pun ditentukan pula, yaitu dari umat Islam untuk umat Islam. Secara umum zakat di kelompokkan menjadi dua, yaitu zakat mal (harta) dan zakat fitrah (jiwa). Zakat terbagi atas dua tipe yakni:

Zakat Fitrah

Zakat yang wajib dikeluarkan muslim menjelang Idul Fitri pada bulan Ramadan. Besar Zakat ini setara dengan 2,7 kilogram makanan pokok yang ada di daerah bersangkutan.

Zakat Maal (Harta)

Mencakup hasil perniagaan, pertanian, pertambangan, hasil laut, hasil ternak, harta temuan, emas dan perak. Masing-masing tipe memiliki perhitungannya sendiri-sendiri.
Yang berhak menerima:
· Fakir Mereka yang hampir tidak memiliki apa-apa sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok hidup.
· Miskin Mereka yang memiliki harta namun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar untuk hidup.
· Amil Mereka yang mengumpulkan dan membagikan zakat.
· Muallaf Mereka yang baru masuk Islam dan membutuhkan bantuan untuk menyesuaikan diri dengan keadaan barunya
· Hamba Sahaya yang ingin memerdekakan dirinya
· Gharimin Mereka yang berhutang untuk kebutuhan yang halal dan tidak sanggup untuk memenuhinya
· Fisabilillah Mereka yang berjuang di jalan Allah (misal: dakwah, perang dsb)
· Ibnus Sabil Mereka yang kehabisan biaya di perjalanan

Hikmah Hukum di Wajibkan Zakat

a. Semakin menyadarkan orang-orang kaya untuk mengeluarkan sebagian hartanya dalam bentuk zakat.
b. Dengan adanya zakat kontemporer maka disisi lain akan lebih banyak fakir miskin yang dapat tertolong.

Tata Cara Serah Terima Zakat

Dalam serah terima zakat, baik zakat harta maupun zakat fitrah harus di awali dengan niat oleh muzakki(orang yang berzakat) dan doa oleh orang yang menerima(mustahiq) atau amil zakat.
Niat zakat ada dua, niat zakat harta dan niat zakat fitrah, dan orang yang menerima zakat atau amil zakat mengucapkan doa.

Sumber: https://www.dutadakwah.co.id/bacaan-teks-khutbah-nikah-bahasa-arab-latin-dan-terjemahannya/

7 kerajaan islam di indonesia dan penyebarannya

7 kerajaan islam di indonesia dan penyebarannya

7 kerajaan islam di indonesia dan penyebarannya

7 kerajaan islam di indonesia dan penyebarannya
7 kerajaan islam di indonesia dan penyebarannya

Setelah islam tesebar luas di bumi Indonesia dan banyaknya raja yang memeluk agama islam, akhirnya berdirilah kerjaan –kerajaan islam nusantara.

mesjid menara kudus merupakan salah satu peninggalan sejarah kerajaan islam di indonesia. Nah dalam artikel kali ini saya ingin mengupas tentang sajarah singkat kerajaan islam di Indonesia, apa saja itu, untuk lebih jelasnya simak uraian berikud ini.

kerajaan islam di Indonesia

Sebenarnya masih banyak lagi kerjaan islam di Indonesia yang berperan menyebarkan agama islam di nusantara, akan tetapi dalam artikel kali hanya menjelaskan 7 kerjaan saja, yaitu :

Kerjaan islam samudra pasai

Kerajaan samudra pasai yang terletak di Sumatra merupakan kerajaan islam pertama di Indonesia yang berdiri pada pertengahan abad 13 M . adapun raja pertama kerjaan samudra pasai yaitu merah silu yang kemudian diberi gelar malikus saleh oleh syeikh ismail dari mekah. Namun akhirnya kerajaan samudra pasai dan berhasil di duduki oleh portugis pada tahun 1521 M dan berhasil direbut kembali pada tahun 1542 M. yang akhirnya berubah menjadi kerajaan aceh raja pertama kerjaan aceh yaitu sultan Ali mugayat syah.

Kerajaan Aceh Darussalam

Kerjaan Aceh Darussalam dididirikan pada tahun 1542 M, atau abad ke 15 M. puncak kejayaan kerjaan aceh Darussalam pada masa pemerintahan sultan iskandar muda, yang memimpin kerajaan aceh selama 30 tahun dari tahun 1608-1673 M. saat itu malaka dan samudra pasai di jadikan sebagai pusat perniagaan dan pusat penyiaran agama islam. Di anrara mubalig yang paling terkenal pada saat itu adalah syeikh nurudin ar raniri, sampai sekarang namanya di abadikan sebagai nama suatu perguruan tinggi islam aceh yaitu IAIN Ar Raniri

kerajaan demak

Kerajaan demak didirikan oleh raden patah pada tahun 1500 M. pendukung terbesar berdirinya kerajaan demak adalah para mubalig yang disebut Wali songo.

Kemudian didirikan mesjid agung demak sebagai tempat perkumpulan para ulama atau pusat penyiaran islam di pulau jawa.

Adapun tempat yang dijadikan para ulama bermusyawarah adalah serambi mesjid agung demak.

Para ulama yang menyebarkan islam di tanah jawa yang akhirnya disebut wali songo (Sembilan wali ) sebagai berikut:

#1. Maulana malik Ibrahim (maulana maghribi) beliau berasal dari turki, seorang ulama dan ahli dibidang tata Negara, beliau wafat di gresik pada tahun 1419

#2. Raden rahmad (sunan ampel) beliau adlaah ulama yang sangat di hormati oleh raja majapahit dari itulah beliau di berikan kebebasan untuk menyebarkan agama islam di pulau jawa

Artikel terkait liannya : Hukum beriman kepada malaikat dan sifat malaikat beserta fungsi malaikat yang terdapat di dalam Al-Qur’an

#3. Makdum Ibrahim (sunan bonang) putra raden rahmat, wayang merupakan media yang beliau gunakan dalam berdakwah

#4. Raden paku (sunan giri) beliau mendirikan pesantren-pesantren untuk golongan rakyad lemah, beliau ahli dalam pemerintahan dan kesenian yang menciptkana tambang pocong asmarada

#5. syarif hidayatullah (sunan gunung jati) beliau yang mengukuhkan islam sebagai ketatanegaraan kerajaan cerebon

#6. ja’far shadiq (sunan kudus) beliau merupakan ulama yang tegas serta istiqomah beliau juga masih keturunan sayyidina ali bin abi thalib

#7. Reden prawata ( sunan muria ) beliau adalah putra dari sunan kalijaga, beliau berdakwah melalui seni budaya , beliau wafat dimuria

#8. Raden syarifudin ( sunan derajat) beliau adalah putra sunan ampel yang berdakwahnya banyak di daerah gresik. Dalam berdakwah ia menciptkan gending pengkur.

#9. Raden mas syahid (sunan kalijaga) beliau berdakwah melalui seni budaya masyarakat setempat yaitu wayang yang isi ceritanya sesuai dengan islam.

Kerajaan pajang

Sultan petama kerjaan pajang bernama jaka tingkir yang kemudian bergelar sultan hadiwijaya. Kerajaan pajang adalah kelanjutan dari kerajaan islam di demak.

Setelah meninggalnya sultan hadwijaya, kerjaan pajang dipindahkan ke mataram dan juga akhirnya wilayah pajang dikuasai mataram

Kerjaan islam mataram

Kerajaan islam mataram diperintah oleh senopati sampai tahun 1600 M. setelah ia meninggal digantikan oleh putranya yang bernama seda ing krapyak yang mmerinah sampai tahun 1613 M dan akhirnya digantikan oleh putranya yang bernama sultan agung sampai tahun 1646 M. kerajaan mataram akhirnya terpecah menjadi 4 kerajaan kecil, yaitu kesultanan Yogyakarta , pukualam, kasunanan Surakarta, dan mangkunegara.

Kerajaan islam Cirebon

Kerajaan islam Cirebon merupakan kerajaan islam pertama di jawa barat yang didirkan oleh sunan gunung jati dan akhirnya di gantikan oleh putranya yang bernama hasanudin, nama sunan gunung jati sampai sekarang di abadikan sebagai nama perguruan tinggi islam yaitu IAIN sunan gunung jati.

Kerajaan islam banten

Pada awalnya banten merupakan daerah kekuasaan kerjaan pajajaran. Setelah pajajaran mengadakan hubungan dengan pertugis untuk membendung melusnya kekuasan demak pada tahun 1526 M. sultan trenggono mengutus faletehan untuk merebut banten dan akhirnya berhasil dengan gemilang. Akhirnya kekuasaan di serahkan kepada anaknya yang bernama sultan hasanudin.

Baca juga: 

tanda, manfaat dan fungsi beriman kepada malaikat

tanda, manfaat dan fungsi beriman kepada malaikat

tanda, manfaat dan fungsi beriman kepada malaikat

tanda, manfaat dan fungsi beriman kepada malaikat
tanda, manfaat dan fungsi beriman kepada malaikat

tanda-tanda beriman kepada malaikat dapat dilihat dari sikap dan perilaku sahari-hari di antaranya yakni:

  • menyakini dalam hati bahwa malaikat merupakan makhluk gaib yang lebih dahulu diciptkan allah.swt dari pada manusia.
  • Menyakini dalam hati bahwa malaikat itu memiliki sifat seperti hidup di alam gaib, maksum , tidak berjenis kelamin, tidak makan dan minum,senantiasa bertasbih kepada allah.swt di sepenjang siang maupun malam.
  • Menyakini bahwa allah.swt telah memberikan tugasyang berbeda-beda untuk para malaikat
  • Manyakini bahwa segala amal perbuatan yang kita lakukan sehari-hari tidak lepas dari penglihatan allah.swt maka hendaknya kita harus selalu berhati-hati sebelum bertindak
  • melakukan perbuatan yang mencerminkan beriman kepada malaikat yakni dengan melaksanakan segala perintahnya dan menajauhi segala larangannya.

manfaat dan fungsi beriman kepada malaikat

manfaat dan fungsi beriman kepada malikat, yaitu diantaranya:

tanda-tanda orang yang beriman kepada malaikat – manfaat dan fungsi beriman kepada malaikat serta cara menerapkan iman kepada malaikat dalam kehidupan sahari-hari
tanda-tanda orang yang beriman kepada malaikat – manfaat dan fungsi beriman kepada malaikat serta cara menerapkan iman kepada malaikat dalam kehidupan sahari-hari

manfaat beriman kepada malaikat antara lain:

#semakin meyakini kebesaran, kekuatan dan kemahakuasaan allah. Swt

#bersyukur kepada allah. Swt Karena telah meciptkan para malaikat untuk mebantu kehipan dan kepetingan manusia dan jin

#manumbuhkan cinta kapada amal salih, karena mengetahui ibadah para malaikat

#merasa takud bermaksit karena meyakini semua amal pebuatan tersebut tidak akan terlepas dari malaikat atid

#cinta kepada malaikat karena kedekatannya ibadahnya kepada allah.swt dan kerana meraka selalu membantu dan mendoakan kita

fungsi beriman kepada malaikat antara lain:

#selalu melakukan perbuatan baik karena dirinya sealu di awasi oleh malaikat

#berupaya masuk ke dalam surga yang dijaga oleh malaikat ridwan dengan bertakwa dan beriman kepada allah.swt serta berlomba-lomba dalam kebaikan

#meningkatkan keikhlasan , keimanan, adn kedisiplinan kita untuk mengikuti sifat dan perbuatan malaikat

#selalu berpikir dan bati-hati dalam melaksanakan setiap perbutan kerena tiap perbuatan baik yan baik maupun yang buruk akan dipertanggung jawabkan di akhirat kelak.

#menerapkan iman kepada malaikat dalam kehidupan sehari-hari
Tanda penghayatan terhadap sesuatu bisanya decerminkan pada sikap dan perialaku sehari-hari adapun ha-hal yang mecerminkan iman kepada malaikat antara lain:

#senantiasa beramal saleh dan taat pada allah.swt

#bekerja keras demi pruduktivitas dan yakin akan medapatkan perlindungan dari allah.swt

#memurnikan ajaran islam, memantapkan tauhid dan menjauhi tahayul

#menjauhi dan mecegah diri sendiri keluarga lingkungan dari perbuatan yang dilarang allah.swt

#waspada dan mawas diri kerena merasakan kehadiran malaikat yang senantiasa mengawasinya

#jujur dan menyakini bahwa kelak akan memper tanggung jawabkan semua perbuatannya dihadapan allah.swt di akhirat kelak.

Nah, sekarang kamu sudah tahu bukan tanda-tanda orang yang beriman kepada malaikat – manfaat dan fungsi beriman kepada malaikat serta cara menerapkan iman kepada malaikat dalam kehidupan sahari-hari

Kita wajib mempercayai adanya malaikat karna termasuk rukun iman yang ke-2, dengan menyakini bahwa malaikat itu ada semoga keimana dan ketakwaan kita kepada allah.swt semakin bertambah.

Sumber: https://www.catatanmoeslimah.com/2018/09/kumpulan-bacaan-sholawat-nabi-muhammad-saw.html

peranan umat islam dalam kehidupan bangsa Indonesia

peranan umat islam dalam kehidupan bangsa Indonesia

peranan umat islam dalam kehidupan bangsa Indonesia

peranan umat islam dalam kehidupan bangsa Indonesia
peranan umat islam dalam kehidupan bangsa Indonesia

Peran umat islam terhadap kehidupan bangsa Indonesia melalui beberapa tahapan atau fase diantaranya:

pada masa penjajahan

Peran penting umat islam di Indonesia selain menuntun masyarakat kepada agama yang benar juga berperan dalam mempertahankan dan membangun Negara kesatuan republic Indonesia.

Seperti halnya saat Indonesia akan memproklamsikan kemerdekaannya dari tangan penjajah pada tanggal 17 agustus 1945 M. musuh-musuh Indonesia masih berkeinginan untuk menggagalkan arti proklamasi pada saat itu rais akbar NU dan KH. Hasyim asy’ari menyerukan resulasi jihad, dengan hal itu semangat umat islam dalam membela kemerdekaan berkobar di seluruh Indonesia.

pada masa mempertahankan kemerdekaan

Perjuangan umat islam bukan hanya sebatas merebut kemerdekaan Indonesia dari tangan penjajah, namun antra peran penting umat islam lainnya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yaitu

  • pada tahun 1960 para aktivis islam yang tergabung dalam organisasi masa dan partai berusaha mencegah gagasan nasakom
  • mengusulkan pembubaran PKI pada tahun 1965 untuk menyelamatkan pancasila dan kesatuan bangsa
  • mempelopori pembentukan “front pancasila”

mendirikan organisasi sosial dan lembaga –lembaga pendidikan antra lain:

Mejelis ulama Indonesia (MUI)

MUI didirikan pada tanggal 26 juli 1975, guna memberikan suatu pertimbangan mengenai kehidupan beragama kepada pemerintah

Nahdahatul Ulama (NU)

NU – nahdahatul ulama bergerak di bidang pendidikan dan dakwah terutama dalam pembinaan pesantren – pesantren di indonesia

Muhammadiyah

Didirikan pada tanggal 18 november 1912 . muhammadiyah bergerak di bidang pendidikan dan kemasyarakatan , mendirikan sekolah –sekolah umum, sekolah sekolah agama dan mendirikan panti asuhan serta rumah sakit.

organisai mahasiswa dan pelajar islam

Oranisasi mahasiswa islam di Indonesia antara lain: pergerakan mahasiswa muslim Indonesia (PMII) , himpunan mahasiswa islam (HMI) dan ikatan mahasiswa muhammadiyah (IMM). Adapun organisasi pelajar islam Indonesia antara lain: pelajar islam Indonesia (PII) , ikatan pelajar muhammadiyah (IMM), ikatan pelajar nahdatul ulama (IPNU) dan ikatan pelajar putri nahdatul ulama (IPPNU). Dan lain sebagainya.

peran pada masa pembangunan

Sumbangan atau peran umat islam selain bentuk fisik dan mempertahankan kemerdekaan, umat islam juga melakukan perkembangan baik pribadi , organisasi lama , maupun lembaga-lembaga pendidikan islam.hal itu dilakukan untuk membantu mewujudkan tujuan nasional , yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dalam bentuk pengembangan pendidikan termasuk pesantren, madrasah, dan lembaga pendidikan islam lainnya.

Pesantren merupakan pendidikan yang sangat berpengaruh dalam nenamkan nilai karakter watak dan karakter bangsa Indonesia. Seluruh lembaga pendidikan islam tercakup pendidikan pesantren. Oleh karena iut, pesanren juga dapat disebut sebagai perguruan agama islam.

Nah sekarang kamu sudah tahu bukan peranan umat islam dalam kehidupan bangsa Indonesia

Sebagai warga Negara kesatuan bangsa kita sepatutnya selalu berjuang untuk membangun Negara kita ini untuk membebaskan dari kebodohan, saling menghargai satu sama lain, toleransi dan selalu menjaga keutuhan NKRI.

Dari sejarah singkat dan peran serta umat islam di Indonesia dari mulai zaman penjajahan – fase perkembangan – hingga fase pembangunan sekarang banyak sekali peran serta umat islam di Indonesia hal ini tidak akan lepas dari tuan guru-guru kita yang telah berjuang dari masa kemasa untuk membangun keutuhan NKRI bukan merusak apalagi memecah belah NKRI, untuk itu mari kita jaga rasa saling melindungi dari fitnah-fitnah luar yang berusaha merusak Negara Indonesia tercinta ini.

Sumber: https://www.catatanmoeslimah.com/2016/05/30-doa-doa-harian-terlengkap-beserta-artinya.html

KISAH NABI ISMAIL AS

KISAH NABI ISMAIL AS

KISAH NABI ISMAIL AS

KISAH NABI ISMAIL AS
KISAH NABI ISMAIL AS

Ibrahim Dan Istrinya

Sampai Nabi Ibrahim yang berhijrah meninggalkan Mesir bersama Sarah, isterinya dan Hajar, dayangnya di tempat tujuannya di Palestin. Ia telah membawa pindah juga semua binatang ternaknya dan harta miliknya yang telah diperolehinya sebagai hasil usaha niaganya di Mesir.

Al-Bukhari meriwayatkan daripada Ibnu Abbas r.a.berkata:

Pertama-tama yang menggunakan setagi (setagen) ialah Hajar ibu Nabi Ismail tujuan untuk menyembunyikan kandungannya dari Siti Sarah yang telah lama berkumpul dengan Nabi Ibrahim a.s. tetapi belum juga hamil. tetapi walaubagaimana pun juga akhirnya terbukalah rahsia yang disembunyikan itu dengan lahirnya Nabi Ismail a.s. Dan sebagai lazimnya seorang isteri sebagai Siti Sarah merasa telah dikalahkan oleh Siti Hajar sebagai seorang dayangnya yang diberikan kepada Nabi Ibrahim a.s. Dan sejak itulah Siti Sarah merasakan bahawa Nabi Ibrahim a.s. lebih banyak mendekati Hajar karena merasa sgt gembira dengan puteranya yang tunggal dan pertama itu, hal ini yang menyebabkan permulaan ada keratakan dalam rumahtangga Nabi Ibrahim a.s. sehingga Siti Sarah merasa tidak tahan hati jika melihat Siti Hajar dan minta pada Nabi Ibrahim a.s. supaya menjauhkannya dari matanya dan menempatkannya di lain tempat.

Untuk suatu hikmah yang belum diketahui dan disadari oleh Nabi Ibrahim Allah s.w.t. mewahyukan kepadanya agar keinginan dan permintaan Sarah isterinya dipenuhi dan dijauhkanlah Ismail bersama Hajar ibunya dan Sarah ke suatu tempat di mana yang ia akan tuju dan di mana Ismail puteranya bersama ibunya akan di tempatkan dan kepada siapa akan ditinggalkan.

Maka dengan tawakkal kepada Allah berangkatlah Nabi Ibrahim meninggalkan rumah membawa Hajar dan Ismail yang diboncengkan di atas untanya tanpa tempat tujuan yang tertentu. Ia hanya berserah diri kepada Allah yang akan memberi arah kepada binatang tunggangannya. Dan berjalanlah unta Nabi Ibrahim dengan tiga hamba Allah yang berada di atas punggungnya keluar kota masuk ke lautan pasir dan padang terbuka di mana terik matahari dengan pedihnya menyengat tubuh dan angin yang kencang menghembur-hamburkan debu-debu pasir.

Ismail dan Ibunya Hajar Ditingalkan di Makkah

Setelah berminggu-minggu berada dalam perjalanan jauh yang memenatkan tibalah pada akhirnya Nabi Ibrahim bersama Ismail dan ibunya di Makkah kota suci dimana Kaabah didirikan dan menjadi pujaan manusia dari seluruh dunia. di tempat di mana Masjidil Haram sekarang berada, berhentilah unta Nabi Ibrahim mengakhiri perjalanannya dan disitulah ia meninggalkan Hajar bersama puteranya dengan hanya dibekali dengan serantang bekal makanan dan minuman sedangkan keadaan sekitarnya tiada tumbuh-tumbuhan, tiada air mengalir, yang terlihat hanyalah batu dan pasir kering . Alangkah sedih dan cemasnya Hajar ketika akan ditinggalkan oleh Ibrahim seorang diri bersama dengan anaknya yang masih kecil di tempat yang sunyi senyap dari segala-galanya kecuali batu gunung dan pasir. Ia seraya merintih dan menangis, memegang kuat-kuat baju Nabi Ibrahim memohon belas kasihnya, janganlah ia ditinggalkan seorang diri di tempat yang kosong itu, tiada seorang manusia, tiada seekor binatang, tiada pohon dan tidak terlihat pula air mengalir, sedangkan ia masih menanggung beban mengasuh anak yang kecil yang masih menyusu. Nabi Ibrahim mendengar keluh kesah Hajar merasa tidak tergamak meninggalkannya seorang diri di tempat itu bersama puteranya yang sangat disayangi akan tetapi ia sedar bahwa apa yang dilakukan nya itu adalah kehendak Allah s.w.t. yang tentu mengandungi hikmat yang masih terselubung baginya dan ia sedar pula bahawa Allah akan melindungi Ismail dan ibunya dalam tempat pengasingan itu dan segala kesukaran dan penderitaan. Ia berkata kepada Hajar :

“Bertawakkallah kepada Allah yang telah menentukan kehendak-Nya, percayalah kepada kekuasaan-Nya dan rahmat-Nya. Dialah yang memerintah aku membawa kamu ke sini dan Dialah yang akan melindungi mu dan menyertaimu di tempat yang sunyi ini. Sesungguh kalau bukan perintah dan wahyunya, tidak sesekali aku tergamak meninggalkan kamu di sini seorang diri bersama puteraku yang sangat ku cintai ini. Percayalah wahai Hajar bahwa Allah Yang Maha Kuasa tidak akan melantarkan kamu berdua tanpa perlindungan-Nya. Rahmat dan barakah-Nya akan tetap turun di atas kamu untuk selamanya, insya-Allah.”

Mendengar kata-kata Ibrahim itu segeralah Hajar melepaskan genggamannya pada baju Ibrahim dan dilepaskannyalah beliau menunggang untanya kembali ke Palestin dengan iringan air mata yang bercurahan membasahi tubuh Ismail yang sedang menetak. Sedang Nabi Ibrahim pun tidak dapat menahan air matanya keetika ia turun dari dataran tinggi meninggalkan Makkah menuju kembali ke Palestin di mana isterinya Sarah dengan puteranya yang kedua Ishak sedang menanti. Ia tidak henti-henti selama dalam perjalanan kembali memohon kepada Allah perlindungan, rahmat dan barakah serta kurniaan rezeki bagi putera dan ibunya yang ditinggalkan di tempat terasing itu. Ia berkata dalam doanya:” Wahai Tuhanku! Aku telah tempatkan puteraku dan anak-anak keturunannya di dekat rumah-Mu { Baitullahil Haram } di lembah yang sunyi dari tanaman dan manusia agar mrk mendirikan solat dan beribadat kepada-Mu. Jadikanlah hati sebahagian manusia cenderung kepada mrk dan berilah mrk rezeki dari buah-buahan yang lazat, mudah-mudahan mrk bersyukur kepada-Mu.”

Mata Air Zamzam

Sepeninggal Nabi Ibrahim tinggallah Hajar dan puteranya di tempat yang terpencil dan sunyi itu. Ia harus menerima nasib yang telah ditakdirkan oleh Allah atas dirinya dengan kesabaran dan keyakinan penuh akan perlindungan-Nya. Bekalan makanan dan minuman yang dibawanya dalam perjalanan pada akhirnya habis dimakan selama beberapa hari sepeninggalan Nabi Ibrahim. Maka mulailah terasa oleh Hajar beratnya beban hidup yang harus ditanggungnya sendiri tanpa bantuan suaminya. Ia masih harus meneteki anaknya, namun air teteknya makin lama makin mengering disebabkan kekurangan makan .Anak yang tidak dapat minuman yang memuaskan dari tetek ibunya mulai menjadi cerewet dan tidak henti-hentinya menangis. Ibunya menjadi panik, bingung dan cemas mendengar tangisan anaknya yang sgt menyayat hati itu. Ia menoleh ke kanan dan ke kiri serta lari ke sana ke sini mencari sesuap makanan atau seteguk air yang dpt meringankan kelaparannya dan meredakan tangisan anaknya, namun sia-sialah usahanya. Ia pergi berlari harwalah menuju bukit Shafa kalau-kalau ia boleh mendapatkan sesuatu yang dapat menolongnya tetapi hanya batu dan pasir yang didapatnya disitu, kemudian dari bukit Shafa ia melihat bayangan air yang mengalir di atas bukit Marwah dan larilah ia berharwahlah ke tempat itu namun ternyata bahawa yang disangkanya air adalha fatamorangana {bayangan} belaka dan kembalilah ke bukit Shafa karena mendengar seakan-akan ada suara yang memanggilnya tetapi gagal dan melesetlah dugaannya. Demikianlah maka karena dorongan hajat hidupnya dan hidup anaknya yang sangat disayangi, Hajar mundar-mundir berlari sampai tujuh kali antara bukit Shafa dan Marwah yang pada akhirnya ia duduk termenung merasa penat dan hampir berputus asa.

Diriwayatkan bahawa selagi Hajar berada dalam keadaan tidak berdaya dan hampir berputus asa kecuali dari rahmat Allah dan pertolongan-Nya datanglah kepadanya malaikat Jibril bertanya:” Siapakah sebenarnya engkau ini?” ” Aku adalah hamba sahaya Ibrahim”. Jawab Hajar.” Kepada siapa engkau dititipkan di sini?”tanya Jibril.” Hanya kepad Allah”,jawab Hajar.Lalu berkata Jibril:” Jika demikian, maka engkau telah dititipkan kepada Dzat Yang Maha Pemurah Lagi Maha Pengasih, yang akan melindungimu, mencukupi keperluan hidupmu dan tidak akan mensia-siakan kepercayaan ayah puteramu kepada-Nya.”

Kemudian diajaklah Hajar mengikuti-nya pergi ke suatu tempat di mana Jibril menginjakkan telapak kakinya kuat-kuat di atas tanah dan segeralah memancur dari bekas telapak kaki itu air yang jernih dengan kuasa Allah .Itulah dia mata air Zamzam yang sehingga kini dianggap keramat oleh jemaah haji, berdesakan sekelilingnya bagi mendapatkan setitik atau seteguk air daripadanya dan kerana sejarahnya mata air itu disebut orang ” Injakan Jibril “.
Alngkah gembiranya dan lega dada Hajar melihat air yang mancur itu. Segera ia membasahi bibir puteranya dengan air keramat itu dan segera pula terlihat wajah puteranya segar kembali, demikian pula wajah si ibu yang merasa sgt bahagia dengan datangnya mukjizat dari sisi Tuhan yang mengembalikan kesegaran hidup kepadanya dan kepada puteranya sesudah dibayang-bayangi oleh bayangan mati kelaparan yang mencekam dada.

Mancurnya air Zamzam telah menarik burung-burung berterbangan mengelilingi daerah itu menarik pula perhatian sekelompok bangsa Arab dari suku Jurhum yang merantau dan sedang berkhemah di sekitar Makkah. Mereka mengetahui dari pengalaman bahwa di mana ada terlihat burung di udara, nescaya dibawanya terdapat air, maka diutuslah oleh mrk beberapa orang untuk memeriksa kebenaran teori ini. Para pemeriksa itu pergi mengunjungi daerah di mana Hajar berada, kemudian kembali membawa berita gembira kepada kaumnya tentang mata air Zamzam dan keadaan Hajar bersama puteranya. Segera sekelompok suku Jurhum itu memindahkan perkhemahannya ke tempat sekitar Zamzam ,dimana kedatangan mrk disambut dengan gembira oleh Hajar karena adanya sekelompok suku Jurhum di sekitarnya, ia memperolehi jiran-jiran yang akan menghilangkan kesunyian dan kesepian yang selama ini dirasakan di dalam hidupnya berduaan dengan puteranya saja.

Hajar bersyukur kepada Allah yang dengan rahmatnya telah membuka hati orang-orang itu cenderung datang meramaikan dan memecahkan kesunyian lembah di mana ia ditinggalkan sendirian oleh Ibrahim.

Nabi Ismail Sebagai Qurban

Nabi Ibrahim dari masa ke semasa pergi ke Makkah untuk mengunjungi dan menjenguk Ismail di tempat pengasingannya bagi menghilangkan rasa rindu hatinya kepada puteranya yang ia sayangi serta menenangkan hatinya yang selalu rungsing bila mengenangkan keadaan puteranya bersama ibunya yang ditinggalkan di tempat yang tandus, jauh dari masyarakat kota dan pengaulan umum.
Sewaktu Nabi Ismail mencapai usia remajanya Nabi Ibrahim a.s. mendapat mimpi bahwa ia harus menyembelih Ismail puteranya. Dan mimpi seorang nabi adalah salah satu dari cara-cara turunnya wahyu Allah , maka perintah yang diterimanya dalam mimpi itu harus dilaksanakan oleh Nabi Ibrahim. Ia duduk sejurus termenung memikirkan ujian yang maha berat yang ia hadapi. Sebagai seorang ayah yang dikurniai seorang putera yang sejak puluhan tahun diharap-harapkan dan didambakan ,seorang putera yang telah mencapai usia di mana jasa-jasanya sudah dapat dimanfaatkan oleh si ayah , seorang putera yang diharapkan menjadi pewarisnya dan penyampung kelangsungan keturunannya, tiba-tiba harus dijadikan qurban dan harus direnggut nyawa oelh tangan si ayah sendiri.

Namun ia sebagai seorang Nabi, pesuruh Allah dan pembawa agama yang seharusnya menjadi contoh dan teladan bagi para pengikutnya dalam bertaat kepada Allah ,menjalankan segala perintah-Nya dan menempatkan cintanya kepada Allah di atas cintanya kepada anak, isteri, harta benda dan lain-lain. Ia harus melaksanakan perintah Allah yang diwahyukan melalui mimpinya, apa pun yang akan terjadi sebagai akibat pelaksanaan perintah itu.
Sungguh amat berat ujian yang dihadapi oleh Nabi Ibrahim, namun sesuai dengan firman Allah yang bermaksud:” Allah lebih mengetahui di mana dan kepada siapa Dia mengamanatkan risalahnya.” Nabi Ibrahim tidak membuang masa lagi, berazam {niat} tetap akan menyembelih Nabi Ismail puteranya sebagai qurban sesuai dengan perintah Allah yang telah diterimanya.Dan berangkatlah serta merta Nabi Ibrahim menuju ke Makkah untuk menemui dan menyampaikan kepada puteranya apa yang Allah perintahkan.

Nabi Ismail sebagai anak yang soleh yang sgt taat kepada Allah dan bakti kepada orang tuanya, ketika diberitahu oleh ayahnya maksud kedatangannya kali ini tanpa ragu-ragu dan berfikir panjang berkata kepada ayahnya:” Wahai ayahku! Laksanakanlah apa yang telah diperintahkan oleh Allah kepadamu. Engkau akan menemuiku insya-Allah sebagai seorang yang sabar dan patuh kepada perintah. Aku hanya meminta dalam melaksanakan perintah Allah itu , agar ayah mengikatku kuat-kuat supaya aku tidak banyak bergerak sehingga menyusahkan ayah, kedua agar menanggalkan pakaianku supaya tidak terkena darah yang akan menyebabkan berkurangnya pahalaku dan terharunya ibuku bila melihatnya, ketiga tajamkanlah parangmu dan percepatkanlah perlaksanaan penyembelihan agar menringankan penderitaan dan rasa pedihku, keempat dan yang terakhir sampaikanlah salamku kepada ibuku berikanlah kepadanya pakaian ku ini untuk menjadi penghiburnya dalam kesedihan dan tanda mata serta kenang-kenangan baginya dari putera tunggalnya.”Kemudian dipeluknyalah Ismail dan dicium pipinya oleh Nabi Ibrahim seraya berkata:” Bahagialah aku mempunyai seorang putera yang taat kepada Allah, bakti kepada orang tua yang dengan ikhlas hati menyerahkan dirinya untuk melaksanakan perintah Allah.”

Saat penyembelihan yang mengerikan telah tiba. Diikatlah kedua tangan dan kaki Ismail, dibaringkanlah ia di atas lantai, lalu diambillah parang tajam yang sudah tersedia dan sambil memegang parang di tangannya, kedua mata nabi Ibrahim yang tergenang air berpindah memandang dari wajah puteranya ke parang yang mengilap di tangannya, seakan-akan pada masa itu hati beliau menjadi tempat pertarungan antara perasaan seorang ayah di satu pihak dan kewajiban seorang rasul di satu pihak yang lain. Pada akhirnya dengan memejamkan matanya, parang diletakkan pada leher Nabi Ismail dan penyembelihan di lakukan . Akan tetapi apa daya, parang yang sudah demikian tajamnya itu ternyata menjadi tumpul dileher Nabi Ismail dan tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya dan sebagaimana diharapkan.

Kejadian tersebut merupakan suatu mukjizat dari Allah yang menegaskan bahwa perintah pergorbanan Ismail itu hanya suatu ujian bagi Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail sampai sejauh mana cinta dan taat mereka kepada Allah. Ternyata keduanya telah lulus dalam ujian yang sangat berat itu. Nabi Ibrahim telah menunjukkan kesetiaan yang tulus dengan pergorbanan puteranya. untuk berbakti melaksanakan perintah Allah sedangkan Nabi Ismail tidak sedikit pun ragu atau bimbang dalam memperagakan kebaktiannya kepada Allah dan kepada orang tuanya dengan menyerahkan jiwa raganya untuk dikorbankan, sampai-sampai terjadi seketika merasa bahwa parang itu tidak lut memotong lehernya, berkatalah ia kepada ayahnya:” Wahai ayahku! Rupa-rupanya engkau tidak sampai hati memotong leherku karena melihat wajahku, cubalah telangkupkan aku dan laksanakanlah tugasmu tanpa melihat wajahku.”Akan tetapi parang itu tetap tidak berdaya mengeluarkan setitik darah pun dari daging Ismail walau ia telah ditelangkupkan dan dicuba memotong lehernya dari belakang.

Dalam keadaan bingung dan sedih hati, karena gagal dalam usahanya menyembelih puteranya, datanglah kepada Nabi Ibrahim wahyu Allah dengan firmannya:” Wahai Ibrahim! Engkau telah berhasil melaksanakan mimpimu, demikianlah Kami akan membalas orang-orang yang berbuat kebajikkan .”Kemudian sebagai tebusan ganti nyawa Ismail telah diselamatkan itu, Allah memerintahkan Nabi Ibrahim menyembelih seekor kambing yang telah tersedia di sampingnya dan segera dipotong leher kambing itu oleh beliau dengan parang yang tumpul di leher puteranya Ismail itu. Dan inilah asal permulaan sunnah berqurban yang dilakukan oleh umat Islam pada tiap hari raya Idul Adha di seluruh pelosok dunia.

Sumber: https://www.catatanmoeslimah.com/