Pola-Pola Interaksi Biotik Pada Ekosistem Sawah dan Tegalan

Pola-Pola Interaksi Biotik Pada Ekosistem Sawah dan Tegalan

Pola-Pola Interaksi Biotik Pada Ekosistem Sawah dan Tegalan

Pola-Pola Interaksi Biotik Pada Ekosistem Sawah dan Tegalan
Pola-Pola Interaksi Biotik Pada Ekosistem Sawah dan Tegalan

Organisme hidup di alam tidak berdiri sendiri-sendiri atau tidak hidup sendiri-sendiri, melainkan menjadi satu kumpulan individu-individu yang me-nempati suatu tempat tertentu, sehingga antarorganisme akan terjadi interaksi. Interaksi-interaksi yang terjadi dapat merupakan interaksi antar individu dari spesies yang sama, dapat juga merupakan interaksi antar individu dari spesies yang berbeda (Indriyanto, 2010).

Dalam komunitas, semua organisme merupakan bagian dari komunitas dan antara komponennya saling berhubungan melalui keragaman interaksinya. Interaksi antar komponen ekologi dapat merupakan interaksi antar organisme, antar populasi, dan antar komunitas (Elfis c, 2010).

1) Interaksi Antar Organisme

Semua makhluk hidup selalu ber-gantung kepada makhluk hidup yang lain. Tiap individu akan selalu ber-hubungan dengan individu lain yang se-jenis atau lain jenis, baik individu dalam satu populasinya atau individu-individu dari populasi lain. Interaksi demikian banyak kita lihat disekitar kita. Interaksi antar organisme dapat dikategorikan se-bagai berikut:
Netral, adalah hubungan tidak saling mengganggu antar organisme dalam habitat yang sama yang bersifat tidak menguntungkan dan tidak merugikan kedua belah pihak. Contohnya: capung dan babi.
Predasi, adalah hubungan antara mangsa dan pemangsa. Hubungan ini sangat erat sebab tanpa mangsa, predator tak dapat hidup. Sebaliknya, predator juga berfungsi sebagai peng-ontrol populasi mangsa. Contohnya: Tikus (mangsa) dan kucing (pemangsa).
Parasitisme, adalah hubungan antar organisme yang berbeda spesies, bila salah satu organisme hidup pada organisme lain dan mengambil makanan dari hospes/inangnya se-hingga bersifat merugikan inangnya. Contohnya: pacet (parasit) dan babi (inangnya)
Komensalisme, adalah merupakan hubungan antara dua organism yang berbeda spesies dalam bentuk ke-hidupan bersama untuk berbagi sumber makanan; salah satu spesies diuntungkan dan spesies lainnya tidak dirugikan. Contohnya: paku-pakuan dengan pohon yang ditumpanginya.
Mutualisme, adalah hubungan antara dua organism yang berbeda spesies yang saling menguntungkan kedua belah pihak. Contohnya: kupu-kupu dan bunga.

2) Interaksi Antar Populasi

Menurut Elfis (2010c), antara populasi yang satu dengan populasi lain selalu terjadi interaksi secara langsung atau tidak langsung dalam komunitasnya. Kompetisi merupakan interaksi antar populasi, bila antar populasi terdapat ke-pentingan yang sama sehingga terjadi persaingan untuk mendapatkan apa yang diperlukan. Contohnya: persaingan antara populasi rumput dan kelapa sawit dalam memperebutkan hara. Antara populasi yang satu dengan populasi lain selalu ter-jadi interaksi secara langsung atau tidak langsung dalam komunitasnya.
Contoh interaksi antar populasi adalah sebagai berikut:
Alelopati merupakan interaksi antarpopulasi, bila populasi yang satu menghasilkan zat yang dapat menghalangi tumbuhnya populasi lain. Contohnya: disekitar pohon walnut (juglans) jarang ditumbuhi tumbuhan lain karena tumbuhan ini menghasilkan zat yang bersifat toksik. Pada mikroorganisme istilah alelopati dikenal sebagai anabiosa. Contohnya: jamur Penicillium sp dapat menghasilkan antibiotika yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri ter-tentu.
Kompetisi merupakan interaksi antar-populasi, bila antarpopulasi terdapat kepentingan yang sama sehingga ter-jadi persaingan untuk mendapatkan apa yang diperlukan. Contohnya: per-saingan antara populasi kambing dengan populasi sapi dipadang rumput

3) Interaksi antar komunitas

Komunitas adalah kumpulan populasi yang berbeda di suatu daerah yang sama dan saling berinteraksi. Contoh ko-munitas, misalnya komunitas tepi sungai dan komunitas sungai. Komunitas tepi sungai disusun oleh bermacam-macam organisme, misalnya rumput, pohon, rotan, sapi, kerbau, manusia. Komunitas sungai terdiri dari ikan, enceng gondok, ganggang, zooplankton, fitoplankton, dan dekomposer. Antara komunitas tepi sungai dan sungai terjadi interaksi dalam bentuk peredaran nutrient dari air ketika terjadi banjir atau air pasang maka tepi sungai akan tergenang. Interaksi antar komunitas cukup kompleks karena tidak hanya melibatkan organisme, tapi juga aliran energi dan makanan. Interaksi antar komunitas dapat kita amati, misalnya pada daur karbon. Daur karbon melibatkan ekosistem yang berbeda misalnya laut dan darat.

4) Interaksi Antar Komponen Biotik dengan Abiotik

Dalam ekosistem, interaksi antara komponen biotik dan abiotik mulai ter-jadi dari tingkat individu hingga biosfer. Interaksi komponen biotik dengan abiotik misalnya pada penggunaan oksigen untuk pernapasan dan penyerapan cahaya matahari dengan panjang gelombang ter-tentu untuk fotosintesis pada tumbuhan hijau. Interaksi tersebut akan semakin kompleks pada tingkat ekosistem dan biosfer. Interaksi antara komponen biotik dan abiotik pada tingkat biosfer adalah interaksi yang paling kompleks. Biosfer merupakan tempat interaksi seluruh ekosistem di bumi. Pada tingkat ekosistem, individu atau populasi me-miliki peran yang khas dalam kaitan interaksinya dengan lingkungan biotik dan abiotik. Kekhasan fungsi suatu individu atau populasi dalam ekosistem disebut niche (relung). (http://www.tribunnews.com/member/ojelhtcmandiri/)

Komponen Abiotik Ekosistem Sawah

Komponen Abiotik Ekosistem Sawah

Komponen Abiotik Ekosistem Sawah

Komponen Abiotik Ekosistem Sawah
Komponen Abiotik Ekosistem Sawah

Adapun komponen abiotik ekosistem sawah adalah sebagai berikut:

1. Tanah

Tanah merupakan hasil pelapukan batuan yang disebabkan oleh iklim atau lumut, dan pembusukan bahan organik, tanah memiliki sifat, tekstur, dan gangguan mineral tertentu. Tanah yang subur sangat diperlukan oleh organism untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Tumbuhan akan tumbuh dengan baik pada tanah yang subur.(Aryulina,2007)

Tanah merupakan tempat hidup bagi organisme. Jenis tanah yang berbeda menyebabkan organisme yang hidup didalamnya juga berbeda. Tanah juga menyediakan unsur-unsur penting bagi pertumbuhan organisme, terutama tumbuhan.( shvoong/ exact-sciences, 2012)

2. Air

Air merupakan sumber kehidupan yang tidak dapat tergantikan oleh apa pun juga. Tanpa air seluruh organisme tidak akan dapat hidup. Bagi tumbuhan, air mempunyai peranan yang penting karena dapat melarutkan dan membawa makanan yang diperlukan bagi tumbuhan dari dalam tanah. Adanya air tergantung dari curah hujan dan curah hujan sangat tergantung dari iklim di daerah yang bersangkutan.

Air menutupi sekitar 70% permukaan bumi, dengan jumlah sekitar 1.368 juta km3. Air terdapat dalam berbagai bentuk, misalnya uap air, es, cairan dan salju. Air tawar terutama terdapat di danau, sungai, air tanah (ground water) dan gunung es (glacier). Semua badan air di daratan dihubungkan dengan laut dan atmosfer melalui siklus hidrologi yang berlangsung secara kontinu (Effendi dalam ELfis, 2010b).

Air merupakan faktor lingkungan yang penting, semua organisme hidup memerlukan kehadiran air ini. Perlu dipahami bahwa jumlah air di sistem bumi kita ini adalah terbatas dan dapat berubah-ubah akibat proses sirkulasinya. Pengeringan bumi sulit untuk terjadi akibat adanya siklus melalui hujan, aliran air, transpirasi dan evaporasi yang berlangsung secara terus menerus. Bagi tumbuhan air adalah penting karena dapat langsung mempengaruhi kehidupannya. Bahkan air sebagai bagian dari faktor iklim yang sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perubahan struktur dan organ tumbuhan.(Elfis, 2010 )

Air terdiri dari molekul-molekul H2O. Air dapat berbentuk padat, cair, dan gas. Dialam, air dapat berbentuk padat, misalnya es dan Kristal es (salju), serta berbentuk gas berupa uap air. Dalam kehidupan, air sangat diperlukan oleh mahluk hidup karena sebagian besar tubuhnya mengandung air.(Aryulina, 2007:269)

3. Udara

udara terdiri dari berbagai macam gas, yaitu nitrogen (78,09%), oksigen (20,93%), karbon dioksida (0,03%), dan gas-gas lain. Nitrogen diperlukan mahluk hidup untuk membentuk protein. Oksigen digunakan makhluk untuk bernafas. Karbon dioksida diperlukan tumbuhan untuk fotosintesis.(Aryulina, 2007:269).

4. Cahaya matahari

Cahaya matahari; kebutuhan tumbuh-tumbuhan akan cahaya matahari ber-kaitan pula dengan energi dan suhu udara yang ditimbulkannya. Terdapat 4 kelompok vegetasi yang dipeng-aruhi oleh suhu lingkungan panas se-panjang tahun, misalnya tumbuhan daerah tropis), mesotermal (tumbuhan yang menyukai lingkungan yang tidak bersuhu terlalu panas atau terlalu dingin), mikrotermal (tumbuhan di habitatnya, yaitu kelompok vegetasi atau tumbuhan megatermal (tumbuhan menyukai habitat bersuhu yang menyukai habitat bersuhu rendah atau dingin, misalnya tum-buhan dataran tinggi atau habitat subtropis) dan hekistotermal yaitu tumbuhan yang terdapat di daerah kutub atau alpin (Elfis, 2010c).

Cahaya matahari mempengaruhi ekosistem secara global Karena matahari menentukan suhu lingkungan. Cahaya matahari juga merupakan unsure vital yang dibutuhkan oleh tunbuhan sebagai produsen untuk berfotosintesis.(pratiwi,2007:273)

Sinar matahari mempengaruhi ekosistem secara global karena matahari menentukan suhu. Sinar matahari juga merupakan unsur vital yang dibutuhkan oleh tumbuhan sebagai produsen untuk berfotosintesis. ( shvoong/ exact-sciences, 2012)

5. Iklim

Iklim merupakan rerata cuaca pada jangka panjang, minimal permusim atau per periode atau per tahun, dan seterusnya, sedangkan cuaca adalah kondisi iklim pada suatu waktu berjangka pendek, misalnya harian, mingguan, bulanan dan maksimal semusim atau seperiode.(Hanafi, 2007). (https://dosen.co.id/)

Implementasi Sekolah Delapan Jam Sehari Diminta Bertahap

Implementasi Sekolah Delapan Jam Sehari Diminta Bertahap

Implementasi Sekolah Delapan Jam Sehari Diminta Bertahap
Implementasi Sekolah Delapan Jam Sehari Diminta Bertahap

Implementasi Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan

(Permendikbud) Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah diminta dilakukan bertahap. Adapun Permendikbud itu mengatur masa sekolah selama delapan jam perhari dari Senin hingga Jumat.

Anggota Komisi X DPR RI Ledia Hanifa Amaliah meminta pemerintah untuk bersikap fleksibel dalam implementasinya, di antaranya dengan melaksanakannya secara bertahap. “Niatan baik pemerintah untuk mendorong penguatan pendidikan karakter, serta menyamakan standar kerja ASN guru masih terkendala dengan persoalan prasarana sarana dan kondisi subyektif masyarakat sehingga perlu pelaksanaan bertahap dengan evaluasi secara berkala,” ujar Ledia di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (15/6/2017).

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS)

ini pun mengingatkan aturan hari sekolah itu tidak semata mengubah metode, proses dan materi ajar, namun juga membutuhkan waktu jeda yang cukup bagi peserta didik dan guru untuk beristirahat, salat dan makan. Begitu juga waktu pulang yang lebih petang akan berhadapan dengan pertanyaan aman dan nyamankah anak saat pulang dari sekolah.

Dia mengatakan, masih ada ribuan sekolah di wilayah yang belum terjangkau kendaraan dan ada pula ribuan anak sekolah yang harus berjalan kaki sekian kilometer dari dan menuju sekolah. Di sisi lain, lanjut dia, waktu belajar sampai sore itu berarti sekolah harus siap dengan kantin atau katering yang memadai serta tempat beribadah yang layak.

“Bagi orangtua ini adalah biaya tambahan bila anak harus makan di sekolah bagi yang tidak membawa bekal dari rumah,” katanya.

Maka itu, dia juga meminta pemerintah

dan pemerintah daerah terus melakukan koordinasi antar kementerian lembaga untuk mendukung pelaksanaan sistem pendidikan yang lebih baik. “Masalah prasarana sarana sekolah yang minim, transportasi yang belum memadai, hingga bantuan bagi siswa miskin yang terhalang validasi data, ini semua perlu dikoordinasikan secara bersama antar kementrian dan lembaga agar bisa saling menunjang,” imbuhnya.

Dia menambahkan,‎ sepanjang itu semua belum terpenuhi, jangan dipaksakan sekolah memenuhi klausul delapan jam per hari selama lima hari. “Sebab kita tidak ingin sampai terjadi: sekolahnya sudah lima hari, kantin dan sarana ibadah tidak memadai, anak kurang gizi dan lelah, niatan penguatan karakter justru tidak tercapai,” katanya.‎

Di samping itu, menurut Ledia, sekolah juga perlu berkomunikasi dan bekerja sama lebih intens dengan pihak orangtua atau wali agar dua hari tanpa sekolah bisa terisi dengan kegiatan yang melibatkan kebersamaan bersama anak.

“Salah satu landasan lima hari bersekolah kan agar anak bisa lebih dekat dengan keluarga, ini berarti orangtua pun perlu diajak duduk bersama terkait adanya penyesuaian waktu sekolah, agar tujuan penguatan nilai kebersamaan dalam keluarga benar-benar bisa tercapai,” pungkasnya.

Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah yang mengatur masa sekolah selama delapan jam sehari dalam lima hari sekolah dalam sepekan sudah dikeluarkan. Peraturan yang ditandatangani mendikbud pada 12 Juni ini dinyatakan berlaku sejak diundangkan, hanya berselang sebulan dari masa tahun ajaran baru 2017-2018.

 

Baca Juga :

 

 

Jokowi Minta Kebijakan Sekolah Delapan Jam Sehari Dikaji Ulang

Jokowi Minta Kebijakan Sekolah Delapan Jam Sehari Dikaji Ulang

Jokowi Minta Kebijakan Sekolah Delapan Jam Sehari Dikaji Ulang

Jokowi Minta Kebijakan Sekolah Delapan Jam Sehari Dikaji Ulang
Jokowi Minta Kebijakan Sekolah Delapan Jam Sehari Dikaji Ulang

Kebijakan belajar delapan jam perhari selama lima hari

yang rencananya diterapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada tahun ajaran baru 2017 menuai banyak protes di kalangan masyarakat.

Menanggapi hal ini, pihak Istana meminta agar semua pihak membaca peraturan menteri (Permen) yang dikeluarkan mendikbud. “Memang tentunya pemerintah juga menangkap apa yang menjadi keresahan yang terjadi (di masyarakat),” ujar Sekretaris Kabinet Pramono Anung, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (15/6/2017).

Pramono berharap, semua pihak untuk membaca

dan mempelajari apa yang menjadi kebijakan pemerintah sebelum mengeluarkan statmen atau berkomentar.

Karena memang kemarin kita sudah diskusi

dengan mendikbud, dengan mensesneg, karena diminta oleh presiden untuk mengkaji hal (kebijakan) tersebut. Tetapi untuk detailnya tanyakan ke mendikbud,” tandasnya.

Seperti diketahui, Mendikbud Muhadjir Effendy mengeluarkan kebijakan sekolah delapan jam perhari dalam lima hari yakni Senin-Jumat. Kebijakan itu dinilai selaras dengan jam kerja pegawai negeri sipil guru yang diatur dalam aparatur sipil negara. Nantinya siswa hanya sekolah sampai hari Jumat. Sementara Sabtu yang biasanya digunakan untuk kegiatan ekstrakurikuler ditiadakan.

Namun, oleh sebagian kalangan dan pengamat pendidikan, kebijakan ini dianggap tidak tepat. Terbaru kalangan pendidikan di level pendidikan agama menentang keras kebijakan itu karena dianggap mengancam eksistensi Madrasah yang banyak tersebar di Pondok Pesantren dan tempat lainnya.

 

Sumber :

https://portal.iro.unsoed.ac.id/manajemen/manfaat-tumbuhan-paku/

Wajar Kebijakan Jam Sekolah Munculkan Pro dan Kontra

Wajar Kebijakan Jam Sekolah Munculkan Pro dan Kontra

Wajar Kebijakan Jam Sekolah Munculkan Pro dan Kontra

Wajar Kebijakan Jam Sekolah Munculkan Pro dan Kontra
Wajar Kebijakan Jam Sekolah Munculkan Pro dan Kontra

Pro dan kontra kebijakan delapan jam belajar di sekolah

dari Senin hingga Jumat pada tahun ajaran baru, Juli 2017 mendatang dianggap hal yang wajar. Pasalnya, kebijakan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2017 tentang hari Sekolah itu memiliki kekurangan dan kelebihan.

Anggota Komisi X DPR Venna Melinda berpendapat

, akan ada sinergi antara dua subyek pendidikan di dalam kebijakan itu, yaitu guru dan murid. “Jadi kita harus mencermati secara apple to apple terkait keinginan dari Menteri Muhadjir ini,” ujar Venna kepada SINDOnews, Kamis (15/6/2017).

Namun, dirinya pun mempertanyakan dari sisi anak didik, apakah sudah realistis dengan kebijakan itu dalam karakter masyarakat Indonesia yang plural dan multikultural, terutama di daerah pedesaan. “Karena Indonesia bukan hanya kota-kota besar di Jawa saja,” katanya.

Dirinya pun mengambil contoh di Papua

, apakah di sana anak-anak bisa belajar sesuai dengan jam kerja, karena sarana dan prasarana pendidikan yang minim dan kurangnya jumlah tenaga pengajar.

“Kemudian dari sisi guru, banyak sekali permasalahan bagi tenaga guru di daerah, terutama tunjangan atau honor,” papar politikus Partai Demokrat ini.

Padahal lanjut dia, guru-guru di daerah seperti Papua justru pengorbanannya paling besar. “Meninggalkan keluarga dan hidup di alam yang jauh dari gemerlap kota merupakan salah satu kisah luar biasa sering saya temui saat saya sedang kundapil atau kunker DPR,” ujarnya.

Hal demikian dianggapnya merupakan salah satu masalah utama yang terjadi di Kemendikbud. “Untuk itu untuk Permendikbud nomor

 

Sumber :

http://ojel.student.umm.ac.id/ciri-ciri-tumbuhan-paku/

Perda Tentang Kesehatan Segera Diubah

Perda Tentang Kesehatan Segera Diubah

Perda Tentang Kesehatan Segera Diubah

 

Perda Tentang Kesehatan Segera Diubah

Perda Kota Bogor Nomor 3 Tahun 2005

Peraturan Daerah (Perda) Kota Bogor Nomor 3 Tahun 2005 tentang Penyelenggaraan Kesehatan yang telah diubah dengan Perda Nomor 19 Tahun 2011 tentang perubahan atas Perda Kota Bogor Nomor 3 Tahun 2005 tentang Penyelenggaraan Kesehatan, perlu disusun ulang. Sebab, Perda tentang penyelenggaraan kesehatan ini dipandang perlu karena banyaknya peraturan baru di bidang kesehatan yang perlu diakomodir dalam Perda tentang penyelenggaraan kesehatan.

Disamping itu, seperti disampaikan

Plt. Wali Kota Bogor Usmar Hariman saat Rapat Paripurna DPRD Kota Bogor dengan agenda pembahasan mengenai penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) dan jawaban Wali Kota Bogor terhadap pandangan umum fraksi-fraksi tentang Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Penyelenggaraan Kesehatan, Kamis (29/03/2018), ada banyak ketentuan yang tercantum di dalam Perda sebelumnya yang dipandang sudah tidak lagi sesuai dengan perkembangan yang berlangsung di tengah masyarakat. Sehingga harus ada ketentuan-ketentuan baru yang mengaturnya.

Undang-Undang (UU) Nomor 36 Tahun 2014

“Peraturan yang dimaksud antara lain adalah Undang-Undang (UU) Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan. Juga Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 110 Tahun 2012 tentang Penerimaan Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014 tentang Puskesmas,” jelas Usmar.

Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014

Dengan merujuk pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014 itu, Usmar mengatakan, maka akan terakomodir ketentuan-ketentuan untuk mendorong penguatan peran dan fungsi puskesmas dalam pembangunan kesehatan masyarakat.

“Ke depannya diharapkan puskesmas dapat mengubah paradigma pelayanannya dari pelayanan yang lebih banyak bersifat kuratif dan promotif menjadi lebih dominan melaksanakan pelayanan kesehatan yang lebih preventif dan promotif,” harap Usmar.

 

Artikel terkait;

Raih PRIA Award 2018 Kota Terpopuler di Media

Raih PRIA Award 2018 Kota Terpopuler di Media

Raih PRIA Award 2018 Kota Terpopuler di Media

 

Raih PRIA Award 2018 Kota Terpopuler di Media

Di triwulan pertama tahun 2018

Kota Bogor berhasil menoreh prestasi membanggakan. Lewat ajang Public Relations Indonesia Awards (PRIA) 2018, kota hujan ini dianugerahi penghargaan sebagai Kota Terpopuler di Media. Penghargaan ini diberikan berdasarkan media monitoring yang dilakukan sepanjang 2017.

Sekretaris Daerah

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Ade Sarip Hidayat berkesempatan untuk menerima penghargaan dalam acara yang berlangsung di area Jalan Tunjungan, Kota Surabaya, Kamis (29/03/2018) malam.

“Penghargaan ini merupakan apresiasi atas upaya yang telah dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam menjalin kerjasama dengan media,” ujar Ade yang ditemui seusai menerima penghargaan.

Menurutnya langkah yang diambil Pemkot Bogor dalam menjalin hubungan dengan media tidak lain juga sebagai wujud transparansi dalam mendukung keterbukaan informasi dan pengawasan media terhadap kinerja pemerintah daerah.

Monitoring media yang dilakukan untuk menentukan pemenang dalam kategori ini dilakukan oleh Isentia Jakarta. Media monitoring agency ini telah bekerjasama dengan PRIA di 3 tahun penyelenggaraannya.

“Penelitian dilakukan dengan monitoring berita di media yang ada di database Isentia dr 1 Januari 2017 sampai dengan 31 Desember 2017. Khusus untuk Pemprov, Pemkab dan Pemkot, media yang digunakan adalah media cetak & majalah nasional,” jelas Direktur Isentia Jakarta, Luciana Budiman.

Event Mlaku Mlaku Nang Tunjungan

PRIA yang memasuki tahun ketiga dalam penyelenggaraannya ini digelar cukup istimewa. Selain bertambahnya kategori penghargaan, PRIA 2018 berlangsung lebih meriah dengan menggunakan lokasi outdoor di sepanjang Jalan Tunjungan yang legendaris di Kota Surabaya.

Uniknya lagi acara ini dibarengi dengan event Mlaku Mlaku Nang Tunjungan, sebuah event Car Free Night di jalan tersebut yang menawarkan aneka kuliner dan produk olahan hingga karya kreatif warga Surabaya.

Sumber : https://sel.co.id/

Lebih Sederhana, Simardi Mendukung Seluruh OPD

Lebih Sederhana, Simardi Mendukung Seluruh OPD

Lebih Sederhana, Simardi Mendukung Seluruh OPD

 

Lebih Sederhana, Simardi Mendukung Seluruh OPD

Dinas Kearsipan dan Perpustakaan

Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diskerpus) Kota Bogor mengembangkan aplikasi kearsipan dinamis dalam sistem offline yang dapat digunakan di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kecamatan, Kelurahan di lingkungan Pemerintahan Kota (Pemkot) Bogor.

Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Kearsipan Dinamis (Simardi) ini merupakan aplikasi yang sudah disempurnakan dari aplikasi yang sebelumnya pernah digunakan.

Kepala Diskarpus

Kepala Diskarpus Kota Bogor Agung Prihanto menuturkan, aplikasi ini lebih sederhana dan lebih mudah digunakan bagi petugas kearsipan di OPD, Kecamatan dan Kelurahan. Meski begitu, Simardi mampu mengkategorikan setiap arsip yang diinput secara otomatis sesuai dengan tingkat kerahasiaannya dan berapa lama harus disimpan.

Simardi ini sifatnya offline di masing-masing OPD

Karena arsip harus diperlakukan dengan baik apalagi ada arsip negara yang bersifat rahasia,” ujar Agung seusai Workshop Simardi di Museum Tanah, Jalan Ir. Juanda, Kota Bogor, Kamis (29/03/2018).

Ia menuturkan, aplikasi Simardi ini sudah diinstal di seluruh OPD termasuk di ujicobakan di Kelurahan. Sejauh ini pelaksana kearsipan di OPD mendukung baik adanya Simardi. Sebab pengelolaan kearsipan di Kota Bogor memang harus dibenahi agar pengelolaannya menjadi lebih baik.

“Arsip ini berdampak pada berbagai hal jadi harus tersimpan dengan baik. Sekarang dengan Simardi seluruh arsip dari OPD bisa langsung terintegrasi ke Diskarpus dan akan ada laporan perbulan, pertahunnya sebagai data,” imbuhnya.

Hal serupa juga disampaikan

Plt. Wali Kota Bogor Usmar Hariman, dirinya berharap dengan sistem digital ini semua arsip bisa tersimpan dengan baik di Simardi. Menurutnya, kearsipan yang baik dapat menunjang Pemkot Bogor untuk semakin tertib administrasi, tertib laporan dan tertib kinerja. “Teknologi kearsipan ini juga bentuk komitmen Pemerintah menjadikan Bogor sebagai Smart City,” katanya.

Sumber : https://www.ayoksinau.com/

5 FUNGSI GINJAL MANUSIA

5 FUNGSI GINJAL MANUSIA

5 FUNGSI GINJAL MANUSIA

5 FUNGSI GINJAL MANUSIA
5 FUNGSI GINJAL MANUSIA

1. Menyaring Darah

Konsumsi masakan yang kita makan setiap hari sebagai penghasil energi sehabis melalui proses pencernaan pastilah akan menghasilkan banyak zat sisa dan limbah serta racun atau toksin. Zat-zat tersebutlah yang akan dikeluarkan oleh ginjal karena jikalau tidak maka akan sangat berbahaya bagi tubuh kita.

Nefron ialah salah satu belahan ginjal yang menjalankan fungsi ini. Apabila seseorang tidak mempunyai ginjal, maka orang tersebut akan mati lantaran tubuhnya teracuni oleh kotoran yang dihasilkan oleh tubuh insan itu sendiri. Untuk melaksanakan hal tersebut, ginjal harus menyaring sekitar 200 liter darah dan menghasilkan 2 liter zat-zat sisa dan air per harinya. Jadi, bisa disimpulkan bahwa Anda buang air kecil sebanyak kurang lebih 2 liter per harinya.

2. Membentuk Urine

Urine ialah hasil ekskresi dari penyaringan ginjal. Urine mengandung zat-zat yang sudah tidak diharapkan bagi tubuh atau yang kadarnya melebihi batas normal. Kandungan utama urine ialah air, urea, dan amonia. Terdapat tiga proses pembentukan urine yaitu filtrasi, reabsorbsi, dan augmentasi.

3. Menjaga Keseimbangan Air dalam Tubuh

Ginjal setiap hari mengeluarkan sekitar 2 liter air dari dalam tubuh. Sebagian air dikeluarkan supaya tidak terjadi kelebihan air di dalam darah. Jika kelebihan, maka darah akan mengencer dan sangat berbahaya bagi tubuh. Tubuh menjaga keseimbangan air dengan mempertahankan tekanan osmotik ekstraseluler (di luar sel). Jika tekanan tersebut berlebihan, maka akan dikeluarkan dari tubuh salah satunya melalui ginjal.

4. Mempertahankan keseimbangan Kadar Asam dan Basa

Ginjal berfungsi untuk mempertahankan keseimbangan kadar asam dan basa dari cairan tubuh dengan cara mengeluarkan kelebihan asam/basa melalui urine.

5. Mengatur Kadar Kalium dalam Darah

Kalium (K) atau potasium ialah mineral yang berfungsi untuk menciptakan semua sel, jaringan, dan organ dalam tubuh tetap berfungsi dengan baik. Kalium sangatlah penting bagi tubuh. Namun jikalau kadarnya terlalu berlebihan maka akan terjadi hiperkalemia yang sanggup mengakibatkan otot jantung berhenti berdetak atau berdetak tidak beraturan. Jika kadarnya di dalam darah kurang, maka akan terjadi kelelahan, kulit kering, kelemahan otot, dan gerak refleks menjadi lambat. Maka dari itu, ginjal menjadi penting lantaran berfungsi sebagai pengatur kadar kalium di dalam darah dengan cara membuang atau menyerap kembali kalium yang masuk ke dalam nefron.

Baca Juga:

Bentuk dan Hikmah Sedekah

Bentuk dan Hikmah Sedekah

Bentuk dan Hikmah Sedekah

Bentuk dan Hikmah Sedekah
Bentuk dan Hikmah Sedekah

BENTUK-BENTUK SEDEKAH

Dalam Islam sedekah memiliki arti luas bukan hanya berbentuk materi tetapi mencakup semua kebaikan baik bersifat fisik maupun non fisik. Berdasarkan hadist, para ulama membagi sedekah menjadi :
1. Memberikan sesuatu dalam bentuk materi kepada orang lain.
2. Berbuat baik dan menahan diri dari kejahatan.
3. Berlaku adil dalam mendamaikan orang yang sedang bersengketa.
4. Membantu orang lain yang akan menaiki kendaraan yang akan ditumpanginya.
5. Membantu mengangkat barang orang lain kedalam kendaraannya.
6. Menyingkirkan benda-benda yang mengganggu dari tengah jalan seperti duri, batu kayu dll.
7. Melangkahkan kaki ke jalan Allah.
8. Mengucapkan zikir seperti tasbih, takbir, tahmid, tahlil dan istighfar.
9. Menyuruh orang lain berbuat baik dan mencegahnya dari kemungkaran.
10. Membimbing orang buta, tuli dan bisu serta menunjuki orang yang meminta petunjuk tentang sesuatu seperti alamat rumah.
11. Memberikan senyuman kepada orang lain.
Dari uraian diatas tentang sedekah maka ada beberapa perbedaan antara sedekah dengan zakat dilihat dari tiga aspek :

Orang yang melakukan

sedekah dianjurkan kepada semua orang beriman baik yang memiliki harta atau tidak karena bersedekah tidak mesti harus orang yang berharta sedangkan zakat diwajibkan kepada mereka yang memiliki harta.

Benda yang disedekahkan

benda yang disedekahkan bukan hanya terbatas pada harta secara fisik tetapi mencakup semua macam kebaikan. Adapun zakat, benda yang dikeluarkan terbatas hanya harta kekayaan secara fisik seperti uang, hasil pertanian, peternakan, perdagangan, dan hasil profesi lainnya.

Orang yang menerima

sedekah untuk semua orang tetapi zakat dikhususkan kepada delapan golongan sebagaimana telah disebutkan.

HIKMAH SEDEKAH

Sedekah memiliki nilai sosial yang tinggi. Orang yang bersedekah dengan ikhlas ia bukan hanya mendapatkan pahala tetapi juga memiliki hubungan sosial yang baik. Hikmah yang dapat dipetik ialah sebagai berikut :

1. Orang yang bersedekah lebih mulia dibanding orang yang menerimanya sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadist “Tangan diatas lebih baik dari tangan yang dibawah”.
2. Mempererat hubungan sesama manusia terutama kepada kaum fakir miskin, menghilangkan sifat bakhil dan egois, dan dapat membersihkan harta serta dapat meredam murka Tuhan.
3. Orang yang bersedekah senantiasa didoakan oleh kedua malaikat. Sebagaimana hadist yang artinya “Tidaklah seorang laki-laki berada dipagi hari kecuali dua malaikat berdoa, Ya Allah berilah ganti orang yang menafkahkan (menyedekahkan) hartanya dan berikanlah kehancuran orang yang menahan hartanya”. (HR. Bukhari-Muslim).

Sumber: https://www.pendidik.co.id/12-hukum-bacaan-tajwid-beserta-contohnya-yang-harus-diketahui/