Keunggulan Dan Kelemahan Model Pengajaran

Keunggulan Dan Kelemahan Model Pengajaran

Keunggulan Dan Kelemahan Model Pengajaran

Keunggulan Dan Kelemahan Model Pengajaran
Keunggulan Dan Kelemahan Model Pengajaran

 

Adapun keunggulan Menurut Wina Sanjaya (2007: 189);

1. Dengan model pembelajaran guru bisa mengontrol urutan dan mengontrol urutan dan keluasan materi pembelajaran, dengan demikian dia dapat mengetahui sampai sejauh mana siswa menguasai bahan pelajaran yang disampaikan
2. Model pengajaran langsung dianggap sangat efektif apabila materi pelajaran yang harus dikuasai siswa cukup luas, sementara itu waktu yang dimiliki untuk belajar terbatas.
3. Melalui model pengajaran langsung selain siswa dapat mendengar melalui (kuliah) tentang suatu materi pelajaran, juga sekaligus siswa dapat melihat (melalui pelaksanaan demonstrasi)
4. Keuntungan lain adalah model pengajaran langsung bisa digunakan untuk jumlah siswa dan ukuran kelas besar.

Kelemahan Model Pengajaran Langsung 

 
       Menurut Wina Sanjaya (2007: 189) ada tiga hal kelemahan model pengajaran langsung yaitu hanya untuk kemampuan mendengar dan menyimak yang baik, tidak dapat melayani perbedaan kemampuan siswa, hanya menekankan pada komunikasi satu arah (one-way communication). Hal pertama maksudnya model pengajaran langsung hanya dapat berlangsung dengan baik apabila siswa memiliki kemampuan menyimak dan mendengar yang baik.

Hal kedua maksudnya

tidak mungkin dapat melayani perbedaan kemampuan, perbedaan pengetahuan, minat, bakat serta perbedaan gaya belajar. Hal ketiga maksudnya komunikasi model pengajaran langsung lebih banyak terjadi satu arah (one-way communication), maka kesempatan untuk mengontrol pemahaman siswa akan materi pembelajaran sangat terbatas pula disamping itu, komunikasi satu arah bisa mengakibatkan pengetahuan yang dimiliki siswa akan terbatas pada apa yang diberikan.
Baca Juga :

Pengertian Kemampuan Menulis

Pengertian Kemampuan Menulis

Pengertian Kemampuan Menulis

Pengertian Kemampuan Menulis
Pengertian Kemampuan Menulis

 

Setiap individu yang hidup tentu memiliki kemampuan yang bervariasi.

Kemampuan itu dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kondisi fisik, kecerdasan, kekuatan, kecakapan, keterampilan. Tanpa adanya faktor-faktor tersebut maka seseorang tidak dapat melakukannya dengan baik.
    Alwi (2003: 1023) menyatakan; “ kemampuan adalah kecakapan, kesanggupan, kekuatan untuk menyelesaikan tugas.”
Sama halnya dengan ke dua pendapat di atas, Depdiknas (2005:707) menyatakan; “kemampuan adalah kesanggupan, kecakapan dan kekuatan”.

Dari beberapa pendapat di atas

dapat disimpulkan bahwa kemampuan adalah kesanggupan atau kecakapan dalam menghasilkan atau melakukan sesuatu untuk mencapai tujuannnya sesuai dengan kondisi yang diharapkan.
    Menulis mempunyai peranan yang sangat penting bagi manusia. Menulis merupakan salah satu sarana komunikasi seperti halnya berbicara. Namun, dalam prakteknya penggunaan bahasa dalam menulis tidaklah sama dengan komunikasi lisan. Hal ini dikarenakan bahasa digunakan secara fungsional yaitu pemakaian bahasa sebagai media interaksi dan transaksi. Dengan demikian, kegiatan menulis menuntut kecakapan dan kemahiran dalam mengatur menggunakan bahasa, bekerja dengan langkah-langkah terorganisir, gagasan secara sistematis serta mengungkapkan secara tersurat.

Gie (2002:3) menyatakan;

“menulis adalah segenap rangkaian seseorang mengungkapkan buah pikirannya melalui bahasa tulis kepada masyarakat pembaca untuk dipahami.”
    Senada dengan pendapat di atas, Depdiknas (2005:1219) menyatakan; “ menulis adalah melahirkan pikiran atau perasaan dengan tulisan.’ Sedangkan Yunus (2007: 13) menyatakan; “menulis adalah suatu kegiatan penyampaian pesan (komunikasi) dengan menggunakan bahasa tulis sebagai alat atau medianya.”

     Berdasarkan pendapat para ahli

di atas, maka dapat disimpulkan bahwa menulis adalah suatu kegiatan yang dilakukan seseoarang untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan dengan menggali pengetahuan dan pengalaman melalui bahasa tulis.
    Menulis sendiri bukanlah sesuatu hal yang asing bagi kita. Ada banyak manfaat yang dapat diambil dari menulis. Manfaat itu diantaranya dalam hal peningkatana kecerdasan, pengembangan daya inisiatif dan kreativitas, penumbuh keberanian serta pendorong kemauan dan kemampuan mengumpulkan informasi. Namun, aktivitas menulis atau sebagian orang menyebutnya mengarang tidak banyak menyukainya.

Graves dalam Yunus (2007: 14) menyatakan;

“Seseorang enggan menulis karena tidak tahu untuk apa dia menulis, merasa tidak berbakat menulis dan merasa tidak tahu bagaiamana harus menulis. Ketidaksukaan tak lepas dari pengaruh lingkungan keluarga dan masyarakat serta pengalaman pembelajaran menulis atau mengarang disekolah yang kurang memotivasi dan merangsang minat.”
   Berbicara tentang pengaruh lingkungan di sekolah terkadang masih banyak guru bidang studi bahasa Indonessia yang tidak mampu dalam menulis sebuah karanagan sehingga dia kurang memotivasi dan merangsang minat siswa. Seperti pendapat Smith (2007: 14) menyatakan; “pengalaman belajar menulis yang dialami siswa di sekolah tidak terlepas dari kondisi gurunya sendiri. Umumnya gurunya tidak dipersiapkan untuk terampil menulis dan mengajarkannya”.
    Jadi dapat disimpulkan bahwa seorang guru juga harus mampu untuk memahami dan mengerti apa dan bagaimana mengarang itu. Sulit membayangkan seorang guru yang takut dan tidak suka menulis dapat melakukan hal itu. Padahal minat dan kemauan siswa belajar menulis tidak terlepas dari apa yang terjadi pada diri guru dan bagaimana dia mengajarkannya. Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa menulis adalah kesanggupan, kecakapan untuk mengungkapkan ide, pengetahuan, perasaan secara rasional dengan menggunakan bahasa tulis sebagai medianya.

Pengertian Karangan Deskripsi

Pengertian Karangan Deskripsi

Pengertian Karangan Deskripsi

Pengertian Karangan Deskripsi
Pengertian Karangan Deskripsi

Deskripsi berasal dari bahasa Inggris yaitu

description yang artinya melukiskan dengan bahasa. Karangan deskripsi adalah karangan atau tulisan yang bertujuan menggambarkan suatu objek secara terperinci kepada pembaca. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005:258) menyatakan; “ deskripsi adalah pemaparan atau menggambarkan dengan kata-kata secara jelas dan terperinci.”
    Deskripsi adalah pemaparan atau penggambaran dengan kata-kata tentang suatu benda, tempat, suasana atau kejadian. Tujuan deskripsi ini agar seolah-olah pembaca “melihat” hal yang dilihatnya, dapat “mendengar” apa yang didengarnya, dapat “mencium bau” hal yang diciumnya, dapat “mencicipi” sesuatu yang dimakannya, dapat “merasakan” hal yang dirasakannya sehingga pembaca memiliki kesimpulan yang sama dengan penulis.

Dilihat dari defenisi pemaparan atau penggambaran

di atas maka seorang pengarang deskripsi harus menggunakan semua pancainderanya untuk mengamati objek yang akan digambarkannya itu. Selain itu karangan deskripsi harus didukung oleh gaya penyampaian yang artistik dan memikat sehingga pembaca atau pendengar menjadi tergugah dan dapat mengimajinasikan secara lebih jelas hal yang sedang dibaca atau didengarnya, seperti yang dikatakan Semi (1990:42), bahwa;

 “Deskripsi adalah

tulisan yang tujuannya memberikan perincian atau detail tentang objek sehingga yang tujuannya memberikan perincian atau detail tentang objek sehingga dapat memberi pengaruh pada imajinasi pembaca atau pendengar bagaikan ikut mendengar, melihat, merasakan atau mengalami langsung objek tersebut.”

    Selain pendapat tersebut Gorys Keraf (1995: 26)

, menyatakan bahwa; “deskripsi adalah semacam bentuk wacana yang berusaha menyajikan suatu objek atau suatu hal sedemikian rupa sehingga objek itu seolah-olah berada di depan pembaca, seolah-olah pembaca melihat sendiri objek itu.”

Dari beberapa pendapat di atas maka dapat disimpulkan bahwa karangan deskripsi adalah

karangan atau tulisan yang bertujuan menggambarkan atau menyajikan suatu objek sedemikian rupa secara detail kepada pembaca atau pendengar sehingga pendengar atau pembaca seolah-oleh melihat, merasakan, mendengar, mencicipi, mencium langsung objek yang digambarkan oleh penulis melalui tulisannya itu, dengan demikian antara pembaca atau pendengar dengan penulis memiliki kesimpulan yang sama tentang objek tersebut. Maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan menulis karangan deskripsi itu adalah kecakapan seseorang untuk mengungkapakan ide, pengetahuan dan perasaan secara rasional dengan menggunakan bahasa tulis dalam menggambarkan atau menyajikan suatu objek sedemikian rupa secara detail kepada pembaca atau pendengar sehingga pendengar atau pembaca seolah-oleh melihat, merasakan, mendengar, mencicipi, mencium langsung objek yang digambarkan oleh penulis melalui tulisannya itu.

Soal Kebijakan Mendikbud, AMM Nilai Sikap PBNU Berlebihan

Soal Kebijakan Mendikbud, AMM Nilai Sikap PBNU Berlebihan

Soal Kebijakan Mendikbud, AMM Nilai Sikap PBNU Berlebihan

Soal Kebijakan Mendikbud, AMM Nilai Sikap PBNU Berlebihan
Soal Kebijakan Mendikbud, AMM Nilai Sikap PBNU Berlebihan

Eksponen Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) siap mendukung penerapan Peraturan Menteri

Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 23/2017 tentang Hari Sekolah.

“Kami sebagai bagian komponen bangsa selalu mendukung setiap kebijakan yang dinilai baik dan bermanfaat bagi masyarakat luas,” ujar Koordinator Eksponen AMM Muhammad Izzul Muslimin dalam jumpa pers di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta (Rabu, 9/8).

Dia memastikan, dukungan yang diberikan atas kebijakan yang dikenal sebagai full day school

tersebut bukan berarti tidak diimbangi kritik.

Menurut Izzul, kritik yang membangun perbaikan akan terus diberikan pada setiap kebijakan yang dikeluarkan. Dia menilai sikap Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menolak permendikbud tersebut sangat berlebihan.

Apalagi, kata dia, ada yang mengaitkan kebijakan adalah desakan dari Muhammadiyah

yang didasarkan karena Mendikbud Muhadjir Effendi merupakan salah satu pengurus Muhammadiyah.

“Dikeluarkannya Permendikbud Nomor 23/2017 tentang Hari Sekolah sama sekali tidak ada didalamnya kepentingan Muhammadiyah atas kebijakan tersebut,” ujar Izzul.

Dia juga tidak ingin dikaitkan dukungan penerbitan permendikbud dari Muhammadiyah dan penolakan dari PBNU sebagai benturan pandangan dari dua lembaga.

“Pengaitan secara berhadap-hadapan antara Muhammadiyah dan NU tentunya tidak diharapkan, dalam menjaga ukhuwah Muhammadiyah dan NU,” tegas Izzul.

 

Sumber :

https://www.givology.org/~danuaji/blog/694053/

Tangkal Radikalisme, Dosen NU Ajarkan Islam Rahmatan Lil’alamin

Tangkal Radikalisme, Dosen NU Ajarkan Islam Rahmatan Lil’alamin

Tangkal Radikalisme, Dosen NU Ajarkan Islam Rahmatan Lil’alamin

Tangkal Radikalisme, Dosen NU Ajarkan Islam Rahmatan Lil’alamin
Tangkal Radikalisme, Dosen NU Ajarkan Islam Rahmatan Lil’alamin

Sekumpulan dosen Pendidikan Agama Islam (PAI) dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU)

prihatin dengan kondisi beragama masyarakat Indonesia. Diantaranya, mulai menggejala perilaku beragama yang cenderung radikal, intoleran, dan eksklusif. Sebab kecenderungan itu bisa memicu disintegrasi bangsa.

Untuk memperkuat misi menjaga kehidupan beragama, para dosen itu mendeklarasikan pendirian Persatuan Dosen PAI NU (Persada NU).

Dr Yusring, salah satu penggagas Persada NU mengatakan salah satu upaya mereka adalah membumikan ajaran Islam yang rahmatan lil’alamin. “Islam itu membawa rahmat untuk seluruh alam,” katanya usai deklarasi.

Menurut dia dosen-dosen PAI NU memiliki peran yang sangat strategis. Khususnya

membentengi kehidupan warga kampus dari sikap keagamaan yang radikal, eksklusif, serta intoleran. Menurut dia di sejumlah kampus, gejala ke arah itu sudah lama bermunculan.

Yusring mengatakan paham radikalisme yang masuk kampus memang menghawatirkan. Dia mengatakan institusi pendidikan seharusnya melahirkan generasi Islam yang moderat dan toleran. “Sebaliknya malah banyak persemaian paham radikal di lembaga pendidikan,” tuturnya.

Menurutnya salah satu upaya membendung semakin luasnya penyebaran paham beragama

yanh intoleran dan radikal, perlu ada dampingan dari guru agama. Untuk anak-anak sekolah, perlu pendampingan dari guru PAI mereka. Sementara di perguruan tinggi, perlu pendampingan dari dosen PAI.

“Tidak sekedar mendampingi saja. Tetapi konten pelajaran PAI yang disampaikan juga harus tepat,” jelasnya. Jangan sampai ada guru atau dosen PAI justru mengajarkan konten agama Islam yang intoleran, radikal, dan eksklusif.

 

Sumber :

https://danuaji.kinja.com/ways-to-spread-environmental-education-online-1835886285

Tak Ada Lagi Sekolah Gratis, Orang Tua Siap-Siap Bayar Mahal

Tak Ada Lagi Sekolah Gratis, Orang Tua Siap-Siap Bayar Mahal

Tak Ada Lagi Sekolah Gratis, Orang Tua Siap-Siap Bayar Mahal

Tak Ada Lagi Sekolah Gratis, Orang Tua Siap-Siap Bayar Mahal
Tak Ada Lagi Sekolah Gratis, Orang Tua Siap-Siap Bayar Mahal

Para orang tua harus bersiap merogoh kocek lebih dalam untuk biaya untuk pendidikan anaknya, khususnya tingkat SMA/SMK. Pasalnya, kebijakan Pemprov Kaltim menerapkan pendidikan gratis 12 tahun (SD sampai SMA) tampaknya akan berakhir.

Ini merupakan buntut pengalihan kewenangan pendidikan tingkat SMA/SMK dari kabupaten/kota ke provinsi. Lewat pengalihan tersebut, SDM dan prasarana menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi.

Pengalihan juga berimbas kepada tidak ada lagi BOS Kota untuk tingkat SMA.

Akibatnya, anggaran pendidikan di tingkat provinsi akan meningkat.

Dikatakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan Muhaimin, sejak akhir 2016 silam, Pemerintah Provinsi sudah memiliki Perda Pendidikan. Dalam perda itu, kata Muhaimin, menyebut adanya kontribusi orang tua untuk pembiayaan standar minimal tingkat SMA. Dirinya melanjutkan, dalam UU Sisdiknas tidak ada lagi pendidikan gratis.

“Gratis karena memang janji politik kepala daerah sewaktu mencalonkan diri sehingga itu begitu terpilih dituangkan dalam RPJMD sehingga mau tidak mau daerah harus menyiapkan pendidikan gratis,” kata dia.

Namun, diterangkan Muhaimin, di dalam UU tidak ada lagi pendidikan gratis.

Provinsi, sudah membuat Perda yang dalam pasalnya tidak ada satupun yang menyatakan gratis. “Saat ini pemerintah provinsi juga sedang menggodok pergub pendidikan. Dalam pergub ini akan diatur lebih detail,” katanya.

Dengan berlakunya peraturan tersebut, hampir dapat dipastikan orang tua siswa harus berkontribusi dalam pembayaran. Muhaimin menjelaskan, besaran biaya pendidikan standar minimal untuk tingkat SMA sebelum diserahkan ke provinsi adalah Rp 5,6 juta.

Artinya, angka Rp 5,6 juta inilah biaya pendidikan per siswa per satu tahun ajaran. Namun, saat itu masih ada BOS Pusat Rp 1,5 juta, BOS Provinsi Rp 1,2 juta, dan BOS Kota Rp 1 juta, totalnya mencapai Rp 3,7 juta. Sehingga kekurangannya tak banyak.

“Sebelum dipindahpun itu kebutuhan pendidikan masih kurang sekian juta.

Dengan dipindahkan ke provinsi kan tidak ada BOS kota lagi hanya BOS Pusat dan BOS Provinsi berarti kekurangannya kan lebih besar,” bebernya. Kekurangan itulah yang nantinya dibebankan ke orangtua siswa.

Tinggal mekanisme pembayarannya apakah per bulan atau per semester. Lalu apakah dipukul rata, atau menggunakan subsidi silang antara yang mampu dan kurang mampu. Itu yang nanti diatur dalam pergub. Lantas bagaimana dengan SD dan SMP? Muhaimin menegaskan bahwa dalam undang-undang, pendidikan dasar menjadi kewajiban pemerintah.

 

Baca Juga :

 

 

Beberapa Server UNBK SMP Jebol, Kemendikbud Minta Maaf

Beberapa Server UNBK SMP Jebol, Kemendikbud Minta Maaf

Beberapa Server UNBK SMP Jebol, Kemendikbud Minta Maaf

Beberapa Server UNBK SMP Jebol, Kemendikbud Minta Maaf
Beberapa Server UNBK SMP Jebol, Kemendikbud Minta Maaf

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meminta maaf atas kendala yang terjadi pada pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMP di hari pertama.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat (BKLM) Kemendikbud, Ari Santoso menjelaskan, kendala tersebut berupa gangguan server di beberapa daerah yang mengakibatkan terjadinya penundaan ujian sekitar satu jam.

“Kami meminta maaf atas adanya gangguan server pada pelaksanaan UNBK hari ini yang mengakibatkan tertundanya pelaksanaan ujian beberapa menit,” kata Ari di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Senin (23/4).

Gangguan yang terjadi, lanjut Ari, terjadi di server pusat. Sehingga, Kemendikbud

memberikan beberapa pilihan solusi untuk sekolah-sekolah yang terdampak. Seperti, jadwal ujian dimundurkan, menambah sesi ujian, atau ikut serta dalam ujian susulan.

“Prinsipnya ini tidak berakibat fatal dalam ujian karena waktu pelaksanaan ujian dapat dimundurkan. Misalkan gangguan terjadi 30 menit, maka ujian dapat dimundurkan 30 menit juga. Intinya siswa tidak boleh dirugikan,” jelasnya.

Lebih lanjut Ari menjelaskan, wilayah Indonesia yang paling banyak mengalami gangguan

adalah wilayah bagian Barat. Sebab pada saat bersamaan terjadi antrean yang membuat kerja server menjadi tersendat.

“Kita memang belum bisa mengidentifikasi berapa sekolah yang terkena masalah itu karena harus sekolah yang melaporkan ke kita. Cuma memang mereka tidak lapor karena masalahnya sudah terselesaikan,” ujar Ari ketika dikonfirmasi JawaPos.com, Senin (23/4).

Lebih jauh dijelaskan Ari, wilayah Barat menjadi wilayah terakhir yang memulai UNBK, setelah sebelumnya wilayah Timur dan Tengah. Sehingga, dikarenakan wilayah Barat juga diikuti paling banyak peserta, server pun overload.

“Sebetulnya hanya beberapa daerah saja. Itu juga tergantung sekolahnya,

misal ada 5 server itu hanya 1 problem, yang lainnya nggak masalah,” tutur Ari.

Terkait daerah yang mengalami masalah tersebut, Ari mengaku, pihaknya masih terus melakukan identifikasi untuk perbaikan ke depan. Untuk sekarang semua sudah lancar tertangani.

“Tadi rata-rata gangguan nggak lebih dari sejam lah ya, langsung ditemukan solusinya,” terangnya.

Ari juga mengimbau, dengan adanya kendala pada pelaksanaan ujian hari pertama, para siswa peserta ujian tidak resah dan tetap konsentrasi.

“Kepada para siswa peserta ujian, jangan resah dan tetap konsentrasi, serta fokus pada pelaksanaan ujian. Kami akan terus memberikan pelayanan yang terbaik dalam pelaksanaan ujian nasional,” pungkasnya.

 

Baca Juga :

 

 

Server UNBK Eror, Dirjen Kemendikbud: Bukan Hal Aneh

Server UNBK Eror, Dirjen Kemendikbud Bukan Hal Aneh

Server UNBK Eror, Dirjen Kemendikbud: Bukan Hal Aneh

Server UNBK Eror, Dirjen Kemendikbud Bukan Hal Aneh
Server UNBK Eror, Dirjen Kemendikbud Bukan Hal Aneh

Kendala server eror dalam pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Kompetensi (UNBK), hari ini (23/4) dianggap wajar. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menilai masalah tersebut sulit dicegah.

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud,

Hamid Muhammad mengatakan terganggunya server UNBK bukanlah hal yang aneh. Yang terpenting, kata dia, semua sudah ditangani.

“Ya namanya mesin. Siapa yang bisa mengontrol mesin? Kalau yang akses banyak, server pasti crowded jadi ada yang bisa tersambung ada yang tidak,” ujar Hamid di Jakarta, Senin (23/4).
UNBK 2018
Salah satu ruang kelas yang dipakai untuk pelaksanaan UNBK di Tanjung Priok, Jakarta Utara. (Fedrik Tarigan)

Menurutnya, server pada UNBK bisa down secara serentak karena mesin yang terbatas. Sekalipun memang sudah ada penambahan kapasitas server.

“Itu sudah ditambah kok servernya. Tapi memang masih kurang kan, jadi memang harus ditambah lagi. Karena UN SMP diikuti 4,3 juta pelajar dan 70 persen sekolah sudah UNBK,” terang Hamid.

Hamid berpesan agar para peserta ujian tidak perlu khawatir atas sistem yang sempat eror.

 

“Ikuti saja dengan baik tidak usah terlalu khawatir. Tidak usah noleh kanan kiri karena soalnya beda, percaya diri saja mengerjakan dengan kemampuan,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, pelaksanaan UNKB SMP/Mts hari ini mengalami gangguan server. Diantaranya di Depok, Bekasi, Tangerang Selatan, dan Pasuruan.

Para siswa praktis mengalami keterlambatan dalam pengerjaan soal-soal UNBK.

 

Untuk diketahui, UN SMP dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) diikuti 4.296.557 siswa,

dari tanggal 23-26 April 2018. Pada tingkat SMP diikuti 55.719 SMP dan MTs.

Sebanyak 28.609 sekolah telah UNBK dan 27.110 sekolah menyelenggarakan UNKP.

Untuk jenjang SMP, akan diujikan empat mata pelajaran yakni Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

UN susulan nantinya akan dilaksanakan pada 8 dan 9 Mei 2018. Sementara pengumumannya hasilnya pada 23 Mei 2018.

 

Sumber :

https://egriechen.info/kalimat-majemuk-bertingkat/

Soal UNBK SMP, Menteri Pendidikan: Tetap Terapkan Sistem Hots

Soal UNBK SMP, Menteri Pendidikan Tetap Terapkan Sistem Hots

Soal UNBK SMP, Menteri Pendidikan: Tetap Terapkan Sistem Hots

Soal UNBK SMP, Menteri Pendidikan Tetap Terapkan Sistem Hots
Soal UNBK SMP, Menteri Pendidikan Tetap Terapkan Sistem Hots

Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) jenjang SMP mulai dilaksanakan besok,

Senin (23/4). Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Muhadjir Effendy menegaskan jika soal-soal yang akan diujikan berisikan beberapa soal yang menerapkan High Order Thinking Skills (Hots). Terutama untuk tiga mata pelajaran utama, yakni IPA, Matematika, dan Bahasa.

“Soal masih tetep ada bagian soal yang nanti gunakan standart Hots. Tapi untuk level SMP, tentu beda dengan SMA,” ujarnya saat menghadiri acara Semarak Hardiknas Jawa Timur 2018 di Metrika Satata Graha Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang Otomotif dan Elektronika (PPPPTK-BEO) Malang, Minggu (22/4).

Sebelumnya, pada UNBK tingkat SMA, tidak sedikit siswa yang mengeluh tentang

sulitnya soal-soal yang muncul pada saat ujian. Menanggapi hal itu, Muhadjir sempat berkomentar jika mulai tahun ini pemerintah memang meningkatkan tingkat kesulitan dalam soal UNBK. Salah satunya dengan menerapkan sistem Hots. “Hal itu untuk mengukur kemampuan berpikir tinggi siswa,” kata dia.

Selain itu, meningkatnya tingkat kesulitan pada soal ujian itu juga untuk mengejar ketertinggalan kualitas pendidikan di Indonesia. Untuk itu, pemerintah menerapkan soal yang memiliki tingkat kesulitan tinggi yang sudah berstandar internasional.

Namun, menurut Muhadjir, tidak semua soal memiliki tingkat kesulitan tinggi. Hanya

sekitar 20 persen dari total soal yang memiliki tingkat kesulitan tinggi.

Dia pun berharap, pelaksanaan ujian nasional untuk SMP tersebut bisa berjalan lancar. “Terutama pesan betul-betul agar dijaga marwah dari ujian nasional ini. Jauh dari praktek-praktek yang tidak terpuji, terutama kecurangan dan ketidak jujuran,” tandas dia.

 

Sumber :

https://nashatakram.net/kalimat/

Sikap Agar Mempunyai Kualitas Pribadi Yang Baik

Sikap Agar Mempunyai Kualitas Pribadi Yang Baik

Sikap Agar Mempunyai Kualitas Pribadi Yang Baik

Sikap Agar Mempunyai Kualitas Pribadi Yang Baik
Sikap Agar Mempunyai Kualitas Pribadi Yang Baik

1. Ketulusan

Ketulusan menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai oleh semua orang.
Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi.
Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ada, pura-pura,
mencari-cari alasan atau memutarbalikkan fakta. Prinsipnya “Ya diatas Ya dan Tidak diatas Tidak”.
Tentu akan lebih ideal bila ketulusan yang selembut merpati itu diimbangi dengan kecerdikan seekor ular.
Dengan begitu, ketulusan tidak menjadi keluguan yang bisa merugikan diri sendiri.

 

2. Rendah Hati

Beda dgn rendah diri yg merupakan kelemahan, kerendahhatian justru mengungkapkan kekuatan.
Hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa bersikap rendah hati.
Ia seperti padi yang semakin berisi semakin menunduk.
Orang yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain.
Ia bisa membuat orang yang diatasnya merasa oke dan membuat orang yang di bawahnya tidak merasa minder.

3. Kesetiaan

Kesetiaan sudah menjadi barang langka & sangat tinggi harganya.
Orang yg setia selalu bisa dipercaya dan diandalkan.
Dia selalu menepati janji, punya komitmen yang kuat,
rela berkorban dan tidak suka berkhianat.

4. Bersikap Positif
Orang yang bersikap positif selalu berusaha melihat segala sesuatu dari kacamata positif,
bahkan dalam situasi yang buruk sekalipun.
Dia lebih suka membicarakan kebaikan daripada keburukan orang lain,
lebih suka bicara mengenai harapan drpd keputusasaan, lebih suka mencari solusi daripada frustasi,
lebih suka memuji daripada mengecam, dsb.

5. Keceriaan
Karena tidak semua orang dikaruniai temperamen ceria,
maka keceriaan tidak harus diartikan ekspresi wajah dan tubuh tapi sikap hati.
Orang yang ceria adalah orang yang bisa menikmati hidup,
tidak suka mengeluh dan selalu berusaha meraih kegembiraan.
Dia bisa mentertawakan situasi, orang lain, juga dirinya sendiri.
Dia punya potensi untuk menghibur dan mendorong semangat orang lain.

6. Bertanggung Jawab
Orang yang bertanggung jawab akan melaksanakan kewajibannya dengan sungguh-sungguh.
Kalau melakukan kesalahan, dia berani mengakuinya. Ketika mengalami kegagalan,
dia tidak akan mencari kambing hitam untuk disalahkan.
Bahkan kalau dia merasa kecewa dan sakit hati, dia tidak akan menyalahkan siapapun.
Dia menyadari bahwa dirinya sendirilah yang bertanggung jawab atas apapun yang dialami dan dirasakannya.

7. Kepercayaan Diri
Rasa percaya diri memungkinkan seseorang menerima dirinya sebagaimana adanya,
menghargai dirinya dan menghargai orang lain.
Orang yang percaya diri mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yang baru.
Dia tahu apa yang harus dilakukannya dan melakukannya dengan baik.

8. Kebesaran Jiwa
Kebesaran jiwa dapat dilihat dari kemampuan seseorang memaafkan orang lain.
Orang yang berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa benci dan permusuhan.
Ketika menghadapi masa-masa sukar dia tetap tegar,
tidak membiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan.

9. Easy Going
Orang yang easy going menganggap hidup ini ringan. Dia tidak suka membesar-besarkan masalah kecil.
Bahkan berusaha mengecilkan masalah-masalah besar.
Dia tidak suka mengungkit masa lalu dan tidak mau khawatir dengan masa depan.
Dia tidak mau pusing dan stress dengan masalah-masalah yang berada di luar kontrolnya.

10. Empaty
Empati adalah sifat yg sangat mengagumkan.
Orang yg berempati bukan saja pendengar yang baik tapi juga bisa menempatkan diri pada posisi orang lain.
Ketika terjadi konflik dia selalu mencari jalan keluar terbaik bagi kedua belah pihak,
tidak suka memaksakan pendapat dan kehendaknya sendiri.
Dia selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain.

Baca Juga :