Penjelasan BSNP Soal Ujian Pengganti USBN dan Format UN Tahun 2020

Penjelasan BSNP Soal Ujian Pengganti USBN dan Format UN Tahun 2020

Penjelasan BSNP Soal Ujian Pengganti USBN dan Format UN Tahun 2020

Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) menyebutkan bahwa akan

menghapus Prosedur Operasional Standar Ujian Sekolah Berstandar Nasional (POS USBN) pada tahun 2020. Sebagai gantinya, USBN akan digantikan dengan ujian sekolah.
“Tidak ada lagi USBN dan karena itu maka BSNP tidak menerbitkan POS USBN dan yang berlaku nanti ujian sekolah,” tutur ketua BSNP, Abdul Mu’ti, di gedung BSNP, Fatmawati, Jakarta Selatan, Selasa (21/1).
Mu’ti menyebut perbedaannya terletak pada format pelaksanaannya. Dalam hal ini, penyelenggaraan sepenuhnya diberikan kepada sekolah.
Ia menambahkan, pembuatan soal ujiannya juga akan dilakukan oleh pihak sekolah masing-masing.
“Dengan ujian sekolah ini kalau kita mengacu pada Permendikbud 53 tahun 2015 pelaksanaan sepenuhnya itu oleh satuan pendidikan, guru. Dan kemudian soal-soal mereka susun sesuai dengan kemampuan mereka,” jelasnya.
Namun, Mu’ti mendengar bahwa sekolah masih diberikan pilihan untuk menyusun soal sendiri atau memakai soal dari kementerian.
“Saya mendengar tapi ini bukan kewenangan BSNP. Mereka masih diberikan opsi apakah mereka akan menyusun soal secara penuh atau mereka masih menggunakan soal anchor yang disiapkan oleh kementerian,” sebutnya.
Ilustrasi Siswa Ikut USBN
Ilutrasi siswa yang mengikuti USBN. Foto: ANTARA/Feny Selly
Ia juga menjelaskan pelaksanaan UN untuk tahun ini tidak akan berbeda jauh dari tahun sebelumnya.
ADVERTISEMENT
“Ya saya kira sebenarnya perubahan yang mendasar itu lebih banyak terkait dengan perubahan nomenklatur di Kemendikbud. Kalau secara substantif penyelenggaran ujian 2020 ini dengan POS yang baru tidak ada perubahan yang sangat mendasar dengan sebelumnya,” ujar dia.
“Misalnya untuk moda ujian nasional tetap saja kita menggunakan seperti tahun sebelumnya UN berbasis komputer dan berbasis kertas dan pensil,” sambung dia.

Namun, untuk UN tidak menggunakan komputer, sekolah tersebut masih

harus meminta persetujuan lembaga yang ia pimpin.
“UN Berbasis kertas dan pensil (UNKP) itu harus berdasarkan persetujuan dari BSNP dan dinas terkait. Karena kami menekankan bahwa UNBK ini berdasarkan evaluasi, lebih memberikan akurasi tidak hanya dari sisi objektivitas dalam mereka melakukan UN. Tetapi juga dari sisi efisiensi baik menyangkut pembiayaan maupun secara pelaksanaan, ” sebutnya.

Oleh karena itu, ia mendorong agar sekolah-sekolah bisa melaksanakan UN

menggunakan komputer. “Memang secara prinsip kami mendorong untuk UN berbasis komputer,” tutup dia.

 

Sumber :

https://www.belajarbahasainggrisku.id/

Yuk Simak! Nenek 84 Tahun Asal Caringin Sukabumi Saat Mengajar

Yuk Simak! Nenek 84 Tahun Asal Caringin Sukabumi Saat Mengajar

Yuk Simak! Nenek 84 Tahun Asal Caringin Sukabumi Saat Mengajar

Langkah kuat tak seperti usianya yang sudah tidak muda lagi, menggambarkan sosok Neneh Hasanah (84 tahun) saat pergi dari rumahnya menuju ke sekolah di Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Assahriyah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (DTA) Misbahul Aulad, Kampung Ciseupan Hilir RT 03/06 Desa Seuseupan Kecamatan Caringin Kabupaten Sukabumi untuk mengajar anak didiknya.

“Memang rutin seperti ini. Sekolah ini pun nantinya untuk kelas VI akan ada

ujian dan mendapatkan ijazah, sedangkan siswa kelas lainnya mendapatkan rapor di acara samenan (momen pergantian ajaran baru),” kata Neneh kepada sukabumiupdate.com.
Untitled Image
Neneh Hasanah (84 tahun), saat mengajar di YPI Assahriyah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (DTA) Misbahul Aulad, Kampung Ciseupan Hilir RT 03/06 Desa Seuseupan Kecamatan Caringin Kabupaten Sukabumi, Senin (20/1/2020). | Sumber Foto:Oksa BC
Saat pertama memasuki ruang kelas, Neneh memulai pembelajaran dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh salah seorang siswa. Setelah itu, Neneh mulai mengabsen kehadiran para siswa laiknya sekolah yang lain. Sejurus kemudian, Neneh mulai menulis kalimat dalam bahasa Arab di papan tulis hitam.
“Nah setelah ditulis dan diberi arti, para siswa juga ikut menulis. Nanti itu langsung dijelaskan kepada para siswa,” sambung Dadang, anak Neneh sekaligus guru di sekolah yang sama dengan Neneh.
Untitled Image

Neneh Hasanah (84 tahun), saat mengajar di YPI Assahriyah Diniyah

Takmiliyah Awaliyah (DTA) Misbahul Aulad, Kampung Ciseupan Hilir RT 03/06 Desa Seuseupan Kecamatan Caringin Kabupaten Sukabumi, Senin (20/1/2020). | Sumber Foto:Oksa BC
Tak lama berselang, benar saja, Neneh mulai menjelaskan satu per satu dari tiap kalimat yang ia tulis di papan tulis tersebut. Pembelajaran di dalam kelas yang Neneh pimpin, berlangsung dengan cukup khidmat.

Sementara itu, salah seorang siswa bernama Muhammad Yusuf mengaku

sangat senang belajar dengan Neneh. Penjelasan pelajaran dari Neneh pun, sambung Yusuf, cukup dimengerti oleh dirinya.
“Biasanya belajar hadits, sejarah, dan macam-macam. Penjelasannya mudah dipahami,” singkat remaja yang bercita-cita menjadi seorang kiai tersebut.

 

Sumber :

https://www.kakakpintar.id/

Pengertian Masyarakat Perkotaan

Pengertian Masyarakat Perkotaan

Pengertian Masyarakat Perkotaan
Masyarakat perkotaan sering disebut urban community. Pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat kehidupannya serta ciri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan.
Komunitas atau masyarakat perkotaan sering diidentikan dengan masyarakat modern (maju), dan tidak jarang pula dipertentangkan dengan masyarakat pedesaan, yang akrab pula dengan predikat masyarakat tradisonal manakala dilihat dari aspek kulturnya. Spesifikasi masyarakat kota atau masyarakat maju itu antara lain sebagai berikut :
a.              Hubungan antar anggota masyarakat nyaris bertumpu pada pertimbangan untuk kepentingan masing-masing pribadi warga kota tersebut.
b.             Hubungan dengan masyarakat perkotaan lainnya berlangsung secara terbuka dan saling berinteraksi.
c.              Mereka warga kota yakin bahwa iptek memiliki manfaat yang signifikan dalam meningkatkan kualitas kehidupan.
d.             Masyarakat kota berdeferensiasi atas dasar perbedaan profesi dan keahlian sebagai fungsi pendidikan dan pelatihan.
e.              Tingkat pendidikan masyarakat kota relatif lebih tinggi bila dibandingkan dengan masyarakat pedesaan.
f.              Aturan-aturan atau hukum yang berlaku dalam masyarakat perkotaan lebih berorientasi pada aturan atau hukum formal yang bersifat kompleks.
g.             Tatanan ekonomi yang berlangsung dalam masyarakat perkotaan umumnya ekonomi-pasar yang berorientasi pada nilai uang, persaingan, dan nilai-nilai inovatif lainnya.
Ada beberapa ciri yang menonjol pada masyrakat kota, yaitu :
a.              Kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa.
b.             Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang-orang lain.
c.              Pembagian kerja di antara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.
d.             Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota daripada warga desa.
e.              Jalan pikiran rasional yang pada umumnya dianut masyarakat perkotaan, menyebabkan bahwa interaksi-interaksi yang terjadi lebih didasarkan pada faktor kepentingan daripada faktor pribadi.
f.              Jalan kehidupan yang cepat di kota-kota, mengakibatkan pentingnya faktor waktu bagi warga kota, sehingga pembagian waktu yang teliti sangat penting untuk dapat mengejar kebutuhan-kebutuhan seorang individu.
g.             Perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata di kota-kota, sebab kota-kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh-pengaruh dari luar.

Masyarakat Perkotaan, Aspek-Aspek Positif dan Negatif

Masyarakat Perkotaan, Aspek-Aspek Positif dan Negatif

Masyarakat Perkotaan, Aspek-Aspek Positif dan Negatif
  1. Pengertian Masyarakat

Masyarakat (sebagai terjemahan istilah society) adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Kata “masyarakat” sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antarentitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.

Menurut Syaikh Taqyuddin An-Nabhani, sekelompok manusia dapat dikatakan sebagai sebuah masyarakat apabila memiliki pemikiran, perasaan, serta sistem/aturan yang sama. Dengan kesamaan-kesamaan tersebut, manusia kemudian berinteraksi sesama mereka berdasarkan kemaslahatan.

Masyarakat sering diorganisasikan berdasarkan cara utamanya dalam bermata pencaharian. Pakar ilmu sosial mengidentifikasikan ada: masyarakat pemburu, masyarakat pastoral nomadis, masyarakat bercocoktanam, dan masyarakat agrikultural intensif, yang juga disebut masyarakat peradaban. Sebagian pakar menganggap masyarakat industri dan pasca-industri sebagai kelompok masyarakat yang terpisah dari masyarakat agrikultural tradisional.

Masyarakat dapat pula diorganisasikan berdasarkan struktur politiknya: berdasarkan urutan kompleksitas dan besar, terdapat masyarakatbandsukuchiefdom, dan masyarakat negara.

Kata society berasal dari bahasa latin, societas, yang berarti hubungan persahabatan dengan yang lain. Societas diturunkan dari kata socius yang berarti teman, sehingga arti society berhubungan erat dengan kata sosial. Secara implisit, kata society mengandung makna bahwa setiap anggotanya mempunyai perhatian dan kepentingan yang sama dalam mencapai tujuan bersama.

Syarat-syarat terbentuknya masyarakat :

  1. Harus ada pengumpulan manusia, dan harus banyak, bukan pengumpulan binatang
  2. Telah bertempat tinggal dalam waktu yang lama di suatu daerah tertentu
  3. Adanya aturan-aturan atau undang-undang yang mengatur mereka untuk menuju kepada kepentingan dan tujuan bersama.

Apabila kita berbicara tentang masyarakat, terutama jika kita mengemukakannya dari sudut antropologi, maka kita mempunyai kecenderungan untuk melihat 2 tipe masyarakat, yaitu :

  1. Satu masyarakat kecil yang belum begitu kompleks, yang belum mengenal pembagian kerja, belum mengenal struktur dan aspek-aspeknya masih dapat dipelajari sebagai satu kesatuan.
  2. Masyarakat yang sudah kompleks, yang sudah jauh menjalankan spesialisasi dalam segala bidang, karena ilmu pengetahuan modern sudah maju, teknologi maju, sudah mengenal tulisan, satu masyrakat yang sukar diselidiki dengan baik dan didekati sebagian saja.

Sumber : https://solidaritymagazine.org/

Perguruan dan Pendidikan

Perguruan dan Pendidikan

Perguruan dan Pendidikan
  1. Mengembangkan Potensi Generasi Muda

Pembinaan dan pengembangan potensi angkatan muda pada tingkat perguruan tinggi, lebih banyak diarahkan dalam program-program studi dalam berbagai ragam pendidikan formal. Mereka dibina digembleng di laboratorium-laboratorium dan pada kesempatan-kesempatan praktek lapangan.

Kaum muda memang betul-betul merupakan suatu sumber bagi pengembangan masyarakat dan bangsa. Oleh karena itu, pembinaan dan perhatian khusus harus diberikan bagi kebutuhan dan pengembangan potensi mereka.

  1. Pendidikan dan Perguruan Tinggi

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.

Pendidikan biasanya berawal pada saat seorang bayi itu dilahirkan dan berlangsung seumur hidup. Pendidikan bisa saja berawal dari sebelum bayi lahir seperti yang dilakukan oleh banyak orang dengan memainkan musik dan membaca kepada bayi dalam kandungan dengan harapan ia akan bisa (mengajar) bayi mereka sebelum kelahiran. Bagi sebagian orang pengalaman kehidupan sehari-hari lebih berarti daripada pendidikan formal. Seperti kata Mark Twain, “Saya tidak pernah membiarkan sekolah mengganggu pendidikan saya.” Anggota keluarga mempunyai peran pengajaran yang amat mendalam — sering kali lebih mendalam dari yang disadari mereka — walaupun pengajaran anggota keluarga berjalan secara tidak resmi.

Sedangkan Perguruan tinggi adalah satuan pendidikan penyelenggara pendidikan tinggi. Peserta didik perguruan tinggi disebut mahasiswa, sedangkan tenaga pendidik perguruan tinggi disebut dosen. Menurut jenisnya, perguruan tinggi dibagi menjadi dua:

  • Perguruan tinggi negeri adalah perguruan tinggi yang pengelolaan dan regulasinya dilakukan oleh negara.
  • Perguruan tinggi swasta adalah perguruan tinggi yang pengelolaan dan regulasinya dilakukan oleh swasta.

Generasi muda/pemuda khususnya yang berkesempatan mengenyam pendidikan tinggi menjadi penting, karena berbagai alasan, salah satunya adalah sebagai kelompok masyarakat yang memperoleh pendidikan terbaik, mereka memiliki pengetahuan yang luas tentang masyarakatnya, karena adanya kesempatan utuk terlibat di dalam pemikira, pembicaraan serta penelitian tentang berbagai masalah yang ada dalam masyarakat. Kesempatan ini tidak dimiliki oleh generasi muda pemuda pada umumnya. Oleh karena itu, sungguh pun berubah-ubah, namun mahasiswa termasuk yang terkemuka di dalam memberikan perhatian terhadap masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat secara nasional.

Sumber : https://profilesinterror.com/

Siswa SMKN 8 Ikut Kejuaraan Karate Tingkat Provinsi

Siswa SMKN 8 Ikut Kejuaraan Karate Tingkat Provinsi

Siswa SMKN 8 Ikut Kejuaraan Karate Tingkat Provinsi

Siswa SMKN 8 Kota Bekasi, Lucky Febriansyah, kini telah mengikuti kejuaraan

Karate di tingkat provinsi. Pria berpostur tinggi ini optimis bisa melewati kejuaraan ini sehingga nantinya bisa mewakili Jawa Barat di tingkat nasional.

Lucky Febriansyah merupakan siswa kelas 11 jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ) SMKN 8 Kota Bekasi. Ia harus berjuang keras dalam kejuaraan di tingkat provinsi ini agar harapan dirinya dan pihak sekolah untuk dapat mewakili provinsi Jawa Barat di tingkat nasional dapat terwujud.

 

Pria yang akrab disapa Lucky ini telah berhasil melewati babak penyisihan

pada Rabu (24/7) lalu yang berlansung di GOR Pajajaran Kota Bandung Jawa Barat. Pada Kamis (25/7), babak penentuan pun telah diikutinya.

Saat dihubungi Radar Bekasi, Lucky mengaku bangga bisa mewakili Kota Bekasi di tingkat provinsi. “Seneng banget bisa mewakili Kota Bekasi dalam kejuaraan Karate dan semoga bisa lolos untuk seleksi berikut,” ungkap Lucky.

Sementara, Kepala Sekolah SMKN 8 Kota Bekasi, Eden Hedi, optimis siswanya bisa melewati kejuaraan di tingkat provinsi yang diikuti oleh perwakilan dari 20 kota/kabupaten di Jawa Barat.

“Kami optimis bisa memenangkan kejuaraan ini sehingga nantinya siswa kami

bisa mewakili Jawa Barat ke tingkat nasional,” ujar Eden, melalui sambungan selulernya.

Doa terus dipanjatkan oleh Eden dan para guru untuk Lucky yang tengah berjuang dalam meraih prestasi tersebut. “Saya berdoa semoga Lucky bisa mengalahkan pesaing-pesaing lainnya dan menjadi juara pada kejuaraan tahun ini,” ujarnya.

 

Baca Juga :

Meriahkan Hari Jadi dengan Berbagai Perlombaan

Meriahkan Hari Jadi dengan Berbagai Perlombaan

Meriahkan Hari Jadi dengan Berbagai Perlombaan

SMAN 7 Kota Bekasi memperingati Hari Ulang Tahun ke-24 tahun, Kamis (31/7). Selain upacara, dihelat berbagai perlombaan untuk memeriahkan hari jadi.

Lomba yang diikuti oleh para guru, staf dan siswa diantaranya, lomba kaki 3,

joged balon, dan satuan. Kegiatan yang panitiai oleh organisasi siswa intra sekolah (OSIS) ini berlangsung meriah.

Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan SMAN 7 Kota Bekasi, Eddy Sunarya, mengatakan HUT diperingati oleh sekolah tiap tahunnya agar guru, staf, dan sisa selalu mengingat berdirinya SMAN 7.

”Ini sudah menjadi agenda tahunan kami supaya seluruh masyarakat yang berada di lingkungan sekolah mengetahui pada tanggal dan dibulan ini SMA Negeri 7 Kota Bekasi mulai berdiri,” ujar Eddy, diruang kerjanya, Rabu (31/7).

Sekolah yang berdiri pada 31 Juli 1997 ini diharapkan kedepannya bisa menjadi

lembaga pendidikan yang mampu menghasilkan lulusan terbaik di bidang akademik maupun non akademik. Tentunya, juga bertaqwa dan berakhlak mulia.

”Tentunya kami juga berharap SMAN 7 bisa menjadi sekolah yang lebih baik dan lebih diterima dilingkungan masyarakat,” tukasnya.

Sementara, Wakil Ketua Osis sekaligus penanggung jawab kegiatan lomba,

Afifah Amroh, mengaku bersyukur bisa mensukseskan kegiatan peringatan hari jadi sekolahnya. Dengan demikian, persiapan yang sudah dipersiapkan sejak jauh-jauh hari tak sia-sia.

 

Sumber :

https://www.caramudahbelajarbahasainggris.net/

Lulusan Unisma Dipersiapkan Hadapi Revolusi Industri 4.0

Lulusan Unisma Dipersiapkan Hadapi Revolusi Industri 4.0

Lulusan Unisma Dipersiapkan Hadapi Revolusi Industri 4.0

Universitas Islam 45 (Unisma) Bekasi menghelat wisuda bagi 503 mahasiswa

di Gedung Sasana Kriya, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Selasa (6/5). Ratusan wisudawan ini merupakan lulusan dari jenjang pendidikan Diploma III (D3), Strata 1 (S1), dan dan Pascasarjana (S2).

Wisuda ke-40 ini dihelat dalam sidang senat terbuka yang dipimping langsung oleh Rektor Unisma Bekasi, Nandang Najmulmunir. Dalam sambutannya, Nandang, menyampaikan 502 lulusan ini telah dipersiapkan untuk mampu menghadapi revolusi industri 4.0. Hal tersebut sesuai dengan visi Unisma Bekasi, yakni ”Terwujudnya universitas yang menghasilkan Insan Khairu Ummah bagi masyarakat”.

Sementara, Direktur Administrasi Pengembangan Akademik Unisma Bekasi,

Titi Harsiwi, berharap wisudawan dapat mengamalkan ilmunya di lingkungan masyarakat.

”Semoga wisudawan yang lulus ditahun ini bisa menjadi motivator dan bisa mengembangkan ilmu nya lagi di luar sana,” ujarnya.

Salah satu wisudawan, Zulfi Nur Sidik, mengaku senang bisa lulus kuliah tepat

waktu dengan hasil yang cukup memuaskan. Lulusan program studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi ini telah siap bekerja sesuai dengan kemampuannya.

”Seneng banget dan bersyukur bisa lulus dengan IPK 3,31 dan bisa melihat orang tua tersenyum. Selanjutnya tinggal mencari pekerjaan yang sesuai dengan program studi yang saya ambil saat ini,” ungkap Zulfi.

 

Sumber :

https://ruangseni.com/

Konsep Dasar Perpajakan Internasional

Konsep Dasar Perpajakan Internasional

Konsep Dasar Perpajakan Internasional

Indonesia merupakan bagian dari dunia internasional yang sudah pasti dalam menjalankan roda pemerintahannya melakukan hubungan internasional. Indonesia sebagai negara berdaulat memiliki hak untuk membuat ketentuan tentang perpajakan. Fungsi dari pajak yang ditarik oleh pemerintah ini utamanya adalah untuk membiayai kegiatan pemerintahan dalam rangka menyediakan barang dan jasa publik yang diperlukan oleh seluruh rakyat Indonesia. Di samping itu, pajak juga berfungsi untuk mengatur perilaku warga negara untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu.
Hubungan internasional dapat berupa kerjasama di bidang keamanan pertahanan, kerjasama di bidang sosial, ekonomi, budaya dan lainnya, namun pembahasan ini terbatas pada kegiatan ekspor maupun impor (Transaksi Perdagangan Internasional) yang terkait dengan pajak internasional.
Setiap kerjasama yang dilakukan oleh setiap negara tentunya harus disepakati terlebih dahulu oleh para pihak guna mencapai komitmen bersama yang termuat dalam suatu perjanjian internasional, tidak terkecuali perjanjian dalam bidang perpajakan. Transaksi antar ke dua negara atau beberapa negara dapat menimbulkan aspek perpajakan, hal ini perlu diatur dan disepakati oleh kedua negara atau seluruh dunia guna meningkatkan perekonomian dan perdagangan kedua negara, agar tidak menghambat investasi penanaman modal asing akibat pengenaan pajak yang memberatkan wajib pajak yang berkedudukan di kedua negara yang mengadakan transaksi tersebut.

Untuk itu perlu adanya kebijakan perpajakan internasional dalam hal mengatur hak pengenaan pajak yang berlaku disuatu negara, dengan asumsi bahwa disetiap negara dapat dipastikan sudah mengatur ketentuan pajak dalam wilayah yang menjadi kedaulatannya. Namun setiap negara tidak bebas mengatur pengenaan pajak terhadap badan atau warga negara asing, pajak internasional merupakan salah satu bentuk hukum internasional, dimana setiap negara harus tunduk pada kesepakatan dunia internasional yang dikenal dengan istilah Konvensi Wina.

Baca Juga :

Pemajakan Transaksi Lintas Negara

Pemajakan Transaksi Lintas Negara

Pemajakan Transaksi Lintas Negara
Pemajakan berganda terjadi karena benturan antar klaim pemajakan. Secara umum, ketentuan pajak internasional suatu negara meliputi 2 (dua) dimensi luas yaitu:

 

  1. Pemajakan terhadap wajib pajak dalam negeri (WPDN) atas penghasilan dari luar negeri, dan
  2. Pemajakan terhadap wajib pajak luar negeri (WPLN) atas penghasilan dari dalam negeri (domestik).

 

Bagian pertama merujuk pada permajakan atas penghasilan luar negeri atau transaksi (ke) luar batas negara (outward, outbound transaction) karena umumnya melibatkan eksportasi modal ke mancanegara sedangkan dimensi kedua menunjuk pada pemajakan atas penghasilan domestik atau transaksi (ke) dalam batas negara (inward, inbound transaction) karena umumnya melibatkan importasi modal dari manca negara.
Dalam aplikasinya pemajakan penghasilan luar negeri dilakukan oleh negara domisili (residence country), sedangkan pemajakan penghasilan domestik dilakukan oleh negara sumber (source country) Baik negara sumber maupun negara domisili biasanya berhak untuk mengenakan pajak berdasarkan undang-undang domestiknya. Pengenaan pajak oleh dua yurisdiksi perpajakan terhadap satu jenis penghasilan inilah yang biasanya menimbulkan pengenaan pajak berganda sehingga perlu diatur dalam suatu persetujuan antara negara sumber dan negara domisili.
Misalnya: PT A punya cabang di Jepang. Penghasilan cabang di Jepang dikenakan pajak oleh fiskus Jepang. Sedangkan di Indonesia penghasilan itu digabung dengan penghasilan dalam negeri lalu dikalikan tarif pajak UU domestik Indonesia.
Bentrokan klaim lebih diperparah bila terjadi dual residen, dimana terdapat dua negara sama-sama mengklaim seorang subjek pajak sebagi wajib pajak dalam negerinya yang menyebabkan ia terkena pemajakan global dua kali.
Misalnya: Mr. A bekerja di Indonesia lebih dari 183 hari namun setiap sabtu dan minggu ia pulang ke rumahnya di Singapura. Mr. A dianggap WPDN oleh Indonesia dan juga Singapura sehingga untuk wajib melapor dan membayar pajak untuk penghasilan globalnya pada Indonesia maupun Singapura.