MPLS SMP Mengambil Tema Sekolah Ramah Anak

MPLS SMP Mengambil Tema Sekolah Ramah Anak

MPLS SMP Mengambil Tema Sekolah Ramah Anak

Memasuki tahun ajaran baru tingkat SMP, akan ada kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS). Dinas Pendidikan Kota Bogor mengambil tema MPLS yakni Sekolah Ramah Anak (SRA).

Kabid SMP Kota Bogor Arni Suhaerani mengatakan, kebutuhan pendidikan bukan hanya milik dinas sendiri, tetapi untuk mempersiapkan anak bangsa yang akan menjadi pemimpin masa depan.

“Dinas kesehatan ikut di dalamnya, karena ingin membentuk generasi sehat.

Kemudian pemberdayaan perempuan dan anak juga ikut. DPLH dengan program Adiwiyata-nya. Lalu, integrasi pendidikan berlalu lintas dengan polisi,” bebernya saat ditemui wartawan di acara Monitoring dan Evaluasi tingkat SMP swasta Kota Bogor di SMP Islam Al Mustarih.

Salah satu yang harus disikapi bersama, kata dia, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) ingin menyosialisasikan lewat MPLS bahwa pendidikan itu luas, dan yang paling utama mendidik anak dimulai dari rumah, dari orang tua.

“Sekolah ramah anak tentu saja terdapat perlindungan hak-hak bagi anak. Maka di situ KPAI yang langsung bicara. Nah, strateginya pada saat MPLS ini, karena tepat dengan momennya,” katanya.

Di tempat yang sama, Kasi Kesiswaan Dinas Pendidikan Kota Bogor Teddy

Kusnadi mengatakan, tujuan utama sekolah ramah anak adalah untuk menghentikan perilaku bullying, baik fisik maupun psikis. Termasuk pemakaian atribut macam-macam selama MPLS.

“Atribut yang boleh digunakan hanya benda warna merah putih, yang merupakan lambang negara Indonesia,” tuturnya.

Setelah diadakan workshop, pihaknya mengumpulkan waka kesiswaan SMP

se-Kota Bogor untuk diberikan pembekalan.

“Sampai hal sekecil apa pun seperti harus membawa kacang hijau dan semacamnya yang aneh-aneh, itu tidak boleh, karena termasuk pada bullying psikis,” tegasnya.

Sumber :

https://www.artstation.com/ahmadali88/blog/oOK0/history-of-eid-al-fitr

320 Siswa Akan Jadi Peserta Didik Baru di SMAN 5

320 Siswa Akan Jadi Peserta Didik Baru di SMAN 5

320 Siswa Akan Jadi Peserta Didik Baru di SMAN 5

Proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) pada tahun ajaran 2018-2019 di

SMAN 5 Kota Bogor melalui sistem yang telah ditentukan sesuai juklak dan juknis Peraturan Gubernur berlangsung lancar dan aman, demikian disampaikan Ketua PPDB SMAN 5 Kota Bogor, Rini Ratnasari saat ditemui Metropolitan pada pelaksanaan PPDB.

Rini menambahkan, bahwa kuota untuk peserta didik baru yaitu sebanyak 320 siswa yang terbagi dalam 9 rombongan belajar (rombel), untuk jurusan IPA dan IPS.

“Kemudian untuk sistem zonasi, diharapkan bagi siswa yang diterima di SMAN

5 Kota Bogor, dapat menyesuaikan dengan metode pengajaran yang diterapkan di sekolah, sehingga kedepannya bisa meraih prestasi serta diimbangi antara IPTEK dan IMTAQ,” ucap Rini

Ia berharap agar PPDB bisa berjalan lancar, mengingat pelaksaan sudah

dilakukan sesuai juklak dan juknis PPDB serta berjalan aman dan lancar.(lis/ar/sal)

RAMAI : Suasana pendaftaran siswa baru tahun ajaran 2018/2019 di SMAN 5 Kota Bogor

 

Sumber :

https://www.artstation.com/ahmadali88/blog/Or6E/history-of-the-origins-of-plate-dance

Management choice

Management choice

Management choice

Anne Distagne adalah CEO dari Linkage Construction Inc, yang menjabat sebagaikontraktor umum untuk pembangunan saluran udara untuk pusat perbelanjaan besar danbangunan lainnya. Dia membanggakan diri pada kemampuan untuk mengelolaperusahaannya secara efektif dan secara tertib. Selama bertahun-tahun telah terjadi 22-25persen stabil pertumbuhan penjualan, laba, dan laba per saham, yang mana ia ingin teruskan karena difasilitasi berurusan dengan bank untuk meningkatkan modal ekspansi.Sayangnya karena kesalahan Sue (chief financial officer), situasi telah berubah.

“Sue, kita sudah mendapat masalah. Kau tahu kebijakan pertumbuhan saya yang stabil.Nah, kita telah melakukan yang sangat baik tahun ini. Keuntungan kita terlalu tinggi:keuntungan diatas 35 persen dibanding tahun lalu. Apa yang kita harus lakukan adalah membawa turun tahun ini dan menyimpan sedikit untuk tahun depan. Jika tidak, maka akan terlihat seperti kita off dikelola dengan baik jalan kita. saya akan terlihat seperti tidakmemiliki pegangan pada aktivitas kita. Siapa tahu, kita mungkin menarik artispengambilalihan. Atau kita mungkin tekor laba tahun depan.”

“Apa yang bisa kita lakukan untuk kembali? Saya telah mendengar kita bisa menyatakanbahwa beberapa pekerjaan konstruksi tidak berjalan seperti yang kita pikirkan sebelumnya, jadi kita hanya harus menyertakan persentase yang lebih rendah dari keuntungan yang diharapkan pada setiap pekerjaan laba tahun ini. Juga, mari kitamengambil $ 124.000 dalam R & D biaya kita dikeluarkan untuk membuat sebuah sistemducting lebih fleksibel untuk pekerjaan A305 dan B244 keluar dari biaya pekerjaan dalampersediaan dan biaya mereka segera.”

“Sekarang dengarkan, Sue, jangan memberiku statis tentang menjadi seorang akuntan yang berkualitas dan tunduk pada aturan profesi Anda. Anda dipekerjakan oleh LinkageKonstruksi dan saya bos Anda, sehingga langsung saja. Biarkan aku revisinya secepat mungkin.”

*Siapa stakeholder yang terlibat dalam keputusan ini?

Anne Distagne (CEO dari Linkage Construction Inc.,) dan Sue (chief financial officer)

*Apakah isu-isu etis yang terlibat?

Anne sebagai bos ingin melakukan kecurangan dengan melakukan pemalsuan akan keuntungan yang didapat sebesar lebih dari 35% ingin di catat seperti keuntungan sebelumnya sekitar 22-25%. Dan Sue sebagai karyawan dipaksa untuk menuruti kemauan dari bosnya.

*Apa yang harus Sue lakukan?

Seharusnya Sue melakukan dan melaporkan keadaan yang sebenarnya, jangan terpengaruh dengan apa yang diinginkan bosnya.

Baca :

TUGAS SOFTSKILL (ETHICS CASE)

TUGAS SOFTSKILL (ETHICS CASE)

TUGAS SOFTSKILL (ETHICS CASE)

2 pelajar akuntansi, Joan dan Miguel, sedang belajar untuk ujian akhir.

“Miguel, bagaimana jika mereka bertanya kepada kita apakah profesi akuntansi harus berbicara tentang kekurangan dalam laporan keuangan?”

“Seperti apa, joan? Kami tahu mereka tidak menunjukkan nilai dari karyawan ataudampak inflasi, atau realitas ekonomi atau nilai pasar dari banyak transaksi. Apa ini yang Anda maksud?”

“Tidak, maksud saya para advokad dari pengungkapan yang akan mengarah pada dunia yang lebih baik bagi kita semua. Misalnya, jika kita hanya bisa mendapatkan perusahaan untuk mulai mengungkapkan dampaknya pada masyarakat, dan terutama lingkungan kita,mereka akan dibujuk untuk menetapkan target dan melakukan yang lebih baik tahun depan. Kita tahu bahwa banyak eksternalitas, seperti biaya polusi, tidak termasuk dalamlaporan keuangan, tetapi kita bisa berbicara untuk pengungkapan tambahan.”

“Joan, Anda lakukan yg Anda mau. Tapi saya akan tetap berpegang pada peran tradisional akuntan. Untuk penyusunan dan audit laporan keuangan. Ini yang kami lakukansejauh ini, bukan?”

“Ya, tapi dokter menahan diri dari mengomentari masalah kesehatan, atau lawyearsmenahan diri dari membuat undang-undang yang mengatur masa depan kita? Mengapa kita harus menghindar dari berbicara tentang isu-isu yang kita tahu sesuatu tentang itusangat berarti bagi masa depan kita?”

 

*Siapakah yang benar, Joan atau Miguel? Mengapa?

Menurut saya miguel benar. karena seorang akuntan tidak hanya menilai atau memperhitungkan keuntungan perusahaan semata, melainkan mempertimbangkan segala aspek yang mungkin timbul dari adanya aktivitas suatu perusahaan yang memperoleh keuntungan dari lingkungan tersebut. Seperti polusi atau pencemaran lingkungan akibat dari aktivitas perusahaan. Jadi selain mengambil manfaat ekonomis dari suatu lingkungan, perusahaan juga harus memperhatikan kondisi dan ekosistem lingkungan tersebut, agar bumi yang kita tinggali ini tidak bertambah rusak dan semakin tidak layak huni karena pencemaran lingkungan. Setidaknya ada timbal balik antara peusahaan, lingkungan dan masyarakat sekitar menjadi solusi terbaik. Selain perusahaan mendapat laba, perusahaan juga memperhatikan lingkungan, sehingga lingkungan terjaga dan masyarakat sekitar tidak merasa dirugikan.

KASUS PELANGGARAN ETIKA

KASUS PELANGGARAN ETIKA

KASUS PELANGGARAN ETIKA

Produk HIT dianggap merupakan anti nyamuk yang efektif dan murah untuk menjauhkan nyamuk dari kita. Tetapi, ternyata murahnya harga tersebut juga membawa dampak negatif bagi konsumen HIT.

Telah ditemukan zat kimia berbahaya di dalam kandungan kimia HIT yang dapat membahayakan kesehatan konsumennya, yaitu Propoxur dan Diklorvos. 2 zat ini berakibat buruk bagi manusia, antara lain keracunan terhadap darah, gangguan syaraf, gangguan pernapasan, gangguan terhadap sel pada tubuh, kanker hati dan kanker lambung.

Obat anti-nyamuk HIT yang dinyatakan berbahaya yaitu jenis HIT 2,1 A (jenis semprot) dan HIT 17 L (cair isi ulang). Departemen Pertanian juga telah mengeluarkan larangan penggunaan Diklorvos untuk pestisida dalam rumah tangga sejak awal 2004 (sumber : Republika Online). Hal itu membuat kita dapat melihat dengan jelas bahwa pemerintah tidak sungguh-sungguh berusaha melindungi masyarakat umum sebagai konsumen. Produsen masih dapat menciptakan produk baru yang berbahaya bagi konsumen tanpa inspeksi pemerintah.

http://pelangianggita.blogspot.com/2012/01/contoh-pelanggaran-kasus-kode-etik.html

ANALISIS KASUS :

Jenis pelanggaran yaitu melanggar kode etik dalam berbisnis ( perlindungan konsumen ).

 

Yang melakukan pelanggaran adalah PT. Megarsari Makmur.

Akibat dari pelanggaran yang dilakukan PT. Megarsari Makmur dapat membahayakan kesehatan konsumennya. Karena dalam produk yang di hasilkan PT tersebut mengandung zat berbahaya yaitu Propoxur dan Diklorvos. 2 zat ini berakibat buruk bagi manusia, antara lain keracunan terhadap darah, gangguan syaraf, gangguan pernapasan, gangguan terhadap sel pada tubuh, kanker hati dan kanker lambung.

Dengan adanya kasus itu membuat kita dapat melihat dengan jelas bahwa pemerintah tidak sungguh-sungguh berusaha melindungi masyarakat umum sebagai konsumen. Produsen masih dapat menciptakan produk baru yang berbahaya bagi konsumen tanpa inspeksi pemerintah.

Jika dilihat menurut UUD, PT Megarsari Makmur sudah melanggar beberapa pasal, yaitu :

1. Pasal 4, hak konsumen adalah :

Ayat 1 : “hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan/atau jasa”

Ayat 3 : “hak atas informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa”

PT Megarsari tidak pernah memberi peringatan kepada konsumennya tentang adanya zat-zat berbahaya di dalam produk mereka. Akibatnya, kesehatan konsumen dibahayakan dengan alasan mengurangi biaya produksi HIT.

2. Pasal 7, kewajiban pelaku usaha adalah :

Ayat 2 : “memberikan informasi yang benar, jelas dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa serta memberi penjelasan penggunaan, perbaikan dan pemeliharaan”

PT Megarsari tidak pernah memberi indikasi penggunaan pada produk mereka, dimana seharusnya apabila sebuah kamar disemprot dengan pestisida, harus dibiarkan selama setengah jam sebelum boleh dimasuki lagi.

3. Pasal 8

Ayat 1 : “Pelaku usaha dilarang memproduksi dan/atau memperdagangkan barang dan/atau jasa yang tidak memenuhi atau tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan dan ketentuan peraturan perundang-undangan”

Ayat 4 : “Pelaku usaha yang melakukan pelanggaran pada ayat (1) dan ayat (2) dilarang memperdagangkan barang dan/atau jasa tersebut serta wajib menariknya dari peredaran”

PT Megarsari tetap meluncurkan produk mereka walaupun produk HIT tersebut tidak memenuhi standar dan ketentuan yang berlaku bagi barang tersebut. Seharusnya, produk HIT tersebut sudah ditarik dari peredaran agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, tetapi mereka tetap menjualnya walaupun sudah ada korban dari produknya.

Sumber : https://sam-worthington.net/

LDK OSIS Bangun Pribadi Pemimpin

LDK OSIS Bangun Pribadi Pemimpin

LDK OSIS Bangun Pribadi Pemimpin

SMPN 10 Kota Bogor mengadakan Lati­han Dasar Kepemimpinan (LDK)

Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) di Cimenteng, Kecama­tan Cijeruk, Kabupaten Bogor, kemarin. Tujuan kegiatan ini untuk membangun kepriba­dian pemimpin berkualitas secara akademis, agamis dan organisatoris.

Menurut Ketua Panitia yang juga Wakil Kepala Sekolah (Wa­kasek) Kesiswaan

SMPN 10, Ridwan, kegiatan LDK ini ber­tujuan membangun karakter siswa sebagai pemimpin ber­kualitas. Sehingga diharapkan kelak menjadi seorang pemim­pin yang akan mampu bersaing di masyarakat.

Dia juga mengakui, OSIS merupakan suatu wadah pem­binaan dan

pengembangan generasi muda, khususnya di lingkungan sekolah. Selain itu, merupakan salah satu jalur pembinaan 4 pilar. ”Jadi, saya juga berharap kegiatan yang rutin diadakan setiap tahun ini bisa menjadi ajang moti­vasi bagi adik-adik kelas VII, untuk ikut dalam kegiatan OSIS,” katanya.(

 

Baca Juga :

Ini Cara SMKN 1 Bogor Tanamkan Pendidikan Akhlak Ke Pelajar Biasakan Sikap 5S

Ini Cara SMKN 1 Bogor Tanamkan Pendidikan Akhlak Ke Pelajar Biasakan Sikap 5S

Ini Cara SMKN 1 Bogor Tanamkan Pendidikan Akhlak Ke Pelajar Biasakan Sikap 5S

Berbagai cara dilakukan setiap sekolah untuk menanamkan pendidikan akhlak

kepada para pelajarnya. Seperti yang dilakukan SMKN 1 Bogor. Mereka membiasakan peserta didiknya untuk mengimplementasikan sikap 5S dalam kehidupannya sehari-hari.

Yakni, Senyum, Sapa, Salam, Sopan dan Santun. “Wajib dan sangat kami perhatikan,” kata Waka Hubinmas SMKN 1 Bogor, Nani Maryani. Tak hanya itu, menurutnya, pihaknya juga mengajarkan peserta didik untuk membiasakan salat duha bersama dan tadarus Al-quran.

Selain itu juga diberikan pembekalan ilmu secara praktek sesuai bidang

keahliannya. “Jadi proses KBM kita pastikan para pelajar dibimbing oleh pengajar yang ahli di bidangnya.

Tujuannya, untuk mewujudkan pelajar berakhlakul ka­rimah disertai kualitas sehingga mem­buahkan prestasi,” ucapnya.Dengan begitu, Nani berharap, dengan sistem belajar yang diberikan sekolah, seluruh pelajar ketika lulus nanti sudah mendapatkan ilmu pengetahuan, keterampilan dan akhlak mulia.

Sehingga mereka da­pat menjadi generasi yang berguna bagi bangsa serta

menciptakan la­pangan kerja baru bagi masyarakat. “Itu harapan kami. Paling penting, mereka juga mampu memotivasi adik kelasnya yang masih mengikuti proses belajar di sekolah,” ujarnya.

 

Sumber :

https://rollingstone.co.id/

Berikan Pendidikan Cuma-cuma hingga Beasiswa

Berikan Pendidikan Cuma-cuma hingga Beasiswa

Berikan Pendidikan Cuma-cuma hingga Beasiswa

SMP Yayasan Pendidikan Cipaku (YPC) mem­berikan kesempatan seluas

-luasnya kepada generasi muda untuk menge­nyam pendidikan yang baik. Salah satunya dengan membebaskan semua biaya pendidikan bagi pe­serta didik. “Tak itu saja, sekolah kami juga memberikan beasiswa bagi siswa yang berprestasi,” terang Kepala SMP YPC, Danial.

Menurut dia, tujuan pemberian biaya pendidikan gratis ini, selain didasarkan

atas keprihatinannya melihat kondisi masyarakat yang kurang mampu, namun memi­liki semangat tinggi untuk tetap bisa bersekolah, juga amanah dari UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Na­sional (Sisdiknas). “Kita ingin anak-anak yang semangat belajar­nya tinggi itu termotivasi, tak putus sekolah hanya gara-gara orang tua mereka tidak mampu membayar biaya pendidikan di sekolah ini,” ucapnya.

Sementara itu, orang tua siswa, Dedeh, mengaku senang atas apa yang sudah

dilakukan SMP YPC. Tanpa biaya anaknya bisa menda­patkan pendidikan. “Benar Pak, sudah dua tahun anak saya ber­sekolah di SMP Cipaku ini tidak dikenakan biaya pendidikan,” singkatnya.(

 

Sumber :

https://voi.co.id/

 

Daftar SBMPTN Mulai Dibuka Hari Ini

Daftar SBMPTN Mulai Dibuka Hari Ini

Daftar SBMPTN Mulai Dibuka Hari Ini

Pendaftaran Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2019 dimu­lai hari ini, Senin (10/6). Ada sejum­lah hal penting diketahui agar tidak salah prosedur. Informasi ini disam­paikan oleh Ketua Lembaga Tes Ma­suk Perguruan Tinggi (LTMPT) Pro­fesor Ravik Karsidi.

Di laman resminya, jadwal pendaf­taran SBMPTN 2019 mulai dari 10 hingga 24 Juni 2019. Pengumuman hasil SBMPTN sendiri akan dilaks­anakan pada 9 Juli 2019 pukul 15.00 WIB. Bagi para pejuang SBMPTN 2019, diharapkan teliti dan cermat. Seluruh ketentuan persyaratan dan tahapan pendaftaran harus disimak baik-baik agar tidak salah.

Pertama, diharapkan kepada para calon pendaftar agar memperhatikan

secara teliti dan cermat semua keten­tuan persyaratan dan tahapan pendaf­taran SBMPTN 2019. Kedua, Sebagai­mana telah diatur Keputusan Men­teri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Permenristekdikti) Nomor 60 Tahun 2018 bahwa kuota setiap Pro­gram Studi yang disediakan untuk calon mahasiswa baru SBMPTN di­tetapkan paling sedikit 40% (empat puluh persen) dari Daya Tampung Program Studi di PTN.

Ketiga sebagai pertimbangan, pro­gram studi, daya tampung per PTN tahun

2019, dan jumlah peminat pro­gram studi per PTN tahun 2018 dapat dilihat di laman https://sbmptn.ltmpt.ac.id. Lalu keempat, bagi peserta pe­lamar program Bidikmisi terlebih dahulu harus mempelajari prosedur pendaftaran yang ada di laman resmi bidikmisi.

Kelima calon peserta penerima bea­siswa Bidikmisi yang telah dinyatakan lulus SNMPTN 2019 dan calon peserta non-Bidikmisi yang dinyatakan lulus SNMPTN 2019, tidak diperbolehkan mendaftar SBMPTN 2019. Lalu apa­bila ada hal perlu ditanyakan terkait dengan SBMPTN 2019, dapat mengu­bungi HelpDesk http://halo.ltmpt.ac.id atau hubungi call center 0804 1 450 450. Informasi resmi juga dapat dipero­leh di kantor Humas PTN terdekat.

Ravik juga mengingatkan para calon pendaftar SBMPTN 2019 bahwa LTMPT

tidak menjalin kerja sama dengan pihak manapun. “Semua informasi resmi dan setiap terjadi perubahan ketentuan berkaitan dengan pelaks­anaan SBMPTN 2019 selalu diinfor­masikan melalui laman resmi di http://sbmptn.ac.id,” katanya.

 

Baca Juga :

Juni, Jabar Terbitkan Pola Karier Guru

Juni, Jabar Terbitkan Pola Karier Guru

Juni, Jabar Terbitkan Pola Karier Guru

Pemerintah daerah Provinsi Jawa Barat melalui Sekretaris Daerah (Sekda)

Jabar, Iwa Karniwa, berencana merotasi seluruh guru di setiap satuan pendidikan. Ini bertujuan untuk pemerataan kualitas pendidikan di Provinsi Jabar. Regulasi tersebut segera dilaksanakan setelah Peraturan Gubernur (Pergub) mengenai pola karier guru terbit pada Juni 2019.

Iwa menjelaskan, rotasi tersebut dilakukan bertahap dan bertingkat melalui

sistem promosi. “Jika ada guru berkualitas, maka akan promosi menjadi wakil kepala sekolah (wakasek). Begitupun dengan wakasek terbaik akan jadi kepala sekolah (kepsek) dan kepsek terbaik akan menjadi pengawas,” tutur Iwa seperti dikutip dari laman resmi Dinas Pendidikan Jabar.

Iwa melanjutkan, promosi tersebut kemungkinan tidak menempatkan tenaga pendidik di sekolah yang bersangkutan, melainkan di sekolah lain di daerah. “Mungkin di sekolah yang sedikit lebih jauh agar ilmu yang mereka miliki bisa dibagi ke sekolah tersebut untuk meratakan kualitas pendidikan,” jelasnya.

Ia mengatakan, Pergub yang sedang disusun akan memberikan parameter

jelas mengenai pola karier guru. “Sebelumnya sudah ada, namun belum komprehensif,” katanya. Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jabar, Dewi Sartika, mendukung regulasi tersebut. Dewi Sartika menerangkan, program ini mendukung pemerataan pendidikan yang dicanangkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui program zonasi. “Ini sangat sesuai visi pendidikan nasional dan diharapkan mampu memberikan percepatan pembangunan pendidikan di Jabar,” harapnya

 

Sumber :

https://www.surveymonkey.com/r/SX5J9VG