Pengertian Debian, Sistem Operasi dan Sejarahnya

Pengertian Debian, Sistem Operasi dan Sejarahnya

Pengertian Debian, Sistem Operasi dan Sejarahnya

Pengertian Debian, Sistem Operasi dan Sejarahnya
Pengertian Debian, Sistem Operasi dan Sejarahnya

Pengertian Debian

Debian adalah sistem operasi komputer yang tersusun dari paket-paket perangkat
lunak yang dirilis sebagai perangkat lunak bebas dan terbuka dengan lisensi mayoritas
GNU General Public License dan lisensi perangkat lunak bebas lainnya. Debian GNU/Linux
memuat perkakas sistem operasi GNU dan kernel Linux merupakan distribusi Linux yang
populer dan berpengaruh. Debian didistribusikan dengan akses ke repositori dengan ribuan
paket perangkat lunak yang siap untuk instalasi dan digunakan.

Debian terkenal dengan sikap tegas pada filosofi dari Unix dan perangkat lunak bebas.
Debian dapat digunakan pada beragam perangkat keras, mulai dari komputer jinjing dan
desktop hingga telepon dan server. Debian fokus pada kestabilan dan keamanan. Debian
banyak digunakan sebagai basis dari banyak distribusi GNU/Linux lainnya.

Sistem Operasi Debian

Sistem operasi Debian merupakan gabungan dari perangkat lunak yang dikembangkan
dengan lisensi GNU, dan utamanya menggunakan kernel Linux, sehingga populer dengan
nama Debian GNU/Linux. Sistem operasi Debian yang menggunakan kernel Linux
merupakan salah satu distro Linux yang populer dengan kestabilannya.

Dengan memperhitungkan distro berbasis Debian, seperti Ubuntu, Xubuntu, Knoppix, Mint, dan
sebagainya, maka Debian merupakan distro Linux yang paling banyak digunakan di
dunia. Sebuah repositori software adalah lokasi penyimpanan dari paket perangkat
lunak dapat diambil dan diinstal pada komputer.

Sejarah Debian

Debian pertama kali diperkenalkan oleh Ian Murdock, seorang mahasiswa dari Universitas Purdue,Amerika Serikat, pada tanggal 16 agustus 1993.Nama Debian berasal dari kombinasi nama Ian dengan mantan-kekasihnya Debra Lynn: Deb dan Ian.

Pada awalnya, Ian memulainya dengan memodifikasi distribusi SLS (Softlanding Linux System). Namun, ia tidak puas dengan SLS yang telah dimodifikasi olehnya sehingga ia berpendapat bahwa lebih baik membangun sistem (distribusi Linux) dari nol (Dalam hal ini, Patrick Volkerding juga berusaha memodifikasi SLS. Ia berhasil dan distribusinya dikenal sebagai “Slackware”).

Proyek Debian tumbuh lambat pada awalnya dan merilis versi 0.9x pada tahun 1994 dan 1995. Pengalihan arsitektur ke selain i386 dimulai pada tahun 1995. Versi 1.x dimulai tahun 1996.

Pada tahun 1996, Bruce Perens menggantikan Ian Murdoch sebagai Pemimpin Proyek. Dalam tahun yang sama pengembang debian Ean Schuessler, berinisiatif untuk membentuk Debian Social Contract dan Debian Free Software Guidelines, memberikan standar dasar komitmen untuk pengembangan distribusi debian. Dia juga membentuk organisasi “Software in Public Interest” untuk menaungi debian secara legal dan hukum.
Di akhir tahun 2000, proyek debian melakukan perubahan dalam archive dan managemen rilis. Serta pada tahun yang sama para pengembang memulai konferensi dan workshop tahunan “debconf”.

Di April 8, 2007, Debian GNU/Linux 4.0 dirilis dengan nama kode “Etch”. Rilis versi terbaru Debian, 2009, diberi nama kode “Lenny”. deb adalah perpanjangan dari paket perangkat lunak Debian format dan nama yang paling sering digunakan untuk paket-paket binari seperti itu.

Paket debian adalah standar Unix pada arsip yang mencakup dua gzip, tar bzipped atau lzmaed arsip: salah satu yang memegang kendali informasi dan lain yang berisi data. Program kanonik untuk menangani paket-paket tersebut adalah dpkg, paling sering melalui apt/aptitude.

Beberapa paket Debian inti tersedia sebagai udebs (“mikro deb”), dan biasanya hanya digunakan untuk bootstrap instalasi Linux Debian. Meskipun file tersebut menggunakan ekstensi nama file udeb, mereka mematuhi spesifikasi struktur yang sama seperti biasa deb. Namun, tidak seperti rekan-rekan mereka deb, hanya berisi paket-paket udeb fungsional penting file. Secara khusus, file dokumentasi biasanya dihilangkan. udeb paket tidak dapat diinstal pada sistem Debian standar.

Paket debian juga digunakan dalam distribusi berbasis pada Debian, seperti Ubuntu dan lain-lain. Saat ini telah terdapat puluhan distribusi Linux yang berbasis kepada debian, salah satu yang paling menonjol dan menjadi fenomena adalah ubuntu.

Sumber: https://www.kuliahbahasainggris.com/

Pengertian Server, Fungsi dan Sejarahnya

Pengertian Server, Fungsi dan Sejarahnya

Pengertian Server, Fungsi dan Sejarahnya

Pengertian Server, Fungsi dan Sejarahnya
Pengertian Server, Fungsi dan Sejarahnya

PENGERTIAN

Server web atau peladen web dapat merujuk baik pada perangkat keras ataupun perangkat lunak yang menyediakan layanan akses kepada pengguna melalui protokol komunikasi HTTP atau HTTPS atas berkas-berkas yang terdapat pada suatu Situs web dalam layanan ke pengguna dengan menggunakan aplikasi tertentu.
Penggunaan paling umum server web adalah untuk menempatkan situs web namun pada praktiknya penggunaannya diperluas sebagai tempat peyimpanan data ataupun untuk menjalankan sejumlah aplikasi kelas bisnis.

Fungsi Server

Fungsi utama sebuah server web adalah untuk mentransfer berkas atas permintaan pengguna melalui protokol komunikasi yang telah ditentukan. Disebabkan sebuah halaman web dapat terdiri atas berkas teks, gambar, video, dan lainnya pemanfaatan server web berfungsi pula untuk mentransfer seluruh aspek pemberkasan dalam sebuah halaman web yang terkait; termasuk di dalamnya teks, gambar, video, atau lainnya.
Pengguna, biasanya melalui aplikasi pengguna seperti peramban web, meminta layanan atas berkas ataupun halaman web yang terdapat pada sebuah server web, kemudian server sebagai manajer layanan tersebut akan merespon balik dengan mengirimkan halaman dan berkas-berkas pendukung yang dibutuhkan, atau menolak permintaan tersebut jika halaman yang diminta tidak tersedia.
saat ini umumnya server web telah dilengkapi pula dengan mesin penerjemah bahasa skrip yang memungkinkan server web menyediakan layanan situs web dinamis dengan memanfaatkan pustaka tambahan seperti PHP, ASP.
Pemanfaatan server web saat ini tidak terbatas hanya untuk publikasi situs web dalam World,Wide Web ,pada praktiknya server web banyak pula digunakan dalam perangkat-perangkat keras lain seperti printer, router, kamera web yang menyediakan akses layanan http dalam jaringan lokal yang ditujukan untuk menyediakan perangkat manajemen serta mempermudah peninjauan atas perangkat keras tersebut.

SEJARAH

Tahun 1989, Tim Beners-Lee mengajukan pada perusahaannya, CERN (European Organization for Nuclear Research) sebuah proyek yang bertujuan untuk mempermudah pertukaran informasi antar para peneliti dengan menggunakan sistem hiperteks. Sebagai hasil atas implementasi proyek ini, tahun 1990 Berners-Lee menulis dua program komputer:

  • sebuah peramban yang dinamainya sebagai WorldWideWeb;
  • server web pertama di dunia, yang kemudian dikenal sebagai CERN httpd, yang berjalan pada sistem operasi NeXTSTEP.

Dari tahun 1991 hingga 1994, kesederhanaan serta efektifitas atas teknologi yang digunakan untuk berkunjung serta bertukar data melalui World Wide Web membuat kedua aplikasi tersebut diadopsi pada sejumlah sistem operasi agar dapat digunakan oleh lebih banyak individu, ataupun kelompok. Awalnya adalah organisasi penelitian, kemudian berkembang dan digunakan di lingkungan pendidikan tinggi, dan akhirnya digunakan dalam industri bisnis.
Tahun 1994, Tim Berners-Lee memutuskan untuk membakukan organisasi World Wide Web Consortium (W3C) untuk mengatur pengembangan-pengembangan lanjut atas teknologi-teknologi terkait lainnya (HTTP, HTML, dan lain-lain) melalui proses standardisasi.

Sumber: https://dosenpendidikan.co.id/

Merek

merek

MEREK

 

merek

 

Berdasarkan Undang-Undang RI No. 15 Tahun 2001

Pengertian

 

Pengertian merek didasarkan pada Ketentuan Umum Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Tentang Merek sebagai berikut :

“Merek adalah tanda yang berupa gambar, nama, kata, huruf-huruf, angka-angka, susunan warna, atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang atau jasa”.

Dilihat dari sudut pandang penggunaannya, merek dapat dibagi atas 3 (tiga) macam yaitu :

  1. Merek Dagang adalah Merek yang digunakan pada barang yang diperdagangkan oleh seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum untuk membedakan dengan barang-barang sejenis lainnya. (Pasal 1 ayat 2)
  2. Merek Jasa adalah Merek yang digunakan pada jasa yang diperdagangkan oleh seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum untuk membedakan dengan jasa-jasa sejenis lainnya. (Pasal 1 ayat 3)
  3. Merek Kolektif adalah Merek yang digunakan pada barang dan atau jasa dengan karakteristik yang sama yang diperdagangkan oleh beberapa orang atau badan hukum secara bersama-sama untuk membedakan dengan barang dan/atau jasa sejenis lainnya. (Pasal 1 ayat 4)

Hak atas Merek adalah hak eksklusif yang diberikan oleh Negara kepada pemilik Merek yang terdaftar dalam Daftar Umum Merek untuk jangka waktu tertentu dengan menggunakan sendiri Merek tersebut atau memberikan izin kepada pihak lain untuk menggunakannya. (Pasal 3)

 

Merek Yang Tidak Dapat Didaftar

 

Merek tidak dapat didaftar atas dasar Permohonan yang diajukan oleh Pemohon yang beritikad tidak baik. Selain itu merek juga tidak dapat didaftar apabila mengandung salah satu unsur di bawah ini :

  1. Bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, moralitas agama, kesusilaan, atau ketertiban umum ;
  2. Tidak memiliki daya pembeda;
  3. Telah menjadi milik umum; atau
  4. Merupakan keterangan atau berkaitan dengan barang atau jasa yang dimohonkan pendaftarannya.

 

Permohonan pendaftaran merek harus ditolak oleh Direktorat Jenderal apabila Merek tersebut :

  1. Mempunyai persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya dengan Merek milik pihak lain yang sudah terdaftar lebih dahulu untuk barang dan/atau jasa yang sejenis;
  2. Mempunyai persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya dengan Merek yang sudah terkenal milik pihak lain untuk barang dan/atau sejenisnya.
  3. Mempunyai persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya dengan indikasi-geografis yang sudah dikenal.

 

Tanpa persetujuan tertulis dari pihak yang berhak atau yang berwenang Permohonan pendaftaran merek juga harus ditolak oleh Direktorat Jenderal apabila Merek tersebut :

  1. Merupakan atau menyerupai nama orang terkenal, foto, atau nama badan hukum yang dimiliki orang lain;
  2. Merupakan tiruan atau menyerupai nama atau singkatan nama, bendera, lambang atau simbol atau emblem negara atau lembaga nasional maupun internasional;
  3. Merupakan tiruan atau menyerupai tanda atau cap atau stempel resmi yang digunakan oleh negara atau lembaga Pemerintah.

Jangka Waktu Perlindungan Merek

 

Merek terdaftar mendapat perlindungan hukum untuk jangka waktu 10 (sepuluh) tahun sejak TanggalPenerimaan dan jangka waktu perlindungan itu dapat diperpanjang.

Pemilik Merek terdaftar setiap kali dapat mengajukan permohonan perpanjangan kepada Direktorat Jenderal untuk jangka waktu yang sama. Permohonan ini diajukan secara tertulis oleh pemilik Merek atau Kuasanya dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan sebelum berakhirnya jangka waktu perlindungan bagi Merek terdaftar tersebut.

 

Penyelesaian Sengketa Merek

 

Pemilik Merek terdaftar dapat mengajukan gugatan ke Pengadilan Niaga terhadap pihak lain yang secara tanpa hak menggunakan Merek yang mempunyai persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya untuk barang atau jasa yang sejenis berupa:

  1. Gugatan ganti rugi, dan/atau
  2. Penghentian semua perbuatan yang berkaitan dengan penggunaan Merek tersebut.

 

Baca Juga Artikel Lainnya :

Sejarah Perkembangan Ilmu Pengetahuan

Sejarah Perkembangan Ilmu Pengetahuan

SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN

Sejarah Perkembangan Ilmu Pengetahuan

 

Landasan Ilmu Pada Zaman Yunani

 

Periode filsafat yunani merupakan periode penting dalam sejarah peradaban manusia karena pada waktu ini terjadi perubahan pola pikir manusia dari mitosentris menjadi logosentris. Pola pikir mitosentris adalah pola pikir masyarakat yang sangat mengandalkan mitos untuk menjelaskan fenomena alam seperti gempa bumi atau pelangi. Gempa bumi dianggap bukan sebagai fenomena alam tetapi dewa bumi sedang menggoyangkan kepalanya.

Ketika filsafat diperkenalkan fenomena alam-fenomena alam yang ada tidak lagi dianggap sebagai aktivitas dewa melainkan, aktivitas alam yang terjadi secara kausalitas. Perubahan pola pikir tersebut tampaknya sederhana, tetapi implikasinya tidaklah sederhana.

Pada awalnya alam yang sifatnya ditakuti mulai didekati bahkan dieksploitasi. Manusia yang dulunya pasif dalam menghadapi fenomena alam menjadi lebih proaktif dan kreatif, sehingga alam dijadikan objek penelitian dan pengkajian. Pendekatan yang digunakan dalam hal ini adalah pendekatan yang bersifat logosentris, yaitu pendekatan yang didasarkan pada ilmu pengetahuan dan rasio. Inilah yang menjadi titik awal manusia menggunakan rasio untuk meneliti sekaligus mempertanyakan dirinya dan alam jagad raya.

 

 

Filosof Alam

 

1. Thales (624-546 SM)

Ia digelari Bapak filsafat, dialah yang mula-mula berfilsafat dan mempertanyakan “apa sebenarnya asal usul alam semesta ini”. Dengan menggunakan pendekatan rasio di menjawab bahwa asal alam adalah air.

 

2. Anaximandros (610-540 SM)

Menjelaskan bahwa substansi pertama itu bersifat kekal, tidak terbatas, dan meliputi segalanya yang disebut apeiron. Dia tidak setuju dengan air sebagai asal usul alam, karena jika benar air, maka air harus meliputi segalanya termasuk api yang merupakan lawannya.[3]

 

3. Heraklitos (540-480 SM)

Melihat alam semesta ini selalu dalam keadaan berubah, sehingga tidak ada suatupun yang benar-benar ada semuanya menjadi, sehingga realitas dari seluruhnya adalah gerak dan perubahan.

 

4. Pythagoras (580-500 SM)

Semua realitas dapat diukur dengan bilangan, sehingga bilangan adalah unsur utama dari alam dan sekaligus menjadi ukuran. Jasa Phytagoras sangat besar terutama dalam ilmu pasti dan ilmu alam.

 

Masa transisi

Penyelidikan terhadap alam tidak lagi menjadi fukos utama, tetapi sudah beralih kepada manusia. Kam “sofis” memulai kajian tentang manusia dan manusia adalah ukuran kebenaran. Tokoh utamanya adalah Protagoras (481-411 SM). Hal inilah yang menjadi cikal bakal “humanism”. Kebenaran adalah relative, sehingga membuka ruang untuk berspekulasi dan memunculkan sintesa baru.

 

Zaman Keemasan Filsafat Yunani

Tokoh-tokohnya antara lain Socrates, plato dan aristoteles. Bagi Socrates dasar bagi segala penelitian adalah pengujian diri sendiri. Semboyan yang disukainya adalah seperti yang ada di Kuil Delphi, yaitu : Kenalilah dirimu sendiri”.

Aristoteles melakukan analisis bahasa yang disebut silogisme. Silogisme terdiri dari tiga premis yaitu :

–          Premis mayor (semua manusia akan mati)

–          Premis minor (Socrates seorang manusia)

–          Konklusi (Socrates akan mati)

 

Perkembangan Ilmu Zaman Islam

Pada masa kekuasaan islam, khususnya dimasa dinasti Umayyah dan Dinasti Abbasiyah, ilmu berkembang sangat pesat. Tokoh-tokoh ilmu pengetahuan yang terkenal pada masa itu antara lain al Mansur, Harun al Rasyid, Al Kindi dan lain-lain. Ilmu pengetahuan berkembang pesat dan dikategorisasi seperti matematikan, fisika, kimia, geometri dan lain sebagainya. Selain itu berkembang pula disiplin ilmu-ilmu keislaman seperti tafsir, hadis, dan fiqih.

 

Sumber : https://sarjanaekonomi.co.id/

Aliran Pemikiran Filsafat

Aliran Pemikiran Filsafat

ALIRAN UTAMA PEMIKIRAN FILSAFAT

Aliran Pemikiran Filsafat

 

Rasionalisme

Aliran ini menyatakan bahwa akal adalah dasar kepastian pengetahuan. Pengetahuan yang benar diukur dengan akal. Manusia memperoleh pengetahuan melalui kegiatan menangkap objek. Bagi aliran ini kekeliruan pada aliran empirisme yang disebabkan oleh kelemahan indera dapat dikoreksi, seandainya akal digunakan. Fungsi pancaindera adalah untuk memperoleh data-data dari alam nyata dan akal menghubungkan data-data itu satu dengan yang lain.

Para penganut rasionalisme yakin bahwa kebenaran dan kesesatan terletak dalam ide. Kebenaran mengandung makna ide yang sesuai dengan atau yang menunjuk kepada kenyataan,

Descartes seorang pelopor rasionalisme, tidak ragu bahwa ia ragu. Kebenaran adalah cahaya terang dari akal budi sebagai hal-hal yang tidak dapat diragukan. Ide adalah bukanlah ciptaan manusia, fungsi pikiran manusia hanyalah untuk mengenali prinsip-prinsip tersebut lalu menjadikannya pengethuan.

Kelemahan rasionalisme adalah criteria untuk mengetahui kebenaran dari suatu ide yang menurut seseorang jelas tetapi menurut orang lain tidak. Jadi masalah utamanya adalah evaluasi kebenaran dari premis-premis yang digunakan.

Empirisme

Empirisme berasal dari bahasa Yunani yaitu Empeirikos artinya pengalaman. Menurut aliran ini manusia memperoleh pengetahuan melalui pengalamannya. Pengalaman yang dimaksud adalah pengalaman inderawi. Namun hasil tangkapan inderawi masing-masing individu dapat berbeda karena terbatas pada sensiblitas organ-organ tertentu.

Aliran empirisme memandang bahwa ilmu pengetahuan diturunkan dari pengalaman yang kita alami selama hidup kita. Di sini, pernyataan ilmiah berarti harus berdasarkan dari pengamatan atau pengalaman. Hipotesa ilmiah dikembangkan dan diuji dengan metode empiris, melalui berbagai pengamatan dan eksperimentasi. Setelah pengamatan dan eksperimentasi ini dapat selalu diulang dan mendapatkan hasil yang konsisten, hasil ini dapat dianggap sebagai bukti yang dapat digunakan untuk mengembangkan teori-teori yang bertujuan untuk menjelaskan fenomena alam.

Contoh : Bagaimana orang mengetahui bahwa e situ dingin. Seorang empiris  akan mengatakan bahwa “karena saya merasakan hal itu. Dalam pernyataan tersebut terdapat tiga unsur yaitu : Mengetahui (subjek), yang diketahui (objek), dan cara dia mengetahui (metode).

John Locke (1632-1704), bapak empiris Britania mengemukakan teori tabula rasa (sejenis buku catatan kosong). Maksudnya manusia pada mulanya kosong dari pengetahuan, lantas pengalaman mengisi jiwanya, maka ia kemudian memiliki pengetahuan.

David Hume menyatakan bahwa manusia tidak membawa pengetahuan bawaan dalam hidupnya. Berdasarkan teori ini, akan hanya mengelola konsep gagasan inderawi, menyusun atau membagi-baginya. Jadi dalam empirisme, sumber utama untuk memperoleh pengetahuan adalah data empiris yang diperoleh dari pancaindera.

 

Kelemahan aliran empirisme antara lain :

  1. Indera terbatas, benda yg jauh kelihatan kecil ternyata tidak.
  2. Indera menipu, pada org yang sakit demam, udara akan terasa dingin.
  3. Objek menipu misalnya pada fatamorgana atau ilusi
  4. Berasal dari indera dan objek sekaligus. Misalnya mata tidak mampu melihat seekor kerbau secara keseluruhan.

 

 

Idealisme

Ajaran idealism menegaskan bahwa untuk mendapatkan pengetahuan yang benar-benar sesuai dengan kenyataan adalah mustahil. Pengetahuan adalah proses-proses mental atau psikologis yang bersifat subjektif. Oleh karena itu pengetahuan menurut teori ini tidak menggambarkan hakikat kebenaran, yang diberikan oleh pengetahuan hanyalah gambaran menurut pendapat atau penglihatan orang (subjek).

Idealism subjektif akan menimbulkan kebenaran yang relative karena setiap individu berhak menolak kebenaran yang datang dari luar dirinya, sehingga kebenaran universal tidak diakui. Oleh karena itu kebenaran agama dan aturan kemasyarakatan hanya bisa benar untuk kelompok tertentu dan tidak berlaku bagi kelompok lain.

 

Sumber : https://seputarilmu.com/

Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian dengan SPSS

Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian dengan SPSS

Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian dengan SPSS

Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian dengan SPSS
Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian dengan SPSS

Uji Validitas Item adalah uji

statistik yang digunakan guna menentukan seberapa valid suatu item pertanyaan mengukur variabel yang diteliti. Uji Reliabilitas item adalah uji statistik yang digunakan guna menentukan reliabilitas serangkaian item pertanyaan dalam kehandalannya mengukur suatu variabel.

1. Uji Validitas

Uji Validitas Item atau butir dapat dilakukan dengan menggunakan software SPSS.[1] Untuk proses ini, akan digunakan Uji Korelasi Pearson Product Moment. Dalam uji ini, setiap item akan diuji relasinya dengan skor total variabel yang dimaksud. Dalam hal ini masing-masing item yang ada di dalam variabel X dan Y akan diuji relasinya dengan skor total variabel tersebut.

Agar penelitian ini lebih teliti, sebuah item sebaiknya memiliki korelasi (r) dengan skor total masing-masing variabel ≥ 0,25.[2] Item yang punya r hitung < 0,25 akan disingkirkan akibat mereka tidak melakukan pengukuran secara sama
dengan yang dimaksud oleh skor total skala dan lebih jauh lagi, tidak memiliki kontribusi dengan pengukuran seseorang jikabukan malah mengacaukan.

Cara melakukan Uji Validitas dengan SPSS:

Buat skor total masing-masing variable.

Klik Analyze > Correlate > Bivariate

Masukkan seluruh item variable x ke Variables

Masukkan total skor variable x ke Variables

Ceklis Pearson ; Two Tailed ; Flag

Klik OK

Lihat kolom terakhir. Nilai >= 0,25.

Lakukan hal serupa untuk Variabel Y.

2. Uji Reliabilitas

Uji Reliabilitas dilakukan dengan uji Alpha Cronbach. Rumus Alpha Cronbach sebagai berikut:

Note:

Jika nilai alpha > 0,7 artinya reliabilitas mencukupi (sufficient reliability) sementara jika alpha > 0,80 ini mensugestikan seluruh item reliabel dan seluruh tes secara konsisten secara internal karena memiliki reliabilitas yang kuat.[3]  Atau, ada pula yang memaknakannya sebagai berikut:

Jika alpha > 0,90 maka reliabilitas sempurna

Jika alpha antara 0,70 – 0,90 maka reliabilitas tinggi

Jika alpha antara 0,50 – 0,70 maka reliabilitas moderat

Jika alpha < 0,50 maka reliabilitas rendah[4]

Jika alpha rendah, kemungkinan satu

atau beberapa item tidak reliabel: Segera identifikasi dengan prosedur analisis per item. Item Analysis adalah kelanjutan dari tes Aplha sebelumnya guna melihat item-item tertentu yang tidak reliabel. Lewat Item Analysis ini maka satu atau beberapa item yang tidak reliabel dapat dibuang sehingga Alpha dapat lebih tinggi lagi nilainya.

Reliabilitas item diuji dengan melihat Koefisien Alpha dengan melakukan Reliability Analysis dengan
SPSS ver. 16.0 for Windows. Akan dilihat nilai Alpha-Cronbach untuk
reliabilitas keseluruhan item dalam satu variabel. Agar lebih teliti,
dengan menggunakan SPSS, juga akan dilihat kolom Corrected Item Total
Correlation.

Nilai tiap-tiap item sebaiknya ≥ 0.40 sehingga membuktikan bahwa item tersebut dapat dikatakan punya reliabilitas Konsistensi Internal.[5] Item-item yang punya koefisien  korelasi < 0.40 akan dibuang kemudian Uji Reliabilitas item diulang  dengan tidak menyertakan item yang tidak reliabel tersebut. Demikian  terus dilakukan hingga Koefisien Reliabilitas masing-masing item adalah ≥ 0.40.

Cara Uji Reliabilitas dengan SPSS:

Klik Analyze > Scale > Reliability Analysis

Masukkan seluruh item Variabel X ke Items

Pastikan pada Model terpilih Alpha

Klik OK

Jika nilai alpha > 0,7 artinya  reliabilitas mencukupi (sufficient reliability) sementara jika alpha
> 0,80 ini mensugestikan seluruh item reliabel dan seluruh tes secara konsisten secara internal karena memiliki reliabilitas yang kuat.[6] Atau, ada pula yang memaknakannya sebagai berikut:

Jika alpha > 0,90 maka reliabilitas sempurna

Jika alpha antara 0,70 – 0,90 maka reliabilitas tinggi

Jika alpha antara 0,50 – 0,70 maka reliabilitas moderat

Jika alpha < 0,50 maka reliabilitas rendah[7]

Baca juga: 

 

Efektivitas Komunikasi Interpersonal

Efektivitas Komunikasi Interpersonal

Efektivitas Komunikasi Interpersonal

Efektivitas Komunikasi Interpersonal
Efektivitas Komunikasi Interpersonal

Efektivitas Komunikasi Interpersonal dimulai dengan lima kualitas umum yang dipertimbangkan yaitu keterbukaan (openness), empati (empathy), sikap mendukung (supportiveness), sikap positif (positiveness), dan kesetaraan (equality).( Devito, 1997, p.259-264 ).

1. Keterbukaan (Openness)

Kualitas keterbukaan mengacu pada sedikitnya tiga aspek dari komunikasi interpersonal. Pertama, komunikator interpersonal yang efektif harus terbuka kepada orang yang diajaknya berinteraksi. Ini tidaklah berarti bahwa orang harus dengan segera membukakan semua riwayat hidupnya.memang ini mungkin menarik, tapi biasanya tidak membantu komunikasi. Sebaliknya, harus ada kesediaan untuk membuka diri mengungkapkan informasi yang biasanya disembunyikan, asalkan pengungkapan diri ini patut.

Aspek keterbukaan yang kedua mengacu kepada kesediaan komunikator untuk bereaksi secara jujur terhadap stimulus yang datang. Orang yang diam, tidak kritis, dan tidak tanggap pada umumnya merupakan peserta percakapan yang menjemukan. Kita ingin orang bereaksi secara terbuka terhadap apa yang kita ucapkan. Dan kita berhak mengharapkan hal ini. Tidak ada yang lebih buruk daripada ketidak acuhan, bahkan ketidaksependapatan jauh lebih menyenangkan.

Kita memperlihatkan keterbukaan dengan cara bereaksi secara spontan terhadap orang lain. Aspek ketiga menyangkut “kepemilikan” perasaan dan pikiran (Bochner dan Kelly, 1974). Terbuka dalam pengertian ini adalah mengakui bahwa perasaan dan pikiran yang anda lontarkan adalah memang milik anda dan anda bertanggungjawab atasnya. Cara terbaik untuk menyatakan tanggung jawab ini adalah dengan pesan yang menggunakan kata Saya (kata ganti orang pertama tunggal).

2. Empati (empathy)

Henry Backrack (1976) mendefinisikan empati sebagai ”kemampuan seseorang untuk ‘mengetahui’ apa yang sedang dialami orang lain pada suatu saat tertentu, dari sudut pandang orang lain itu, melalui kacamata orang lain itu.” Bersimpati, di pihak lain adalah merasakan bagi orang lain atau merasa ikut bersedih. Sedangkan berempati adalah merasakan sesuatu seperti orang yang mengalaminya, berada di kapal yang sama dan merasakan perasaan yang sama dengan cara yang sama.
Orang yang empatik mampu memahami motivasi dan pengalaman orang lain, perasaan dan sikap mereka, serta harapan dan keinginan mereka untuk masa mendatang. Kita dapat mengkomunikasikan empati baik secara verbal maupun non verbal. Secara nonverbal, kita dapat mengkomunikasikan empati dengan memperlihatkan (1) keterlibatan aktif dengan orang itu melalui ekspresi wajah dan gerak-gerik yang sesuai; (2) konsentrasi terpusat meliputi komtak mata, postur tubuh yang penuh perhatian, dan kedekatan fisik; serta (3) sentuhan atau belaian yang sepantasnya.

3. Sikap mendukung (supportiveness)

Hubungan interpersonal yang efektif adalah hubungan dimana terdapat sikap mendukung (supportiveness). Suatu konsep yang perumusannya dilakukan berdasarkan karya Jack Gibb. Komunikasi yang terbuka dan empatik tidak dapat berlangsung dalam suasana yang tidak mendukung. Kita memperlihatkan sikap mendukung dengan bersikap (1) deskriptif, bukan evaluatif, (2) spontan, bukan strategic, dan (3) provisional, bukan sangat yakin.

4. Sikap positif (positiveness)

Kita mengkomunikasikan sikap positif dalam komunikasi interpersonal dengan sedikitnya dua cara: (1) menyatakan sikap positif dan (2) secara positif mendorong orang yang menjadi teman kita berinteraksi. Sikap positif mengacu pada sedikitnya dua aspek dari komunikasi interpersonal. Pertama, komunikasi interpersonal terbina jika seseorang memiliki sikap positif terhadap diri mereka sendiri.

Kedua, perasaan positif untuk situasi komunikasi pada umumnya sangat penting untuk interaksi yang efektif. Tidak ada yang lebih menyenangkan daripada berkomunikasi dengan orang yang tidak menikmati interaksi atau tidak bereaksi secara menyenangkan terhadap situasi atau suasana interaksi.

5. Kesetaraan (Equality)

Dalam setiap situasi, barangkali terjadi ketidaksetaraan. Salah seorang mungkin lebih pandai. Lebih kaya, lebih tampan atau cantik, atau lebih atletis daripada yang lain. Tidak pernah ada dua orang yang benar-benar setara dalam segala hal. Terlepas dari ketidaksetaraan ini, komunikasi interpersonal akan lebih efektif bila suasananya setara. Artinya,, harus ada pengakuan secara diam-diam bahwa kedua pihak sama-sama bernilai dan berharga, dan bahwa masing-masing pihak mempunyai sesuatu yang penting untuk disumbangkan.

Dalam suatu hubungan interpersonal yang ditandai oleh kesetaraan, ketidak-sependapatan dan konflik lebih dillihat sebagai upaya untuk memahami perbedaan yang pasti ada daripada sebagai kesempatan untuk menjatuhkan pihak lain.kesetaraan tidak mengharuskan kita menerima dan menyetujui begitu saja semua perilaku verbal dan nonverbal pihak lain. Kesetaraan berarti kita menerima pihak lain, atau menurut istilah Carl rogers, kesetaraan meminta kita untuk memberikan ”penghargaan positif tak bersyarat” kepada orang lain.

Sumber: https://www.pendidik.co.id/

Pengertian Pekarangan Dan Fungsi Pekarangan Desa

Pengertian Pekarangan Dan Fungsi Pekarangan Desa

Pengertian Pekarangan Dan Fungsi Pekarangan Desa

Pengertian Pekarangan Dan Fungsi Pekarangan Desa
Pengertian Pekarangan Dan Fungsi Pekarangan Desa

Pengertian Pekarangan

Pekarangan berasal dari arti kata ‘karang’ yang berarti halaman rumah (Poerwodarminto, 1976). Sedang secara luas, Terra (1948) memberikan batasan pengertian sebagai berikut: Pekarangan adalah tanah di sekitar perumahan, kebanyakan berpagar keliling, dan biasanya ditanami padat dengan beraneka macam tanaman semusim maupun tanaman tahunan untuk keperluan sendiri sehari-hari dan untuk diperdangkan. Pekarangan kebanyakan saling berdekaan, dan besama-sama membentuk kampung, dukuh, atau desa.

Pekarangan adalah sebidang tanah di sekitar rumah yang mudah di usahakan dengan tujuan untuk meningkatkan pemenuhan gizi mikro melalui perbaikan menu keluarga. Pekarangan sering juga disebut sebagai lumbung hidup, warung hidup atau apotik hidup. Dalam kondisi tertentu, pekarangan dapat memanfaatkan kebun/rawa di sekitar rumah (Wikipedia, 2012).

Menurut Elfis (2007), pekarangan berkembang dari respon masyarakat terhadap meningkatnya tekanan terhadap populasi dan jumlah penduduk di pedesaan, atau pedesaan yang berubah menuju kearah perkotaan. Evolusi pekarangan berkembang melukiskan sistem kebun-talun yang terdiri dari beberapa fase.

Fase-fase pekarangan

1. Terbentuk sesudah menebang hutan, disebut dengan fase kebun. Pada fase kebun ditanami tanaman-tanaman semusim. Hasil tanaman dari kebun dikonsumsi sendiri oleh keluarga petani dan sebagian lagi dijual.
2. Fase setelah dua tahun, di kebun mulai tumbuh anakan tanaman keras. Makin lama ruangan bagi tanaman semusim makin berkurang. Maka mulailah terbentuk kebun campuran. Kebun campuran berperan penting dalam konservasi tanah dan air.
3. Fase ini terjadi sesudah tanaman semusim dalam kebun campuran dipanen, lapangan biasanya ditinggalkan selama kurang lebih 2-3 tahun, sehingga didominasi oleh tanaman kera yang disebut kebun talun.

Faktor-faktor yang mempengaruhi struktur pekarangan dapat diklasifikasikan dalam 2 golongan yaitu: (karyono, 1981)

1.Faktor fisik

• Ketinggian tempat dari permukaan laut
• Curah hujan
• Hari hujan
• Pergantian musim

2. Faktor sosial budaya dan ekonomi

• Luas pekarangan
• Luas pemilikan sawah
• Kombinasi bentuk pemilikan tanah
• Bentuk rumah
• Tingkat pendidikan kepala keluarga
• Jumlah anggota keluarga
• Jarak tempat dari kota

Karakteristik Pekarangan

Menurut Elfis (2010), lapisan yang lebih tinggi adalah pohon yang ketinggiannya berbeda-beda, dan terdiri dari beberapa lapisan tajuk seperti:
• Lapisan yang lebih rendah merupakan pohon kecil seperti jeruk, jambu biji, kopi, dan coklat
• Lapisan tengah di dominasi oleh berbagai jenis buah-buahan seperti nangka, jengkol, mangga, rambutan, dan manggis
• Lapisan tertinggi terdiri dari pohon, yaitu pohan durian,atau kelapa yang ketinggian nya biasa mencapai 30 m.

Apa Fungsi Pekarangan Desa?

Menurut penyelidikan Dinas Perkebunan Rakyat dahulu dalam Satiadireja (1984), fungsi pekarangan adalah:
• Penghasil makanan tambahan, yaitu tambahan pada makanan pokok (beras, jagung, ubi kayu).
• Pekarangan memberikan hasil setiap hari, hingga bagi petani menjadi sumber bahan makanan tetap atau menjadi sumber penghasil uang.
• Pekarangan menghasilkan rempah-rempah, obat-obatan, keperluan rumah tangga dan bunga-bungaan.
• Pekarangan menghasilkan bahan bangunan-bangunan, terutama bambu, yang banyak ditanam di pinggir pekarangan.
• Pekarangan menghasilkan kayu bakar, baik dari pohon buah- buahan maupun dari kayu-kayuan yang ditanam sebagai kayu bakar.
• Pekarangan menghasilkan bahan-bahan dasar untuk berbagai kerajinan tangan.
• Di beberapa daerah pekarangan menghasilkan pula berbagai hewan ternak.

Baca Juga:

Ekosistem Pekarangan Desa dan Talun

Ekosistem Pekarangan Desa dan Talun

Ekosistem Pekarangan Desa dan Talun

Ekosistem Pekarangan Desa dan Talun
Ekosistem Pekarangan Desa dan Talun

George H. Friend, dkk (2006)

Unit ekologis adalah ekosistem, yang merupakan sebuah kelompok yang terdiri dari beragam populasi yang berintraksi dalam suatu deerah tertentu. Daerah tersebut( habitat ) bias jadi hanya sekecil kolam, berbagai populasi yang berintraksi dalam ekosistem disebut sebagai komunitas, yakni komponen-komponen hidup dari suatu ekosistem. Ekosistem memiliki ciri-ciri di antaranya adalah: aliran energi, penduaran nutrien, pengatur ukuran populasi.

Komponen pembentuk ekosistem

Yaitu komponen abiotik, komponen abiotik, komponen heterotrof, dan komponen pengurai atau dekomposer (Infoini.com, 2012)

Pengertian Komponen Abiotik dan contohnya

Komponen Abiotik (Komponen tak hidup) adalah komponen fisik dan kimia yang merupakan medium atau substrat tempat berlangsungnya kehidupan, atau lingkungan tempat hidup.

1. Suhu

Suhu adalah besaran yang menyatakan derajat panas dingin suatu benda dan alat yang digunakan untuk mengukur suhu adalah thermometer. Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat untuk mengukur suhu cenderung menggunakan indera peraba.

2. Air

Air adalah senyawa yang penting bagi semua bentuk kehidupan yang diketahui sampai saat ini di Bumi, tetapi tidak di planet lain. Air menutupi hampir 71% permukaan Bumi. Terdapat 1,4 triliun kilometer kubik tersedia di Bumi.

3. Garam

Dalam ilmu kimia, garam adalah senyawa ionik yang terdiri dari ion positif dan ion negatif, sehingga membentuk senyawa netral. Garam terbentuk dari hasil reaksi asam dan basa.

4. Cahaya matahari

Sinar matahari atau radiasi matahari adalah sinar yang berasal dari Matahari. Tanaman menggunakan cahaya matahari untuk berfotosintesis dan membuat makanan. Tanpa cahaya matahari, takkan ada kehidupan di bumi

5. Tanah dan batu

Tanah adalah bagian yang terdapat pada kerak bumi yang tersusun atas mineral dan bahan organik. Tanah merupakan salah satu penunjang yang membantu kehidupan semua mahluk hidup yang ada di bumi. Sedangkan Dalam geologi, batu (tunggal) dan batuan (jamak) adalah benda padat yang tebuat secara alami dari mineral dan atau mineraloid. Lapisan luar padat Bumi, litosfer, terbuat dari batuan. Dalam batuan umumnya adalah tiga jenis, yaitu batuan beku, sedimen, dan metamorf.

6. Iklim

Iklim adalah kondisi rata-rata cuaca berdasarkan waktu yang panjang untuk suatu lokasi di bumi atau planet lain. Studi tentang iklim dipelajari dalam klimatologi.

Sumber: https://www.studinews.co.id/

Ciri-ciri Guru Profesional

Ciri-ciri Guru Profesional

Ciri-ciri Guru Profesional

Ciri-ciri Guru Profesional
Ciri-ciri Guru Profesional

Setelah beberapa hari gak bisa ngenet karena gak da sinyal ahirnya malam ini bisa kembali kehabitat dan bisa ngenet lagi. senang sekali bisa kembali ngenet dan posting-posting lagi. Oya sahabat, malam ini aku akan posting sebuah hasil diskusi dengan teman beberapa minggu yang lalu judulnyya ciri-ciri guru profesional. Sebenarnya ini bukan murni hasil diskusi kami sih, tapi juga dirujuk dari berbagai sumber salah satunya di link yang dicantukan dibawah.

1. Selalu punya energi untuk siswanya

Seorang guru yang baik menaruh perhatian pada siswa di setiap percakapan atau diskusi dengan mereka. Guru yang baik juga punya kemampuam mendengar dengan seksama.

2. Punya tujuan jelas untuk Pelajaran
Seorang guru yang baik menetapkan tujuan yang jelas untuk setiap pelajaran dan bekerja untuk memenuhi tujuan tertentu dalam setiap kelas.

3. Punya keterampilan mendisiplinkan yang efektif
Seorang guru yang baik memiliki keterampilan disiplin yang efektif sehingga bisa mempromosikan perubahan perilaku positif di dalam kelas.

4. Punya keterampilan manajemen kelas yang baik

Seorang guru yang baik memiliki keterampilan manajemen kelas yang baik dan dapat memastikan perilaku siswa yang baik, saat siswa belajar dan bekerja sama secara efektif, membiasakan menanamkan rasa hormat kepada seluruh komponen didalam kelas.

5. Bisa berkomunikasi dengan Baik Orang Tua
Seorang guru yang baik menjaga komunikasi terbuka dengan orang tua dan membuat mereka selalu update informasi tentang apa yang sedang terjadi di dalam kelas dalam hal kurikulum, disiplin, dan isu lainnya. Mereka membuat diri mereka selalu bersedia memenuhi panggilan telepon, rapat, email dan sekarang, twitter.

6. Punya harapan yang tinggi pada siswa nya

Seorang guru yang baik memiliki harapan yang tinggi dari siswa dan mendorong semua siswa dikelasnya untuk selalu bekerja dan mengerahkan potensi terbaik mereka.

7. Pengetahuan tentang Kurikulum
Seorang guru yang baik memiliki pengetahuan mendalam tentang kurikulum sekolah dan standar-standar lainnya. Mereka dengan sekuat tenaga memastikan pengajaran mereka memenuhi standar-standar itu.

8. Pengetahuan tentang subyek yang diajarkan

Hal ini mungkin sudah jelas, tetapi kadang-kadang diabaikan. Seorang guru yang baik memiliki pengetahuan yang luar biasa dan antusiasme untuk subyek yang mereka ajarkan. Mereka siap untuk menjawab pertanyaan dan menyimpan bahan menarik bagi para siswa, bahkan bekerja sama dengan bidang studi lain demi pembelajaran yang kolaboratif.

9. Selalu memberikan yang terbaik untuk Anak-anak dan proses Pengajaran

Seorang guru yang baik bergairah mengajar dan bekerja dengan anak-anak. Mereka gembira bisa mempengaruhi siswa dalam kehidupan mereka dan memahami dampak atau pengaruh yang mereka miliki dalam kehidupan siswanya, sekarang dan nanti ketika siswanya sudah beranjak dewasa.

10. Punya hubungan yang berkualitas dengan Siswa
Seorang guru yang baik mengembangkan hubungan yang kuat dan saling hormat menghormati dengan siswa dan membangun hubungan yang dapat dipercaya.

Baca juga: