Konsep Dasar Perpajakan Internasional

Konsep Dasar Perpajakan Internasional

Konsep Dasar Perpajakan Internasional

Indonesia merupakan bagian dari dunia internasional yang sudah pasti dalam menjalankan roda pemerintahannya melakukan hubungan internasional. Indonesia sebagai negara berdaulat memiliki hak untuk membuat ketentuan tentang perpajakan. Fungsi dari pajak yang ditarik oleh pemerintah ini utamanya adalah untuk membiayai kegiatan pemerintahan dalam rangka menyediakan barang dan jasa publik yang diperlukan oleh seluruh rakyat Indonesia. Di samping itu, pajak juga berfungsi untuk mengatur perilaku warga negara untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu.
Hubungan internasional dapat berupa kerjasama di bidang keamanan pertahanan, kerjasama di bidang sosial, ekonomi, budaya dan lainnya, namun pembahasan ini terbatas pada kegiatan ekspor maupun impor (Transaksi Perdagangan Internasional) yang terkait dengan pajak internasional.
Setiap kerjasama yang dilakukan oleh setiap negara tentunya harus disepakati terlebih dahulu oleh para pihak guna mencapai komitmen bersama yang termuat dalam suatu perjanjian internasional, tidak terkecuali perjanjian dalam bidang perpajakan. Transaksi antar ke dua negara atau beberapa negara dapat menimbulkan aspek perpajakan, hal ini perlu diatur dan disepakati oleh kedua negara atau seluruh dunia guna meningkatkan perekonomian dan perdagangan kedua negara, agar tidak menghambat investasi penanaman modal asing akibat pengenaan pajak yang memberatkan wajib pajak yang berkedudukan di kedua negara yang mengadakan transaksi tersebut.

Untuk itu perlu adanya kebijakan perpajakan internasional dalam hal mengatur hak pengenaan pajak yang berlaku disuatu negara, dengan asumsi bahwa disetiap negara dapat dipastikan sudah mengatur ketentuan pajak dalam wilayah yang menjadi kedaulatannya. Namun setiap negara tidak bebas mengatur pengenaan pajak terhadap badan atau warga negara asing, pajak internasional merupakan salah satu bentuk hukum internasional, dimana setiap negara harus tunduk pada kesepakatan dunia internasional yang dikenal dengan istilah Konvensi Wina.

Baca Juga :

Pemajakan Transaksi Lintas Negara

Pemajakan Transaksi Lintas Negara

Pemajakan Transaksi Lintas Negara
Pemajakan berganda terjadi karena benturan antar klaim pemajakan. Secara umum, ketentuan pajak internasional suatu negara meliputi 2 (dua) dimensi luas yaitu:

 

  1. Pemajakan terhadap wajib pajak dalam negeri (WPDN) atas penghasilan dari luar negeri, dan
  2. Pemajakan terhadap wajib pajak luar negeri (WPLN) atas penghasilan dari dalam negeri (domestik).

 

Bagian pertama merujuk pada permajakan atas penghasilan luar negeri atau transaksi (ke) luar batas negara (outward, outbound transaction) karena umumnya melibatkan eksportasi modal ke mancanegara sedangkan dimensi kedua menunjuk pada pemajakan atas penghasilan domestik atau transaksi (ke) dalam batas negara (inward, inbound transaction) karena umumnya melibatkan importasi modal dari manca negara.
Dalam aplikasinya pemajakan penghasilan luar negeri dilakukan oleh negara domisili (residence country), sedangkan pemajakan penghasilan domestik dilakukan oleh negara sumber (source country) Baik negara sumber maupun negara domisili biasanya berhak untuk mengenakan pajak berdasarkan undang-undang domestiknya. Pengenaan pajak oleh dua yurisdiksi perpajakan terhadap satu jenis penghasilan inilah yang biasanya menimbulkan pengenaan pajak berganda sehingga perlu diatur dalam suatu persetujuan antara negara sumber dan negara domisili.
Misalnya: PT A punya cabang di Jepang. Penghasilan cabang di Jepang dikenakan pajak oleh fiskus Jepang. Sedangkan di Indonesia penghasilan itu digabung dengan penghasilan dalam negeri lalu dikalikan tarif pajak UU domestik Indonesia.
Bentrokan klaim lebih diperparah bila terjadi dual residen, dimana terdapat dua negara sama-sama mengklaim seorang subjek pajak sebagi wajib pajak dalam negerinya yang menyebabkan ia terkena pemajakan global dua kali.
Misalnya: Mr. A bekerja di Indonesia lebih dari 183 hari namun setiap sabtu dan minggu ia pulang ke rumahnya di Singapura. Mr. A dianggap WPDN oleh Indonesia dan juga Singapura sehingga untuk wajib melapor dan membayar pajak untuk penghasilan globalnya pada Indonesia maupun Singapura.

PENGERTIAN PAJAK BERGANDA DOMESTIK

PENGERTIAN PAJAK BERGANDA DOMESTIK

PENGERTIAN PAJAK BERGANDA DOMESTIK
1. Konsep ekonomi
Pengertian pajak berganda atau yang dikenal dengan istilah double taxation adalah pengenaan pajak oleh suatu yurisdiksi lebih dari satu kali. Dalam konsep ekonomi, yang disebut dengan double taxation adalah pengenaan pajak lebih dari satu kali atas penghasilan ekonomi yang sama.
Misalnya seorang karyawan swasta menerima penghasilan berupa gaji. Atas pemberian gaji tersebut, perusahaan melakukan pemotongan PPh Pasal 21. Gaji tersebut akan digunakan untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Pada saat gaji tersebut dibelanjakan, akan dikenakan PPN atas barang yang dibeli. Dari contoh tersebut dapat terlihat bahwa atas penghasilan yang berupa gaji, akan dikenakan dua kali pemajakan.
Jika dijabarkan dalam rumus ekonomi akan menghasilkan rumus sebagai berikut:
Yd (penghasilan) = C (Konsumsi) + S (Tabungan)
Yd = Y (gaji) – T (pajak) –> pajak penghasilan yang dipungut perusahaan
C (konsumsi) juga mengandung unsur pajak karena terdapat unsur PPN dalam beberapa barang yang dikonsumsi.
2. Konsep yuridis
Pengenaan pajak berganda adalah pengenaan pajak lebih dari satu kali oleh yurisdiksi yang sama atas penghasilan yang secara yuridis sama jenisnya.
Menurut konsep yuridis, pengenaan pajak atas gaji sebagaimana dicontohkan di atas bukan merupakan pengenaan pajak berganda. Hal ini dikarenakan, pajak yang dikenakan atas penghasilan tersebut didasarkan pada yurisdiksi yang berbeda. Pajak penghasilan atas gaji dikenakan berdasarkan UU PPh. Sedangkan pajak yang dikenakan saat mengonsumsi barang tertentu dikenakan berdasarkan UU PPN. Selain itu, subjek pajaknya pun berbeda. PPh dikenakan atas penghasilan yang diterima karyawan tersebut. Sedang PPN dikenakan atas pembelian Barang Kena Pajak (BKP) yang dikonsumsi oleh karyawan tersebut

Macam-Macam Karya Ilmiah

Macam-Macam Karya Ilmiah

Macam-Macam Karya Ilmiah
  1. Skripsi; adalah karya tulis (ilmiah) mahasiswa untuk melengkapi syarat mendapatkan gelar sarjana (S1). Skripsi ditulis berdasarkan pendapat (teori) orang lain. Pendapat tersebut didukung data dan fakta empiris-obyektif, baik berdasarkan penelitian langsung, observasi lapangan / penelitian di laboratorium, ataupun studi kepustakaan. Skripsi menuntut kecermatan metodologis hingga menggaransi ke arah sumbangan material berupa penemuan baru.
  2. Tesis; adalah jenis karya tulis dari hasil studi sistematis atas masalah. Tesis mengandung metode pengumpulan, analisis dan pengolahan data, dan menyajikan kesimpulan serta mengajukan rekomendasi. Orisinalitas tesis harus nampak, yaitu dengan menunjukkan pemikiran yang bebas dan kritis. Penulisannya baku dan tesis dipertahankan dalam sidang. Tesis juga bersifat argumentative dan dihasilkan dari suatu proses penelitian yang memiliki bobot orisinalitas tertentu.
  3. Disertasi; adalah karya tulis ilmiah resmi akhir seorang mahasiswa dalam menyelesaikan program S3 ilmu pendidikan. Disertasi merupakan bukti kemampuan yang bersangkutan dalam melakukan penelitian yang berhubungan dengan penemuan baru dalam salah satu disiplin ilmu pendidikan.

Baca Juga :

Ciri-Ciri Karya Ilmiah

Ciri-Ciri Karya Ilmiah

Ciri-Ciri Karya Ilmiah
  1. Struktur Sajian

Struktur sajian karya ilmiah sangat ketat, biasanya terdiri dari bagian awal (pendahuluan), bagian inti (pokok pembahasan), dan bagian penutup. Bagian awal merupakan pengantar ke bagian inti, sedangkan inti merupakan sajian gagasan pokok yang ingin disampaikan yang dapat terdiri dari beberapa bab atau subtopik. Bagian penutup merupakan kesimpulan pokok pembahasan serta rekomendasi penulis tentang tindak lanjut gagasan tersebut.

  1. Komponen dan Substansi

Komponen karya ilmiah bervariasi sesuai dengan jenisnya, namun semua karya ilmiah mengandung pendahuluan, bagian inti, penutup, dan daftar pustaka. Artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal mempersyaratkan adanya abstrak.

  1. Sikap Penulis

Sikap penulis dalam karya ilmiah adalah objektif, yang disampaikan dengan menggunakan gaya bahasa impersonal, dengan banyak menggunakan bentuk pasif, tanpa menggunakan kata ganti orang pertama atau kedua.

  1. Penggunaan Bahasa

Bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah adalah bahasa baku yang tercermin dari pilihan kata / istilah, dan kalimat-kalimat yang efektif dengan struktur yang baku.

Sumber : https://synthesisters.com/

Bentuk Karya Ilmiah

Bentuk Karya Ilmiah

Bentuk Karya Ilmiah

Dalam karya ilmiah dikenal antara lain berbentuk makalah, report atau laporan ilmiah yang dibukukan, dan buku ilmiah.

  1. Karya Ilmiah Berbentuk Makalah

Makalah pada umumnya disusun untuk penulisan didalam publikasi ilmiah, misalnya jurnal ilmu pengetahuan, proceeding untuk seminar bulletin, atau majalah ilmu pengetahuan dan sebagainya. Maka ciri pokok makalah adalah singkat, hanya pokok-pokok saja dan tanpa daftar isi.

  1. Karya Ilmiah Berbentuk Report/ Laporan Ilmiah Yang Dibukukan

Karya ilmiah jenis ini biasanya ditulis untuk melaporkan hasil-hasil penelitian, observasi, atau survey yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok orang. Laporan ilmiah yang menjadi persyaratan akademis di perguruan tinggi biasanya disebut Skripsi, yang biasanya dijadikan persyaratan untuk karya ilmiah jenjang S1, Tesis untuk jenjang S2, dan Disertasi untuk jenjang S3.

  1. Buku Ilmiah

Buku ilmiah adalah karya ilmiah yang tersusun dan tercetak dalam bentuk buku oleh sebuah penerbit buku umum untuk dijual secara komersial di pasaran. Buku ilmiah dapat berisi pelajaran khusus sampai ilmu pengetahuan umum yang lain.

Sumber : https://belinda-carlisle.com/

JEJU ISLAND: KOREA’S HIDDEN JEWEL

JEJU ISLAND: KOREA’S HIDDEN JEWEL

JEJU ISLAND KOREA’S HIDDEN JEWEL

South Korea, the land of ginseng and kimchi, might be well-known for its high-tech products like cars, ships, flat-screen TVs and smartphones, but it’s like a hidden treasure when it comes to tourism.

Many people do not know much about Korea’s natural beauty, amazing historical monuments, rich culture, mouth-watering cuisine and world-class infrastructure.

Some Korean friends told me about a natural wonder in their country. Last month I had a chance to visit this wonderful place called Jeju Island, which is more than double the size of Singapore.

After having a nice breakfast at the Lotte Hotel, perhaps the best hotel on the island, I started my journey in the morning. To my utter disappointment, it was a rainy day and completely covered with fog. One couldn’t see beyond a few meters. But my guide, Won Jong-suk, consoled me, saying the weather would not disrupt our journey. I didn’t believe her words. But she was right.

After driving just 10 minutes, we entered into a different world where there was no rain and fog but only sunshine. It was like magic. Throughout the day, most of the hilly areas are covered with fog on Jeju.

Located in the southwest area of the Korean Peninsula, Jeju Island is an oval-shaped volcanic island that is more than 90 percent covered with basalt.

One could say Jeju is like our Bali. With its magnificent views of nature, exotic pearly beaches, lush green pastures, gardens filled with beautiful aromatic flowers, tangerine groves, clean water, fresh air, nice food and beautiful golf courses, the island is certainly an ideal place for romance and relaxation.

That’s why it was no wonder I found so many love birds and true migratory birds roaming on the resort.

“It is a paradise for honeymooners,” Lee Sun-mi, a visitor from Seoul, told The Jakarta Post.

I was so sad because I already had my honeymoon 15 years ago in Bali, the Island of the Gods. To me, there would not be any chance of competing with all of those birds in the art of love.

“Don’t worry. You can come to Jeju next time with your wife to have your second honeymoon,” Lee said, laughing.

One of the main attractions on Jeju is Mount Halla or Hallasan, the highest mountain in Korea. The 1,950-meter high mountain is the central peak of the shield volcano of Jeju. There are so many hiking trails from different places. Among them, the Yeongsil trail, which takes three to four hours, is the easiest and the Gwaneumsa trail, which is about eight to nine hours, is the toughest way to scale Mount Halla.
Since I was visiting Jeju in May, I missed the cherry blossoms on Mount Halla, but I spotted some yellow canola.

The island has so many lava domes and lava tubes. Among them, the Manjanggul lava tube, which stretches 7.4 kilometers, is the most worth seeing.

Another major attraction is Manjanggul Cave, where we can see the wonder of nature.

The island is also home to beautiful waterfalls like Cheonjiyeon Waterfall and Jeongbang Waterfall. These picturesque spots have drawn the attention of moviemakers. Korea’s popular TV dramas All In, Dae Jang Geum (Jewel in the Palace), Tae Wang Sa Shin Gi (The Legend) and Iris were shot on Jeju Island. Because of these films, so many foreign tourists flock to Jeju to see these places.

Are you looking for a sunrise peak? If so, the place to go to is the beautiful Seongsan Ilchulbong Tuff Cone on Jeju, which is also called an island of sky and sea. The cone, which is 179 meters in height, was formed when an underwater volcano erupted in the middle of the ocean some 5,000 years ago.

“The best place in Jeju to watch the sunrise is Seongsan Ilchulbong,” Won said.

The largest island in Korea has numerous museums, theme parks, farms and folk villages on every corner of the island. I found so many trekking paths, roads, carriage paths, and water and air games. The administration of the Jeju self-governing province has been trying to promote the island as a destination for relaxation, shopping and MICE activities.

“We have well-developed infrastructure on the island. We have 17 five-star hotels, 27 golf courses and eight casinos,” Park Yung-soo, president of the Jeju Tourism Organization, told the Post in an exclusive interview recently.

According to Park, the Jeju administration just recently started to promote the island on the global market.

“Our main challenge is to raise the awareness about Jeju outside of Korea. Another problem is we don’t have many direct flights from foreign countries,” Park said.
Currently, Jeju is connected to China, Japan and Taiwan through 15 air routes. People coming from Southeast Asia must come to Jeju through Seoul.

When asked about the strengths of Jeju as an international tourist destination, Park said the island had several strengths in many fields.

“Jeju has earned three crowns from international organizations, such as UNESCO. This is the first and only place to be awarded a triple crown in the field of natural beauty,” Park said.

He was referring to UNESCO’s declaration of Jeju as a Biosphere Reserve, World Natural Heritage Site and Global Geopark. In 2007, the World Health Organization declared Jeju Island as a “Safe City”.

Besides this, Park said, Jeju is well known for its mouthwatering cuisine, especially seafood and fresh fruits, and its shopping center.

“Foreign tourists like Chinese, Japanese and Taiwanese love to buy Korean goods because of the quality and competitive prices of Korean products. These people love Korean food,” Park said.

In 2010, around 7.6 million tourists — both domestic and foreign — visited Jeju.

“We have received 777,000 foreign tourists mainly from China, Japan and Taiwan last year. We want to promote Jeju in Indonesia and other Southeast Asian countries,” Park said.

Jeju Island has so many other superlatives. It is also called Samda-do, which means island of three plenties.

“We have plenty of rocks, wind and women in Jeju,” Park said.
Talking about women, Jeju is well-known for Haenyeo, or women divers, who dive in bone chilling cold waters to reach the bottom of the sea to collect seaweed, abalone and sea cucumbers.

“We don’t use oxygen cylinders or modern diving equipment,” Yang Soon-bu, a woman diver, told the Post.

Despite all these things, there is an acute shortage of something one can’t imagine.

“Jeju is called Sammoo-do which means island of three shortages. It’s an island where there are no thieves, beggars or gates,” Park said.

The beautiful Jeju now wants to earn another crown: a place in the New Seven Wonders of the World.

“We are confident that Jeju will win the contest. It deserves it,” Park said.

Before leaving I read the JTO’s vision which reads, “The world comes to Jeju, and Jeju goes to the world.”

Baca Juga :

DAVID VILLA BIOGRAPHY

DAVID VILLA BIOGRAPHY

DAVID VILLA BIOGRAPHY

Profile:
Full Name: David Villa Sánchez
Nick Name: el Guaje
Birth Place: Langreo,Spain
Date of Birth: December 3,1981
Height: 5’9″
Weight: 69 KG
Squad Number: 07
Position: Forward,Striker
Teams/Clubs: Spain,Barcelona

David Villa has become an idol for many football fans due to a successful career in all categories. Born in Tuilla and brought up in the gentle but hard working province of Asturias, ´Guaje´ as he is affectionately nicknamed in the football world, spent his childhood attached to a football. Very few people remember an image of David not kicking a ball.

David always had the support of his family, his father believed he had potential and is a constant and vital support in the footballer’s life.

His first team was Langreo, where he suffered an injury to his right leg and as a result, he began to work on strengthening his left leg. Whether it was out of necessity or perhaps to avoid losing the love he had felt for football since he was a child, this was how he became an ´ambidextrous´ footballer.

His attitude proved positive, but being a discreet and introverted person, home-loving and family orientated, he was quite shy about his success in climbing ladders in the world of football and his repute extended throughout the sporting world.

After Langreo he joined the Mareo School, at only 17 years old. Real Sporting would then become his team and there he played for the Youth team, the reserve B team and finally made his first appearance for the first team during the 2001/02 season. For two years he defended Sporting’s colours in the Second Division, following in the steps of his idol, Enrique Castro `Quini´.

Real Zaragoza noticed his footballing qualities and signed him up in the summer of 2003. During his time at Zaragoza, he made his debut for the National team. The now famous chant “Illa, illa, illa, Villa Maravilla” (Marvellous Villa) could be heard at the Romareda stadium during every home game from then on.

Just before the 2005/06 season began, and with numerous offers on the table, ´Guaje´ signed for Valencia CF. The Club paid the get-out clause of his contract with Zaragoza, set at 12 million euros, and his talent became evident in Spain and in Europe. During that first season he scored 25 goals for Valencia and was the second highest goal scorer in the League. In the following two seasons he scored 15 and 18 goals in League matches.
That season he is moving towards a goal-scoring record, reaching the level of previous Valencia legends such as Kempes, Waldo and Mundo, the latter being the highest goal scorer in Valencia CF’s history.

The 2011-12 season also started on the right foot, but was stoppe unexpectedly on the 15th of December of 2011 in the Club World Cup semifinals. Guaje fractured his tibia and he was forced to say goodbye to the season. In fact, though he worked tirelessly in the recovery, he could not be available to Vicente del Bosque to participate in the European Championship in Poland and Ukraine in 2012.
Villa reappeared with FC Barcelona in August of 2012 and since then, he has been adding games and goals to show that he is once again the lethal striker before the injury. He has also regained his prominence with the ´Roja´ and he is helping with goals his team and the National Team. Another proof of his spirit of excellence and tremendous character, always in the service of his club and the Spanish National Team.

NATIONAL TEAM

His debut with the Spanish National Team was in Almería on 9th February 2005 in a World Cup 2006 qualifying match. Spain were playing against Ukraine and Guaje scored twice. His inclusion in the National team would then be in no doubt and in Euro Cup 2008 he became a National football idol. Now, he is the top scorer in the history of de Spanish team and has won a World Cup and a Eurocup.

FAMILY LIFE

David has been married to Patricia since 2003 and they have two daughters together named Zaida and Olaya and one son, Luca. As a lover of the Asturias countryside and the traditions of his hometown, Tuilla, David is a kind-hearted family man and extremely supportive of those in need. His humility and warmth is valued by those who support him, his family and friends.
David has a strong sense of comradeship. He is respected in the dressing room and admired by his fans. He has a high respect for his colleagues in his day to day work and much loved in the football world.

DAVID VILLA – FOOTBALLER

David Villa is a top footballer with technical quality and speed. He has a talent for scoring goals and reading the game quickly. His goal instincts and goal passes are important elements in his eminence as a player who makes a difference.

Sumber : https://vhost.id/

Pengamat soal Sistem Zonasi: Setiap Sekolah Perlu Memperbaiki Kualitasnya

Pengamat soal Sistem Zonasi: Setiap Sekolah Perlu Memperbaiki Kualitasnya

Pengamat soal Sistem Zonasi Setiap Sekolah Perlu Memperbaiki Kualitasnya

Kendati banyak menuai polemik, namun pengamat pendidikan Arief Rachman

memuji kebijakan sistem zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang diterapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Menurut Arief, sistem zonasi akan menjamin pemerataan peserta didik pada setiap daerah di masa mendatang. “Jadi anak-anak tidak pergi, umpamanya anak Ambon pergi ke Yogya hanya untuk sekolah SMA,” ujar Arier Rachman saat dihubungi SINDOnews, Selasa 25/6/2019). (Baca juga: Hanya Satu SMA, Gubernur WH Anggap PPDB Sistem Zonasi Tak Efektif)

Kendati demikian, ia memberi satu catatan khusus agar sistem zonasi PPDB

ini tidak menjadi permasalahan di kemudian hari, yakni setiap sekolah harus memastikan mutu dari kualitas sekolahnya.

Baca Juga:

Mendikbud Diminta Jelaskan Soal Asesmen Kompetensi Pengganti UN
DPR Soroti Kesiapan Pelaksanaan Program Merdeka Belajar

“Jadi kalau anak-anak itu masuk ke sekolah yang memang di zonanya, sekolah

itu harus diperbaiki, karena itu pelatihan untuk guru-guru harus dilakukan oleh semua zona dan itu menjadi tanggung jawab dan pekerjaan dari pemerintah pusat maupun daerah,” ucapnya.

Soal polemik sistem zonasi PPDB yang terjadi saat ini, Arief mengatakan perlu ada penjelasan kepada masyarakat dan kepastian terkait pembinaan mutu bagi tenaga pendidik di setiap zona.

 

Baca Juga :

Perpres Sistem Zonasi Ditarget Keluar Tahun Ini

Perpres Sistem Zonasi Ditarget Keluar Tahun Ini

Perpres Sistem Zonasi Ditarget Keluar Tahun Ini

Sistem zonasi dalam pendaftaran peserta didik baru (PPDB) akan diperkuat

dengan peraturan presiden (Perpres). Perpres ini akan memperkuat sinkronisasi antar kementerian/lembaga (KL) dan juga pemerintah daerah.

Staf Ahli Bidang Regulasi Pendidikan dan Kebudayaan Kemendikbud Chatarina Muliana Girsang mengatakan, saat ini tengah disusun draft materi untuk perpres yang rencananya dikeluarkan pada tahun ini. Dia menjelaskan, perpres ini penting sebagai dasar sinkronisasi kebijakan terkait sistem zonasi dengan kementerian dan lembaga lain.

”Kita mengejar tahun ini harus keluar (perpres) dan itu kita akan libatkan KL

terkait,” katanya dalam diskusi Dibalik Kebijakan Zonasi di Jakarta, Senin (1/7/2019).

Baca Juga:

Menteri Nadiem Makarim: UN Tidak Dihapus
Menteri Nadiem Paparkan Alasan UN Dihapus Mulai 2021

Chatarina mengatakan, perpres ini penting untuk sinkronisasi, kolaborasi dan

juga sinergi antar KL dan tentunya dengan pemerintah daerah. Chatarina menjelaskan, meski kebijakan zonasi sekolah itu meluncur atas inisiatif Kemendikbud tetapi sistem ini menjadi program pemerintah yang tidak bisa dikerjakan satu kementerian saja.

 

Sumber :

http://diana-ega-fst12.web.unair.ac.id/artikel_detail-322214-Umum-RodeoStampede.html