Dampak Modernisasi dan Pembangunan bagi Kehidupan Masyarakat Indonesia

Dampak Modernisasi dan Pembangunan bagi Kehidupan Masyarakat Indonesia

Dampak Modernisasi dan Pembangunan bagi Kehidupan Masyarakat Indonesia

Dampak Modernisasi dan Pembangunan bagi Kehidupan Masyarakat Indonesia
Dampak Modernisasi dan Pembangunan bagi Kehidupan Masyarakat Indonesia

Pada dasarnya pembangunan dilaksanakan dalam rangka modernisasi. Modernisasi merupakan suatu proses transformasi dari kehidupan yang bersifat tradisional menuju kehidupan yang lebih maju dan modern. Modernisasi yang berawal dari pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut pada akhirnya juga menyentuh pada bidang-bidang kehidupan lain seperti politik, ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, agama, dan lain sebagainya. Dengan demikian terlihat betapa eratnya kaitan antara pembangunan dan modernisasi. Modernisasi mustahil dapat dilakukan tanpa adanya pembangunan yang mantap. Dengan kata lain, modernisasi dilakukan melalui tahapan-tahapan pembangunan yang telah diprogram.

Beberapa masalah sosial yang timbul sebagai akibat dari proses pembangunan dan modernisasi antara lain adalah kesenjangan sosial ekonomi, kenakalan remaja, kriminalitas, dan pencemaran lingkungan; (http://bpbd.lampungprov.go.id/blog/contoh-teks-editorial/)

  1. Kesenjangan sosial ekonomi

Dalam bahasa yang sederhana, kesenjangan dapat dikatakan sebagai ketidaksesuaian antara harapan-harapan yang diinginkan dengan kenyataan yang terjadi. Kesenjangan sosial ekonomi merupakan suatu kondisi sosial dalam kehidupan masyarakat yang tidak seimbang akibat adanya berbagai perbedaan dalam kehidupan sosial ekonomi, terutama dalam hal keadilan, kemakmuran, dan kesejahteraan.

  1. Kenakalan remaja

Kenakalan remaja merupakan suatu bentuk kelainan sikap dan tingkah laku di kalangan para remaja yang melanggar sistem nilai dan sistem norma yang berlaku dalam kehidupan bersama. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan berkembangnya kenakalan remaja, yakni yang berasal dari dalam diri para remaja (faktor intern) dan yang berasal dari luar diri para remaja (faktor ekstern).

  1. Kriminalitas

Pembangunan dan modernisasi telah mengembangkan perkotaan sedemikian rupa sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi mayarakat pedesaan. Dari tahun ke tahun masyarakat pedesaan berbondong-bondong menuju kota untuk mengadu nasib. Namun demikian lapangan kerja yang tersedia di kota tidak sebanding dengan banyaknya pendatang baru. Akibatnya, terjadi penumpukan tenaga di perkotaan. Fenomena seperti ini akan menyebabkan semakin meningkatnya jumlah kemiskinan yang pada gilirannya nanti akan meningkatkan memicu kriminalitas.

  1. Pencemaran lingkungan

Setiap manusia mendambakan lingkungan yang aman, nyaman, dan sehat, bebas dari berbagai ancaman yang diakibatkan oleh pencemaran lingkungan. Namun demikian, pembangunan yang tidak dibarengi dengan analisis masalah dan dampak lingkungan (AMDAL) sering menimbulkan mala petaka, yakni berupa pencemaran lingkungan.

1)      Pencemaran udara, yakni disebabkan oleh adanya asap atau gas buangan yang tidak terkendali dari kendaraan-kendaraan bermotor, cerobong-cerobong pabrik, dan sebagainya sehingga mengganggu pernapasan.

2)      Pencemaran air, yakni pencemaran yang disebabkan oleh adanya limbah-limbah industri, limbah-limbah rumah tangga, dan sebagainya yang dibuang secara sembarangan sehingga air berubah menjadi kotor dan beracun.

3)      Pencemaran tanah, yakni pencemaran yang disebabkan oleh limbah-limbah padat seperti plastik dan bahan-bahan sintetis lainnya yang secara kimiawi tidak dapat diuraikan oleh tanah sehingga mengurangi kesuburan tanah.

Tahap Penulisan Laporan Penelitian

Tahap Penulisan Laporan Penelitian

Tahap Penulisan Laporan Penelitian

Tahap Penulisan Laporan Penelitian
Tahap Penulisan Laporan Penelitian

Penulisan pelaporan merupakan tahap akhir dari rangkaian proses penelitian.

  1. Tema / topik penelitian

Untuk memilih tema atau topik penelitian, seorang peneliti harus memiliki kepekaan terhadap kehidupan yang dihadapinya. Secara praktis, seorang peneliti dapat memilih tema dari berbagai sumber, yaitu: (1) fenomena sosial yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, (2) kajian-kajian kepustakaan, dan (3) informasi yang diberikan oleh pihak lain. Tema atau topik dalam kegiatan penelitian tidak boleh diambil secara sembarangan. Tema atau topik tersebut dipilih berdasarkan beberapa pertimbangan, yaitu:

  1. Tema / topik penelitian hendaknya menarik perhatian masyarakat dan memiliki nilai guna bagi kehidupan masyarakat. (http://bpbd.lampungprov.go.id/blog/contoh-teks-laporan-hasil-observasi/)
  1. Tema / topik yang diangkat hendaknya merupakan tema/topik yang dapat diteliti dan dapat dicari datanya di lapangan. Untuk itu peneliti harus: (a) menguasai teori dan latar belakang serta metode pemecahannya, (b) memiliki waktu dan tenaga yang mendukung kegiatan penelitian, (c) memiliki sumber data dan sekaligus mampu menyusun alat pengumpul data, dan (d) mampu mengolah data yang telah terkumpul.
  1. Hasil penelitian hendaknya dapat dimanfaatkan, baik untuk memajukan ilmu pengetahuan, meningkatkan efektivitas kerja, serta dapat menyumbangkan beberapa solusi terhadap permasalahan yang berkembang dalam kehidupan masyarakat.
  1. Topik/tema penelitian hendaknya merupakan suatu hal yang baru sehingga kegiatan penelitian bukan merupakan kegiatan yang mubazir, termasuk untuk menghindarkan diri dari plagiarisme.
  1. Studi pendahuluan

Pada dasarnya studi pendahuluan bertujuan untuk mendalami masalah yang telah dirumuskan sehingga peneliti dapat melakukan persiapan secara maksimal. Secara rinci tujuan dari studi pendahuluan antara lain adalah sebagai berikut:

  1. Mengetahui secara pasti apa yang akan diteliti di lapangan.
  1. Mengetahui secara lebih jelas tentang sumber data yang akan digali.
  1. Agar kegiatan penelitian yang dilaksanakan bukan merupakan pengulangan dari kegiatan penelitian yang telah dilaksanakan oleh peneliti lain.
  1. Untuk memperoleh gambaran tentang bagaimana teknik-teknik yang dipergunakan untuk menggali dan mengumpulkan data.
  1. Dapat menentukan metode yang tepat guna menganalisis data yang telah dikumpulkan.
  1. Memperoleh pemahaman tentang kesimpulan yang akan diambil dari kegiatan penelitian.
  1. Memperoleh gambaran tentang manfaat penelitian bagi kehidupan masyarakat secara nyata.

Adapun cara-cara yang dapat ditempuh guna melaksanakan studi pendahuluan di antaranya adalah: (1) melakukan studi kepustakaan, yakni mengkaji buku-buku yang berisi tentang teori yang relevan dengan masalah penelitian, menelaah artikel, paper, dan juga hasil penelitian sebelumnya, dan lain sebagainya, (2) mengunjungi lokasi yang dijadikan objek penelitian, dan (3) melakukan diskusi dan tanya jawab dengan orang yang dianggap memiliki pengetahuan yang memadai sehubungan dengan masalah yang diangkat dalam penelitian tersebut.


  1. Merumuskan masalah

Perumusan masalah sangat penting dalam rangka memberikan arah pada keseluruhan rencana dan langkah-langkah yang akan ditempuh dalam kegiatan penelitian, karena rumusan masalah akan memberikan gambaran yang jelas mengenai masalah yang terkandung di dalamnya, sekaligus memberikan petunjuk dalam pengumpulan data. Perumusan masalah tersebut juga perlu disertai oleh penyajian latar belakang penelitian. Rumusan dapat berbentuk kalimat tanya atau pernyataan yang jelas dan padat. Adapun kriteria yang harus dipenuhi dalam rumusan masalah antara lain adalah sebagai berikut:

  1. Rumusan masalah harus menyatakan hubungan antara dua variabel atau lebih.
  1. Dirumuskan dalam bentuk pertanyaan atau pernyataan yang jelas.
  1. Rumusan masalah harus padat dan jelas sehingga mudah dipahami oleh orang lain.
  1. Rumusan masalah harus mengandung unsur data yang mendukung pemecahan terhadap masalah penelitian.
  1. Rumusan masalah harus merupakan dasar dalam membuat hipotesis (kesimpulan sementara)
  1. Rumusan masalah harus menjadi dasar dalam menentukan tujuan penelitian.
  1. Rumusan masalah harus merupakan dasar dalam mengambil kesimpulan penelitian.
  1. Rumusan masalah harus mencerminkan judul penelitian.

Contoh rumusan masalah adalah: Bagaimana hubungan antara kecerdasan pelajar dengan peningkatan prestasi belajar? Judul yang tepat bagi rumusan masalah tersebut adalah Pengaruh kecerdasan pelajar terhadap peningkatan prestasi belajar. Dan lain sebagainya.

  1. Merumuskan hipotesis

Hipotesis dirumuskan berdasarkan pada rumusan masalah yang ada. Pada dasarnya hipotesis merupakan suatu pandangan dari peneliti tentang solusi terhadap beberapa masalah yang diangkat dalam kegiatan penelitian. Hipotesis merupakan kesimpulan sementara dari beberapa masalah yang ada, hal mana masih harus dibuktikan kebenarannya. Adapun fungsi dari hipotesis adalah sebagai landasan atau patokan untuk menentukan sumber data, termasuk jenis-jenis data yang diperlukan. Dalam hubungan ini, Kerlinger mengajukan dua kriteria tentang hipotesis yang baik, yakni: (1) hipotesis merupakan pernyataan tentang hubungan antara dua variabel atau lebih dalam penelitian, dan (2) hipotesis dapat diuji secara empirik.

Contoh hipotesis: “kecerdasan pelajar sangat berpengaruh bagi peningkatan prestasi belajar”.

  1. Menentukan metode dan pendekatan penelitian

Metode dan pendekatan penelitian dipilih berdasarkan rumusan masalah dan jenis data yang akan digali dalam kegiatan penelitian. Dalam bukunya yang berjudul Metodologi Penelitian Sosial dan Pendidikan, Sumanto menyebutkan beberapa macam metode / pendekatan penelitian sebagai berikut:

  1. Metode penelitian sejarah

Penelitian sejarah merupakan usaha pengumpulan data secara sistematis, yakni meliputi beberapa langkah sebagai berikut:

  1. Langkah heuristik, yakni kegiatan mengumpulkan data yang berkaitan dengan masalah-masalah yang diangkat dalam penelitian tersebut.
  2. Langkah kritik, yakni melakukan seleksi terhadap berbagai data yang telah dikumpulkan hingga dicapai data yang valid.
  3. Langkah interpretatik, yakni memberikan makna dan tafsiran terhadap data yang telah dikumpulkan.
  4. Langkah historiografi, yakni menuliskan segala sesuatu yang merupakan makna dan tafsiran dari data yang telah dikumpulkan sehingga menghasilkan cerita sejarah.
  1. Metode deskriptif

Dalam penelitian deskriptif peneliti melakukan usaha pengumpulan data untuk menguji hipotesis yang telah dirumuskan. Dalam penelitian deskriptif peneliti berusaha mendeskripsikan dan menginterpretasikan segala data yang telah dikumpulkan melalui angket, wawancara, maupun observasi.

  1. Metode korelasi

Penelitian korelasi berkaitan dengan pengumpulan data untuk menentukan ada atau tidaknya hubungan (korelasi) antara dua variabel atau lebih. Dengan demikian ada tiga hasil yang dapat diperoleh dari penelitian korelasi, yakni: (1) terdapat korelasi positif antar variabel, (2) terdapat korelasi negatif antarvariabel, dan (3) tidak ada korelasi antarvariabel.

  1. Metode kausal-komparatif

Penelitian kausal komparatif (ex post fakto) merupakan suatu penelitian yang dilakukan untuk menentukan penyebab atau alasan adanya perbedaan perilaku atau status kelompok / individual. Dengan demikian, setelah peneliti melihat adanya perbedaan dalam kelompok / individual maka segera dicari alasan-alasan yang menjadi penyebabnya. Pendekatan kausal-komparatif melibatkan pendekatan pendahuluan pada suatu akibat dan sekaligus mencari alternatif penyebabnya.

  1. Penelitian eksperimen

Metode eksperimen merupakan satu-satunya metode penelitian yang dianggap paling berhasil dalam menguji hipotesis hubungan sebab-akibat. Dalam metode eksperimen, peneliti memanipulasi variabel independen untuk kemudian mengobservasi pengaruh yang diakibatkan oleh manipulasi yang dilakukan tadi. Untuk mendapatkan pengaruh yang betul-betul bersih dari pengaruh lain, peneliti dituntut untuk melakukan kontrol yang cermat terhadap masuknya pengaruh luar. Variabel-independen disebut juga dengan istilah variabel-eksperimen, sedangkan variabel-dependen disebut juga dengan istilah variabel-creation. Variabel dependen merupakan variabel tergantung, yakni merupakan efek dari manipulasi subjek setelah mendapatkan treatmen. Jika dilaksanakan dengan baik, penelitian eksperimen akan menghasilkan bukti yang dianggap paling baik mengenai hubungan sebab akibat yang dihipotesiskan.

kKonsep Nasionalisme Indonesia

Konsep Nasionalisme Indonesia

Konsep Nasionalisme Indonesia

Konsep Nasionalisme Indonesia
Konsep Nasionalisme Indonesia

Nasionalisme yang dirumuskan diatas oleh para pendiri bangsa dalam rumusan Dasar Negara Pancasila

Dan Undang-undang Dasar 1945 memerlukan perumusan konsep lebih lanjut. Konsep nasionalisme Indonesia yang bersumber dari kedua landasan tersebut dikonkretkan menjadi bentuk dan struktur negara Indonesia yang berbentuk republik. Konsep-konsep nasionalisme sesuai dengan perkembangan dan dinamika saat ini antara lain:

 

Negara Bangsa

Konsep negara bangsa adalah konsep tentang negara modern yaitu negara yang memiliki bangunan politik seperti batas teritorial, pemerintahan sah, pengakuan negara lain, kedaulatan ke dalam negaranya sendiri. Syarat adanya negara adalah terpenuhinya syarat-syarat pokok tersebut yang sekaligus sebagai modal sebuah bangsa menjadi negara. Menurut UUD 1945 Pasal 1 ayat 1 yang berbunyi “Negara Indonesia ialah Negara Kesatuan yang berbentuk Republik”. Bentuk pemerintahan republik dipimpin oleh kepala pemerintahan yaitu presiden, yang dipilih melalui pemilihan umum. UUD 1945 memuat juga pasal-pasal tentang unsur-unsur kelengkapan Negara Indonesialainnya seperti badan legislatif, eksekutif, yudikatif, pemerintahan daerah dan sebagainya. Hal ini sejalan dengan konsep negara bangsa.

 

Warga Negara

Warga negara menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Hal ini sesuai UUD 1945 pasal 26 ayat 2 yang berbunyi “Penduduk ialah warga negara Indonesia dan orang asing yang bertempat tinggal di Indonesia”. Dirumuska juga dalam UU No.12 Tahun 2006 tentang kewarganegaraan Republik Indonesia. Hal ini sesuai dengan UUD 1945 pasal 26 ayat 1 menyatakan “Yang menjadi warga negara ialah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai warga negara”. Sesuai kedua rumusan tersebut, mereka yang termasuk dalam warga negara Indonesia semestinya memiliki kecintaan dan rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara Indonesia.

 

Dasar Negara Pancasila

Sehari setelah Indonesia merdeka terjadi perdebatan tentang Dasar Negara Indonesia merdeka. Perdebatan itu terjadi dalam sidang BPUPKI antara kelompok nasionalis islami dan nasionalisme sekuler yang terjadi sebelum kemerdekaan.

 

NASIONALISME MENJAGA KEUTUHAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA

Menjaga dan mempertahankan keutuhan NKRI adalah kewajiban semua elemen negara, namun terusik ketika terjadi kasus lepasnya beberapa pulau terluar dari pengakuan wilayah NKRI. Pulau Sipadan dan pulau Ligitan yang berada di Ambalat lepas diambil masuk wilayah Malaysia. Ada 12 pulau yang rawan penguasaan oleh negara lain. Adapun 12 pulau tersebut adalah:

  1. Pulau Batek (NTT)
  2. Pulau Berhala (Sumatra Utara)
  3. Pulau Bras(Papua)
  4. Pulau Dana(Nusa Tenggara Timur)
  5. Pulau Fani(Papua)
  6. Pulau Fanildo(Papua)
  7. Pulau Marampit(Sulawesi Utara)
  8. Pulau Marore(Sulawesi Utara)
  9. Pulau Miangas(Sulawesi Utara)
  10.  Pulau Nipa(Riau)
  11. Pulau Rondo(Nangro Aceh Darussalam)
  12. Pulau Sekatung(Riau)

Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) akan kokoh dan berdiri tegak jika nasionalisme warga dan penyelenggara negara tetap semangat menjaga keutuhan Negara Indonesia.Didalam menjaga NKRI

Baca Juga : 

Pertumbuhan Nasionalisme Di Indonesia

Pertumbuhan Nasionalisme Di Indonesia

Pertumbuhan Nasionalisme Di Indonesia

Pertumbuhan Nasionalisme Di Indonesia
Pertumbuhan Nasionalisme Di Indonesia

Unsur nasionalisme yang di tunjukkan dalam diri bangsa Indonesia

Sudah ada sejak lama. Hal ini dapat dilihat adanya rasa kecintaan terhadap tanah kelahiran, perlawanan rakyat bersama rajanya untuk menghadapi kelicikan dan kekejaman penjajah,khususnya Belanda. Pada masa Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit sudah muncul dan berkembang kecintaan terhadap tanah kelahirannya. Kedua kerajaan besar itu menyatukan wilayah-wilayah kecil disekitarnya.

 

Perlawanan fisik terhadap penjajah belanda adalah

Wujud nasionalisme bangsa untuk mempertahankan wilayahnya Pada awalnya perlawanan itu masih bersifat kedaerahan dan terpisah-pisah, karena belum ada koordinasi antara perlawanan satu dengan yang lainnya. Hal ini disebabkan karena nasionalisme perlawanan tersebut sudah dipatahkan oleh Belanda. Disamping itu karena minimnya teknologi dan persenjataan yang dimiliki bangsa Indonesia. Penjajah memiliki studi sosial yang lebih maju, mampu memetakan kondisi masyarakat nusantara. Dengan pemetaan tersebut digunakan untuk politik pecah belah yaitu mengadu domba antar kelompok masyarakat nusantara satu dengan yang lainnya.

 

Dari pengalaman itu, para pemimpin merubah strategi perlawanan yaitu

Dengan perjuangan melalui jalur pendidikan, menumbuhkan persatuan dan kesatuan, penyadaran perlawanan yang terorganisir. Dengan kesadaran akan pentingnya pendidikan, dapat diketahui pada awal tahun 1990-an melahirkan pemuda yang cukup memadai untuk mewujudkan nasionalisme yaitu membentuk organisasi-organisasi sebagai wadah perlawanan terhadap penjajah. Organisasi modern pertama kali muncul adalah Budhi Utomo (1908). Kemudian disusul dengan berdirinya Serikat Dagang Islam(SDI) pada tahun 1909 yang berubah nama menjadi Serikat Islam (SI) pada tahun 1911. Bahkan pada tahun 1913 lahir Indiche Partij yang menginginkan perjuangan kemerdekaan dilakukan secara radikal. Pada tahun 1927 didirikan PNI yang mempunyai tujuan perjuangan Indonesia untuk mewujudkan kesejahteraan nasional. Selain organisasi-organisasi politik, muncullah organisasi sosial kemasyarakatan lainnya seperti Muhammadiyah. Didirikan pada tahun 1912 oleh KH. Akhmad Dahlan.

 

Wujud nasionalisme Indonesia adanya Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928

Yang berisikan Satu Bahasa, Satu Bangsa, Satu Tanah Air Indonesia. Didalam konggres itu melahirkan sumpah pemuda dengan mengumandangkan Lagu Indonesia Raya untuk pertamakalinya. Hal tersebut menunjukkan nasionalisme satu tanah air, bangsa dan satu bahasa untuk bersama-sama membentuk Negara dan tanah air Indonesia.

Dengan semangat nasionalisme yang berkobar disusul dengan datangnya penjajah Jepang

Yang berhasil mengalahkan Belanda. Ketika Jepang memberi janji kemerdekaan pada bangsa Indonesia maka dibentuklah BPUPKI yang kemudian berhasil merumuskan rancangan dasar negara dan undang-undang dasar negara. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 merupakan puncak perjuangan nasional Indonesia untuk mendirikan negara merdeka. Kemudian dilanjutkan berdirinya PPKI dengan menetapkan UUD 1945 sebagai peraturan dasar penyelenggaraan Indonesia merdeka, yang didalamnya juga terdapat Dasar Negara Pancasila pada tanggal 18 Agustus 1945. Dalam sidang itu itu juga telah di tetapkan presiden dan wakil presiden Indonesia merdeka. Nasionalisme Indonesi menampakkan wujud formalnya yaitu dengan berdiri dan terpenuhinya persyaratan sebagai negara merdeka dan berdaulat.

Sumber : https://blog.dcc.ac.id/contoh-teks-ulasan/

Pengertian Nasionalisme Adalah

Pengertian Nasionalisme Adalah

Pengertian Nasionalisme Adalah

Pengertian Nasionalisme Adalah
Pengertian Nasionalisme Adalah

 

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (Depdikbud, 1997:648)

Nasionalisme didefinisikan kesadaran keanggotaan dalam suatu bangsa yang secara potensial atau aktual bersama-sama mencapai, mempertahankan, dan mengabadikan identitas, integritas, kemakmuran, dan kekuatan bangsa itu, yakni semangat kebangsaan. Nasionalisme dapat dirumuskan sebagai satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara (dalam bahasa Inggris “nation”) dengan mewujudkan satu identitas yang dimiliki sebagai ikatan barsama dalam satu kelompok.

 

Nasionalisme dalam arti semangat kebangsaan karena kesamaan kultur artinya

pada persamaan-persamaan kultur yang utama seperti kesamaan darah atau keturunan, suku bangsa, daerah tempat tinggal, kepercayaan dan agama, bahasa dan kebudayaan. Pada pertumbuhan awal nasionalisme, dapat dikatakan sebagai sebuah situasi kejiwaan berupa kesetiaan seseorang secara total diabdikan secara langsung kepada negara. Ikatan nasionalisme tumbuh di tengah masyarakat saat pola pikirnya mulai merosot. Ikatan ini terjadi saat manusia mulai hidup bersama dalam suatu wilayah tertentu dan tidak beranjak dari situ. Saat itu, naluri mempertahankan diri sangat berperan dan mendorong mereka untuk mempertahankan diri sangat berperan dan mendorong mereka untuk mempertahankan negerinya, tempatnya hidup dan menggantungkan diri. Dari sinilah cikal bakal tumbuhnya ikatan nasionalisme, yang notabene lemah dan bermutu renda

 

BEBERAPA BENTUK NASIONALISME

Nasionalisme dapat menonjolkan dirinya sebagai bagian paham negara atau gerakan (bukan negara) yang populer berdasarkan pendapat warga negara etnis, budaya, keagamaan dan ideologi. Kategori tersebut lazimnya berkaitan dan kebanyakan teori nasionalisme mencampuradukkan sebagian atau semua elemen tersebut. Nasionalisme dapat dikelompokkan sebagai berikut:

 

Nasionalisme Kewarganegaraan atau Nasionalisme Sipil

Nasionalisme Kewarganegaraan adalah nasionalisme dimana negara memperoleh kebenaran politik dari penyertaan aktif rakyat. Rakyat sebagai warganegara berkehendak untuk mewujudkan negara, mengakui dan membela negaranya.

 

Nasionalisme Etnis

Di dalam nasionalisme etnis, negara memperoleh kebenaran politik dari budaya asal atau etnis sebuah masyarakat. Nasionalisme ini dibangun dari pandangan Johann Gottfried von Herder, yang memperkenalkan konsep volk (bahasa Jerman untuk rakyat).

 

Nasionalisme Romantik atau Nasionalisme Organik atau Nasionalisme Identitas

Nasionalisme Romantik adalah Kelanjutan dari nasionalisme etnis, dimana negara memperoleh kebenaran politik secara organik dari adanya kesamaan bangsa atau ras,menurut semangat romantisme cerita heroik yang terjadi dalam kehidupan sejarah bangsa atau ras yang bersangkutan.

 

Nasionalisme Budaya

Didalam nasionalisme ini negara memperoleh kebenaran politik dari budaya bersama yang ada, berkembang, dan diakui, bukan yang berasal  dari sifat keturunan seperti warna kulit, ras dan sebagainya. Sebagai contoh, rakyat Tionghoa yang menganggap negara adalah berdasarkan kepada budaya. Unsur ras telah dibelakangkan

 

Nasionalisme Kenegaraan

Nasionalisme Kenegaraan adalah variasi nasionalisme kewarganegaraan, selalu digabungkan dengan nasionalisme etnis. Perasaan nasionalistik ini sangat kuat sehingga diberi lebih keutamaan mengatasi nilai-nilai yang bersifat universal, misalnya kebebasan.

 

Nasionalisme Agama

Negara dalam nasionalisme agama memperoleh legitimasi politik dari persamaan agama. Walaupun begitu nasionalisme agama sering dicampuradukkan dengan nasionalisme etnis.

Sumber : https://blog.dcc.ac.id/bpupki-sejarah-anggota-tugas-dan-pembentukannya/

Sekda Kota Bogor Ajak Perangkat Daerah Terus Tebar Kebaikan di Jalan Allah

Sekda Kota Bogor Ajak Perangkat Daerah Terus Tebar Kebaikan di Jalan Allah

Sekda Kota Bogor Ajak Perangkat Daerah Terus Tebar Kebaikan di Jalan Allah

 

Sekda Kota Bogor Ajak Perangkat Daerah Terus Tebar Kebaikan di Jalan Allah

Kota Bogor Ade Sarip Hidaya

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Ade Sarip Hidayat melakukan solat subuh berjamaah dilanjutkan dengan pengajian rutin di Masjid At-Taqwa, Balaikota Bogor, Selasa (6/11/2018) pagi. Dalam tausiyah itu juga turut dihadiri oleh sejumlah perangkat daerah di jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor guna meningkatkan iman dan taqwa di kalangan ASN.

Dalam kuliah subuh tersebut

Ade menyebutkan beberapa hal penting dalam kehidupan. “Kita harus berbuat baik kepada sesama, lebih khusus kepada orangtua. Ini adalah perintah Allah SWT” ucap Sekda.

Selain itu, Ade juga menyampaikan tentang suatu perbuatan yang sangat mulia, yaitu berbuat dan menebar kebaikan kepada sesama serta menghormati orang tua yang telah mengajarkan tentang kehidupan.

Selain itu

Sekda juga menerangkan pentingnya semua insan untuk belajar dan mengamalkan apa yang telah ditulis dalam Al-Qur’an. “Ciptaan Allah yang paling sempurna adalah Al-Qur’an, dari A sampai Z telah diatur di dalamnya” terang dia.

Tak luput

Sekda juga mengajak para jamaah untuk shalat tahajud, mengaji dan memahami Al-Qur’an untuk menjadikan suatu pedoman dalam hidup. Menurutnya, maut tidak mengenal usia maupun jabatan, dan itu telah dituliskan oleh Allah SWT.

“Umur bukan masalah untuk menghadapi kematian, tua maupun muda apabila sudah bertemu dengan maut, sudah waktunya kita kembali kepada Allah SWT. Di dunia ini tidak ada yang kebetulan, harta, jabatan, jantung berdetak dan darah mengalir sudah sepatutnya kita bersyukur kepada Allah SWT” tegas Sekda. (Humpro : alif/Indra/pri)

 

Artikel Terkait:

Cerita Walikota Bogor Menolak CPNS Titipan

Cerita Walikota Bogor Menolak CPNS Titipan

Cerita Walikota Bogor Menolak CPNS Titipan

 

Cerita Walikota Bogor Menolak CPNS Titipan

CPNS Kota Bogor tahun 2018

Ribuan pelamar yang telah lolos proses administrasi CPNS Kota Bogor tahun 2018 akan segera melaksanakan tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) selama tiga hari, mulai dari tanggal 7 – 9 November di Gedung Tegar Beriman, Komplek Pemda, Cibinong, Kabupaten Bogor.

Walikota Bogor Bima Arya

Hal itu disampaikan Walikota Bogor Bima Arya kepada sejumlah awak media di ruang Paseban Sri Bima, Balaikota Bogor, Selasa (6/11/2018) siang. Dalam kesempatan itu, Bima menuturkan bahwa masih ada yang belum mengerti tentang mekanisme pendaftaran CPNS. Bahkan, ia mengaku banyak menerima titipan dari sejumlah kalangan agar meloloskan peserta tertentu menjadi PNS.

“Pak wali ini nitip nomor kartu tes, tolong direkomendasikan. Begitu. Ternyata masih banyak yang kurang paham tentang mekanisme pendaftaran CPNS ini. Saya cukup banyak menerima titipan nomor peserta,” ungkap Bima.

Bahkan, lanjut Bima

Situasi menjelang tes CPNS semakin banyak yang melakukan komunikasi kepada dirinya, baik melalui pesan singkat maupun mendatangi kediaman pribadinya. “Semakin dekat menjelang tes malah makin banyak yang japri saya, WA saya, bahkan ada yang subuh-subuh sengaja datang ke rumah sudah menunggu kasih fotokopian kartunya,” terang dia.

Padahal, sambungnya

pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan untuk mengatur penerimaan CPNS. Sebab, semua telah diatur oleh pemerintah pusat. Bahkan semua proses melalui sistem online yang sangat baik untuk mencegah praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

“Jadi seolah-olah walikota yang menentukan, walikota punya suara untuk direkomendasikan ke pusat. Padahal sudah jelas tesnya itu melalui Computer Assisted Test atau sistem online. Saya sangat mendukung penerapan sistem tersebut untuk menghilangkan segala bentuk KKN,” kata dia.

Seperti diketahui, jumlah pelamar CPNS Kota Bogor tahun 2018 mencapai 5.712 pelamar

Sementara yang lulus tahap verifikasi hanya 4.239 pelamar. Jumlah tersebut didominasi oleh peserta wanita yang berjumlah 3.927 peserta sedangkan pria 1.785 pelamar.

Mereka akan mengisi 244 kuota kebutuhan CPNS, 18 diantaranya lowongan untuk guru khusus honorer kategori 2 (K2), 135 untuk tenaga guru, 70 untuk tenaga kesehatan dan 21 untuk tenaga teknis.

Sumber: https://blog.dcc.ac.id/gelombang-elektromagnetik-sumber-radiasi-materi-dan-makalah-pdf/

Bima Arya Panggil Ahli Bencana, Minta Beberkan Ancaman di Kota Bogor

Bima Arya Panggil Ahli Bencana, Minta Beberkan Ancaman di Kota Bogor

Bima Arya Panggil Ahli Bencana, Minta Beberkan Ancaman di Kota Bogor

 

Ditambahkan Perdinan

Walikota Bogor Bima Arya

Walikota Bogor Bima Arya memimpin briefing staff di Ruang Paseban Sri Bima, Gedung Balaikota Bogor, Selasa (6/11/2018). Selain membahas program-program Pemerintah Kota Bogor, dalam pertemuan tersebut juga turut dipaparkan mengenai potensi bencana yang mengancam Kota Bogor dari pandangan para ahli.

Tampak hadir dalam pertemuan itu Pusat Studi Bencana dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Vulkanologi dan Mitigasi Bencana, para kepala SKPD, para camat dan para lurah.

Ancaman bencana itu bisa datang kapan saja

Bisa saja nanti malam atau puluhan tahun lagi. Tapi kita harus siap apapun yang terjadi. Jadi forum ini kita ingin dalami potensi itu dekat atau jauh secara kalkulasi manusia. Baik itu yang datangnya dari erupsi Gunung Salak maupun patahan-patahan. Sejauh mana kita bisa membaca itu,” ungkap Bima.

Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi dan meminimalisir adanya korban jiwa dari dampak bencana tersebut. “Kita ingin fokus ke potensi yang nyata ini. Bahwa kita harus menyiapkan mitigasinya, itu iya,” jelasnya.

Menurut Kepala Pusat Studi Bencana IPB Yonvitner menyatakan bahwa posisi Gunung Salak cukup jauh dari sesar aktif. “Sesar aktifnya ada di selatan Jawa. Aktifnya Gunung Salak, tergantung sesar di selatan Jawa, seperti Sukabumi atau Ujung Kulon. Kalau gempa sudah semakin sering di wilayah tersebut, maka kita harus jaga-jaga. Gunung Salak terakhir meleteus 1600-an,” kata Yonvitner.

Ditambahkan Perdinan

Ditambahkan Perdinan selaku Sekretaris Pusat Studi Bencana IPB, secara geografis posisi Kota Bogor termasuk aman terkait potensi bencana gempa maupun letusan gunung berapi. Namun, ia menyebut bukan berarti harus santai dalam menghadapi ancaman bencana.

“Beruntungnya Bogor jaraknya agak jauh dari sesar aktif. Tapi bukan berarti santai saja, yang perlu menjadi kewaspadaan adalah terkait dengan iklim, seperti bencana angin puting beliung, banjir dan longsor. Bogor luar biasa, curah hujannya tertinggi se-Indonesia dengan mencapai 4.000 mm per tahun,” jelasnya.

Dengan curah hujan yang tinggi

Lanjut Perdinan, maka Bogor ini dikatakan sebagai Kota Hujan. “Dijuluki kota hujan karena Bogor punya Kebun Raya. Kalau Kebun Raya itu hilang, hilang juga predikat Bogor sebagai kota hujan. Karena pohon yang ada di Kebun Raya itu yang memicu terjadinya hujan di sekitar Kota Bogor. Dengan kata lain, kalau Pak Wali menjaga Kebun Raya Bogor, berarti ikut menjaga dunia ini dari banyak masalah,” bebernya.

Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, sepanjang 2015 hingga 6 November 2018 ini, terdapat 1.273 peristiwa bencana terjadi di kota hujan ini. 34 persen diantaranya didominasi oleh longsor, 19 persen rumah roboh akibat cuaca ekstrim, 17 persen kebakaran, 15 persen pohon tumbang, 8 persen banjir, puting beliung 3 persen, tanah amblas 1 persen dan lain sebagainya.

Sementara itu

Kepala BPBD Kota Bogor, Ganjar Gunawan menjelaskan, pembahas ancaman bencana ini sebagai langkah awal kesiapsiagaan kita menghadapi ancaman bencana yang lebih besar lagi.

“Sekaligus momen ini untuk memberikan laporan secara persis mengenai update terkini kondisi ancaman bencana bagi Kota Bogor. Sehingga bisa diambil kebijakan-kebijakan strategis. Ini langkah awal untuk terus bersinergi kedepannya bersama para ahli dibidangnya masing-masing,” pungkasnya.

 

Sumber : https://blog.dcc.ac.id/jenis-dan-fungsi-jaringan-tumbuhan-beserta-gambarnya/

Poliklinik Korpri Optimalkan Pelayanan Kesehatan

Poliklinik Korpri Optimalkan Pelayanan Kesehatan

Poliklinik Korpri Optimalkan Pelayanan Kesehatan

 

Poliklinik Korpri Optimalkan Pelayanan Kesehatan

Ketua Dewan Pembina Korpri Kota Bogor

Ade Sarip Hidayat mengaku bangga atas peresmian Poliklinik Korpri. Poliklinik ini merupakan salah satu program prioritas Korpri Kota Bogor di bidang kesehatan. Hal tersebut diungkapkannya seusai acara peresmian Poliklinik Korpri oleh Wakil Wali Kota Bogor, Usmar Hariman, Kamis (29/11/2018).

Menurut Ade

Pengurus Korpri melakukan semua ini untuk kepentingan kesehatan anggotanya. Jika anggota Korpri sehat maka mereka bisa bekerja lebih baik, solid dan bisa meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. “Kepada pengelola yang juga bagian dari Korpri kami titip agar betul-betul dikelola dengan baik,” kata Ade.

Dia menekankan

Poliklinik harus memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) dan harus terasa manfaatnya oleh anggota sekaligus tidak menutup kemungkinan ini akan menjadi usaha Korpri untuk mensejahterakan anggotanya. Tidak hanya sekedar memberi manfaat sehat tetapi juga memberi manfaat finansial kepada organisasi Korpri Kota Bogor.

Poliklinik ini merupakan sebuah kado di hari ulang tahun Korpri yang ke-47

Mudah-mudahan kepengurusan Korpri tahun ini bisa mewujudkan dua janji berikutnya di tahun 2019. “Pertama di bidang pendidikan dan kedua adalah tempat penitipan anak,” tuturnya.

Artikel Terkait:

Bogor Dapat Kucuran Dana Rp 41 Miliar Tata Ciliwung

Bogor Dapat Kucuran Dana Rp 41 Miliar Tata Ciliwung

Bogor Dapat Kucuran Dana Rp 41 Miliar Tata Ciliwung

 

Bogor Dapat Kucuran Dana Rp 41 Miliar Tata Ciliwung

Wali Kota Bogor

Bima Arya menyampaikan bahwa semua ikhtiar yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor diarahkan untuk membangun kolaborasi dengan semua pihak. Seperti misalnya di tahun 2019 Kota Bogor akan mendapatkan kucuran dana sebesar Rp 41 miliar dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk menata kawasan Ciliwung, mulai dari Pulo Geulis hingga kawasan Sempur.

“Ini untuk penataan bantaran sungai, termasuk IPAL komunal, pengelolaan sampah dan jalannya. Sekarang lagi dibuat desainnya dulu, kemungkinan besar Bogor akan mendapatkan dananya,” kata Bima seusai kegiatan temu Investor 2018 di Gedung Technosat IPB Baranangsiang, Kamis (29/11/2018).

Rencananya rumah warga

Rencananya rumah warga sepanjang kawasan tersebut akan diatur untuk menghadap ke sungai sehingga terlihat indah, kemudian di pinggir Sungai Ciliwung akan dibangun pedestrian dan jogging trek sehingga jadi lebih menarik lagi. ” Itu adalah bagian dari konsep pembangunan Kampung Tematik,” katanya.

Kepada semua dinas ia meminta untuk membuka dan memaparkan semua rencana pembangunan Kota Bogor kedepan melalui website dan aplikasi. Bagi para investor yang ingin mengetahui perkembangan dan tata ruang Kota Bogor bisa langsung mengakses ke aplikasi Sistem Informasi Perencanaan Pemanfaatan dan Pengendalian Ruang (SIMTARU) Kota Bogor. contoh report text tentang bencana alam

Mengenai sistem pelayanan

Mengenai sistem pelayanan perizinan di Kota Bogor ia menyampaikan apresiasinya karena berhasil masuk dalam TOP 99 Inovasi di Indonesia. Pemkot Bogor juga terus berikhtiar membangun birokrasi yang transparan, sederhana dan memudahkan serta selalu siap berkolaborasi, berkreasi dan berinovasi.

”Saya berharap betul kolaborasi konsorium ini bisa memangkas birokrasi dan memberi kemudahan bagi kita semua untuk memberikan yang terbaik sehingga Kota Bogor bisa mengikuti perkembangan zaman,” jelasnya.

Kedepan Pemkot Bogor berikhtiar menjadikan Kota Bogor sebagai kota yang berbasiskan pada jasa dan wisata. Karena itu program utamanya adalah membangun infrastruktur sehingga memudahkan hal tersebut, transportasi dibenahi, tata kota diatur zonasi dan sebagainya, bahkan ada beberapa hal yang akan diikhtiarkan untuk mulai mendorong jasa dan wisata ke arah yang lebih baik melalui pembenahan kota, contohnya penataan kawasan Suryakencana dengan target pembenahan secara total sehingga “hidup” dan lebih cantik serta produktif guna menghidupkan ekonomi di kawasan tersebut.

“Kondisi sebelumnya kawasan Suryakencana “mati” karena dikuasai PKL malam sampai subuh. Dengan pembenahan saat ini kita berharap kawasan itu “hidup” dan kedepan memberikan dampak bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bogor,” terangnya.

Tak hanya itu

Kampung Tematik yang akan dibangun diharapkan dapat memberikan dampak lebih luas sehingga UMKM tumbuh, warga bergairah dan berdaya hingga akhirnya yang terjadi adalah cash in hand atau langsung membayar. “Contohnya seperti kampung tematik di Kota Surabaya yang pada akhirnya untuk kesejahteraan warga,” katanya.