Fagositosis

Fagositosis

Fagositosis adalah mekanisme pertahanan yang dilakukan oleh sel-sel fagosit dengan cara mencerna mikrobia/partikel asing. Sel fagosit terdiri dari dua jenis, yaitu fagosit mononuklear dan fagosit polimorfonuklear. Contoh fagosit mononuklear adalah monosit (di dalam darah) dan jika bermigrasi ke jaringan akan berperan sebagai makrofag. Contoh fagosit polimorfonuklear adalah granulosit, yaitu neutrofil, eosinofil, basofil, dan cell mast (mastosit). Sel-sel fagosit akan bekerja sama setelah memperoleh sinyal kimiawi dari jaringan yang terinfeksi patogen. Berikut ini adalah proses fagositosis :

(a)      Pengenalan (recognition), mikrobia atau partikel asing terdeteksi oleh sel-sel fagosit.

(b)     Pergerakan (chemotaxis), pergerakan sel fagosit menuju patogen yang telah terdeteksi.

(c)      Perlekatan (adhesion), partikel melekat dengan reseptor pada membran sel fagosit.

(d)     Penelanan (ingestion), membran sel fagosit menyelubungi seluruh permukaan patogen dan menelannya ke dalam sitoplasma yang terletak dalam fagosom.

(e)      Pencernaan (digestion), lisosom yang berisi enzim-enzim bergabung dengan fagosom membentuk fagolisosom dan mencerna seluruh permukaan patogen hingga hancur. Setelah infeksi hilang, sel fagosit akan mati bersama dengan sel tubuh dan patogen. Hal ini ditandai dengan terbentuknya nanah.

(f)      Pengeluaran (releasing), produk sisa patogen yang tidak dicerna akan dikeluarkan oleh sel fagosit.

(4)  Protein Antimikrobia

Protein yang berperan dalam sistem pertahanan tubuh non spesifik adalah protein komplemen dan interferon. Protein komplemen membunuh patogen dengan cara membentuk lubang pada dinding sel dan membran plasma bakteri tersebut. Hal ini menyebabkan ion Ca2+ keluar dari sel, sementara cairan dan garam-garam dari luar bakteri akan masuk ke dalamnya dan menyebabkan hancurnya sel bakteri tersebut.

Interferon dihasilkan oleh sel yang terinfeksi virus. Interferon dihasilkan saat virus memasuki tubuh melalui kulit dan selaput lendir. Selanjutnya, interferon akan berikatan dengan sel yang tidak terinfeksi. Sel yang berikatan ini kemudian membentuk zat yang mampu mencegah replikasi virus sehingga serangan virus dapat dicegah.

2)      Sistem Pertahanan Tubuh Spesifik atau  Adaptive Immunity

Sistem Pertahanan Tubuh Spesifik merupakan pertahanan tubuh terhadap patogen tertentu yang masuk ke dalam tubuh. Sistem ini bekerja apabila patogen telah berhasil melewati sistem pertahanan tubuh non spesifik. Sistem imun ini diperoleh karena proses adaptasi. Adapun ciri-cirinya yaitu  :

  1. a)Bersifat selektif
  2. b)Tidak memiliki reaksi yang sama terhadap semua jenis benda asing
  3. c)Mampu mengingat infeksi yang terjadi sebelumnya
  4. d)Melibatkan pembentukan sel-sel tertentu dan zat kimia (antibodi)
  5. e)Perlambatan waktu antara eksposur dan respons maksimal

Sistem pertahanan ini diperoleh melalui beberapa cara, yaitu :

(1) Limfosit

(a)    Limfosit B (Sel B)

Proses pembentukan dan pematangan sel B terjadi di sumsum tulang. Sel B berperan dalam pembentukan kekebalan humoral dengan membentuk antibodi. Sel B dapat dibedakan menjadi :

  • Sel B plasma, berfungsi membentuk antibodi.
  • Sel B pengingant, berfungsi mengingat antigen yang pernah masuk ke dalam tubuh serta menstimulasi pembentukan sel B plasma jika terjadi infeksi kedua.
  • Sel B pembelah, berfungsi membentuk sel B plasma dan sel B pengingat.

sumber :

 

Pertahanan Kimiawi

Pertahanan Kimiawi

Pertahanan secara kimiawi dilakukan oleh sekret yang dihasilkan oleh kulit dan membran mukosa. Sekret tersebut mengandung zat-zat kimia yang dapat menghambat pertumbuhan mikrobia. Contoh dari sekret tersebut adalah minyak dan keringat. Minyak dan keringat memberikan suasana asam

(pH 3-5) sehingga dapat mencegah pertumbuhan mikroorganisme di kulit.

Sedangkan air liur (saliva), air mata, dan sekresi mukosa (mukus) mengandung enzim lisozim yang dapat membunuh bakteri dengan cara menghidrolisis dinding sel bakteri hingga pecah sehingga bakteri mati.

(d)   Pertahanan Biologis

Pertahanan secara biologi dilakukan oleh populasi bakteri tidak berbahaya ( Flora normal ) yang hidup di kulit dan membran mukosa. Bakteri tersebut melindungi tubuh dengan cara berkompetisi dengan bakteri patogen dalam memperoleh nutrisi.

(2)   Respons Peradangan (Inflamasi)

Inflamasi merupakan respons tubuh terhadap kerusakan jaringan, misalnya akibat tergores atau benturan keras. Proses inflamasi merupakan kumpulan dari empat gejala sekaligus, yakni dolor (nyeri), rubor (kemerahan), calor (panas), dan tumor (bengkak).

Inflamasi berfungsi mencegah penyebaran infeksi dan mempercepat penyembuhan luka. Reaksi inflamasi juga berfungsi sebagai sinyal bahaya dan sebagai perintah agar sel darah putih (neutrofil dan monosit) melakukan fagositosis terhadap mikrobia yang menginfeksi tubuh. Mekanisme inflamasi dapat dijelaskan sebagai berikut :

(a)      Adanya kerusakan jaringan sebagai akibat dari luka, sehingga mengakibatkan patogen mampu melewati pertahanan tubuh dan menginfeksi sel-sel tubuh.

(b)     Jaringan yang terinfeksi akan merangsang mastosit untuk mengekskresikan histamin dan prostaglandin.

(c)      Terjadi pelebaran pembuluh darah yang meningkatkan kecepatan aliran darah sehingga permeabilitas pembuluh darah meningkat.

(d)     Terjadi perpindahan sel-sel fagosit (neutrofil dan monosit) menuju jaringan yang terinfeksi.

(e)      Sel-sel fagosit memakan patogen.

 

sumber :
https://poekickstarter.com/wormax-io-apk/

Definisi Sistem Imun

Definisi Sistem Imun

Imunitas merupakan jawaban reaksi tubuh terhadap bahan asing secara molekuler maupun seluler. Immunitas berasal dari kata latin yaitu immunitas. Secara umum sistem kekebalan tubuh atau sistem imun adalah sistem perlindungan dari pengaruh luar biologis yang dilakukan oleh sel dan organ khusus pada suatu organisme sehingga tidak mudah terkena penyakit.

Jika sistem imun bekerja dengan benar, sistem ini akan melindungi tubuh terhadap infeksi bakteri dan virus, serta menghancurkan sel kanker dan zat asing lain dalam tubuh. Sebaliknya, jika sistem imun melemah, maka kemampuannya untuk melindungi tubuh juga berkurang, sehingga menyebabkan patogen, termasuk virus dapat berkembang dalam tubuh. Sistem imun juga memberikan pengawasan terhadap pertumbuhan sel tumor. Terhambatnya mekanisme kerja sistem imun dapat meningkatkan resiko terkena beberapa jenis kanker. Sebagai bahan pemicu respon imun tersebut dikenal dengan antigen dan sebagai jawaban reaksi imun dikenal dengan anribodi.

Respon imun merupakan respon tubuh berupa suatu urutan kejadian yang kompleks terhadap antigen yang bertujuan mengeliminasi antigen tersebut. Respon imun melibatkan berbagai macam sel dan protein, terutama sel makrofag, sel limfosit, komplemen, dan sitokin yang saling berinteraksi secara kompleks.

  1. Pembahasan
  2. Peranan Sistem Imun Bagi Tubuh

Sistem imun sangat berperan penting dalam tubuh manusia untuk mencegah patogen yang dapat menyebabkan penyakit dalam tubuh manusia. Adapun beberapa peranan penting dari sistem imun, yaitu :

  1. melindungi tubuh dari serangan benda asing atau bibit penyakit yang masuk kedalam tubuh;
  2. menghilangkan jaringan sel yang mati atau rusak (debris sel) untuk perbaikan jaringan;
  3. mengenali dan menghilangkan sel yang abnormal yang berpotensi menjadi neoplasma;
  4. menjaga keseimbangan homeostatis dalam tubuh dengan membersihkan sisa – sisa sel dan zat buangan sehingga tipe-tipe sel tetap seragam dan tidak berubah.
  1. Macam – macam Sistem Imun
  2. Berdasarkan Cara Mempertahankan Diri dari Penyakit

1)      Sistem Pertahanan Tubuh Non Spesifik atau Inate Immunity

Sistem Pertahanan Tubuh Non Spesifik merupakan pertahanan tubuh yang tidak membedakan mikrobia patogen satu dengan yang lainnya. Dapat mendeteksi adanya benda asing dan melindungi tubuh dari kerusakan, namun tidak dapat mengenali benda asing yang masuk ke dalam tubuh. Sistem imun ini telah ada dalam tubuh sejak dilahirkan. Adapun ciri-cirinya yaitu  :

  1. a)tidak selektif;
  2. b)tidak mampu mengingat infeksi yang terjadi sebelumnya;
  3. c)respon segera bereaksi begitu hospes mengenali adanya serangan mikroorganisme;
  4. d)memiliki komponen yang mampu menangkal benda untuk masuk ke dalam tubuh.

Sistem pertahanan ini diperoleh melalui beberapa cara, yaitu :

(1)   Pertahanan yang Terdapat di Permukaan Tubuh

(a)    Pertahanan Fisik

Pertahanan secara fisik dilakukan oleh lapisan terluar tubuh, yaitu kulit dan membran mukosa, yang berfungsi menghalangi jalan masuknya patogen ke dalam tubuh.

(b)   Pertahanan Mekanis

Pertahanan secara mekanis dilakukan oleh rambut hidung dan silia pada trakea. Rambut hidung berfungsi menyaring udara yang dihirup dari berbagai partikel berbahaya dan mikrobia. Sedangkan silia berfungsi menyapu partikel berbahaya yang terperangkap dalam lendir untuk kemudian dikeluarkan dari dalam tubuh.

sumber :

https://poekickstarter.com/ocean-survival-3d-apk/

 Pemajakan Secara Periodik dan Saat Terutang Pajak Penghasilan

 Pemajakan Secara Periodik dan Saat Terutang Pajak Penghasilan

Penghitungan dan penyetoran/pembayaran PPh ke negara dimulai jika berdasarkan UU PPh (berdasarkan kesepakatan antar rakyat yang diwakili oleh Parlemen Negara yang diwakili oleh Eksekutif yang dituangkan dalam UU PPh) telah timbul kewajiban dari rakyat atau Wajib Pajak untuk membayar PPh ke negara atau telah. timbul hak negara untuk menagih PPh dari Wajib Pajak tersebut. Ketentuan mengenai kapan timbulonya kewajiban Wajib Pajak untuk membayar sebagian penghasilannya disebut ketentuan mengenai saat timbulnya utang PPh atau saat terutangnya PPh. Kita mengenal istilah janji adalah utang, artinya utang timbul karena perjanjian. Demikian pula halnya dengan perpajakan, utang PPh itu timbul karena perjanjian, yaitu perjanjian antara rakyar itu sendiri yang diwakili oleh parlemen dan negara yang diwakili oleh eksekutif dimana perjanjian itu dituangkan dalam bentuk UU yang disebut UU Pajak.

Untuk PPh yang dihitung atau dipajaki pada setiap tahun pajak berakhir disebut Utang PPh Tahunan atau PPh Tahunan Terutang dan dibedakan atas utang:

  1. PPh Tahunan WP Orang Pribadi (Dalam Negeri), yaitu PPh tahunan yang dikenakan terhadap WP Orang Pribadi Dalam Negeri pada akhir tahun atas semua penghasilan yang dikenai PPh bersifat tidak final yang diterima atau diperolehnya selama setahun dari awal tahun sampai akhir tahun.
  2. PPh Tahunan WP Badan (Dalam Negeri), yaitu PPh tahunan yang dikenakan terhadap WP Badan Dalam Negeri pada akhir tahun atas semua penghasilan yang dikenakan PPh bersifat tidak final yang siterima atau diperolehnya selama setahun dari awal tahun sampai akhir tahun.
  3. PPh Tahunan BUT (WP orang Pribadi/Badan Luar Negeri BUT), yaitu PPh tahunan yang dikenakan terhadap WP BUT pada akhir tahun atas semua penghasilan yang dikenakan PPh bersifat tidak final yang diterima atau diperolehnya selama setahun dari awal tahun sampai akhir tahun.
  4. PPh Tahunan WP Warisan yang belum terbagi, yaitu PPh tahunan yang dikenakan terhadap WP Warisan yang belum etrbagi pada akhir tahun atas semua penghasilan yang dikenai PPh bersifat tidak final yang diterima atau diperolehnya selama setahun dari awal tahun sampai akhir tahun.
  5. PPh Tahunan Pasal 21. PPh Tahunan Pasal 21 adalah uang muka PPh Tahunan WP Orang Pribadi dalam negeri yang dikenakan terhadap Wajib Pajak Orang Pribadi Dalam Negeri khusus atas penghasilan yang dikenakan PPh bersifat tidak final berupa penghasilan dari pekerjaan, jasa, dan kegiatan yang diterima atau diperolehnya dari awal tahun sampai akhir tahun bersangkutan. Ketentuan mengenai mekanisme pemajakan PPh Tahunan Pasal 21 diatur di Pasal 21 UU PPh sehingga disebut PPh Pasal 21.
  6. Uang Muka PPh

Mengingat Pemajakan setelah tahun pajak berakhir mengandung kelemahan berupa:

  1. Terbukanya peluang bagi WP untuk menggelapkan penghasilan yang diterima atau diperolehnya pada awal-awal tahun, kemungkinan WP sudah tidak mempunyai uang lagi untuk membayar PPh pada akhir tahun karena sudah habis dipakai sehingga menyulitkan penerimaan negara.

sumber :
https://poekickstarter.com/wormax-io-apk/

MEKANISME PEMAJAKAN PPH DAN RUMUS UMUM MENGHITUNG PPH

MEKANISME PEMAJAKAN PPH DAN RUMUS UMUM MENGHITUNG PPH

Pada dasarnya jika subjek pajak dan objek pajak dari pajak penghasilan sudah ditentukan, kita langsung dapat menghitung besarnya PPh terutang untuk menetukan berapa besarnya sebagian penghasilan (harta kekayaan rakyat) yang harus diberikan kepada negara oleh rakyat yang menerima atau memperoleh penghasilan. Tetapi sebelum kita membahas cara menghitung besarnya PPh terutang, kita terlebih dahulu harus mengetaahui siapa yang diwajibkan untuk menghitung besarnya PPh terutang, menyetorkannya ke kas negara dan mempertanggunjawabkannya, dan mengenai kapan rakyat atau wajib pajak harus menghitung sebagian penghasilannya yang harus dibayar ke negara.

  1. Sistem Pemajakan PPh

Ketentuan mengenai siapa yang diwajibkan menghitung besarnya PPh terutang serta bagaimana tata cara menyetor dan mempertanggungjawabkan kewajibannya itu disebut ketentuan mengenai tata cara pemajakan atau mekanisme pemajakan atau prosedur pemajakan atau administrasi perpajakan PPh.

Pada prinsipnya WP (Tak Payer) itu sendiri harus menghitung dan menetapkan berapa besarnya PPh terutang lalu segera melunasi/membayar sendiri ke kas negara. Cara ini dinamakan cara menetapkan dan membayar pajak sendiri (Self Assesment System) (dasar hukumnya adalah Pasal 12 UU No. 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah diubah terakhir dengan UU No. 16 Tahun 2000 yang disingkat UU KUP). Istilah Self Assesment System adalah istilah hukum. Sedangkan istilah administrasinya adalah Self Taxing System (Sistem Pemajakan Sendiri).

Pengertian sistem pemajakan sendiri adalah WP yang menerima atau memeperoleh penghasilan (menanggung beban pajak) itu sendiri yang menghitung dan menetapkan besarnya pajak yang harus dibayarnya, membayarnya ke kas negara dan melaporkan perhitungan dan pembayaran pajak tersebut ke aparat pajak, serta mempertanggungjawabkannya.

Self Assesment System atau sistem pemajakan sendiri memiliki kelemahaan, yaitu WP bisa melakukan penyelundupan pajak, misalnya dengan menyembunyikan penghasilannya atau melaporkannya dengan tidak benar, dan lain-lain. Untuk melengkapi atau menutupi kelemahan sistem ini, maka pemajakan PPh juga dilakukan dengan cara:

sumber :

https://poekickstarter.com/ocean-survival-3d-apk/

Pengertian Bank Ialah

Pengertian Bank Ialah

Pengertian Bank Ialah

Pengertian Bank Ialah
Pengertian Bank Ialah

 

Pengertian Bank Secara Umum 

Saya rasa kita semua sepakat bahwa arti pendek dari bank adalah tempat menyimpan uang atau menabung, dan juga tempat untuk meminjam uang. Pada artikel ini akan dibahas mengenai pengertian bank secara lengkap, mulai asal kata bank, pengertian bank secara umum, dan pengertian bank menurut udang-undang pemerintah.

Pengertian Bank berdasarkan asal kata 

Asal dari kata bank adalah dari bahasa Italia yaitu banca yang berarti tempat penukaran uang. Secara umum pengertian bank adalah sebuah lembaga intermediasi keuangan yang umumnya didirikan dengan kewenangan untuk menerima simpanan uang, meminjamkan uang, dan menerbitkan promes atau yang dikenal sebagai banknote.

 

Pengertian Bank berdasarkan UU 

Sedangkan pengertian bank menurut Undang-undang Negara Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998 Tanggal 10 November 1998 tentang perbankan, yang dimaksud dengan bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.

Dari pengertian bank menurut Undang-undang Negara Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998 dapat disimpulkan bahwa usaha perbankan meliputi tiga kegiatan, yaitu menghimpun dana, menyalurkan dana, dan memberikan jasa bank lainnya. Kegiatan menghimpun dan menyalurkan dana merupakan kegiatan pokok bank sedangkan memberikan jasa bank lainnya hanya kegiatan pendukung. Kegiatan menghimpun dana, berupa mengumpulkan dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan giro, tabungan, dan deposito. Biasanya sambil diberikan balas jasa yang menarik seperti, bunga dan hadiah sebagai rangsangan bagi masyarakat agar lebih senang menabung. Kegiatan menyalurkan dana, berupa pemberian pinjaman kepada masyarakat. Sedangkan jasa-jasa perbankan lainnya diberikan untuk mendukung kelancaran kegiatan utama tersebut.

 

Pengertian Bank Menurut Para Ahli

G.M. Verryn Stuart 
Bank adalah suatu badan yang bertujuan untuk memuaskan kebutuhan kredit, baik dengan alat-alat pembayarannya sendiri atau dengan uang yang diperolehnya dari orang lain, maupun dengan jalan mengedarkan alat-alat baru berupa uang giral.

Abdul Rachman 
Bank adalah suatu jenis lembaga keuangan yang melaksanakan berbagai jenis jasa, sperti memberikan pinjaman, mengedarkan mata uang, pengawasan terhadap mata uang, bertindak sebagai tempat penyimpanan benda-benda berharga, membiayai usaha perusahaan-perusahaan dan lain-lain. Muhammad Muslehuddin, mengatakan bahwa bank menurut undang-undang perbankan New York mendifinisikan pengertian bank sebagai segala tempat transaksi valuta setempat, juga merupakan usaha dalam bentuk trust, pemberian diskonto dan memperjualbelikan surat kuasa, draf, rekening, dan sistem peminjaman; menerima diposito dan semua bentuk surat berharga; memberi peminjaman; memberi pinjaman uang dengan memberikan jaminan berbentuk harta maupun keselamatan pribadi dan memperdagangkan emas batangan, perak, uang, dan rekening bank. Istilah “banker” dalam undang-undang Bill of Exchange Act 1882 dan Stamp Act, 1891, didefinisikan sebagai orang-orang yang hendak melakukan perdagangan dalam dunia perbankan tanpa menimbulkan akibat apa pun terhadap para pemeluknya.

Thomas Mayer, James D. Duesenberry dan Z. Aliber 
Bank adalah lembaga keuangan yang sangat penting bagi kita, menciptakan beberapa uang dan mempunyai berbagai aktivitas yang lainnya. Frederic S. Mishkin, mengemukakan dalam bukunya The Economics Of Money, Banking, And Financial Markets, bahwa Bankers are financial institution that accept money deposits and make loans. Included under the term banks are firms such as comercial banks, savings and loan associations, mutual savings banks, and credit unions

Definisi Bank menurut Undang-Undang RI Nomor 10 Tahun 1998 
adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.

Sedangkan menurut Hasibuan (2005:2), 
pengertian bank adalah: “Bank adalah badan usaha yang kekayaannya terutama dalam bentuk aset keuangan (financial assets) serta bermotif profit juga sosial, jadi bukan hanya mencari keuntungan saja”.

Selain itu Kasmir (2008:2) 
berpendapat bahwa “Bank merupakan lembaga keuangan yang kegiatannya menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan kemudian menyalurkan kembali ke masyarakat, serta memberikan jasa-jasa bank lainnya”.

Menurut Ikatan Akuntan Indonesia (2002 : 31.1), 
Bank adalah lembaga yang berperan sebagai perantara keuangan (financial intermediary) antara pihak yang memiliki dana dan pihak yang memerlukan dana, serta lembaga yang berfungsi memperlancar lalu lintas pembayaran”.

Menurut J.D Parera (2004 : 137), defenisi bank adalah sebagai berikut : 
Di Indonesia, sebagaimana diatur dalam undang-undang yang dimaksud dengan bank adalah : badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkan dana tersebut kembali kepada masyarakat dalam bentuk kredit atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.


Baca Juga : 

Efektivitas Komunikasi Interpersonal

Efektivitas Komunikasi Interpersonal

Efektivitas Komunikasi Interpersonal

Efektivitas Komunikasi Interpersonal
Efektivitas Komunikasi Interpersonal

Efektivitas Komunikasi Interpersonal dimulai dengan lima kualitas umum yang dipertimbangkan yaitu keterbukaan (openness), empati (empathy), sikap mendukung (supportiveness), sikap positif (positiveness), dan kesetaraan (equality).( Devito, 1997, p.259-264 ).

1. Keterbukaan (Openness)

Kualitas keterbukaan mengacu pada sedikitnya tiga aspek dari komunikasi interpersonal. Pertama, komunikator interpersonal yang efektif harus terbuka kepada orang yang diajaknya berinteraksi. Ini tidaklah berarti bahwa orang harus dengan segera membukakan semua riwayat hidupnya.memang ini mungkin menarik, tapi biasanya tidak membantu komunikasi. Sebaliknya, harus ada kesediaan untuk membuka diri mengungkapkan informasi yang biasanya disembunyikan, asalkan pengungkapan diri ini patut.

Aspek keterbukaan yang kedua mengacu kepada kesediaan komunikator untuk bereaksi secara jujur terhadap stimulus yang datang. Orang yang diam, tidak kritis, dan tidak tanggap pada umumnya merupakan peserta percakapan yang menjemukan. Kita ingin orang bereaksi secara terbuka terhadap apa yang kita ucapkan. Dan kita berhak mengharapkan hal ini. Tidak ada yang lebih buruk daripada ketidak acuhan, bahkan ketidaksependapatan jauh lebih menyenangkan.

Kita memperlihatkan keterbukaan dengan cara bereaksi secara spontan terhadap orang lain. Aspek ketiga menyangkut “kepemilikan” perasaan dan pikiran (Bochner dan Kelly, 1974). Terbuka dalam pengertian ini adalah mengakui bahwa perasaan dan pikiran yang anda lontarkan adalah memang milik anda dan anda bertanggungjawab atasnya. Cara terbaik untuk menyatakan tanggung jawab ini adalah dengan pesan yang menggunakan kata Saya (kata ganti orang pertama tunggal).

2. Empati (empathy)

Henry Backrack (1976) mendefinisikan empati sebagai ”kemampuan seseorang untuk ‘mengetahui’ apa yang sedang dialami orang lain pada suatu saat tertentu, dari sudut pandang orang lain itu, melalui kacamata orang lain itu.” Bersimpati, di pihak lain adalah merasakan bagi orang lain atau merasa ikut bersedih. Sedangkan berempati adalah merasakan sesuatu seperti orang yang mengalaminya, berada di kapal yang sama dan merasakan perasaan yang sama dengan cara yang sama.
Orang yang empatik mampu memahami motivasi dan pengalaman orang lain, perasaan dan sikap mereka, serta harapan dan keinginan mereka untuk masa mendatang. Kita dapat mengkomunikasikan empati baik secara verbal maupun non verbal. Secara nonverbal, kita dapat mengkomunikasikan empati dengan memperlihatkan (1) keterlibatan aktif dengan orang itu melalui ekspresi wajah dan gerak-gerik yang sesuai; (2) konsentrasi terpusat meliputi komtak mata, postur tubuh yang penuh perhatian, dan kedekatan fisik; serta (3) sentuhan atau belaian yang sepantasnya.

3. Sikap mendukung (supportiveness)

Hubungan interpersonal yang efektif adalah hubungan dimana terdapat sikap mendukung (supportiveness). Suatu konsep yang perumusannya dilakukan berdasarkan karya Jack Gibb. Komunikasi yang terbuka dan empatik tidak dapat berlangsung dalam suasana yang tidak mendukung. Kita memperlihatkan sikap mendukung dengan bersikap (1) deskriptif, bukan evaluatif, (2) spontan, bukan strategic, dan (3) provisional, bukan sangat yakin.

4. Sikap positif (positiveness)

Kita mengkomunikasikan sikap positif dalam komunikasi interpersonal dengan sedikitnya dua cara: (1) menyatakan sikap positif dan (2) secara positif mendorong orang yang menjadi teman kita berinteraksi. Sikap positif mengacu pada sedikitnya dua aspek dari komunikasi interpersonal. Pertama, komunikasi interpersonal terbina jika seseorang memiliki sikap positif terhadap diri mereka sendiri.

Kedua, perasaan positif untuk situasi komunikasi pada umumnya sangat penting untuk interaksi yang efektif. Tidak ada yang lebih menyenangkan daripada berkomunikasi dengan orang yang tidak menikmati interaksi atau tidak bereaksi secara menyenangkan terhadap situasi atau suasana interaksi.

5. Kesetaraan (Equality)

Dalam setiap situasi, barangkali terjadi ketidaksetaraan. Salah seorang mungkin lebih pandai. Lebih kaya, lebih tampan atau cantik, atau lebih atletis daripada yang lain. Tidak pernah ada dua orang yang benar-benar setara dalam segala hal. Terlepas dari ketidaksetaraan ini, komunikasi interpersonal akan lebih efektif bila suasananya setara. Artinya,, harus ada pengakuan secara diam-diam bahwa kedua pihak sama-sama bernilai dan berharga, dan bahwa masing-masing pihak mempunyai sesuatu yang penting untuk disumbangkan.

Dalam suatu hubungan interpersonal yang ditandai oleh kesetaraan, ketidak-sependapatan dan konflik lebih dillihat sebagai upaya untuk memahami perbedaan yang pasti ada daripada sebagai kesempatan untuk menjatuhkan pihak lain.kesetaraan tidak mengharuskan kita menerima dan menyetujui begitu saja semua perilaku verbal dan nonverbal pihak lain. Kesetaraan berarti kita menerima pihak lain, atau menurut istilah Carl rogers, kesetaraan meminta kita untuk memberikan ”penghargaan positif tak bersyarat” kepada orang lain.


Sumber: https://airborn.co.id/seva-mobil-bekas/

Media Belajar Cetak dan Cetak

Media Belajar Cetak dan Noncetak

Media Belajar Cetak dan Noncetak

Media Belajar Cetak dan Noncetak
Media Belajar Cetak dan Noncetak

 

Bahan ajar dikelompokkan menjadi bahan ajar cetak, noncetak dan bahan ajar display. Bahan ajar cetak adalah sejumlah bahan yang disiapkan dalam kertas, yang dapat berfungsi untuk keperluan pembelajaran dan penyampaian informasi. Contohnya adalah buku teks, modul, handout, dan lembar kerja siswa.

Kelebihan bahan ajar cetak adalah: b. mudah dipelajari kapan dan di mana pun, d. pengirimannya relatif mudah dan murah dibanding media lainnya, serta

 

Merupakan media yang paling canggih

Untuk mengembangkan kemampuan siswa untuk belajar tentang fakta dan prinsip-prinsip umum serta abstrak dengan menggunakan argumentasi yang logis.

 

Tidak memerlukan alat khusus untuk menggunakannya

Mudah diperoleh dan dibawa ke mana-mana Kekurangan bahan ajar cetak adalah: b. pemaparan materi dalam bahan ajar cetak cenderung linier, d. untuk membuat bahan ajar cetak yang bagus, diperlukan biaya yang tidak sedikit, f. tidak dapat atau sulit memberikan bimbingan kepada pembacanya yang mengalami kesulitan memahami bagian tertentu dari bahan ajar tersebut, serta

Sulit untuk memberikan umpan balik untuk pertanyaan-pertanyaan kompleks yang memiliki kemungkinan banyak jawaban. Membutuhkan kemampuan baca yang tinggi dari pembacanya, Tidak mampu mempresentasikan kejadian secara berurutan.

 

Tidak mampu mempresentasikan gerakan

Jenis bahan ajar noncetak di antaranya adalah OHT, audio, slide, video dan komputer. Kelebihan bahan ajar noncetak secara umum adalah: b. dapat dikombinasikan antara gambar dengan gerakan, serta fleksibel dan mudah diadaptasi. dapat menggambarkan gerakan, keterkaitan, dan memberikan dampak terhadap topik yang dibahas,

Kekurangan bahan ajar noncetak secara umum adalah

  1. pada umumnya membutuhkan alat khusus untuk menggunakannya,
  2. tidak kompatibel antarjenis yang ada, serta
  3. aliran informasi yang disampaikan sangat fixed.

Sumber: https://penirumherbal.co.id/seva-mobil-bekas/

Pengawasan (Supervisi) Proses Pembelajaran

Pengawasan (Supervisi) Proses Pembelajaran

Pengawasan (Supervisi) proses pembelajaran dilakukan melalui kegiatan pemantauan, supervisi, evaluasi, pelaporan, serta tindak lanjut secara berkala dan berkelanjutan. Pengawasan proses pembelajaran dilakukan oleh kepala satuan pendidikan dan pengawas.

  1. Prinsip Pengawasan

Pengawasan dilakukan dengan prinsip objektif dan transparan guna

peningkatan mutu secara berkelanjutan dan menetapkan peringkat

akreditasi.

  1. Sistem dan Entitas Pengawasan

Sistem pengawasan internal dilakukan oleh kepala sekolah,

pengawas, dinas pendidikan dan Lembaga Penjaminan Mutu

Pendidikan.

  1. Kepala Sekolah, Pengawas dan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan melakukan pengawasan dalam rangka peningkatan mutu.
  2. Kepala Sekolah dan Pengawas melakukan pengawasan dalam bentuk supervisi akademik dan supervisi manajerial.

Pengawasan yang dilakukan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan diwujudkan dalam bentuk Evaluasi Diri Sekolah.

  1. Proses Pengawasan
  2. Pemantauan

Pemantauan proses pembelajaran dilakukan pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian hasil pembelajaran. Pemantauan dilakukan melalui antara lain, diskusi kelompok terfokus, pengamatan, pencatatan, perekaman, wawancara, dan dokumentasi.

  1. Supervisi

Supervisi proses pembelajaran dilakukan pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian hasil pembelajaran yang dilakukan melalui antara lain, pemberian contoh, diskusi, konsultasi, atau pelatihan.

  1. Pelaporan

Hasil kegiatan pemantauan, supervisi, dan evaluasi proses pembelajaran disusun dalam bentuk laporan untuk kepentingan tindak lanjut pengembangan keprofesionalan pendidik secara berkelanjutan.

  1. TindakLanjut

Tindak lanjut hasil pengawasan dilakukan dalam bentuk:

1)      Penguatan dan penghargaan kepada guru yang menunjukkan kinerja yang memenuhi atau melampaui standar; dan

2)      Pemberian kesempatan kepada guru untuk mengikuti program pengembangan keprofesionalan berkelanjutan.[31]

Disinilah yang membedakan peraturan yang lama PP No. 19 tahun 2005 dengan Permendikbud No. 65 tahun 2013 yaitu adanya fungsi supervisi sebagai pengawas jalannya proses kebijakan pembelajaran di sekolah – sekolah  maupun madrasah, sehingga diharapkan akan lebih mengoptimalkan pencapaian standard proses tersebut.

baca juga :

Penilaian Proses Pembelajaran

Penilaian Proses Pembelajaran

Penilaian merupakan proses memberikan atau menentukan nilai kepada objek tertentu berdasarkan suatu kriteria tertentu.[26] Dalam proses pembelajaran, penilaian memegang peranan yang penting salah satunya untuk mengetahui tercapai tidaknya proses pembelajaran yang telah dilakukan. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Gronlund (dikutip oleh Zainal Arifin), bahwa penilaian adalah suatu proses yang sistematis dari pengumpulan, analisis, dan interprestasi informasi atau data untuk menentukan sejauh mana peserta didik telah mencapai tujuan pembelajaran.[27] Penilaian pada dasarnya dilakukan untuk memberikan pertimbangan atau nilai berdasarkan kriteria tertentu. Hasil yang diperoleh dari penilaian dinyatakan dalam bentuk hasil belajar.

Penilaian hasil belajar adalah proses pemberian nilai terhadap hasil – hasil  belajar yang dicapai peserta didik dengan kriteria tertentu.[28] Oleh karena itu, penilaian hasil belajar mempunyai beberapa fungsi, yaitu:

  1. Alat untuk mengetahui kemajuan dan perkembangan serta keberhasilan siswa setelah melakukan kegiatan belajar mengajar selama jangka waktu tertentu.
  2. Alat untuk mengetahui tingkat keberhasilan program pembelajaran.
  3. Alat untuk keperluan Bimbingan dan Konseling (BK)
  4. Alat untuk keperluan pengembangan dan perbaikan.[29]

Berdasarkan Permendikbud Nomor 65 tahun 2013  bahwa penilaian proses pembelajaran menggunakan pendekatan penilaian otentik (authentic assesment) yang menilai kesiapan siswa, proses, dan hasil belajar secara utuh. Keterpaduan penilaian ketiga komponen tersebut akan menggambarkan kapasitas, gaya, dan perolehan belajar siswa atau bahkan mampu menghasilkan dampak instruksional (instructional effect) dan dampak pengiring (nurturant effect) dari pembelajaran.

Hasil penilaian otentik dapat digunakan oleh guru untuk merencanakan program perbaikan (remedial), pengayaan (enrichment), atau pelayanan konseling. Selain itu, hasil penilaian otentik dapat digunakan sebagai bahan untuk memperbaiki proses pembelajaran sesuai dengan Standar Penilaian Pendidikan. Evaluasi proses pembelajaran dilakukan saat proses pembelajaran dengan menggunakan alat: angket, observasi, catatan anekdot, dan refleksi.[30]

sumber :

https://www.dosenmatematika.co.id/gb-whatsapp-apk/