Peranan Pemuda dalam Sosialisasi Bermasyarakat

Peranan Pemuda dalam Sosialisasi Bermasyarakat

Peranan Pemuda dalam Sosialisasi Bermasyarakat

Pemuda merupakan generasi penerus. Pemuda selalu diidentikan dengan perubahan, karena banyak peran pemuda dalam membantu membangun bangsa ini, peran pemuda dalam menegakkan keadilan, dan peran pemuda yang menolak kekuasaan.
Dalam sebuah pidato Sukarno, ia pernah mengorbakan semangat juang Pemuda apa kata Sukarno “Beri aku sepuluh pemuda, maka akan kugoncangkan dunia”. Begitu besar peranan pemuda di mata Sukarno, jika ada sembilan pemuda lagi maka Indonesia menjadi negara Super Power.
“Satu tumpah darah, satu bangsa dan satu bahasa” merupakan sumpah pemuda yang di ikrarkan pada tanggal 28 Oktober 1928. Begitu kompaknya pemuda Indonesia pada waktu itu, dan apakah semangat pemuda sekarang sudah mulai redup, seolah dalam kacamata negara dan masyarakat seolah-olah atau kesannya pemuda sekarang malu untuk mewarisi semangat nasionalisime. Hal tersebut di pengaruhi oleh Globalisasi yang penuh dengan tren.
Peranan pemuda dalam sosialisi bermasyarakat sungguh menurun dratis. Pemuda sekarang lebih suka dengan kesenangan dan selalu bermain-main. Kini pemuda pemudi kita lebih suka peranan di dunia maya ketimbang dunia nyata. Lebih suka nge-Facebook, lebih suka aktif di mailing list, lebih suka di forum ketimbang duduk mufakat untuk kemajuan RT, RW, Kecamatan, Provinsi bahkan di tingkat lebih tinggi adalah Negara.
Peranan Pemuda dalam Kepemimpinan Masyarakat
Dalam hal kepemimpinan, para pemuda pemudi harus memiliki tipe-tipe seperti berikut:

Sumber : https://merpati.co.id/

ITS Luluskan 843 Cumlaude dari 3.739 Wisudawan ke-120

ITS Luluskan 843 Cumlaude dari 3.739 Wisudawan ke-120

ITS Luluskan 843 Cumlaude dari 3.739 Wisudawan ke-120

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil meluluskan 3.739 wisudawan pada perhelatan Wisuda ke-120 di Graha Sepuluh Nopember ITS yang akan berlangsung selama empat periode tiap akhir pekan, mulai Sabtu (14/9) hingga Minggu (22/9). Hebatnya, sebanyak 843 di antaranya sukses menyelesaikan studinya dengan predikat pujian atau cumlaude.

Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng yang memimpin langsung prosesi wisuda tersebut mengakui, setelah ini para wisudawan nantinya harus berjuang untuk kemajuan bangsa dan negara. “Nama baik almamater ITS tentu ada di pundak kalian semua para wisudawan saat terjun di masyarakat nantinya,” tutur guru besar Teknik Elektro ini mengingatkan dalam sambutannya.

Pada wisuda periode pertama, Sabtu (14/9), diikuti sebanyak 892 wisudawan dari Fakultas Teknologi Kelautan (FTK), Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (FTIK), dan Fakultas Teknologi Elektro (FTE). Periode kedua, Minggu (15/9), akan diikuti sebanyak 974 wisudawan berasak dari Fakultas Teknologi Industri (FTI) dan Fakultas Matematika, Komputasi dan Sains Data (FMKSD).

Sementara pada wisuda periode ketiga, Sabtu (21/9) mendatang, akan diikuti 903 wisudawan dari Fakultas Sains dan Fakultas Vokasi. Terakhir pada wisuda periode keempat, Minggu (22/9), akan diikuti sebanyak 970 wisudawan dari Fakultas Teknik Sipil, Lingkungan dan Kebumian (FTSLK), Fakultas Arsitektur, Perencanaan dan Desain (FADP), serta Fakultas Bisnis dan Manajemen Teknologi (FBMT).

BACA JUGA – Smart Parking, Inovasi Pendeteksi Ketersediaan Lahan Parkir

Pada wisuda ke-120 kali ini, Ivan Fadillah Radiska Putra dari Departemen Teknik Kimia ITS menjadi lulusan terbaik pada program sarjana (S-1) dengan memperoleh Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sebesar 3,95. Sementara pada program Magister (S-2), Aviolla Terza Damalia dari Departemen Statistika ITS juga sukses menjadi wisudawan terbaik dengan memperoleh IPK sempurna atau 4.

Sedangkan lulusan terbaik program doktor (S-3) berhasil diraih oleh Umi Laili

Yuhana dari Departemen Teknik Elektro dan Heri Septya Kusuma dari Departemen Teknik Kimia. Keduanya berhasil lulus selama enam semester dan dengan IPK 4 atau sempurna.

Dalam program Diploma IV (D-4) atau sarajana terapan sendiri, lulusan terbaik sukses diraih Ika Salsabila Nurahida dari Departemen Infrastruktur Sipil denga IPK sebesar 3,59. Kemudian pada program Diploma III (D-3), lulusan terbaik sukses disandang oleh Puji Hidayatus Sholikhah dari Departemen Statistika Bisnis.

Dari total mahasiswa yang lulus dalam periode ini, rektor yang kerap disapa

Ashari ini menyebutkan bahwa sejumlah 561 orang atau 155 persen merupakan mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi dan sebanyak 166 di antaranya berhasil lulus dengan predikat cumlaude. “Selamat atas keberhasilan para wisudawan dalam menyelesaikan pendidikannya di kampus tercinta ini,” ungkap mantan Kepala Jurusan Teknik Elektro ITS tersebut mengapresiasi.

Selain itu, Ashari juga memberi apresiasi kepada wisudawan tertua, Soejoto

Gondosurohardjo dari program magister Teknik Kimia yang berhasil lulus pada usia 71 tahun 1 bulan. Hal ini tentu menjadi bukti bahwa dalam menuntut ilmu tidak harus mengenal usia. Sedangkan Nanda Tisya Al Adha dari D-3 Teknik Kima berhasil menjadi lulusan termuda pada periode ini dengan usia 19 tahun 5 bulan, dan Fachruddin Ari Setiawan dari Teknik Elektro sebagai lulusan termuda program sarjana (S-1) di usia 19 tahun 8 bulan.

Ashari juga mengingatkan kepada para wisudawan untuk senantiasa berbakti kepada orang tua. Selalu meminta doa dalam setiap langkah dan kesempatan. “Insya Allah dalam setiap doa kedua orang tua akan selalu teriringi ridho-Nya untuk kesuksesan dalam berkarir maupun berkeluarga kelak,” tuturnya. (Red)

 

Baca Juga :

Buat Keramik Ramah Lingkungan, Mahasiswa ITS Raih International Gold Award

Buat Keramik Ramah Lingkungan, Mahasiswa ITS Raih International Gold Award

Buat Keramik Ramah Lingkungan, Mahasiswa ITS Raih International Gold Award

Prestasi gemilang kembali digaungkan tim mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) di kancah internasional. Kali ini, ditunjukkan dengan keberhasilan meraih Gold Award dalam ajang Advanced Innovation Global Competition (AIGC) 2019 yang digelar di Nanyang Technological University (NTU), Singapura selama tiga hari, sejak Jumat (15/11) lalu.

Tim mahasiswa yang terdiri dari AA I Prajna Canricha Pradani, Fariz Aditya Chandra, Natashia Deborah, dan Alyaa Zalfaa Komara Putri ini membuat karya inovasi berupa keramik ramah lingkungan dengan nama produk Scammics. Tim yang diketuai oleh AA I Prajna Canricha Pradani atau yang akrab disapa Canricha ini, mengusung konsep ramah lingkungan dengan bahan dasar bonggol jagung dan limbah cangkang kerang hijau.

”Keramik ini memiliki potensi di pasaran. Banyak sekali keunggulannya, yakni bahannya yang ramah lingkungan, aman untuk digunakan, tanpa bahan kimia, harga lebih murah, namun kualitas terjamin,” beber mahasiswi Departemen Manajemen Bisnis ITS ini.

Menurut Canricha, selain bersifat ramah lingkungan, produk ini juga mendukung konsep zero waste atau bebas sampah. Hal tersebut terinspirasi dari kampung halamannya, di mana banyak sampah bonggol jangung yang berserakan di pantai akibat banyaknya pedagang dan turis yang membuang sembarangan.

BACA JUGA – Di Malaysia, Choirul Mahfud Bersama Jurnalis ANTARA Launching Buku Tantangan Islam di Indonesia

Dari situ, ditemukan ide untuk mengolah bonggol jagung hingga dapat

menghasilkan karbon aktif yang diperlukan dalam pembuatan keramik. “Terbukti juga dalam sehari saja saya bisa memungut hingga sebanyak tiga plastik besar berisi bonggol jagung,” imbuhnya. Selanjutnya, ide tersebut dikembangkan dan dibuat business plan bersama timnya.

Selain bonggol jagung, limbah cangkang kerang hijau juga menarik perhatian mahasiswi asal Pulau Bali ini. Analisis data berita yang menyatakan bahwa jumlah limbah cangkang kerang ini sampai menggunung, berpotensi pula untuk dijadikan bahan dasar pembuatan keramik. Terlebih lagi dengan ditemukannya kalsium karbonat yang dapat menguatkan ketahanan keramik. “Jadi di sini kami mengkombinasikan kedua material itu untuk dijadikan keramik,” jelasnya.

Alumnus SMAN 3 Denpasar itu mengaku, penelitian ini sudah dikerjakannya

semenjak duduk di bangku SMA. Proses penelitian yang telah lama dikakukan membuat kematangan produk menjadi lebih maksimal. Hal tersebut mampu mengantarkan tim memenuhi semua syarat penilaian dan mendapatkan poin tertinggi yang ditilik dari kebermanfataannya untuk masyarakat dan keramahan lingkungannya.

“Menurut juri, kami sangat well-prepared. Inovasi kami sudah siap jual mulai

packaging, branding, hingga target pasar, bahkan sudah memiliki anggaran biaya dan perhitungan jika ada investor yang ingin bekerja sama,” tutur gadis kelahiran tahun 2001 itu.

Menurut mahasiswi asal kota Denpasar ini, timnya yang dibimbing oleh Berto Mulia Wibawa SPi MM itu siap untuk terus mengembangkan dan merealisasikan hingga benar-benar berada di pasaran. “Kami sangat ingin keramik ini benar-benar dipergunakan dan membantu masyarakat memperoleh keramik kualitas bagus yang ramah lingkungan dengan harga yang terjangkau,” pungkasnya.

 

Sumber :

https://my.carthage.edu/ICS/Academics/EXS/EXS_3070__UG16/RC_2017_UNDG-EXS_3070__UG16_-01/Announcements.jnz?portlet=Announcements&screen=View+Post&screenType=next&Id=eda97e6f-e45d-4ff5-a64e-b389521e4ebe

ITS Tantang SDM Salurkan Ide Inovatif Lewat ITSProvement

ITS Tantang SDM Salurkan Ide Inovatif Lewat ITSProvement

ITS Tantang SDM Salurkan Ide Inovatif Lewat ITSProvement

Untuk lebih menumbuhkan kreativitas dan inovasi sumber daya manusia (SDM)-nya, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menantang para tenaga kependidikan (tendik) atau karyawannya untuk beradu ide dalam kegiatan bertajuk ITSProvement. Berbagai ide kreatif para tendik ITS yang dilombakan tersebut dipamerkan di Plaza dr Angka, kampus ITS, Rabu (30/10).

Tahun ini merupakan kali ketiga diselenggarakan ITSProvement oleh Direktorat Sumber Daya Manusia dan Organisasi (SDMO) ITS. Kegiatan tahunan ini merupakan wadah untuk memfasilitasi para tendik mengeluarkan ide-idenya guna membantu memberikan perbaikan ITS ke depannya.

Direktur SDMO ITS Dr Sri Gunani Partiwi mengatakan, kegiatan ini juga memberikan kesempatan kepada tendik untuk saling berkolaborasi dengan unit kerja lain yang berbeda di lingkungan ITS. Karena ITSProvement 3.0 ini berbasis ide dan bukan berbasis unit kerja. Agar dapat memberikan perbaikan sistem kerja saat ini untuk memperbaiki kinerja ITS secara keseluruhan. “Sehingga semua bisa bersama-sama memikirkan ITS untuk menuju ke arah yang lebih baik,” terangnya.

BACA JUGA – Lestarikan Budaya Lokal, ITS Ajak Siswa SMP Minum Jamu

Harapan Sri Gunani, untuk selanjutnya para tendik bisa lebih percaya diri dalam berkreasi, karena orang yang paling tahu tentang keadaan terkini di sekitarnya yaitu para tendik. “Semoga bisa menjadi agen perubahan di ITS dan menjadi contoh bagi teman-teman yang lain,” tutur dosen Teknik Industri ITS ini.

Dengan slogan Building of the Culture Curiosity and Creativity, ITSProvement 3.0 ini diharapkan agar dapat menumbuhkan budaya kreatif dan rasa ingin tahu yang tinggi. Kali ini, ITSProvement 3.0 berfokus pada dua kategori lomba, yaitu bidang manajemen dan teknologi informasi. Dari 90 ide yang masuk lalu diseleksi oleh dewan juri, didapatkan 15 finalis yang kemudian melakukan penilaian melalui tahap presentasi pada 11 Oktober lalu.

Sementara itu, Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng dalam sambutannya, juga turut memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini. Dari tahun kemarin, rektor yang kerap disapa Ashari ini telah dikagumkan dengan ITSProvement, karena di sini tendik dapat memberikan karya yang luar biasa untuk perkembangan ITS. “Kami menyampaikan apresiasi karena sudah berkontribusi besar kepada ITS,” ujarnya.

Ashari mengatakan bahwa ITS memfokuskan kepada layanan, sehingga sebuah layanan harus terus diperbaiki. Untuk meningkatkan layanan dapat dibantu dengan aplikasi dan teknologi informasi. “Lalu tugas ITS untuk menyempurnakan dan mengimplementasi peningkatan layanan di bidang masing-masing,” ujar guru besar Teknik Elektro ITS ini.

Wakil Rektor III ITS bidang Sumber Daya Manusia, Organisasi, dan Teknologi

dan Sistem Informasi, Dr Eng Ir Ahmad Rusdiansyah MEng mengatakan, ITSProvement ini dapat menjadi tempat untuk mewujudkan ide-ide menjadi sebuah prototype. “Seorang yang inovatif tidak akan kehabisan ide, karena yang ada saat ini juga bisa menjadi sumber ide,” tandasnya mengingatkan.

Pria yang sering disapa Doddy ini mengatakan, dalam hal ini perlu lebih banyak keterlibatan dari pimpinan seperti dekan dan kepala departemen yang diharapkan bisa turut hadir di kegiatan ini. Karena ini merupakan perayaan besar untuk menghargai karya-karya tendik ITS. “Mahasiswa punya Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas), tendik punya acara luar biasa ini (ITSProvement, red),” ungkap dosen Teknik Industri ini.

Nur Hasan SSi MKom, salah satu peserta ITSProvement 3.0 yang tergabung

dalam tim SI-PANK dan tim E-Lib ini mengungkapkan, ada banyak manfaat yang didapatkan secara pribadi maupun secara unit kerja di ITS. Secara pribad, ia merasa pemikirannya menjadi lebih berkembang dengan adanya konsep yang diajarkan. “Selain itu, secara unit juga terbantu dengan output yang dihasilkan,” tuturnya.

Pada kompetisi ITSProvement 3.0 ini, Tim – K jadi pemenang kategori IT

dengan inovasinya E – Kuesioner ITS (E-KITS) yaitu sistem informasi pembuatan, penyebaran, pengisian, dan penghitungan kuesioner ITS. Sedangkan dari kategori manajemen dimenangkan oleh Tim Elektroda dengan aplikasi monitoring, pemeliharaan dan perawatan AC secara terpusat. (Red)

 

Sumber :

https://portal.asun.edu/ICS/Academics/UNIV/UNIV__1001/141C-UNIV__1001-D1_15/Start_Here.jnz?portlet=Blog&screen=View+Post&screenType=next&Id=6d0f3410-0be4-4be2-8af5-76ce82d7a23c

Kelompok Kekerabatan

Kelompok Kekerabatan

Kelompok Kekerabatan

 

Kelompok Kekerabatan
Menurut Koentjaraningrat, suatu kelompok dapat disebut sebagai kelompok kekerabatan apabila kelompok itu diikat oleh sekurang-kurangnya enam unsur berikut ini.
  1. Sistem norma yang mengatur tingkah laku warga kelompok.
  2. Rasa kepribadian kelompok yang disadari semua anggota.
  3. Interaksi yang intensif antarwarga kelompok.
  4. Sistem hak dan kewajiban yang mengatur tingkah laku warga kelompok.
  5. Pemimpin yang mengatur kegiatan-kegiatan kelompok.
  6. Sistem hak dan kewajiban terhadap harta produktif, harta konsumtif, atau harta pusaka tertentu.
Sementara itu, antropolog G.P. Murdock dalam karyanya Cognatic Forms of Social Organization membagi kelompok-kelompok kekerabatan menjadi tiga kategori berdasarkan fungsi sosialnya, yaitu kelompok kekerabatan korporasi (corporate kingroups), kelompok kekerabatan kadangkala (occasional kingroups), dan kelompok kekerabatan yang melambangkan kesatuan adat (circumscriotipitive kingroups).

a. Kelompok Kekerabatan Korporasi (Corporate Kingroups)

Jumlah anggota kelompok ini relatif kecil. Para anggotanya masih saling mengenal dan bergaul antar sesamanya, melakukan aktivitas kelompok secara berulang, serta mempunyai suatu sistem hak dan kewajiban yang mengatur interaksi mereka berdasarkan sistem norma tertentu. Kelompok kekerabatan semacam ini terdapat hampir pada seluruh masyarakat. Di Indonesia, sebutan untuk kelompok kekerabatan ini bermacam-macam. Misalnya, sipopoli (Ngada, Flores), sangambato seboa (Nias), kaum (Minangkabau), kuren (Bali), dan sara dapur (Gayo).

b. Kelompok Kekerabatan Kadangkala (Occasional Kingroups)

Kelompok kekerabatan ini bersifat sementara atau tidak tetap. Sementara itu jumlah anggotanya relatif besar dan tidak lagi bergaul secara terus-menerus. Para anggotanya berkumpul hanya apabila ada kegiatan-kegiatan tertentu, seperti gotong royong, mengadakan perayaan tertentu, atau menyelenggarakan upacara daur hidup. Pada beberapa suku bangsa di Indonesia dikenal istilah yang menggambarkan kelompok kekerabatan ini, misalnya golongan (Sunda), famili (Minahasa, Ambon), dan sanak sadulur (Jawa).

c. Kelompok Kekerabatan yang Melambangkan Kesatuan Adat (Circumscriotipitive Kingroups)

Kelompok kekerabatan ini mempunyai anggota yang sangat banyak, sehingga di antara mereka tidak saling mengenal dan tidak memiliki hubungan pergaulan yang terusmenerus. Namun demikian para anggota kelompok ini menyadari bahwa dirinya adalah bagian dari satu-kesatuan yang berdasarkan lambang adat tertentu.

Contoh kelompok kekerabatan

semacam ini adalah klan besar dan paroh masyarakat. Rantai Makanan Anggota satu klan besar merupakan keturunan seorang nenek moyang, baik secara patrilineal atau matrilineal yang telah melewati berpuluh-puluh angkatan. Mereka seringkali terikat oleh tanda-tanda lahir, seperti nama klan, lambang totem, dan dongeng-dongeng suci. Contoh nama klan besar adalah nama marga pada suku bangsa Batak. Misalnya marga Siahaan, Ginting, Simanjuntak, Nasution, Sembiring, dan lain-lain.

Konsep dan Ciri-ciri Agama

Konsep dan Ciri-ciri Agama

Konsep dan Ciri-ciri Agama

Konsep dan Ciri-ciri Agama

Definisi atau Konsep Agama

Definisi atau konsep agama ada bermacam-macam, tergantung sudut pandang yang dipergunakannya. Geertz, seorang antropolog Amerika mengatakan bahwa agama adalah sebuah sistem simbol, sarana yang dipakai untuk membangun suasana hati dan motivasi yang kuat dan tahan lama di dalam diri manusia, rumusan konsepsi tatanan kehidupan, konsepsi suatu aura faktual, dan sarana untuk membuat suasana hati dan motivasi tampak realistik secara unik. Ia selanjutnya mengatakan bahwa agama adalah suatu sistem kultur.

Pengertian Agama Menurut Beberapa Ahli

Adapun Edward Burnett Tylor mengatakan bahwa agama adalah kepercayaan pada makhluk-makhluk spiritual. Lebih lanjut dikatakannya bahwa agama adalah budaya primitif. Menurutnya, tahap awal agama adalah kepercayaan animisme, yakni alam memiliki jiwa. Pemujaan terhadap orang mati, pemujaan kepada para leluhur atau nenek moyang.
Sementara itu, Durkheim mengatakan bahwa agama adalah hal yang berkenaan dengan yang sakral dengan yang sosial. Hal yang paling elementer di dalam agama adalah totemisme. Totem adalah objek penyembahan, tetapi bukan dewa. Totem tidak menimbulkan ketakutan atau kehormatan, bahkan secara primitif tidak didiami oleh roh. Namun, totem memiliki sifat sosial. Totem adalah simbol suatu suku bangsa.
Berlainan dengan Freud dan Marx, dikatakannya bahwa agama adalah kepercayaan kepada para dewa. Evan Pritchard dan Geertz mengatakan bahwa agama adalah hubungan yang tepat dengan wilayah mistik yang terletak di balik dan di luar kehidupan biasa. Dikutip dari Antropolog Haviland, agama adalah kepercayaan dan pola perilaku yang diusahakan oleh manusia untuk menangani masalah-masalah penting yang tidak dapat dipecahkan dengan menggunakan teknologi dan teknik organisasi sehingga akhirnya berpaling kepada manipulasi makhluk dan kekuatan supranatural.

Ciri Agama

Kita telah mampu mendeskripsikan apa pengertian agama. Para ahli memang memiliki definisi sendiri-sendiri tentang agama. Bahkan kita pun bisa memberikan definisi tentang agama. Sebagai panduan, kita bisa mengenali ciri-ciri sebuah agama dari hal-hal sebagai berikut.
  • Pertama, terdiri atas ritual.
  • Kedua, ada doa, nyanyian, tarian, sesaji, dan kurban.
  • Ketiga, ada usaha manusia untuk memanipulasi makhluk dan kekuatan supernatural untuk kepentingannya sendiri; seperti dewa, dewi, arwah leluhur, roh, kekuatan impersonal.
  • Keempat, ada orang tertentu yang memiliki pengetahuan khusus untuk berhubungan dengan makhluk dan kekuatan gaib.

Menurut Daniel Lernercepat atau lambat masyarakat akan menuju pada , kehidupan modern. Penyebab hal tersebut diperkirakan oleh media massa yang dengan mudah mempengaruhi manusia berubah dari masyarakat tradisional menuju modern. Mannhardt mengatakan bahwa bentuk mitologi lebih sederhana adalah ritus-ritus dan kepercayaan para petani seperti hantu-hantu tanaman, rohroh gandum, dan roh-roh pepohonan.

Ada dua jenis agama yang ada di muka bumi ini.

Kedua jenis agama tersebut adalah agama bumi dan agama wahyu. Mari kita deskripsikan bersama.
a. Agama Bumi
Agama bumi tidak mengenal surga dan neraka, yang ada hanyalah hidup dan mati. Nirwana pun hanya ada dalam kehidupan. R.M. Lowie mengatakan bahwa agama primitif dipengaruhi dan ditentukan bentuknya oleh kesadaran tentang adanya hal yang misterius, supernatural, dan sesuatu yang luar biasa. Di dalam agama primitif, terdapat ritual magis yang secara psikologis berkaitan dengan peristiwa kerasukan, memercayai kekuatan supranatural mampu mengubah dunia.
b. Agama Wahyu
E.E. Evans Pritchard mengatakan bahwa awal munculnya agama adalah dari Tuhan bersamaan dengan diciptakannya manusia pertama yang juga bertindak selaku nabi, yaitu Adam. Dikutip dari Pritchard, yang disebut dengan wahyu bukanlah suatu khayalan atau imajinasi, atau bahkan intuisi.
Wahyu adalah firman Tuhan tentang diri-Nya, ciptaan-Nya, relasi antara keduanya, serta jalan menuju keselamatan yang disampaikan Nabi dan Rasul pilihan-Nya direpresentasikan melalui kata-kata dan disampaikan kepada Nabi kepada umat manusia melalui bentuk bahasa yang bersifat baru, mudah dipahami tanpa kerancuan (confusion) dengan subjektivitas dan inagurasi kognitif pemikiran Nabi. Teks Eksposisi Dikutip dari van Baal, wahyu adalah sesuatu yang datang dari Tuhan atau dari dewa-dewa, jadi hal yang tidak dapat dijangkau oleh daya pikir manusia.

spesifikasi dari Open Service Gateway Initiative

spesifikasi dari Open Service Gateway Initiative

spesifikasi dari Open Service Gateway Initiative

The OSGi Alliance (sebelumnya dikenal sebagai Open Services Gateway inisiatif, sekarang nama kuno) adalah organisasi standar yang didirikan pada Maret 1999. Aliansi dan anggota-anggotanya telah ditentukan yang berbasis Java layanan platform yang dapat dikelola dari jarak jauh. Inti bagian dari spesifikasi adalah sebuah kerangka kerja yang mendefinisikan suatu manajemen siklus hidup aplikasi model, layanan registry, sebuah lingkungan Eksekusi dan Modul. Berdasarkan kerangka ini, sejumlah besar OSGi layers, API, dan Java telah ditetapkan. OSGi teknologi adalah sistem modul dinamis untuk Java ™.
OSGi teknologi menyediakan layanan berorientasi, komponen berbasis lingkungan untuk para pengembang dan menawarkan cara-cara standar untuk mengelola siklus hidup perangkat lunak. Kemampuan ini sangat meningkatkan nilai berbagai komputer dan perangkat yang menggunakan platform Java. Pengadopsi teknologi OSGi manfaat dari peningkatan waktu ke pasar dan mengurangi biaya pengembangan karena teknologi OSGi menyediakan integrasi pra-dibangun dan pra-komponen subsistem diuji. Teknologi ini juga mengurangi biaya pemeliharaan dan kemajuan aftermarket baru peluang unik karena jaringan dapat dimanfaatkan untuk secara dinamis mengupdate atau memberikan layanan dan aplikasi di lapangan.
Spesifikasi:
OSGi spesifikasi yang dikembangkan oleh para anggota dalam proses terbuka dan tersedia untuk umum secara gratis di bawah Lisensi Spesifikasi OSGi. OSGi Alliance yang memiliki kepatuhan program yang hanya terbuka untuk anggota. Pada Oktober 2009, daftar bersertifikat OSGi implementasi berisi lima entri. Spesifikasi OSGi yang dimulai pada tahun 1998 dan ditujukan untuk pasar otomatisasi rumah, mencoba untuk memecahkan masalah bagaimana membangun aplikasi dari komponen independen. Dalam dekade terakhir ini, industri perangkat lunak itu berubah secara mendasar karena ledakan di proyek-proyek open source. Sepuluh tahun yang lalu, sebuah aplikasi terdiri sebagian besar kode khusus ditulis. Saat ini, sebagian besar perangkat lunak sebagian besar kabel sampai artefak open source yang sering tidak dirancang untuk bekerja bersama-sama. Hal ini mirip dengan masalah yang OSGi dirancang untuk memecahkan. Banyak proyek open source karena itu mengadopsi spesifikasi OSGi karena mereka melihat bahwa mereka dapat fokus pada masalah nyata dan khawatir kurang tentang infrastruktur, serta menjadi lebih mudah untuk digunakan dalam proyek-proyek lainnya. Tren ini mempercepat.

Baca Juga :

arsitektur dari Open Service Gateway Initiative

arsitektur dari Open Service Gateway Initiative

arsitektur dari Open Service Gateway Initiative

Teknologi OSGi adalah seperangkat spesifikasi yang mendefinisikan sistem komponen dinamis untuk Java. Spesifikasi ini memungkinkan sebuah model pengembangan dimana aplikasi (dinamis) terdiri dari banyak berbeda (reusable) komponen. Spesifikasi OSGi memungkinkan komponen untuk menyembunyikan implementasi mereka dari komponen lain saat berkomunikasi melalui layanan, yang merupakan objek yang secara khusus dibagi antara komponen. Model ini sangat sederhana telah jauh mencapai efek untuk hampir semua aspek dari proses pengembangan perangkat lunak.

Meskipun komponen telah di cakrawala untuk waktu yang lama, sejauh ini mereka gagal untuk membuat baik pada janji-janji mereka. OSGi adalah teknologi pertama yang benar-benar berhasil dengan sistem komponen yang memecahkan masalah nyata banyak dalam pengembangan perangkat lunak. Pengadopsi teknologi OSGi melihat kerumitan berkurang secara signifikan di hampir semua aspek pembangunan. Kode lebih mudah untuk menulis dan menguji, menggunakan kembali meningkat, membangun sistem menjadi lebih sederhana, penyebaran lebih mudah dikelola, bug terdeteksi lebih awal, dan runtime memberikan wawasan besar ke dalam apa yang sedang berjalan. Paling penting, ia bekerja seperti yang dibuktikan oleh adopsi luas dan digunakan dalam aplikasi populer seperti Eclipse dan Spring.

Kami mengembangkan teknologi OSGi untuk menciptakan sebuah lingkungan perangkat lunak kolaboratif. Kami tidak mencari kemungkinan untuk menjalankan beberapa aplikasi dalam satu VM. Server aplikasi melakukan itu sudah (meskipun mereka belum sekitar ketika kita mulai pada tahun 1998). Tidak, masalah kita lebih sulit. Kami ingin aplikasi yang muncul dari menyatukan berbagai komponen dapat digunakan kembali yang tidak memiliki pengetahuan-priori satu sama lain. Bahkan lebih keras, kita ingin bahwa aplikasi untuk merakit secara dinamis muncul dari seperangkat komponen. Misalnya, Anda memiliki sebuah server rumah yang mampu mengelola lampu dan peralatan. Sebuah komponen dapat memungkinkan Anda untuk menghidupkan dan mematikan lampu selama halaman web. Komponen lain bisa memungkinkan Anda untuk mengontrol peralatan melalui pesan teks mobile. Tujuannya adalah untuk memungkinkan fungsi-fungsi lainnya yang akan ditambahkan tanpa memerlukan bahwa pengembang memiliki pengetahuan rumit satu sama lain dan membiarkan komponen ini akan ditambahkan secara independen.

Sumber : https://chicagobearsjerseyspop.com/

Kolaborasi antarmuka otomotif multimedia telematika

Kolaborasi antarmuka otomotif multimedia telematika

Kolaborasi antarmuka otomotif multimedia telematika

Apa itu kolaborasi antar muka otomotif multimedia ?

Kolaborasi antar muka ototmotif multimedia adalah sebuah organisasi yang dibentuk untuk menciptakan standarisasi  dunia yang digunakan dalam mengatur bagaimana sebuah perangkat elektronik dapat bekerja. Contoh Komputer  dan alat komunikasi kendaraan atau computer dan radio dalam mobil. Satiap alat elektronik itu harus dapat bekerja dengan selaras sehingga kendaraan dapat lebih handal.

Setiap perangkat elektronik yang dipasang belum tentu cocok dengan setiap kendaraan. Perangkat elektronik atau multimedia bias saja mengganggu system keselamatan dan system-sistem lain di dalam kendaraan. Itulah kenapa perlu dibentuk standarisasi kolaborasi antarmuka multimedia.

Automotive Multimedia Interface Collaboration (AMI-C) sudah memiliki anggota : Fiat, Ford, General Motors, Honda, Mitsubishi, Nissan, PSA Peugeot-Citroen, Renault. AMI-C mengembangkan dan men-standarisasi antarmuka multimedia dan telematika otomotif yang umum untuk jaringan komunikasi kendaraan. Dan 40 pemasok elektronik mendaftarkan diri untuk menulis standar. Mereka berpendapat untuk menulis standar diperlukan waktu selama 2 tahun. Tapi dua tahun adalah masa di telematika. Penyelenggara elektronik, ponsel, komputer dan peralatan video yang akan menggunakan koneksi dapat melewati beberapa generasi dalam waktu itu.

Standar-standar akan memungkinkan sebuah pasar plug-and-play global untuk perangkat elektronik yang akan dipasang di kendaraan dengan kemudahan yang sama dengan melampirkan pheriperal komputer pribadi.

Sejarah AMIC

The Automotive Multimedia Interface Kolaborasi (AMIC) didirikan pada
Oktober 1998 dengan tujuan untuk mengembangkan serangkaian spesifikasi umum untuk multimedia interface ke sistem elektronik kendaraan bermotor untuk mengakomodasi berbagai
berbasis komputer perangkat elektronik di dalam kendaraan. Inisiatif ini-yang pendiri
Daimler-Chrysler, Ford, General Motors, Renault dan Toyota – sekarang kelompok semua auto utama pembuat, dan dengan demikian menyediakan kesempatan strategis baru untuk mencapai suatu set umum industri mobil.

Untuk berbagai alasan, kendaraan telah tertinggal di belakang rumah dan perangkat komputasi mobile ketika datang ke alat produktivitas dan multimedia. Keamanan, kehandalan, biaya, dan desain waktu memiliki semua faktor dalam produsen mobil ‘menunda penerimaan teknologi baru. Makalah membahas otomotif standar untuk antarmuka multimedia. Organisasi seperti Otomotif Kolaborasi Multimedia Interface (AMI-C) memiliki kesempatan untuk menjadi kekuatan pendorong di belakang upaya standardisasi.

Depan yang berbeda, The Otomotif
Multimedia Interface Kolaborasi(AMI-C) mengumumkan di seluruh dunia cipta penugasan dari 1394 spesifikasi teknis otomotif ke Trade Association 1394 AMI-C berikut dokumen
sekarang milik 1394TA:
•AMI-C 3023 Power Management Specification
•AMI-C 3013 Power Management Architecture
•AMI-C 2002 1.0.2 Common Message Set Power Management
•AMI-C 3034 Power Management Test Documents
•AMI-C 4001 Revision Physical Speci .cation.

Tujuan
Tujuan dari proyek ini ialah sebagai berikut :

  1. Menyediakan interface standar untuk memungkinkan pengendara mobil untuk menggunakan berbagai media, komputer dan perangkat komunikasi – dari sistem navigasi dan hands-free telepon selular, melalui manusia maju / mesin sistem antarmuka, termasuk pengenalan suara dan sintesis, untuk dipersembahkan komunikasi jarak dekat ( DSRC) sistem untuk kendaraan untuk infrastruktur komunikasi dan sistem mobil seperti airbag, pintu kunci dan diagnostik input / output;
    Meningkatkan pilihan dan mengurangi keusangan sistem elektronik kendaraan;
  2. Memotong biaya keseluruhan informasi kendaraan dan peralatan hiburan dengan meningkatkan ukuran pasar yang efektif dan memperpendek waktu pengembangan – industri otomotif efektif terdiri dari banyak pasar yang kecil karena setiap platform kendaraan sering mengandung berbagai adat-mengembangkan komponen dan platform yang khas hanya sekitar 50.000 unit; dan

Menawarkan standar terbuka dan spesifikasi untuk informasi

Sumber : https://blog-fiesta.com/

Menteri Basuki: Mahasiswa Tak Perlu Tergesa-gesa Lulus, Pendidikan Harus Dinikmati

Menteri Basuki: Mahasiswa Tak Perlu Tergesa-gesa Lulus, Pendidikan Harus Dinikmati

Menteri Basuki Mahasiswa Tak Perlu Tergesa-gesa Lulus, Pendidikan Harus Dinikmati

Yogyakarta – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan mahasiswa tidak perlu tergesa-gesa untuk lulus kuliah. Hal itu disampaikannya saat menanggapi pernyataan Dekan Fakultas Teknik UGM, Nizam, dalam Kuliah Umum Mahasiswa Baru Pascasarjana Fakultas Teknik UGM, Selasa (27/8/2019).

“Kalau tadi Pak Nizam mengatakan ada stigma ‘masuk UGM susah, keluar

susah’. Menurut saya menempuh pendidikan tidak perlu tergesa-gesa. Pendidikan harus dinikmati. Tiga anak saya di UGM, tidak ada satupun yang saya perbolehkan untuk mengikuti akselerasi sejak SD, SMP dan SMA. Saya sekolah (Pascasarjana) di Amerika enam tahun, tidak satu hari pun saya membolos. Waktu tidak akan kembali lagi,” kata Menteri Basuki.

Fokus Pemerintah saat ini adalah Sumber Daya Manusia (SDM) Unggul Indonesia Maju. Hal ini karena persaingan global yang tidak lagi antara yang besar dengan kecil namun antara yang cepat dengan yang lambat. Karenanya dalam menempuh pendidikan, mahasiswa tidak hanya mengejar ijazah tetapi substansi juga harus dikuasai dan prosesnya harus dinikmati.

“Smart is a must, but not sufficient. Pandai harus, tapi tidak cukup dengan

menjadi pandai untuk berhasil. Selain smart, kita juga harus memiliki akhlakul karimah untuk bisa memenangkan kompetisi,” pesan Menteri Basuki.

Menteri Basuki yang merupakan alumni Fakultas Teknik UGM tahun 1979, mengatakan setelah lulus dan bekerja, yang menjadi landasan dirinya dalam bekerja dan berkarir adalah keluarga dan almamater. “Semoga saya tetap bisa terus istiqomah,” katanya.

Selain memberikan semangat kepada mahasiswa baru, Menteri Basuki juga

menyampaikan pembangunan infrastruktur yang diamanahkan kepada Kementerian PUPR. Pada dasarnya Kementerian PUPR membangun infrastruktur sebagai wujud menterjemahkan visi Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

“Kalau visi Presiden tentang pembangunan infrastruktur tidak berhasil, maka yang salah adalah Menterinya yang tidak bisa melaksanakan visi Presiden,” kata Menteri Basuki mengingat jabatan Menteri adalah pembantu Presiden.

 

Baca Juga :