Cara Budidaya Ikan Sepat Mutiara

Cara Budidaya Ikan Sepat Mutiara

Cara Budidaya Ikan Sepat Mutiara

Cara Budidaya Ikan Sepat Mutiara
Cara Budidaya Ikan Sepat Mutiara

(Tichogaster leeri)

Sepat mutiara (Tichogaster leeri) dengan nama dagang Pearl Gouramy atau Mosaic Gouramy berasal dari Sumatera, Kalimantan, Malaysia, dan Thailand. Ikan yang bersifat omnivora ini hidup pada suhu optimal 26-28° C; pH 6,5-7,0; dan kekerasan 6-8° dH. Panjang tubuh ikan ini dapat mencapai 12 cm. Warnanya biru muda dengan violet terang. Seluruh tubuhnya dipenuhi totol-totol putih seperti mutiara dengan poly mosaik. Pada saat birahi, warna bagian perut jantan menjadi orange.

Untuk memelihara sepasang sepat mutiara sebaiknya digunakan kolam atau akuarium berukuran sekurang-kurangnya 60 liter; lebih besar ukurannya akan lebih baik, karena ikan ini akan menunjukkan gejala stres apabila merasa terbatasi ruangannya. Dapat dicampur jenis-jenis ikan lainnya, namun sebaiknya jangan digabungkan dengan ikan-ikan yang bersifat agresif atau terlalu aktif. Juga perlu dijaga agar akuarium tidak terlalu penuh agar sepat mutiara tidak gelisah. Tandanya, sepat jantan dapat tiba-tiba saja menyerang atau menggertak ikan lain yang terasa mengganggunya.

Parameter Ikan Sepat Mutiara

Suhu
pH
Oksigen
Umur Indukan
Jumlah Telur
24-28
6-7
>4
>7 bulan
150-200

Pemilihan Indukan Ikan Sepat

Jika sirip pungungnya membulat dan pendek sehinga tidak mencapai dasar pangkal sirip ekor bisa di pastikan bahwa ikan tersebut betina.
Namun jika sirip pungugnya panjang sehinga mencapai dasar pangkal sirip ekor dan di tambah lagi dengan bentuk tubuhnya yang lancip seperti sirip pungung ikan gurami maka bahwa ikan itu memiliki kelamin jantan.
Induk jantan mempunyai sirip punggung yang panjang dan lancip serta dilengkapi dengan hiasan warna merah pada leher dan perut. Warna merah ini akan semakin menyala pada saat ikan ini birahi. Sedangkan ikan betina mempunyai sirip bulat dan pendek.

Pemijahan

Cara pemijahan dan pemeliharaan ikan ini hampir sama dengan Dwarf Gouramy. Perbedaannya hanya pada kedua induknya yang sangat setia merawat telurnya. Oleh karena itu, pemisahan induk jantan dan betina dengan anaknya dapat dilakukan setelah larva bisa berenang atau sekitar umur satu minggu. Ukuran jual sekitar 4 cm atau sudah berumur 3,5 bulan.
Untuk tempat memijah, akuarium perlu dilengkapi dengan tanaman air yang mengapung.
Di sini ikan jantan akan membuat sarang busa atau sarang gelembung dari air ludahnya, sebagai tempat memijah dan menyimpan telur hingga menetas nanti.
Percumbuan dan pemijahan akan berlangsung di sarang ini, dan sesudah telur dikeluarkan dan dibuahi, sepat betina akan diusir keluar oleh si jantan. Sebagaimana jenis-jenis sepat lainnya, jantan sepat mutiara akan menjagai telur-telur ini hingga menetas.

Telur ikan akan menetas setelah 24 jam kemudian. Beberapa hari berikutnya burayak (anak-anak ikan) mulai aktif berenang. Pada saat itu hendaknya ikan jantan dipisahkan dari anak-anaknya, agar burayak-burayak itu tidak dimakannya. Anak-anak ikan mula-mula dapat diberi pakan udang renik, cacing tubifex, dan minggu-minggu berikutnya dapat diberi pakan kering yang dihaluskan.

Baca Juga:

Tanaman Yang Hidup Di Air

Tanaman Yang Hidup Di Air

Tanaman Yang Hidup Di Air

Tanaman Yang Hidup Di Air
Tanaman Yang Hidup Di Air

Bunch Plants

Tanaman air bunch plants atau tanaman air bercabang merupakan jenis cabomba. Ada dua jenis cabomba yang sering ditemui yaitu yang berbunga ungu dan berbunga kuning. Untuk cabomba yang berbunga ungu mempunyai daun berwarna hijau berlapis warna ungu. Sedangkan yang berwarna kuning mempunyai warna daun hijau muda. Tanaman cabomba ini mempunyai batang yang berruas-ruas. Pada setiap ruasnya akan tumbuh daun berwarna hijau yang berbentuk seperti jarum. Tumbuhan ini sangat cepat dalam proses tumbuhnya. Sehingga dalam waktu singkat sudah bisa berkembang biak sangat banyak sekali. Untuk membudidayakannya pun sangatlah mudah. Tanaman ini sangat cocok untuk mempercantik aquarium. Tanaman ini dapat pula menjadi tempat tinggal bagi ikan-ikan.

Telanthera Lilacina

Adapun tanaman bercabang lain yang dapat hidup di air yaitu Telanthera lilacina. Tanaman ini biasanya disebut juga dengan red telanthera. Hal ini dikarenakan warna daun dari tanaman ini yang berwarna merah dan terkadang sampai keunguan. Bentuk daun dari tanaman ini yaitu berbentuk lonjong dan pada bagian ujungnya meruncing. Tanaman ini bisa tumbuh mencapai 30 cm. Biasanya jenis ini digunakan untuk membuat aquarium semakin berwarna dengan daun yang berwarna ternag tumbuhan ini juga mudah untuk tumbuh dan tidak memerlukan perawatan yang terlalu rumit.

Eceng Gondok

Eceng gondok merupakan jenis floating plants atau tanaman mengapung. Tanaman ini lebih sering digunakan sebagai penghias pada kolam. Tanaman ini memiliki nama latin Eichhornia crassipes. Eceng gondok pertama kali ditemukan didaerah sungai amazon Brazil. Tanaman ini mempunyai perkembangan yang sangat cepat oleh karena itu sering dirasa sebagai tanaman pengganggu. Tinggi tanaman eceng gondok ini antara 0,4 sampai 0,8 meter. Jenis daun tanaman ini yaitu jenis daun tunggal yang mempunyai bentuk oval. Pada ujun daunnya meruncing. Eceng gondok tidak mempunyai batang. Daun tanaman ini berwarna hijau dan bertekstur licin. Jenis bunganya yaitu bunga majemuk, kelopak berbentuk tabung dan bunganya berbentuk bulir. Tanaman ini dapat menjadi penghias dikolam apabila pertumbuhannya dijaga agar tidak begitu lebat.

Teratai

Tanaman teratai ini tumbuh mengapung diatas permukaan air dengan aneka warna bunganya yang menarik. Daun tanaman ini sering disebut water lily karena bentuknya yang bulat, melebar, dan mengapung menopang bunganya yang tumbuh diatasnya. Bunga tanaman ini berasal dari tangkai kecil nyaris tak nampak dari rizoma pada lumpur didasar kolam. Tanaman ini sangat cocok bagi mereka yang menginginkan kesan alami pada kolam yang dimiliki.

Sumber: https://berkebun.co.id/

Cara Budidaya Tanaman Cabai

Cara Budidaya Tanaman Cabai

Cara Budidaya Tanaman Cabai

Cara Budidaya Tanaman Cabai

 

PROSPEK DAN POTENSI CABAI

Pasar cabai paling besar adalah market dalam negri. Didalam negri cabai paling banyak dipergunakan untuk keperluan dapur. Selain saat musim hujan, permintaan dan harga tinggi sering terjadi menjelang hari-hari raya keagamaan seperti misalnya Hari Raya Idul Fitri, Bulan puasa, Lebaran, Natal dan tahun baru.

Cabai sering mengalami fluktuasi harga yang tidak menentu namun hingga saat ini permintaan pasar lokal dan export masih belum dapat terpenuhi. Dalam perdagangan export cabai dijual dalam bentuk segar, kering, pasta, giling dan saos. Indonesia mengexport cabai ke Singapura, Hongkong, Saudi Arabia , India dan Brunei Darusalam.

Cabai yang dipanen bersamaan panen raya harganya sering jatuh namun hal itu dapat diatasi dengan mengolah cabai menjadi produk jadi seperti saos cabai dan cabai kering.Dengan demikian dapat menaikkan harga untuk menambah nilai jual.

Cabai merupakan salah satu komoditas yang banyak dibutuhkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari yang jumlah kebutuhannya terus bertambah dan meningkat seiring dengan laju pertumbuhan jumlah penduduk. Tiap luasan 1 hektar bisa menghasilkan sekitar 1 s/d 2 ton cabai segar. Cabai memberikan satu peluang bisnis yang masih terus menjanjikan.

MANFAAT DAN KEGUNAAN CABAI

Cabai mengandung banyak gizi berupa protein dan vitamin yang berguna bagi tubuh. Tiap 100 gram cabai merah segar mengandung gizi : kalori 31,0 kal, protein 1,0 g, lemak 0,3 g, karbohidrat 7,3 g, kalsium 29,0 mg, fosfor 24,0 mg, besi 0,5 mg, Vitamin A 470 SI, Vitamin C 18,0 mg, viatamin B1 0,05 mg, Vitamin B2 0,03 mg, niasin 0,20 mg , kapsaikin 0,1 s/d 1,5% , pectin 2,33% , pentosan 8,57% , pati 0,8 s/d 1,4 %.

Cabai dipergunakan sebagai penyedap masakan. Pada saat ini cabai tidak hanya dimanfaatkan untuk konsumsi segar saja tetapi sudah banyak diolah menjadi berbagai produk olahan seperti saos cabai, sambal cabai, pasta cabai, bubuk cabai dan bumbu instant.

Cabai dapat dipergunakan untuk terapi kesehatan diantaranya menyembuhkan kejang, sakit tenggorokan, alergi serta membantu sirkulasi darah dalam jantung. Cabai juga bersifat analgesik sehingga dapat dimanfaatkan sebagai obat untuk meringankan pegal, encok, rematik dan obat oles kulit.

Cabai banyak mengandung kapsikidin. Yaitu suatu senyawa yang terdapat dalam biji, senyawa ini sangat berguna untuk memperlancar kerja sekresi asam lambung dan mencegah terjadinya infeksi pada system pencernaan.

Cabai juga memiliki senyawa lain yaitu kapsikol. Senyawa kapsikol berfungsi untuk mengurangi pegl-pegal, sakit gigi, sesak napas termasuk juga gatal-gatal. Seiring dengan perkembagan teknologi, cabai banyak dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan salep gosok, salep tempel dan obat pegal linu.

Cabai yang memiliki begitu banyak khasiat tersebut disebabkan oleh senyawa kapsaikin ( C18 H27NO3 ) yang terkandung dalam buah cabai. Kapsaikin merupakan unsur aktif pokok yang terdiri dari lima komponen kapsaikinoid, yaitu nordihidro kapsaikin, kapsaikin, dihidro kapsaikin, homo kapsaikin dan homo dihidro kapsaikin. Senyawa-senyawa tersebut bisa dijadikan obat untuk pengobatan sirkulasi darah yang tidak lancar dikaki, tangan dan jantung.

SEKILAS BUDIDAYA CABAI

Cabai merupakan tanaman semusim yang cocok ditanam didataran rendah hingga dataran tinggi dengan ketinggian 2.500 dpl. Cabai membutuhkan cahaya matahari 10 – 12 jam, suhu ideal untuk pertumbuhan 24 – 28 derajat Celcius ,kelembapan 80% dan cocok tumbuh ditanah lempung berpasir yang gembur dan banyak mengandung unsur hara. Derajat keasaman / PH antara 6 – 7.

Cabai mempunyai banyak jenis dan varietas seperti : Cabai keriting, cabai besar, cabai rawit, cabai paprika, dll . Paling sering dibudidayakan adalah : GADA F1 Cabai besar Hibrida, ARIMBI 513 Hibrida, PRABU F1 Cabai besar Hibrida, CTH-01 Hibrida, PAPIRUS Hibrida, NENGGALA Hibrida dan TIT SUPER Cabai Besar. Cabai yang ditanam intensif memerlukan 100 s/d 150 gram benih / hektarnya..

Cabai ditanam dengan menggunakan mulsa plastik setelah sebelumnya dipupuk awal dengan menggunakan pupuk kandang, pemberian kapur dolomit dan pupuk kimia. Pupuk kandang yang diperlukan 20 s/d 30 ton per-hektarnya. Mulsa plastik dipakai untuk menekan serangan hama, penyakit dan gulma.

Cabai yang telah ditanam harus diberikan perawatan rutin, penyulaman dan pemasangan ajir agar tanaman tidak roboh karena terpaan angin. Setelahnya dilakukan perempelan tunas dan pemupukan susulan untuk menambah unsur hara yang dibutuhkan tanaman.

Cabai dipanen saat masak minimalnya 90% dan sudah berwarna merah. Cabai dipanen pada pagi hari karena masih memiliki bobot yang optimal. Cabai dipanen dengan menyertakan tangkainya, dengan cara demikian akan memiliki daya simpan yang lebih lama dari pada yang dipetik tanpa tangkai.

Cabai dapat dipanen hingga 30 kali petik dengan jarak waktu pemanenan setiap 2 s/d 3 hari sekali atau tergantung dari luas tanaman dan kondisi pasar saat itu. Pemanenan cabai didataran rendah lebih cepat selesai daripada pemanenan didataran tinggi.

Cabai dapat dihindarkan dari kebusukan dengan cara dikeringkan ditempat terbuka dengan memanfaatkan sinar matahari. Penjemuran dengan sinar matahari hanya dapat dilakukan pada musim kemarau dan biasanya memakan waktu cukup lama.

Cabai dapat dikeringkan dengan cara lain yaitu menggunakan mesin pengering atau dryer yang biasa dipakai untuk mengeringkan biji-bijian. Pengeringan membutuhkan waktu sekitar 24 jam pada suhu 60 derajat Celcius. Penyimpanan cabai dengan tujuan menjaga kesegaran buah dalam waktu yang lama dapat dilakukan dengan penyimpanan didalam cool storage bersuhu 7 – 9 derajat Celcius.

KRITERIA PASOKAN CABAI

Cabai untuk konsumsi pasar lokal dan export harus dalam kondisi segar dan tidak cacat, tidak terkena penyakit ataupun busuk. Cabai sudah di-grade berdasarkan jenis dan kualitasnya.

Cabai yang dijual dengan tujuan pasar lokal dikemas dengan menggunakan waring net / karung palstik berlubang-lubang dengan kapasitas 50 – 80 kg. Pemasaran cabe ke-swalayan dikemas menggunakan waring net dengan bobot 0,5 s/d 1 kg. sedangkan untuk keperluan export dikemas didalam kardus berlabel berkapasitas 15 s/d 20 kg dan disusun rapi berdasarkan grade mutunya.

Cabai untuk permintaan export dikemas dengan menggunakan kardus berlabel produsennya. Kardus pada umumnya menampung sekitar 20 kg cabai segar. Yang disusun rapi berdasarkan grade dan jenisnya.

 

Sumber : https://carabudidaya.co.id/