Kemensos Bantu Kendaraan Bagi Ormas Perempuan

Kemensos Bantu Kendaraan Bagi Ormas Perempuan

Kemensos Bantu Kendaraan Bagi Ormas Perempuan

Kemensos Bantu Kendaraan Bagi Ormas Perempuan
Kemensos Bantu Kendaraan Bagi Ormas Perempuan

BANDUNG- Sebagai bentuk dukungan atas upaya yang telah

dilakukan oleh Organisasi Masyaraat (Ormas) Perempuan dalam mendukung program-progran Kementerian Sosial (Kemensos) RI, sebanyak 12 Ormas Perempuan dari seluruh Indonesia mendapat bantuan kendaraan bermotor.

Direktoran Jenderal Pemberdayaan Sosial Kemensos RI, Hartono Laras mengatakan, bantuan kendaraan bermotor ini untuk memudahkan Ormas Perempuan dalam menjalankan program-programnya yang berkaitan dengan kegiatan sosial.

“Bantuan stimulan kendaraan bermotor ini diberikan bagi Ormas

Perempuan yang selama ini sudah melakukan kerjasama dengan Kemensos,” ujarnya.

Bantuan stimulan kendaraan bermotor ini langsung diserahkan oleh Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa kepada 23 Ormas Perempuan.

Hartono berharap, bantuan ini mampu meningkatkan kinerja dan dukungan yang dilakukan Ormas Perempuan terhadap program-program yang ada di Kemensos.

“Semoga program-program Kemensos

akan lebih terbantu disosialisasikan oleh Ormas Perempuan kepada masyarakat,” kata Hartono, dalam sambutannya di pembukaan Rapat Koordinasi Program Pemberdayaan Sosial, di Hotel Savoy Homan, Rabu (13/04)

 

Sumber :

https://www.kiwibox.com/alistudio/blog/entry/148437039/struktur-kulit-dan-fungsinya/

Komisi I DPRD Jabar Evaluasi Usulan Dana Pilgub Tahun 2018

Komisi I DPRD Jabar Evaluasi Usulan Dana Pilgub Tahun 2018

Komisi I DPRD Jabar Evaluasi Usulan Dana Pilgub Tahun 2018

Komisi I DPRD Jabar Evaluasi Usulan Dana Pilgub Tahun 2018
Komisi I DPRD Jabar Evaluasi Usulan Dana Pilgub Tahun 2018

BANDUNG-Pihak Komisi I DPRD Jabar sudah menggelar pertemuan dengan KPU

Jabar pekan ini. Pertemuan tersebut, dimaksudkan untuk mengetahui persiapan Pilgub jabar tahun 2018, diantaranya menyangkut persiapan pendanaan. Dalam pertemuan tersebut, KPU Jabar baru menyampaikan usulan dana Pilgub Jabar dengan rentang usulan dana di kisaran Rp. 1,6 Trilyun sampai Rp. 1,8 trilyun.

Atas usulan tersebut, Komisi I DPRD Jabar akan mengevaluasi atas kelayakan usulan dana tersebut.Hal tersebut, diutarakan Ketua Komisi I DPRD Jabar, H. Syahrir dalam keterangannya kepada jabarprov.go.id, Kamis (14/4).

Untuk kepentingan evaluasi Komisi I DPRD Jabar akan meninjau daerah lain

yang memiliki kesamaan situasinya dengan Jabar. Untuk mengevaluasi kelayakan dana Pilgub, Komisi I DPRD Jabar juga menunggu Revisi UU Pilkada karena revisi UU tersebut akan menjadi bahan untuk rekomendasi evaluasi dana Pilgub Jabar tahun 2018.

Hal yang dipertahankan, ujar Syahrir kualitas penyelenggaraan Pilgub Jabar tahun 2018 harus lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, dalam pemantauan jabarprov.go.id, Ketua KPU Jabar Yayat Hidayat sudah menyampaikan usulan dana Pilgub kepada Komisi I DPRD
Jabar, Rabu sore (13/4).

Yayat, dalam pertemuan tersebut memaparkan KPU Jabar telah merancang

besaran dana Pilgub Jabar sebesar Rp. 1,8 trilyun. KPU Jabar, sejalan dengan arahan Pemprov. Jabar siap melaksanakan efisiensi anggaran. Efisiensi anggaran, bisa dilaksanakan dari beberapa pos anggaran.

Pos anggaran yang berpeluang dilakukan efisiensi meliputi : bahan kampanye melalui pembuatan bahan kampanye 1 macam saja, pengurangan
tenaga honorarium pemutakhiran data pemilih serta untuk biaya kampanye diserahkan kepada pasangan calon yang maju dalam Pilgub Jabar tahun
2016. Seluruh opsi efisiensi, ujar Yayat tentunya membutuhkan persetujuan dari Parpol. (NR)

 

 

Sumber :

https://www.kiwibox.com/alistudio/blog/entry/148436801/klasifikasi-tumbuhan-paku/

Sarana Olahraga Sudah Siap Digunakan

Sarana Olahraga Sudah Siap Digunakan

Sarana Olahraga Sudah Siap Digunakan

Sarana Olahraga Sudah Siap Digunakan
Sarana Olahraga Sudah Siap Digunakan

BANDUNG-Untuk pelaksanaan PON tahun 2016,

seluruh sarana yang akan digunakan untuk semua cabor, semuanya sudah siap digunakan, ungkap Ketua Bidang Pertandingan PB PON tahun 2016, Yudha M Saputra dalam keterangannya pada jumpa pers, Jum’at (9/9).

Menurut Yudha, sebagian besar peralatan PON tahun 2016

didatangkan dari luar negeri. Diakui, saat ini ada sebagian kecil peralatan yang masih tertahan di Bea Cukai. Hal ini dikarenakan soal kesiapan venue. Adapun alat yang masih tertahan tinggal Karpet, di H-3 seluruh alat sudah tiba di tempat. Alat untuk pertandingan akan disimpan, dimana untuk penyimpanannya akan disesuaikan dengan venue.

Kendati, banyak alat yang didatangkan dari luar negeri,

akan dapat digunakan seluruhnya karena penyediaan alat dilengkapi dengan bagian teknisi.

Untuk menyukseskan pertandingan PON tahun 2016, ujar Yudha SDM yaitu untuk wasit secara kualitas juga sudah disiapkan. Untuk wasit yang dipakai dalam PON Tahun 2016, sudah bersertifikat Nasional dan Internasional. (NR)

 

Baca Juga :

Mencari Mata Air, Film Ully Sigar Terbaru

Mencari Mata Air, Film Ully Sigar Terbaru

Mencari Mata Air, Film Ully Sigar Terbaru

Mencari Mata Air, Film Ully Sigar Terbaru
Mencari Mata Air, Film Ully Sigar Terbaru

BANDUNG-Keberadaan mata air terus terancam karena pembangunan di daerah resapan air. Keprihatinan itu diungkap artis sekaligus aktivis lingkungan Ully Sigar Rusadi dalam sebuah film bertema alam berjudul My Journey Mencari Mata Air.

“Film akan diluncurkan 1 Januari 2017 mendatang,” katanya di Bandung belum lama ini.

Film ini sekaligus mengangkat keindahan alam taman nasional di Indonesia dan kearifan lokal masyarakat adat dalam upaya penyelamatan mata air.

Proses pembuatan film ini memakan waktu selama 30 hari dengan mengambil lokasi antara lain Desa Adat Ciptagelar Jawa Barat dan Pangandaran.

Film ini bercerita tentang empat orang remaja putri

yang berniat mengisi liburan mereka dengan mengantarkan teman dari New York bernama Lucas yang tertarik pada lingkungan hidup, terutama mata air.

Mereka nekat untuk menjelajah belantara menemukan mata air yang ditengarai sudah semakin langka karena berkembangnya peradaban.

Sengaja melepaskan diri dari pengawalan, kelima remaja itu mencoba mengandalkan naluri mereka untuk menghadapi alam liar. Banyak pelajaran dan pengalaman yang mereka dapatkan, termasuk saat harus berjuang mencegah kebakaran yang diakibatkan oleh kelalaian para pelancong.

Untunglah di tengah situasi yang buruk, sopir sekaligus

penunjuk jalan mereka, seorang laki-laki asal Flores yang bernama Heronimus, muncul memberikan pertolongan. Di sepanjang perjalanan, mereka bertemu dengan beberapa tokoh yang kemudian membantu usaha mereka mencari mata air.

Ki Barja, seorang warga desa yang mengabdikan diri untuk menjaga hutan, Maya dan tim nya, aktivis peneliti serangga capung yang menjadi indikator bagi kemurnian air dan pada akhirnya mereka singgah di desa adat, bertemu dengan Neneknya Chinta “Bunda Ully” yang diperankan Ully Sigar Rusadi, bersama relawan yang selama ini berjuang menjaga lingkungan hidup dan masyarakat adat.

Bersama-sama kemudian mereka berusaha menemukan mata air yang masih benar-benar murni dan tak terjamah.

“Perjalanan ini telah memberi para remaja itu pelajaran

yang sangat berharga, atau setidaknya menjadi sebuah awal yang baik untuk mulai mencurahkan keperdulian pada apa yang selama ini begitu penting dan berharga bagi umat manusia, yang alam telah berikan dengan berkelimpahan, yakni mata air,” ujarnya. jo

 

Sumber :

http://forum.detik.com/sejarah-bpupki-t2044981.html

Menristekdikti Orasi Ilmiah di Dies Natalis Unpad

Menristekdikti Orasi Ilmiah di Dies Natalis Unpad

Menristekdikti Orasi Ilmiah di Dies Natalis Unpad

Menristekdikti Orasi Ilmiah di Dies Natalis Unpad
Menristekdikti Orasi Ilmiah di Dies Natalis Unpad

BANDUNG-Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia

, Prof. Moh. Nasir, PhD, Ak., memberikan orasi ilmiah dalam acara peringatan Dies Natalis ke-59 Universitas Padjadjaran di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35 Bandung, Rabu (14/09).

Orasi ilmiah yang bertajuk “Transformasi Perguruan Tinggi dan Daya Saing Bangsa”, ia menyampaikan jika kualitas perguruan tinggi di Indonesia harus semakin baik guna menghadapi tantangan bangsa yang semakin kompleks.

“Saat ini, total jumlah perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia

mencapai 4.350 dengan total jumlah penduduk sekitar 250 juta jiwa. Angka ini melebihi jumlah total perguruan tinggi di Tiongkok, yaitu sekitar 2.824 dengan total penduduk 1,4 miliar. Ini berarti Indonesia punya kesempatan untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi,” ujarnya.

Ia menambahkan salah satu target pemerintah terhadap perguruan tinggi

adalah masuk 500 besar perguruan tinggi terbaik dunia. Guna mewujudkan hal tersebut, manajemen pengelolaan perguruan tinggi harus diubah. Kemristekdikti sendiri, kata Prof. Nasir, telah menyiapkan berbagai regulasi untuk peningkatan kualitas perguruan tinggi.

“Regulasi yang dilakukan untuk perbaikan, sehingga mendorong perguruan tinggi Indonesia punya fleksibilitas baik. Baik fleksibilitas dalam otonomi akademik, maupun non akademik,” imbuhnya. jo

 

Sumber :

http://forum.detik.com/respirasi-aerob-t2044978.html

20.000 Buku dari Pegawai PLN di Hari Kartini

20.000 Buku dari Pegawai PLN di Hari Kartini

20.000 Buku dari Pegawai PLN di Hari Kartini

20.000 Buku dari Pegawai PLN di Hari Kartini
20.000 Buku dari Pegawai PLN di Hari Kartini

BANDUNG-Sekitar 20.000 buku layak baca disumbangkan ke lebih dari 150

taman bacaan/perpustakaan/sekolah di seluruh Indonesia dalam rangka peringatan Hari Kartini 2017 pada 21 April 2017. Aksi sosial ini merupakan wujud empati para pegawai PLN untuk meningkatkan minat baca masyarakat guna memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia.

Penyerahan buku layak baca ini dilakukan serentak di beberapa wilayah di Indonesia oleh seluruh unit PLN pada peringatan Hari Kartini. Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN, I Made Suprateka menyebutkan, kegiatan pemberian buku layak baca ini sebagai wujud kepedulian PLN yang terinspirasi dari jiwa sosial Ibu Kartini.

“Untuk itu, mengambil momentum Hari Kartini 21 April 2017, kami adakan

pemberian buku serentak oleh unit-unit PLN di berbagai lokasi sekaligus sebagai perayaan Hari Kartini. Buku-buku ini merupakan sumbangan dari pegawai PLN, serta bantuan Program PLN Peduli,” ujar Made.

Dengan mengambil tema “Kartini Inspirasi Negeri” buku-buku yang dikumpulkan dari pegawai PLN se-Indonesia ini diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi anak-anak bangsa untuk terus berkarya, serta memupuk jiwa kebersamaan antar insan PLN.

Di Bandung, PLN Distribusi Jawa Barat diwakili oleh Manajer SDM

dan Organisasi, Prasetyorini mendonasikan buku yang dikumpulkan dari seluruh pegawai PLN Distribusi Jawa Barat sebanyak 2.500 buku untuk disalurkan ke taman bacaan dan perpustakaan yang membutuhkan di masing-masing wilayah kerja PLN Distribusi Jawa Barat. Untuk wilayah Bandung sebanyak 329 buku disalurkan melalui Komunitas Pecandu Buku untuk kemudian akan dipilah dan disalurkan ke perpustakaan dan taman bacaan yang membutuhkan. (Pun)

 

Baca Juga :

 

 

Bumi Cantik Tanpa Plastik

Bumi Cantik Tanpa Plastik

Bumi Cantik Tanpa Plastik

Bumi Cantik Tanpa Plastik
Bumi Cantik Tanpa Plastik

kembali menyelenggarakan kegiatan dalam rangka memperingati  Gerakan Hari Bumi 2017. Rangkaian acara yang sudah berlangsung sejak tanggal 10 April 2017 ini akhirnya sampai pada acara puncak yaitu kegiatan penukaran sampah kantong plastik dengan reusable bag, dengan tajuk “Bumi Cantik Tanpa Plastik”. Kegiatan ini diselenggarakan di Car Free Day (CFD) Dago Bandung, Minggu (24/4/2017)

Public Relations  sekaligus ketua panitia acara ini, Gisela Kanya menjelaskan

dalam kegiatan ini UrbanIndo mengajak para pengunjung CFD Dago untuk menukarkan kantong plastik belanjanya dengan reusable bag dari UrbanIndo. Hal ini merupakan bentuk aksi UrbanIndo mengajak seluruh pengunjung CFD Dago, untuk peduli terhadap kelestarian lingkungan dengan mengurangi sampah plastik.

“Dewasa ini, semakin banyak isu kerusakan lingkungan serta isu-isu bencana alam yang diakibatkan karena pencemaran Maka, melalui acara ini, kami peduli untuk bisa mengurangi sampah plastik yang tengah menjadi isu penting,”jelasnya.

Menurutnya, sebagai sebuah perusahaan yang bergerak di bidang properti, tentu ranah UrbanIndo sangat dekat kaitannya dengan lingkungan. Mereka memahami betul mengenai pentingnya menjaga lingkungan guna menjaga kelestarian bumi demi menciptakan kenyamanan bagi manusia juga seluruh makhluk hidup.

Gisela memang memiliki tujuan yang sama percis dengan apa yang dirasakan oleh masyarakat. “UrbanIndo ‘kan bergerak di bidang properti yang ranah cakupannya dekat serta berkaitan dengan lingkungan, jadi kami ingin mengajak orang-orang sadar untuk peduli lingkungan,  apalagi isu terbesar saat ini ‘kan sampah plastik yang begitu besar dampaknya pada kerusakan lingkungan” ujarnya.

Adapun, perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Bandun

g, Fizi mengapresisai kegiatan ini. Dia mengaku kesulitan jika menjalankan program cinta lingkungan ini hanya dilakukan sepihak. Adanya bantuan dari pihak swasta memudahkan program pelestarian lingkungan.

“Kami memang sedang menggalakkan pengurangan pemakaian kantong plastik di Bandung. Kalau hanya kami yang bergerak ‘kan memang terbatas, jadi memang butuh bantuan seperti ini,” ujarnya

Masyarakat Kota Bandung pun terlihat sangat antusias mendukung aksi ini dan banyak warga yang dengan senang dan bersemangat menukarkan kantong plastik dengan reusable bag gratis dari UrbanIndo. Salah satunya Iis (25), awalnya penasaran saat melihat stan UrbanIndo. “Bagus sih ada ini karena kresek ‘kan susah diurai, kalau ini (reusable bag) bisa disimpan dan dipakai lagi,”tuturnya.

Berbeda dengan Iis, Ratih (22) sudah mengetahui informasi mengenai acara

UrbanIndo melalui Instagram. Ia pun mengajak serta keluarga kecilnya untuk datang ke CFD. “Saya tertarik menukarkan karena lumayan, ya. Acaranya juga bagus karena bisa mengedukasi banyak orang juga untuk lebih melindungi bumi,”ungkapnya.

Kegiatan yang diselenggarakan UrbanIndo ini tidak hanya berupa kegiatan penukaran kantong plastik belanja dengan reusable bag, namun juga dimeriahkan dengan berbagai aksi yaitu longmarch mengkampanyekan “Bumi Cantik Tanpa Plastik”, workshop mengenai pemanfaatan sampah botol minuman kemasan plastik untuk dijadikan sebagai media tanam hidroponik, talkshow mengenai pentingnya menjaga lingkungan dengan mengurangi sampah plastik, juga hiburan penampilan perkusi dari barang-barang bekas dari Crescendo Percussion yang semakin menambah kemeriahan acara.

Ada beberapa pihak yang turut mendukung UrbanIndo dalam menyuarakan aksi “Bumi Cantik Tanpa Plastik” ini, yaitu Earth Hour Bandung, Jendela Alam, Perkusi Crescendo, dan Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP). “Semua pihak bertekad bulat untuk mengajak semua pengunjung CFD melakukan aksi, dimulai dari diri sendiri demi bumi yang lebih baik,”pungkas Gisela. (MAT)

 

Sumber :

https://pendidikan.id/main/forum/diskusi-pendidikan/mata-pelajaran/10974-pengertian-jenis-dan-struktur-jaringan-hewan

Unpad Buka Pendaftaran Kelas Sarjana Terapan

Unpad Buka Pendaftaran Kelas Sarjana Terapan

Unpad Buka Pendaftaran Kelas Sarjana Terapan

Unpad Buka Pendaftaran Kelas Sarjana Terapan
Unpad Buka Pendaftaran Kelas Sarjana Terapan

BANDUNG–Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung membuka pendaftaran

program Sarjana Terapan (Diploma IV) dan Program Studi di luar Kampus Utama (PSDKU). Untuk PSDKU, selain dibuka di Pangandaran, mulai tahun ini Unpad membuka penyelenggaraan program studi Keperawatan di Kabupaten Garut.

Rektor Unpad Tri Hanggono Ahmad mengatakan dua program yang dibuka ini dapat diikuti oleh calon mahasiswa yang sebelumnya telah mengikuti tes Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tapi tidak diterima tes. “Ketetapannya, bagi mereka yang akan mendaftar, syaratnya harus ikut atau pernah mengikuti tes SBMPTN,” ujar nya Selasa (25/4).

Ia mengatakan  pendaftaran mandiri hanya berlaku bagi pendaftaran

program Sarjana Terapan dan PSDKU, dengan terlebih dahulu mengikuti SBMPTN. Hasil SBMPTN inilah yang akan digunakan untuk proses seleksi program Sarjana Terapan dan PSDKU. “Dengan menekankan pada hasil SBMPTN, diharapkan terjaring calon mahasiswa yang berkualifikasi setara dengan program sarjana reguler,” tegasnya.

Pendaftaran program sarjana terapan sendiri dibuka pada 18 April hingga 29 Juni mendatang. Sementara pendaftaran PSDKU di Pangandaran maupun Garut dibuka pada 2 Mei hingga 30 Juni. Seluruh pendaftaran berbasis online, dengan mengakses di laman

Sebelum melakukan pendaftaran, pendaftar dipastikan sudah mendaftar jalur SBMPTN.

Ia menambahkan tahun ini ada enam program studi (prodi) yang dibuka untuk program sarjana

terapan, yakni Akuntansi Perpajakan (120 orang), Administrasi Pemerintahan (120 orang), Administrasi Publik (120 orang), Manajemen Produksi Media (120 orang), Bahasa dan Budaya Tiongkok (50 orang), dan Kebidanan (100 orang).

Sementara untuk PSDKU di Pangandaran dibuka prodi Ilmu Komunikasi (30 orang), Administrasi Bisnis (30 orang), Peternakan (30 orang), Perikanan (30 orang), dan Keperawatan (30 orang). Prodi Keperawatan di Garut, jumlah daya tampung yang dibuka sebanyak 100 orang.

Untuk PSDKU di Pangandaran, sebanyak 50 persen dari jumlah daya tampung dialokasikan khusus untuk siswa asal Pangandaran dengan beasiswa dari Pemerintah Kabupaten Pangandaran dan Pemerintah Provinsi Jabar. Mahasiswa yang diterima akan kuliah gratis karena dibiayai oleh pemerintah daerah. Sementara separuh lainnya dibuka untuk mahasiswa seluruh Indonesia dengan ketetapan besaran biaya UKT tertinggi. “Dengan biaya UKT tertinggi untuk mahasiswa nonPangandaran, diharapkan dapat berkontribusi meningkatkan wilayah di Pangandaran sendiri,” katanya

 

Sumber :

https://pendidikan.id/main/forum/diskusi-pendidikan/mata-pelajaran/10973-materi-gelombang-elektromagnetik-dan-contoh-soalnya-lengkap

PKK Se-Kota Bogor Diajak Budidayakan Jahe Merah

PKK Se-Kota Bogor Diajak Budidayakan Jahe Merah

PKK Se-Kota Bogor Diajak Budidayakan Jahe Merah

PKK Se-Kota Bogor Diajak Budidayakan Jahe Merah

Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga

Para anggota dan pengurus Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Bogor, khususnya yang berada di 68 Kelurahan dalam waktu dekat ini akan diajak untuk membudidayakan tanaman herbal jahe merah. Hal tersebut diketahui saat audiensi Warta Kota terkait rencana Lomba Tanaman Herbal Bejo antar PKK Kelurahan Se-Kota Bogor di Rumah Dinas Wali Kota Bogor, jalan Pajajaran Kota Bogor, Senin (31/07/2017).

Vice GM Business Warta Kota Christiana Benny

Vice GM Business Warta Kota Christiana Benny menjelaskan selain Kota Bogor sebelumnya program Lomba Tanaman Herbal Bejo antar PKK Kelurahan telah berjalan selama tiga tahun di kota-kota besar seperti Surabaya, Semarang, Yogjakarta, Jakarta dan Bandung. Menurutnya lomba ini tidak seperti lomba pada umumnya karena akan memakan waktu yang cukup lama atau kurang lebih selama satu tahun.

“Nantinya para peserta akan diberikan pembekalan berupa bibit tanaman herbal jahe merah yang akan dilombakan dan pupuknya demikian pula untuk pelatihan cara budidaya jahe merah disertai pula pendampingannya,” tuturnya.

Marko Manager Warta Kota  Erdianawati

Sementara itu, Marko Manager Warta Kota  Erdianawati menuturkan,  Lomba Tanaman Herbal Bejo ini beberapa bulan akan dilihat hasil budidayanya dan nanti hasilnya akan dibeli pihak produsen Bintang 7.

Untuk penilaiannya

Dina sapaan akrab Erdianawati menjelaskan beberapa kriteria  diantaranya estetika, perawatan tumbuhan herbal, partisipasi warga, dan output lainnya seperti pembuatan pupuk kompos serta identitas dari tanaman yang ada dengan melibatkan dinas terkait untuk membantu penilaian.

Saat disinggung pemilihan Jahe Merah sebagai tanaman herbal yang dipilih Dina menjelaskan, saat ini hasil produksi budidaya  tanaman herbal Jahe Merah di Indonesia sangat minim. Disisi lain, jahe merah memiliki manfaat yang sangat besar, bahkan untuk memenuhi keperluan jahe merah terpaksa mengimpornya dari negara Jepang dan Cina.

Wali Kota Bogor Bima Arya

Wali Kota Bogor Bima Arya menilai diperlukan stamina dan konsistensi, karena lomba ini jangka panjang. Jadi perlu dibuat nota kesepakatan agar lebih terpantau dan tidak berhenti di tengah jalan.

Ketua TP PKK Kota Bogor Yane Ardian menyarankan agar lima tanaman wajib harus ditetapkan TP PKK Kota Bogor agar dapat dimasukkan dalam penilaian, adapun kelima tanaman wajib tersebut adalah kerokot, kelor, bunga teleng, binahong dan terbangun. Menurut Yane kelima tanaman herbal wajib tersebut sudah memiliki jurnal-jurnal internasional dan banyak digunakan untuk bahan obat-obatan.

Yane menambahkan

Pihaknya akan segera menggelar rapat internal maupun dengan bagian kerjasama Pemkot Bogor dalam menyusun poin-poin yang akan dikerjasamakan. “Semoga dalam waktu dekat sudah ada hasilnya, jadi bisa dimulai secepatnya,. Jika dimulai bulan ini Insya Allah puncak kegiatannya tepat saat peringatan Hari Jadi Bogor 2018,’ kata Yane.

Hadir dalam audiensi tersebut

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kota Bogor Irwan Rianto, Kepala DPMPPA Artiana Yanar Anggraini serta perwakilan Bagian Kerjasama dan Humas Pemkot Bogor serta pengurus TP PKK Kota Bogor.

 

Artikel terkait :

Kejar Capaian Target PKB Terbaik Jawa Barat

Kejar Capaian Target PKB Terbaik Jawa Barat

Kejar Capaian Target PKB Terbaik Jawa Barat

Kejar Capaian Target PKB Terbaik Jawa Barat

Pemerintah Kota

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor masuk dalam lima besar kota terbaik dalam upaya peningkatan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Hal tersebut dibuktikan dengan masuknya Kota Bogor dalam nominasi Penghargaan Intensifikasi Pemungutan Pajak Kendaraan Bermotor Jawa Barat dengan melakukan ekpose, Rabu (26/07/2017) lalu di Bandung. “Ekpose dilakukan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Ade Sarip Hidayat,” ujar Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor Daud Nedo Darenoh saat dihubungi Senin (31/07/2017).

Daud mengatakan

Masuknya Kota Bogor di lima besar setelah seleksi di Kabupaten Bogor bersama 13 Kota/Kabupaten lainnya di Jawa Barat, yang kemudian keluar lima kota untuk naik ke tingkat Provinsi yakni Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Sukabumi. “Dari lima kota ini akan dipilih juara satu sampai tiga yang diumumkan saat HUT RI Ke 72 mendatang,” terangnya.

Menurut Daud

Pihaknya optimis Kota Bogor bisa menjadi juara terbaik mengingat potensi kendaraan yang ada di Kota Bogor serta potensi pajak terhutangnya. Pasalnya, jumlah kendaraan roda dua di Kota Bogor yang tercatat sampai Juni 2017 ada 373.501 kendaraan, sementara jumlah kendaraan roda empat dan sejenisnya tercatat 100.086 kendaraan. “Dengan jumlah 473.587 kendaraan ditargetkan jumlah penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) 2017 sebesar Rp 69.804.900.000 yang saat ini sudah terealisasi Rp 13.960.980.000,” bebernya.

Tak hanya itu, pihaknya juga terus melakukan berbagai upaya demi meningkatkan pembayaran PKB

Mulai dari Sosialisasi melalui surat pemberitahuan kepada Unsur Wilayah (Kecamatan/Kelurahan) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengenai E-Samsat yang telah ditetapkan Bapenda Provinsi Jabar berupa kemudahan pembayaran melalui ATM. Mengadakan  penyuluhan Pajak Kendaraan Bermotor kepada warga dan Unsur Wilayah.

Sosialisasi melalui surat pemberitahuan kepada Unsur wilayah terkait pengalihan Plat Kendaraan bermotor menjadi Plat F (Bogor) bagi warga yang memilik kendaraan Plat B (Jakarta). “Setiap bulan juga kami melakukan penagihan rutin bersama menggunakan Mobil Keliling Pembayaran PBB P2 (Mobil Online) bersama Samsat Gendong di setiap kelurahan se-Kota Bogor,” kata Daud.

 

Sumber : https://dogetek.co/