Festival Lomba Seni Siswa Nasional SMK Tingkat Provinsi Resmi Dibuka

Festival Lomba Seni Siswa Nasional SMK Tingkat Provinsi Resmi Dibuka

Festival Lomba Seni Siswa Nasional SMK Tingkat Provinsi Resmi Dibuka

Festival Lomba Seni Siswa Nasional SMK Tingkat Provinsi Resmi Dibuka

Festival Lomba Seni Siswa Nasional

Sekretaris Dinas Pendidikan, Firman Adam resmi membuka Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tingkat Provinsi Jawa Barat 2018 di Hotel Bumi Makmur Indah, Selasa, 31 Juli 2018. FLS2N SMK 2018 diikuti oleh 469 siswa dari 27 kota dan kabupaten di Jawa Barat dan terdiri dari enam mata lomba, yaitu musik tradisional, tari, teater, vokal solo, film pendek dan solo gitar.

Pelaksanaan berlangsung dari 31 Agutus sampai 2 Juli 2018 dan para para juara mata lomba akan mewakili Jawa Barat ditingkat Nasional yang diselenggerakan di Banda Aceh 26 Agustus 2018 mendatang.

Dalam sambutannya

Firman mengatakan, agar para siswa selalu semangat berkompetisi dan bisa mengeluarkan semua potensi dan kemampuan yang dimiliki. “Jangan tidak percaya diri, keluarkan semua kemampuan kalian, ini adalah kesempatan yang baik,” seru Firman.

Firman pun berharap, dengan terselenggaranya FLS2N SMK 2018 dapat menumbuhkan kreasi dan kreativitas dan inovasi yang lebih terpadu dan akan selalu lebih baik lagi kedepannya. “Selamat berkompetisi, semoga dapat melahirkan juara yang siap bersaing ditingkat nasional bahkan internasional,” ucap Firman.

Menurut Ketua Panita FLS2N SMK 2018

Omah mengatakan, dengan terselenggaranya festival ini dapat menumbuhkan karakter bangsa melalui seni dan nilai tradisi, membina dan meningkatkan kreativitas siswa sehingga mampu mengasah kepekaan siswa untuk menghargai seni dan karya orang lain.

Salah satu Pembimbing dari Kontingen Kabupaten Ciamis

Dede Hernadi mengatakan kontingennya sudah siap bersaing dalam FLS2N SMK 2018 ini. Karena Kabupaten Ciamis sudah melakukan penyeleksian siswa dari seluruh SMK yang ada di Ciamis untuk berlomba di tingkat Jawa Barat. “Jadi para siswa adalah para juara dari pentas seni yang dilakukan di Ciamis. Pasti kita bisa jadi juara,” ucap Dede optimis.

Perlombaan sendiri dilaksanakan di tiga tempat. Untuk mata lomba solo vokal dan tari bertempat di Hotel Pesona Bambu, lalu mata lomba musik tradisional dan gitar solo di Hotel Bumi Makmur Indah. Sedangkan mata lomba teater dan film pendek digelar di Hotel Takhasimaya yang ketiganya terletak di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

 

Sumber : https://www.sekolahbahasainggris.co.id/

Literasi dan JurnalisKids di SD Muhammadiyah 7 Kota Bandung

Literasi dan JurnalisKids di SD Muhammadiyah 7 Kota Bandung

Literasi dan JurnalisKids di SD Muhammadiyah 7 Kota Bandung

 

Literasi dan JurnalisKids di SD Muhammadiyah 7 Kota Bandung

Dita terlihat cemas diantara kerumunan peserta. Setelah satu persatu temannya memasuki ruangan

giliran Dita yang dipanggil oleh dewan juri. Dengan nomor peserta 53 yang ditempel di dada, ia tergesa dan masuk ruangan lalu mengambil selembar kertas. Ia mengambil posisi tepat di depan dewan juri, bak audisi pencarian bakat di televisi.

Siswi SD Muhammadiyah 7 Kota Bandung itu menarik nafas panjang

Membaca sekilas teks yang tertulis di kertas. Diiringi sorotan kamera, Dita mulai membaca teks di tangannya yang merupakan penggalan berita. Laiknya pembawa acara berita, meski masih duduk di kelas 5 SD, intonasi serta gestur tubuhnya serasi dengan news anchor pada umumnya.

Belum selesai Dita membaca isi teks, tiga dewan juri memberhentikan Dita dengan paksa. Lalu secara bergiliran, mereka berucap yes. Suara tepuk tangan pun terdengar riuh diruangan. Namun dengan kepolosannya, ia masih diam mematung, menatap dewan juri dengan tatapan heran. Setelah salah satu juri berujar bahwa Dita lolos, sambil mengusap wajahnya sebagai simbol ucapan syukur, senyum Dita pun tersimpul dan menyalami dewan juri satu persatu.

Dita dan siswa siswi SD Muhammadiyah 7 Kota Bandung lainnya sedang mengikuti Lomba Pelajar Literasi dan JurnalisKids yang diselenggarakan oleh Tim Literasi Sekolah tersebut, Rabu, 1 Agustus 2018, di ruang sumber belajar, SD Muhammadiyah 7, Kecamatan Antapani, Kota Bandung. Acara ini diselenggarakan guna membudayakan literasi di sekolah serta menumbuhkan jiwa kompetisi siswa.

Ketua Tim Literasi Sekolah SD Muhammadiyah 7 Kota Bandung

Mulyanti menjelaskan, ajang tersebut diikuti oleh siswa sisiwi kelas 4 dan 5 dan sudah dilakukan sejak tahun lalu. Kegiatan ini dilakukan untuk menjaring minat bakat anak dalam jurnalistik serta menunjang program sekolah tentang media komunikasi Televisi Internet yang membutuhkan para jurnalis dari siswa. “Tujuannya untuk menjaring, melatih, mengasah, dan menyulurkan minat bakat guru dan siswa dalam bidang jurnalistik,” tutur guru yang juga menjabat Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum tersebut.

Budayakan literasi

Konsep kegiatan JurnalisKids sendiri dibuat seperti audisi di televisi agar lebih menarik dan mampu menumbuhkan jiwa kompetisi sedini mungkin. “Iya ada yang lolos ada yang enggak, bahkan ada yang sampai nangis karena enggak lolos. Itu wajar, kita ingin menumbuhkan jiwa kompetisi mereka,” kata Yanti.

Berbeda dengan lomba JurnalisKids, para siswa yang mengikuti lomba pelajar literasi akan dipersiapkan untuk mengikuti lomba literasi nasional di Makasar, meliputi mendongeng, membuat cerpen, membaca puisi, membuat pantun dan membuat syair. “Seleksinya sudah dilaksanakan pada saat parade literasi kemarin,” ucap Yanti.

Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 7 Kota Bandung, Iwan Kurniawan menjelaskan, sekolah adalah tempat yang paling maksimal untuk membudayakan literasi bagi para siswa, karena adanya sarana, prasarana dan pendidik. “Sehingga ini kembali lagi kepada sekolah itu sendiri, mau memaksimalkan kesempatan untuk membudayakan literasi atau tidak. Dan kami disini memiliki kemauan untuk memaksimalkan kesempatan tersebut,” tutur Iwan saat ditemui diruangannya.

Selain membudayakan literasi, lewat kegiatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan jiwa kompetisi siswa, karena kompetisi tak bisa mereka dapat di dalam pendidikan keluarga dirumah. Iwan pun mengimbau, dengan potensi yang dimiliki oleh siswanya, ia tak menuntut mereka untuk mendapatkan prestasi berbentuk piala atau memenangi. “Yang penting mereka mampu membudayakan literasi dengan baik, karena jika sudah membudaya, prestasi pun akan mengikuti,” tutur Iwan.

Salah satu siswi, Raihanah Anindita Nurbaiti mengatakan senang mengikuti lomba tersebut dan ingin menjadi bagian dari jurnalis anak. “Udah suka mewawancarai, meski sempat malu, tapi orang tua dirumah selalu bilang kalau Dita harus percaya diri. Dita ingin jadi bagian dari JurnalisKids,” tutur siswi yang pernah meraih juara satu speech english tersebut.

 

Sumber: https://www.gurupendidikan.co.id/

Pengertian Debian, Sistem Operasi dan Sejarahnya

Pengertian Debian, Sistem Operasi dan Sejarahnya

Pengertian Debian, Sistem Operasi dan Sejarahnya

Pengertian Debian, Sistem Operasi dan Sejarahnya
Pengertian Debian, Sistem Operasi dan Sejarahnya

Pengertian Debian

Debian adalah sistem operasi komputer yang tersusun dari paket-paket perangkat
lunak yang dirilis sebagai perangkat lunak bebas dan terbuka dengan lisensi mayoritas
GNU General Public License dan lisensi perangkat lunak bebas lainnya. Debian GNU/Linux
memuat perkakas sistem operasi GNU dan kernel Linux merupakan distribusi Linux yang
populer dan berpengaruh. Debian didistribusikan dengan akses ke repositori dengan ribuan
paket perangkat lunak yang siap untuk instalasi dan digunakan.

Debian terkenal dengan sikap tegas pada filosofi dari Unix dan perangkat lunak bebas.
Debian dapat digunakan pada beragam perangkat keras, mulai dari komputer jinjing dan
desktop hingga telepon dan server. Debian fokus pada kestabilan dan keamanan. Debian
banyak digunakan sebagai basis dari banyak distribusi GNU/Linux lainnya.

Sistem Operasi Debian

Sistem operasi Debian merupakan gabungan dari perangkat lunak yang dikembangkan
dengan lisensi GNU, dan utamanya menggunakan kernel Linux, sehingga populer dengan
nama Debian GNU/Linux. Sistem operasi Debian yang menggunakan kernel Linux
merupakan salah satu distro Linux yang populer dengan kestabilannya.

Dengan memperhitungkan distro berbasis Debian, seperti Ubuntu, Xubuntu, Knoppix, Mint, dan
sebagainya, maka Debian merupakan distro Linux yang paling banyak digunakan di
dunia. Sebuah repositori software adalah lokasi penyimpanan dari paket perangkat
lunak dapat diambil dan diinstal pada komputer.

Sejarah Debian

Debian pertama kali diperkenalkan oleh Ian Murdock, seorang mahasiswa dari Universitas Purdue,Amerika Serikat, pada tanggal 16 agustus 1993.Nama Debian berasal dari kombinasi nama Ian dengan mantan-kekasihnya Debra Lynn: Deb dan Ian.

Pada awalnya, Ian memulainya dengan memodifikasi distribusi SLS (Softlanding Linux System). Namun, ia tidak puas dengan SLS yang telah dimodifikasi olehnya sehingga ia berpendapat bahwa lebih baik membangun sistem (distribusi Linux) dari nol (Dalam hal ini, Patrick Volkerding juga berusaha memodifikasi SLS. Ia berhasil dan distribusinya dikenal sebagai “Slackware”).

Proyek Debian tumbuh lambat pada awalnya dan merilis versi 0.9x pada tahun 1994 dan 1995. Pengalihan arsitektur ke selain i386 dimulai pada tahun 1995. Versi 1.x dimulai tahun 1996.

Pada tahun 1996, Bruce Perens menggantikan Ian Murdoch sebagai Pemimpin Proyek. Dalam tahun yang sama pengembang debian Ean Schuessler, berinisiatif untuk membentuk Debian Social Contract dan Debian Free Software Guidelines, memberikan standar dasar komitmen untuk pengembangan distribusi debian. Dia juga membentuk organisasi “Software in Public Interest” untuk menaungi debian secara legal dan hukum.
Di akhir tahun 2000, proyek debian melakukan perubahan dalam archive dan managemen rilis. Serta pada tahun yang sama para pengembang memulai konferensi dan workshop tahunan “debconf”.

Di April 8, 2007, Debian GNU/Linux 4.0 dirilis dengan nama kode “Etch”. Rilis versi terbaru Debian, 2009, diberi nama kode “Lenny”. deb adalah perpanjangan dari paket perangkat lunak Debian format dan nama yang paling sering digunakan untuk paket-paket binari seperti itu.

Paket debian adalah standar Unix pada arsip yang mencakup dua gzip, tar bzipped atau lzmaed arsip: salah satu yang memegang kendali informasi dan lain yang berisi data. Program kanonik untuk menangani paket-paket tersebut adalah dpkg, paling sering melalui apt/aptitude.

Beberapa paket Debian inti tersedia sebagai udebs (“mikro deb”), dan biasanya hanya digunakan untuk bootstrap instalasi Linux Debian. Meskipun file tersebut menggunakan ekstensi nama file udeb, mereka mematuhi spesifikasi struktur yang sama seperti biasa deb. Namun, tidak seperti rekan-rekan mereka deb, hanya berisi paket-paket udeb fungsional penting file. Secara khusus, file dokumentasi biasanya dihilangkan. udeb paket tidak dapat diinstal pada sistem Debian standar.

Paket debian juga digunakan dalam distribusi berbasis pada Debian, seperti Ubuntu dan lain-lain. Saat ini telah terdapat puluhan distribusi Linux yang berbasis kepada debian, salah satu yang paling menonjol dan menjadi fenomena adalah ubuntu.

Sumber: https://www.kuliahbahasainggris.com/

Merek

merek

MEREK

 

merek

 

Berdasarkan Undang-Undang RI No. 15 Tahun 2001

Pengertian

 

Pengertian merek didasarkan pada Ketentuan Umum Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Tentang Merek sebagai berikut :

“Merek adalah tanda yang berupa gambar, nama, kata, huruf-huruf, angka-angka, susunan warna, atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang atau jasa”.

Dilihat dari sudut pandang penggunaannya, merek dapat dibagi atas 3 (tiga) macam yaitu :

  1. Merek Dagang adalah Merek yang digunakan pada barang yang diperdagangkan oleh seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum untuk membedakan dengan barang-barang sejenis lainnya. (Pasal 1 ayat 2)
  2. Merek Jasa adalah Merek yang digunakan pada jasa yang diperdagangkan oleh seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum untuk membedakan dengan jasa-jasa sejenis lainnya. (Pasal 1 ayat 3)
  3. Merek Kolektif adalah Merek yang digunakan pada barang dan atau jasa dengan karakteristik yang sama yang diperdagangkan oleh beberapa orang atau badan hukum secara bersama-sama untuk membedakan dengan barang dan/atau jasa sejenis lainnya. (Pasal 1 ayat 4)

Hak atas Merek adalah hak eksklusif yang diberikan oleh Negara kepada pemilik Merek yang terdaftar dalam Daftar Umum Merek untuk jangka waktu tertentu dengan menggunakan sendiri Merek tersebut atau memberikan izin kepada pihak lain untuk menggunakannya. (Pasal 3)

 

Merek Yang Tidak Dapat Didaftar

 

Merek tidak dapat didaftar atas dasar Permohonan yang diajukan oleh Pemohon yang beritikad tidak baik. Selain itu merek juga tidak dapat didaftar apabila mengandung salah satu unsur di bawah ini :

  1. Bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, moralitas agama, kesusilaan, atau ketertiban umum ;
  2. Tidak memiliki daya pembeda;
  3. Telah menjadi milik umum; atau
  4. Merupakan keterangan atau berkaitan dengan barang atau jasa yang dimohonkan pendaftarannya.

 

Permohonan pendaftaran merek harus ditolak oleh Direktorat Jenderal apabila Merek tersebut :

  1. Mempunyai persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya dengan Merek milik pihak lain yang sudah terdaftar lebih dahulu untuk barang dan/atau jasa yang sejenis;
  2. Mempunyai persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya dengan Merek yang sudah terkenal milik pihak lain untuk barang dan/atau sejenisnya.
  3. Mempunyai persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya dengan indikasi-geografis yang sudah dikenal.

 

Tanpa persetujuan tertulis dari pihak yang berhak atau yang berwenang Permohonan pendaftaran merek juga harus ditolak oleh Direktorat Jenderal apabila Merek tersebut :

  1. Merupakan atau menyerupai nama orang terkenal, foto, atau nama badan hukum yang dimiliki orang lain;
  2. Merupakan tiruan atau menyerupai nama atau singkatan nama, bendera, lambang atau simbol atau emblem negara atau lembaga nasional maupun internasional;
  3. Merupakan tiruan atau menyerupai tanda atau cap atau stempel resmi yang digunakan oleh negara atau lembaga Pemerintah.

Jangka Waktu Perlindungan Merek

 

Merek terdaftar mendapat perlindungan hukum untuk jangka waktu 10 (sepuluh) tahun sejak TanggalPenerimaan dan jangka waktu perlindungan itu dapat diperpanjang.

Pemilik Merek terdaftar setiap kali dapat mengajukan permohonan perpanjangan kepada Direktorat Jenderal untuk jangka waktu yang sama. Permohonan ini diajukan secara tertulis oleh pemilik Merek atau Kuasanya dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan sebelum berakhirnya jangka waktu perlindungan bagi Merek terdaftar tersebut.

 

Penyelesaian Sengketa Merek

 

Pemilik Merek terdaftar dapat mengajukan gugatan ke Pengadilan Niaga terhadap pihak lain yang secara tanpa hak menggunakan Merek yang mempunyai persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya untuk barang atau jasa yang sejenis berupa:

  1. Gugatan ganti rugi, dan/atau
  2. Penghentian semua perbuatan yang berkaitan dengan penggunaan Merek tersebut.

 

Baca Juga Artikel Lainnya :

Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian dengan SPSS

Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian dengan SPSS

Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian dengan SPSS

Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian dengan SPSS
Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian dengan SPSS

Uji Validitas Item adalah uji

statistik yang digunakan guna menentukan seberapa valid suatu item pertanyaan mengukur variabel yang diteliti. Uji Reliabilitas item adalah uji statistik yang digunakan guna menentukan reliabilitas serangkaian item pertanyaan dalam kehandalannya mengukur suatu variabel.

1. Uji Validitas

Uji Validitas Item atau butir dapat dilakukan dengan menggunakan software SPSS.[1] Untuk proses ini, akan digunakan Uji Korelasi Pearson Product Moment. Dalam uji ini, setiap item akan diuji relasinya dengan skor total variabel yang dimaksud. Dalam hal ini masing-masing item yang ada di dalam variabel X dan Y akan diuji relasinya dengan skor total variabel tersebut.

Agar penelitian ini lebih teliti, sebuah item sebaiknya memiliki korelasi (r) dengan skor total masing-masing variabel ≥ 0,25.[2] Item yang punya r hitung < 0,25 akan disingkirkan akibat mereka tidak melakukan pengukuran secara sama
dengan yang dimaksud oleh skor total skala dan lebih jauh lagi, tidak memiliki kontribusi dengan pengukuran seseorang jikabukan malah mengacaukan.

Cara melakukan Uji Validitas dengan SPSS:

Buat skor total masing-masing variable.

Klik Analyze > Correlate > Bivariate

Masukkan seluruh item variable x ke Variables

Masukkan total skor variable x ke Variables

Ceklis Pearson ; Two Tailed ; Flag

Klik OK

Lihat kolom terakhir. Nilai >= 0,25.

Lakukan hal serupa untuk Variabel Y.

2. Uji Reliabilitas

Uji Reliabilitas dilakukan dengan uji Alpha Cronbach. Rumus Alpha Cronbach sebagai berikut:

Note:

Jika nilai alpha > 0,7 artinya reliabilitas mencukupi (sufficient reliability) sementara jika alpha > 0,80 ini mensugestikan seluruh item reliabel dan seluruh tes secara konsisten secara internal karena memiliki reliabilitas yang kuat.[3]  Atau, ada pula yang memaknakannya sebagai berikut:

Jika alpha > 0,90 maka reliabilitas sempurna

Jika alpha antara 0,70 – 0,90 maka reliabilitas tinggi

Jika alpha antara 0,50 – 0,70 maka reliabilitas moderat

Jika alpha < 0,50 maka reliabilitas rendah[4]

Jika alpha rendah, kemungkinan satu

atau beberapa item tidak reliabel: Segera identifikasi dengan prosedur analisis per item. Item Analysis adalah kelanjutan dari tes Aplha sebelumnya guna melihat item-item tertentu yang tidak reliabel. Lewat Item Analysis ini maka satu atau beberapa item yang tidak reliabel dapat dibuang sehingga Alpha dapat lebih tinggi lagi nilainya.

Reliabilitas item diuji dengan melihat Koefisien Alpha dengan melakukan Reliability Analysis dengan
SPSS ver. 16.0 for Windows. Akan dilihat nilai Alpha-Cronbach untuk
reliabilitas keseluruhan item dalam satu variabel. Agar lebih teliti,
dengan menggunakan SPSS, juga akan dilihat kolom Corrected Item Total
Correlation.

Nilai tiap-tiap item sebaiknya ≥ 0.40 sehingga membuktikan bahwa item tersebut dapat dikatakan punya reliabilitas Konsistensi Internal.[5] Item-item yang punya koefisien  korelasi < 0.40 akan dibuang kemudian Uji Reliabilitas item diulang  dengan tidak menyertakan item yang tidak reliabel tersebut. Demikian  terus dilakukan hingga Koefisien Reliabilitas masing-masing item adalah ≥ 0.40.

Cara Uji Reliabilitas dengan SPSS:

Klik Analyze > Scale > Reliability Analysis

Masukkan seluruh item Variabel X ke Items

Pastikan pada Model terpilih Alpha

Klik OK

Jika nilai alpha > 0,7 artinya  reliabilitas mencukupi (sufficient reliability) sementara jika alpha
> 0,80 ini mensugestikan seluruh item reliabel dan seluruh tes secara konsisten secara internal karena memiliki reliabilitas yang kuat.[6] Atau, ada pula yang memaknakannya sebagai berikut:

Jika alpha > 0,90 maka reliabilitas sempurna

Jika alpha antara 0,70 – 0,90 maka reliabilitas tinggi

Jika alpha antara 0,50 – 0,70 maka reliabilitas moderat

Jika alpha < 0,50 maka reliabilitas rendah[7]

Baca juga: 

 

Efektivitas Komunikasi Interpersonal

Efektivitas Komunikasi Interpersonal

Efektivitas Komunikasi Interpersonal

Efektivitas Komunikasi Interpersonal
Efektivitas Komunikasi Interpersonal

Efektivitas Komunikasi Interpersonal dimulai dengan lima kualitas umum yang dipertimbangkan yaitu keterbukaan (openness), empati (empathy), sikap mendukung (supportiveness), sikap positif (positiveness), dan kesetaraan (equality).( Devito, 1997, p.259-264 ).

1. Keterbukaan (Openness)

Kualitas keterbukaan mengacu pada sedikitnya tiga aspek dari komunikasi interpersonal. Pertama, komunikator interpersonal yang efektif harus terbuka kepada orang yang diajaknya berinteraksi. Ini tidaklah berarti bahwa orang harus dengan segera membukakan semua riwayat hidupnya.memang ini mungkin menarik, tapi biasanya tidak membantu komunikasi. Sebaliknya, harus ada kesediaan untuk membuka diri mengungkapkan informasi yang biasanya disembunyikan, asalkan pengungkapan diri ini patut.

Aspek keterbukaan yang kedua mengacu kepada kesediaan komunikator untuk bereaksi secara jujur terhadap stimulus yang datang. Orang yang diam, tidak kritis, dan tidak tanggap pada umumnya merupakan peserta percakapan yang menjemukan. Kita ingin orang bereaksi secara terbuka terhadap apa yang kita ucapkan. Dan kita berhak mengharapkan hal ini. Tidak ada yang lebih buruk daripada ketidak acuhan, bahkan ketidaksependapatan jauh lebih menyenangkan.

Kita memperlihatkan keterbukaan dengan cara bereaksi secara spontan terhadap orang lain. Aspek ketiga menyangkut “kepemilikan” perasaan dan pikiran (Bochner dan Kelly, 1974). Terbuka dalam pengertian ini adalah mengakui bahwa perasaan dan pikiran yang anda lontarkan adalah memang milik anda dan anda bertanggungjawab atasnya. Cara terbaik untuk menyatakan tanggung jawab ini adalah dengan pesan yang menggunakan kata Saya (kata ganti orang pertama tunggal).

2. Empati (empathy)

Henry Backrack (1976) mendefinisikan empati sebagai ”kemampuan seseorang untuk ‘mengetahui’ apa yang sedang dialami orang lain pada suatu saat tertentu, dari sudut pandang orang lain itu, melalui kacamata orang lain itu.” Bersimpati, di pihak lain adalah merasakan bagi orang lain atau merasa ikut bersedih. Sedangkan berempati adalah merasakan sesuatu seperti orang yang mengalaminya, berada di kapal yang sama dan merasakan perasaan yang sama dengan cara yang sama.
Orang yang empatik mampu memahami motivasi dan pengalaman orang lain, perasaan dan sikap mereka, serta harapan dan keinginan mereka untuk masa mendatang. Kita dapat mengkomunikasikan empati baik secara verbal maupun non verbal. Secara nonverbal, kita dapat mengkomunikasikan empati dengan memperlihatkan (1) keterlibatan aktif dengan orang itu melalui ekspresi wajah dan gerak-gerik yang sesuai; (2) konsentrasi terpusat meliputi komtak mata, postur tubuh yang penuh perhatian, dan kedekatan fisik; serta (3) sentuhan atau belaian yang sepantasnya.

3. Sikap mendukung (supportiveness)

Hubungan interpersonal yang efektif adalah hubungan dimana terdapat sikap mendukung (supportiveness). Suatu konsep yang perumusannya dilakukan berdasarkan karya Jack Gibb. Komunikasi yang terbuka dan empatik tidak dapat berlangsung dalam suasana yang tidak mendukung. Kita memperlihatkan sikap mendukung dengan bersikap (1) deskriptif, bukan evaluatif, (2) spontan, bukan strategic, dan (3) provisional, bukan sangat yakin.

4. Sikap positif (positiveness)

Kita mengkomunikasikan sikap positif dalam komunikasi interpersonal dengan sedikitnya dua cara: (1) menyatakan sikap positif dan (2) secara positif mendorong orang yang menjadi teman kita berinteraksi. Sikap positif mengacu pada sedikitnya dua aspek dari komunikasi interpersonal. Pertama, komunikasi interpersonal terbina jika seseorang memiliki sikap positif terhadap diri mereka sendiri.

Kedua, perasaan positif untuk situasi komunikasi pada umumnya sangat penting untuk interaksi yang efektif. Tidak ada yang lebih menyenangkan daripada berkomunikasi dengan orang yang tidak menikmati interaksi atau tidak bereaksi secara menyenangkan terhadap situasi atau suasana interaksi.

5. Kesetaraan (Equality)

Dalam setiap situasi, barangkali terjadi ketidaksetaraan. Salah seorang mungkin lebih pandai. Lebih kaya, lebih tampan atau cantik, atau lebih atletis daripada yang lain. Tidak pernah ada dua orang yang benar-benar setara dalam segala hal. Terlepas dari ketidaksetaraan ini, komunikasi interpersonal akan lebih efektif bila suasananya setara. Artinya,, harus ada pengakuan secara diam-diam bahwa kedua pihak sama-sama bernilai dan berharga, dan bahwa masing-masing pihak mempunyai sesuatu yang penting untuk disumbangkan.

Dalam suatu hubungan interpersonal yang ditandai oleh kesetaraan, ketidak-sependapatan dan konflik lebih dillihat sebagai upaya untuk memahami perbedaan yang pasti ada daripada sebagai kesempatan untuk menjatuhkan pihak lain.kesetaraan tidak mengharuskan kita menerima dan menyetujui begitu saja semua perilaku verbal dan nonverbal pihak lain. Kesetaraan berarti kita menerima pihak lain, atau menurut istilah Carl rogers, kesetaraan meminta kita untuk memberikan ”penghargaan positif tak bersyarat” kepada orang lain.

Sumber: https://www.pendidik.co.id/

Pengertian Pekarangan Dan Fungsi Pekarangan Desa

Pengertian Pekarangan Dan Fungsi Pekarangan Desa

Pengertian Pekarangan Dan Fungsi Pekarangan Desa

Pengertian Pekarangan Dan Fungsi Pekarangan Desa
Pengertian Pekarangan Dan Fungsi Pekarangan Desa

Pengertian Pekarangan

Pekarangan berasal dari arti kata ‘karang’ yang berarti halaman rumah (Poerwodarminto, 1976). Sedang secara luas, Terra (1948) memberikan batasan pengertian sebagai berikut: Pekarangan adalah tanah di sekitar perumahan, kebanyakan berpagar keliling, dan biasanya ditanami padat dengan beraneka macam tanaman semusim maupun tanaman tahunan untuk keperluan sendiri sehari-hari dan untuk diperdangkan. Pekarangan kebanyakan saling berdekaan, dan besama-sama membentuk kampung, dukuh, atau desa.

Pekarangan adalah sebidang tanah di sekitar rumah yang mudah di usahakan dengan tujuan untuk meningkatkan pemenuhan gizi mikro melalui perbaikan menu keluarga. Pekarangan sering juga disebut sebagai lumbung hidup, warung hidup atau apotik hidup. Dalam kondisi tertentu, pekarangan dapat memanfaatkan kebun/rawa di sekitar rumah (Wikipedia, 2012).

Menurut Elfis (2007), pekarangan berkembang dari respon masyarakat terhadap meningkatnya tekanan terhadap populasi dan jumlah penduduk di pedesaan, atau pedesaan yang berubah menuju kearah perkotaan. Evolusi pekarangan berkembang melukiskan sistem kebun-talun yang terdiri dari beberapa fase.

Fase-fase pekarangan

1. Terbentuk sesudah menebang hutan, disebut dengan fase kebun. Pada fase kebun ditanami tanaman-tanaman semusim. Hasil tanaman dari kebun dikonsumsi sendiri oleh keluarga petani dan sebagian lagi dijual.
2. Fase setelah dua tahun, di kebun mulai tumbuh anakan tanaman keras. Makin lama ruangan bagi tanaman semusim makin berkurang. Maka mulailah terbentuk kebun campuran. Kebun campuran berperan penting dalam konservasi tanah dan air.
3. Fase ini terjadi sesudah tanaman semusim dalam kebun campuran dipanen, lapangan biasanya ditinggalkan selama kurang lebih 2-3 tahun, sehingga didominasi oleh tanaman kera yang disebut kebun talun.

Faktor-faktor yang mempengaruhi struktur pekarangan dapat diklasifikasikan dalam 2 golongan yaitu: (karyono, 1981)

1.Faktor fisik

• Ketinggian tempat dari permukaan laut
• Curah hujan
• Hari hujan
• Pergantian musim

2. Faktor sosial budaya dan ekonomi

• Luas pekarangan
• Luas pemilikan sawah
• Kombinasi bentuk pemilikan tanah
• Bentuk rumah
• Tingkat pendidikan kepala keluarga
• Jumlah anggota keluarga
• Jarak tempat dari kota

Karakteristik Pekarangan

Menurut Elfis (2010), lapisan yang lebih tinggi adalah pohon yang ketinggiannya berbeda-beda, dan terdiri dari beberapa lapisan tajuk seperti:
• Lapisan yang lebih rendah merupakan pohon kecil seperti jeruk, jambu biji, kopi, dan coklat
• Lapisan tengah di dominasi oleh berbagai jenis buah-buahan seperti nangka, jengkol, mangga, rambutan, dan manggis
• Lapisan tertinggi terdiri dari pohon, yaitu pohan durian,atau kelapa yang ketinggian nya biasa mencapai 30 m.

Apa Fungsi Pekarangan Desa?

Menurut penyelidikan Dinas Perkebunan Rakyat dahulu dalam Satiadireja (1984), fungsi pekarangan adalah:
• Penghasil makanan tambahan, yaitu tambahan pada makanan pokok (beras, jagung, ubi kayu).
• Pekarangan memberikan hasil setiap hari, hingga bagi petani menjadi sumber bahan makanan tetap atau menjadi sumber penghasil uang.
• Pekarangan menghasilkan rempah-rempah, obat-obatan, keperluan rumah tangga dan bunga-bungaan.
• Pekarangan menghasilkan bahan bangunan-bangunan, terutama bambu, yang banyak ditanam di pinggir pekarangan.
• Pekarangan menghasilkan kayu bakar, baik dari pohon buah- buahan maupun dari kayu-kayuan yang ditanam sebagai kayu bakar.
• Pekarangan menghasilkan bahan-bahan dasar untuk berbagai kerajinan tangan.
• Di beberapa daerah pekarangan menghasilkan pula berbagai hewan ternak.

Baca Juga:

Ekosistem Pekarangan Desa dan Talun

Ekosistem Pekarangan Desa dan Talun

Ekosistem Pekarangan Desa dan Talun

Ekosistem Pekarangan Desa dan Talun
Ekosistem Pekarangan Desa dan Talun

George H. Friend, dkk (2006)

Unit ekologis adalah ekosistem, yang merupakan sebuah kelompok yang terdiri dari beragam populasi yang berintraksi dalam suatu deerah tertentu. Daerah tersebut( habitat ) bias jadi hanya sekecil kolam, berbagai populasi yang berintraksi dalam ekosistem disebut sebagai komunitas, yakni komponen-komponen hidup dari suatu ekosistem. Ekosistem memiliki ciri-ciri di antaranya adalah: aliran energi, penduaran nutrien, pengatur ukuran populasi.

Komponen pembentuk ekosistem

Yaitu komponen abiotik, komponen abiotik, komponen heterotrof, dan komponen pengurai atau dekomposer (Infoini.com, 2012)

Pengertian Komponen Abiotik dan contohnya

Komponen Abiotik (Komponen tak hidup) adalah komponen fisik dan kimia yang merupakan medium atau substrat tempat berlangsungnya kehidupan, atau lingkungan tempat hidup.

1. Suhu

Suhu adalah besaran yang menyatakan derajat panas dingin suatu benda dan alat yang digunakan untuk mengukur suhu adalah thermometer. Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat untuk mengukur suhu cenderung menggunakan indera peraba.

2. Air

Air adalah senyawa yang penting bagi semua bentuk kehidupan yang diketahui sampai saat ini di Bumi, tetapi tidak di planet lain. Air menutupi hampir 71% permukaan Bumi. Terdapat 1,4 triliun kilometer kubik tersedia di Bumi.

3. Garam

Dalam ilmu kimia, garam adalah senyawa ionik yang terdiri dari ion positif dan ion negatif, sehingga membentuk senyawa netral. Garam terbentuk dari hasil reaksi asam dan basa.

4. Cahaya matahari

Sinar matahari atau radiasi matahari adalah sinar yang berasal dari Matahari. Tanaman menggunakan cahaya matahari untuk berfotosintesis dan membuat makanan. Tanpa cahaya matahari, takkan ada kehidupan di bumi

5. Tanah dan batu

Tanah adalah bagian yang terdapat pada kerak bumi yang tersusun atas mineral dan bahan organik. Tanah merupakan salah satu penunjang yang membantu kehidupan semua mahluk hidup yang ada di bumi. Sedangkan Dalam geologi, batu (tunggal) dan batuan (jamak) adalah benda padat yang tebuat secara alami dari mineral dan atau mineraloid. Lapisan luar padat Bumi, litosfer, terbuat dari batuan. Dalam batuan umumnya adalah tiga jenis, yaitu batuan beku, sedimen, dan metamorf.

6. Iklim

Iklim adalah kondisi rata-rata cuaca berdasarkan waktu yang panjang untuk suatu lokasi di bumi atau planet lain. Studi tentang iklim dipelajari dalam klimatologi.

Sumber: https://www.studinews.co.id/

Disiplinkan Siswa Tanpa Hukuman

Disiplinkan Siswa Tanpa Hukuman

Disiplinkan Siswa Tanpa Hukuman

Disiplinkan Siswa Tanpa Hukuman
Disiplinkan Siswa Tanpa Hukuman

Sahabat Diamond, kita tahu lembaga sekolah erat kaitannya dengan disiplin. Bahkan dulu sekolah-sekolah yang dianggap baik terkenal karena peraturan yang ketat dan disiplin yang tinggi. Peraturan dan disiplin yang tinggi ini biasanya diwujukan dalam bentuk hukuman dan sangsi sangsi yang berat. “Sekolah itu bagus, selalu memberikan hukuman berat buat muridnya yang melanggar tata tertib.” Ya.. itu lah salah satu komentar orang tua kala itu.

Sahabat

Banyak pihak yang masih menghubungkan penegakan disiplin di sekolah dengan menghukum siswa. Padahal kedua-dua nya tidak saling berhubungan. Karena terbukti penegakan disiplin dengan hukuman hanya akan membuahkan sikap disiplin yang semu yang lahir karena ketakutan bukan karena lahirnya kesadaran akan perbaikan perilaku.

Sebenarnya ada jalan tengah diantara disiplin dan menghukum . Jalan tengah itu disebut konsekuensi. Sebuah konsekuensi berarti menempatkan siswa sebagai subyek. Seorang siswa yang dijadikan subyek berarti diberikan tanggung jawab seluas-luas nya dengan konsekuensi sebagai batasan.

Siswa terlambat masuk sekolah ? solusinya dia terkena konsekensi pulang lebih telat dari yang lainnya, atau waktu istirahat dan bermain dipotong . Jangan sampai disitu saja, bicarakan hal ini dengan orang tua siswa, karena mungkin masalah timbul bukan karena si anak tapi karena masalah orang tua.

Penanganan

Dalam mengatasi masalah terlambat masuk sekolah ini saya punya contoh menarik. Tidak jauh dari tempat tinggal saya ada sebuah sekolah menengah atas yang memilih mengunci pintu gerbangnya setiap jam 7 pagi tepat. Anda bisa bayangkan mereka yang terlambat akan kesulitan untuk masuk karena pintu gerbang sudah terkunci. Setiap hari akan ada sekitar 10 orang siswa yang tertahan diluar menjadi tontonan warga sekitar yang lewat di depan sekolah tersebut. Padahal mereka yang terlambat belum tentu malas, bisa saja karena alasan cuaca atau hal-hal lain yang tidk bisa dihindari.

Alasan pihak sekolah mungkin bisa diterima, tindakan mengunci gerbang diambil atas nama penegakkan disiplin dan membuat siswa menjadi sadar akan pentingnya datang tepat waktu ke sekolah. Tapi sadarkah pihak sekolah bahwa mengunci siswa di luar bisa mempermalukan harga diri siswa? Bagaimana bila tetangga atau orang-orang yang mengenali mereka lewat saat mereka terkunci di luar.

Padahal saat sekolah mau menerapkan konsekuensi atas siswa yang terlambat, banyak tindakan yang bisa dilakukan, dari memotong jam istirahat sampai meminta mereka masuk sekolah di hari Sabtu atau Minggu saat teman -temannya libur. Dengan demikian harga diri siswa terjaga dan siswa menjadi makin bertanggung jawab atas segala tindakan yang dilakukannya. Siswa juga menjadi sadar bahwa konsekuensi bertujuan untuk penyadaran dengan mengambil atau mengurangi hak istimewa mereka .

Mari kita simak penjelasan tentang apa itu hukuman dan konsekuensi?

Hukuman

Menjadikan siswa sebagai pihak yang tidak punya hak tawar menawar dan tidak berdaya. Guru menjadi pihak yang sangat berkuasa. Ingat “Power tends to corrupt”
Jenisnya tergantung guru, apabila hati guru sedang senang maka siswa terlambat pun tidak akan dikunci diluar.
Bisa dijatuhkan berlipat-lipat derajatnya terutama bagi siswa yang sering melanggar peraturan.
Guru cenderung memberi cap buruk bagi anak yang sering melanggar.
Sifatnya selalu berupa ancaman
Tidak boleh ada pihak yang tidak setuju, semua pihak harus setuju. Jadi sifatnya memaksa.

Konsekuensi

Dijatuhkan saat ada perbuatan yang terjadi dan berdasarkan pada aturan yang telah disepakati.
Sesuai dengan perilaku pelanggaran yang siswa lakukan.
Menghindari memberi cap pada anak, dengan memberi cap jelek akan melahirkan stigma pada diri anak bahwa ia adalah pribadi yang berperilaku buruk untuk selama-lamanya.
Membuat siswa bertanggung jawab pada pilihannya. Anda bisa mengatakan “Kevin kamu memilih untuk ribut pada saat buk guru sedang menerangkan maka silahkan duduk di luar selama 5 menit”. Dengan demikian anda menempatkan harga diri anak pada peringkat pertama. Bandingkan dengan perkataan ini “Kevin, dasar kamu anak tidak tahu peraturan,…. tukang ribut! Sana keluar….!

Sumber: https://www.seputarpengetahuan.co.id/