HISTORY OF BATIK INDONESIA

HISTORY OF BATIK INDONESIA

HISTORY OF BATIK INDONESIA

Batik is historically derived from ancestors, known since the seventeenth century, written and painted on palm leaves. At the moment motif batik pattern is still dominated by forms of animals and plants. But in its development history of batik have evolved, from painting motifs of animals and plants gradually turn to the abstract patterns that resemble a cloud, temple reliefs, wayang beber and so forth. Furthermore, through the merger of the painting with the art of decorating style clothing, batik art show as we know it today.

The type and style of traditional batik quite so much, but the patterns and variations in accordance with the philosophy and culture of each region are very diverse. Indonesia’s cultural treasures so rich nation has been driving styles and types of batik tradisioanal with the characteristics of specialty themselves.

The development of Batik in Indonesia

The history of batik in Indonesia with regard to the development of the Majapahit kingdom and the kingdom afterwards. In some records, the development of batik is mostly done in times of Mataram kingdom, then in the kingdom of Solo and Yogyakarta.

Art of batik is an art image on the fabric for clothing that was one of the family culture of Indonesian kings of old. Batik initially worked in the palace alone are limited and the results for the king’s clothes and family and his followers. Because many of the followers of the king who lived outside the palace, the art of batik was brought by them out palace and place of each work.

In the development of this batik art gradually imitated by the people nearest and subsequently expanded into the work of women in the household to fill his spare time. Furthermore, batik clothes that used only the royal family, then became a popular folk clothes, both women and men.

White fabric that is used when it is the result of homespun. Medium dye materials used consisted of plants native to Indonesia who made himself among others of: noni tree, tall, soga, indigo, and the material is made from soda ash soda, as well as salts made from mud soil.

So this batik in Indonesia has been known since the time of Majapahit kingdom and continued to grow until the next kingdom. The start spreading this batik art belongs to the people of Indonesia and Java in particular tribe is after the end of the eighteenth century or early nineteenth century. Produced batik batik is all to the early twentieth century and printed batik is known only after the world war was over unity or around 1920. Now, batik has become part of traditional Indonesian clothing.

Pekalongan Batik

Although no official records began to be known when the batik in Pekalongan, but according to estimates existing in Pekalongan batik around the year 1800. Even according to data recorded at the Ministry, batik was made 1802, like a small tree motif in the form of clothes.

But significant progress is expected to occur after a major war in 1825-1830 in the kingdom of Mataram which is often referred to as Java Diponegoro war or war. With the onset of this battle royal family and urged his followers were many who left the kingdom. They then spread towards the East and West. Later in the area – a new area that the family and followers develop batik.

To the east of Solo and Yogyakarta Batik batik patterns that have been perfected in Mojokerto and Tulungagung to spread to Gresik, Surabaya and Madura. Medium westward batik developed in Banyumas, Kebumen, Tegal, Cirebon and Pekalongan. With this migration, the batik Pekalongan that have been there before growing.

Over time, Batik Pekalongan experiencing rapid development compared to other regions. In this region batik evolved around the coastal areas, namely in Pekalongan city and regional areas Buaran, Pekajangan and Wonopringgo.

Pekalongan public encounter with the various nations such as China, Dutch, Arabic, Indian, Malay and Japanese in ancient times has colored the dynamics of color motifs and batik art.

In connection with the several types of batik motif result of the influence of various countries who came to be known as the identity of Pekalongan batik. The motive was, that is batik Jlamprang, inspired from Indian and Arab Affairs. Then batik Encim and Klengenan, influenced by the Peranakan Chinese. Dutch batik, batik Morning Afternoon, and batik Hokokai, grown rapidly since the Japanese occupation.

The development of print culture techniques using dye motifs cover the night (candles) on the fabric which is then called batik, is inseparable from the influence of those countries. This shows the context of the flexibility of batik from time to time.

Pekalongan batik is very unique because it relies entirely on hundreds of small entrepreneurs, rather than on a handful of large employers have capital. Since many decades ago until now, most of Pekalongan batik production process is done in homes. As a result, closely united with batik Pekalongan Pekalongan community life that is now divided into two administrative regions, namely Pekalongan Municipality and Regency of Pekalongan.

Pekalongan batik tidal development, showing Pekalongan eligible to become an icon for the development of batik in Indonesia. Icon for works of art that never gave up with the times and always dynamic. Now, batik has become a breath of everyday life Pekalongan residents and is one superior product. This is because many industries which produce batik. Because the product is known for his batik, known as the City of Pekalongan Batik. The nickname came from a long tradition rooted in Pekalongan. During that long period, various properties, the variety of uses, type design, as well as batik quality is determined by the climate and the presence of fibers of local, historical factors, trade and community readiness to accept and understand new ideas.

Batik is an art culture that admired the world, among the traditional varieties produced with dye technology hurdles, none of which can be present as beautiful and as smooth as batik Pekalongan

Sumber : https://busbagus.co.id/

Kelompok Kekerabatan

Kelompok Kekerabatan

Kelompok Kekerabatan

 

Kelompok Kekerabatan
Menurut Koentjaraningrat, suatu kelompok dapat disebut sebagai kelompok kekerabatan apabila kelompok itu diikat oleh sekurang-kurangnya enam unsur berikut ini.
  1. Sistem norma yang mengatur tingkah laku warga kelompok.
  2. Rasa kepribadian kelompok yang disadari semua anggota.
  3. Interaksi yang intensif antarwarga kelompok.
  4. Sistem hak dan kewajiban yang mengatur tingkah laku warga kelompok.
  5. Pemimpin yang mengatur kegiatan-kegiatan kelompok.
  6. Sistem hak dan kewajiban terhadap harta produktif, harta konsumtif, atau harta pusaka tertentu.
Sementara itu, antropolog G.P. Murdock dalam karyanya Cognatic Forms of Social Organization membagi kelompok-kelompok kekerabatan menjadi tiga kategori berdasarkan fungsi sosialnya, yaitu kelompok kekerabatan korporasi (corporate kingroups), kelompok kekerabatan kadangkala (occasional kingroups), dan kelompok kekerabatan yang melambangkan kesatuan adat (circumscriotipitive kingroups).

a. Kelompok Kekerabatan Korporasi (Corporate Kingroups)

Jumlah anggota kelompok ini relatif kecil. Para anggotanya masih saling mengenal dan bergaul antar sesamanya, melakukan aktivitas kelompok secara berulang, serta mempunyai suatu sistem hak dan kewajiban yang mengatur interaksi mereka berdasarkan sistem norma tertentu. Kelompok kekerabatan semacam ini terdapat hampir pada seluruh masyarakat. Di Indonesia, sebutan untuk kelompok kekerabatan ini bermacam-macam. Misalnya, sipopoli (Ngada, Flores), sangambato seboa (Nias), kaum (Minangkabau), kuren (Bali), dan sara dapur (Gayo).

b. Kelompok Kekerabatan Kadangkala (Occasional Kingroups)

Kelompok kekerabatan ini bersifat sementara atau tidak tetap. Sementara itu jumlah anggotanya relatif besar dan tidak lagi bergaul secara terus-menerus. Para anggotanya berkumpul hanya apabila ada kegiatan-kegiatan tertentu, seperti gotong royong, mengadakan perayaan tertentu, atau menyelenggarakan upacara daur hidup. Pada beberapa suku bangsa di Indonesia dikenal istilah yang menggambarkan kelompok kekerabatan ini, misalnya golongan (Sunda), famili (Minahasa, Ambon), dan sanak sadulur (Jawa).

c. Kelompok Kekerabatan yang Melambangkan Kesatuan Adat (Circumscriotipitive Kingroups)

Kelompok kekerabatan ini mempunyai anggota yang sangat banyak, sehingga di antara mereka tidak saling mengenal dan tidak memiliki hubungan pergaulan yang terusmenerus. Namun demikian para anggota kelompok ini menyadari bahwa dirinya adalah bagian dari satu-kesatuan yang berdasarkan lambang adat tertentu.

Contoh kelompok kekerabatan

semacam ini adalah klan besar dan paroh masyarakat. Rantai Makanan Anggota satu klan besar merupakan keturunan seorang nenek moyang, baik secara patrilineal atau matrilineal yang telah melewati berpuluh-puluh angkatan. Mereka seringkali terikat oleh tanda-tanda lahir, seperti nama klan, lambang totem, dan dongeng-dongeng suci. Contoh nama klan besar adalah nama marga pada suku bangsa Batak. Misalnya marga Siahaan, Ginting, Simanjuntak, Nasution, Sembiring, dan lain-lain.

Konsep Religi

Konsep Religi

Konsep Religi

 

Konsep Religi

Pengertian Religi

Sementara itu, konsep religi memiliki pengertian yang senada dengan agama. Dikutip dari J. van Baal, religi adalah semua gagasan yang berkaitan dengan kenyataan yang tidak dapat ditentukan secara empiris dan semua gagasan tentang perbuatan yang bersifat dugaan semacam itu, dianggap benar. Dengan demikian, surga atau neraka dianggap benar adanya meski tidak dapat dibuktikan keberadaannya.
Religi itu adalah sesuatu yang berkaitan dengan nilai susila yang agung. Religi itu memiliki nilai, dan bukannya sistem ilmu pengetahuan. Religi juga sesuatu yang tidak masuk akal dan bertentangan dengan rasio. Religi menyangkut pula masalah yang dimiliki manusia. Religi sangat mempercayai adanya Tuhan, hukum kesusilaan, dan roh yang abadi.

Spencer mengatakan bahwa awal mula munculnya konsep religi adalah karena manusia sadar dan takut akan maut.

Berikutnya terjadi evolusi menjadi lebih kompleks dan terjadi diferensiasi. Diferensiasi tersebut adalah penyembahan kepada dewa; seperti dewa kejayaan, dewa kebijaksanaan, dewa perang, dewa pemelihara, dewi kecantikan, dewa maut, dan lain sebagainya.
Di dalam religi juga muncul yang disebut dengan Fetiyisme. De Brosess mengatakan bahwa fetiyisme adalah pemujaan kepada binatang atau barang tak bernyawa yang dijadikan dewa. Sementara itu kepercayaan akan kekuatan suatu benda yang diciptakan oleh ahlinya disebut dengan
Feitico atau azimat. Orang-orang yang berlayar banyak yang mengenakan azimat ini agar dapat selamat kembali ke darat.

 

Sumber penting di dalam religi adalah adanya empat hal yang muncul yang berkaitan dengan perasaan;

yakni takut, takjub, rasa syukur, dan masuk akal. Di dalam perkembangannya, animisme berubah menjadi politeisme, dan lalu berubah menjadi monoteisme. Banyak istilah yang kemudian muncul berkenaan dengan adanya sistem religi. Istilah yang kerap muncul di dalam religi adalah Tuhan, dewa, dewi, malaikat, roh, jin, iblis, setan, hantu, peri, raksasa, momok, roh, nyawa, orang mati, syamanisme, monoteisme, politeisme, ateisme, kesurupan, kerasukan, wahyu, pendeta, guru, nabi, pengkhotbah, dukun, ahli sihir, intuisi, pertanda, ramalan, animisme, totemisme, meditasi, puasa, mana, tabu, sakral, najis, kudus, duniawi, dan seterusnya. Jika dicermati, istilah-istilah tersebut memiliki hal yang agung, gaib, suci, menakutkan, dan tak kasat mata.

R.R. Marret mengatakan bahwa animisme bukan tahap awal suatu agama, melainkan pra-animisme.

Pra-animisme; yakni animatisme. Dikutip dari Marret, animatisme adalah pengalaman tentang kekuatan yang impersonal; yaitu suatu kekuatan yang supranatural yang tinggal di dalam orang-orang tertentu, binatang tertentu, dan di dalam benda-benda yang tak berjiwa. Kekuatan tersebut dapat berpindah. Kekuatan ini disebut dengan mana.
Orang-orang primitif memiliki perasaan bahwa ada sesuatu kekuatan gaib pada orang-orang dan benda-benda tertentu. Ada dan tidak adanya perasaan tersebut yang kemudian memisahkan antara yang suci (ukhrowi) dengan duniawi; dunia gaib dengan dunia sehari-hari. Dari hal tersebut muncul dengan yang dinamakan takwa. Dikutip dari Pritchard, takwa adalah suatu gabungan dari rasa takut, damba, kagum, tertarik, hormat, bahkan mungkin cinta.

Spencer mengatakan bahwa konsep religi

muncul karena manusia sadar dan merasa takut akan adanya maut, berevolusi kepada yang lebih kompleks menjadi penyembahan terhadap dewa maut, dewa perang, dewi kecantikan, dewa laut, dan sebagainya. E.B. Tylor mengatakan bahwa bentuk religi yang tertua adalah penyembahan kepada roh-roh yang merupakan personifikasi dari jiwa orang-orang yang telah meninggal, terutama nenek moyang.

SHINee Mini Album

SHINee Mini Album

SHINee Mini Album

Special news for Kpop lover, esp Shawol aka. SHINee World!

Ahirnya, SHINee comeback juga dengan album anyar mereka “2009 Years of Us”. Selain merilis album baru, lagi-lagi mereka change their hair-style! Wahh, makin keren aja mereka 😀 . Pantesan di Dream Concert kemarin Onew, Jonghyun, Key, Minho, dan Taemin manggung pake topi..ternyata itu biar ga ke-expose gaya barunya.

Track list :
01. Y.O.U.(Year Of Us)
02. Ring Ding Dong
03. Jo Jo
04. Get Down
05. SHINee Girl
06. 내가 사랑했던 이름 The name I loved [Onew’s Solo]

Lagu “Ring Ding Dong” nya easy listening n enakk banget.. Dancenya juga keren! Secara koreografernya tuh yang bikin dance Justin Timberlake juga. SHINee soo awesome ;)♥

Ga pake lama deh,, ayo.ayo download this cool new album

Baca Juga :

Tambahan Penghasilan Bagi Guru PNS

Tambahan Penghasilan Bagi Guru PNS

Tambahan Penghasilan Bagi Guru PNS

Dalam upaya meningkatkan gairah kerja dan kesejahteraan guru PNS  khususnya yang belum menerima tunjangan profesi, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan baru yang dituangkan dalam Peraturan Presiden Nomor 52 Tahun 2009 tentang Tambahan Penghasilan Bagi Guru PNS, yang ditandatangani oleh Presiden per tanggal  1 Desember 2009.

Isi dari peraturan tersebut diantaranya menyebutkan bahwa:

  • Besarnya tambahan penghasilan yaitu sebesar Rp. 250.000,- (Dua ratus lima puluh ribu rupiah),  yang akan  diberikan setiap bulan  tehitung mulai 1 Januari 2010.
  • Yang berhak menerima tunjangan tambahan ini hanya guru  PNS  yang ditugaskan  dalam satuan pendidikan tertentu dan bukan guru yang telah menerima Tunjangan Profesi.
  • Guru yang diberi tugas  tambahan struktural maupun fungsional tidak diberikan tunjangan tambahan ini.

Baca Juga :

Dua Pilihan

Dua Pilihan

Dua Pilihan

Pada sebuah jamuan makan malam pengadaan dana untuk sekolah anak-anakcacat, ayah dari salah satu anak yang bersekolah disana menghantarkan satu pidato yang tidak mungkin dilupakan oleh mereka yang menghadiri acara itu. Setelah mengucapkan salam pembukaan, ayah tersebut mengangkat satu topik:
‘Ketika tidak mengalami gangguan dari sebab-sebab eksternal, segala proses yang terjadi dalam alam ini berjalan secara sempurna/ alami.Namun tidak demikian halnya dengan anakku, Shay. Dia tidak dapat mempelajari hal-hal sebagaimana layaknya anak-anak yang lain. Nah,bagaimanakah proses alami ini berlangsung dalam diri anakku? ‘

Para peserta terdiam menghadapi pertanyaan itu. Ayah tersebut melanjutkan: “Saya percaya bahwa, untuk seorang anakseperti Shay, yang mana dia mengalami gangguan mental dan fisik sedari lahir, satu-satunya kesempatan untuk dia mengenali alam ini berasal dari bagaimana orang-orang sekitarnya memperlakukan dia” Kemudian ayah tersebut menceritakan kisah berikut:Shay dan aku sedang berjalan-jalan di sebuah taman ketika beberapa orang anak sedang bermain baseball. Shay bertanya padaku,”Apakah kau pikir mereka akan membiarkanku ikut bermain?” Aku tahu bahwa kebanyakan anak-anak itu tidak akan membiarkan orang-orang seperti Shay ikut dalamtim mereka, namun aku juga tahu bahwa bila saja Shay mendapat kesempatan untuk bermain dalam tim itu, hal itu akan memberinya semacam perasaan dibutuhkan dan kepercayaan untuk diterima oleh orang-orang lain, diluar kondisi fisiknya yang cacat.

Aku mendekati salah satu anak laki-laki itu dan bertanya apakah Shay dapat ikut dalam tim mereka, dengan tidak berharap banyak. Anak itu melihat sekelilingnya dan berkata, “kami telah kalah 6 putaran dansekaran sudah babak kedelapan. Aku rasa dia dapat ikut dalam tim kamidan kami akan mencoba untuk memasukkan dia bertanding pada babak kesembilan nanti’ Shay berjuang untuk mendekat ke dalam tim itu dan mengenakan seragam tim dengan senyum lebar, dan aku menahan air mata di mataku dan kehangatan dalam hatiku. Anak-anak tim tersebut melihat kebahagiaan seorang ayah yang gembira karena anaknya diterima bermain dalam satu tim.

Pada akhir putaran kedelapan, tim Shay mencetak beberapa skor, namun masih ketinggalan angka. Pada putaran kesembilan, Shay mengenakan sarungnya dan bermain di sayap kanan. Walaupun tidak ada bola yangmengarah padanya, dia sangat antusias hanya karena turut serta dalam permainan tersebut dan berada dalam lapangan itu. Seringai lebar terpampang di wajahnya ketika aku melambai padanya dari kerumunan. Pada akhir putaran kesembilan, tim Shay mencetak beberapa skor lagi. Dan dengan dua angka out, kemungkinan untuk mencetak kemenangan ada di depan mata dan Shay yang terjadwal untuk menjadi pemukul berikutnya.

Pada kondisi yg spt ini, apakah mungkin mereka akan mengabaikan kesempatan untuk menang dengan membiarkan Shay menjadi kunci kemenangan mereka?Yang mengejutkan adalah mereka memberikan kesempatan itu pada Shay. Semua yang hadir tahu bahwa satu pukulan adalah mustahil karena Shay bahkan tidak tahu bagaimana caranya memegang pemukul dengan benar,apalagi berhubungan dengan bola itu.
Yang terjadi adalah, ketika Shay melangkah maju kedalam arena, sangpitcher, sadar bagaimana tim Shay telah mengesampingkan kemungkinan menang mereka untuk satu momen penting dalam hidup Shay, mengambil beberapa langkah maju ke depan dan melempar bola itu perlahan sehingga Shay paling tidak bisa mengadakan kontak dengan bola itu.

Lemparan pertama meleset; Shay mengayun tongkatnya dengan ceroboh dan luput.Pitcher tsb kembali mengambil beberapa langkah kedepan, dan melemparbola itu perlahan kearah Shay. Ketika bola itu datang, Shay mengayun kearah bola itu dan mengenai bola itu dengan satu pukulan perlahan kembali kearah pitcher.Permainan seharusnya berakhir saat itu juga, pitcher tsb bisa saja dengan mudah melempar bola ke baseman pertama, Shay akan keluar, danpermainan akan berakhir. Sebaliknya, pitcher tsb melempar bola melewati baseman pertama, jauhdari jangkauan semua anggota tim. Penonton bersorak dan kedua tim mulai berteriak, “Shay, lari ke base satu! Lari ke base satu!”. Tidak pernah dalam hidup Shay sebelumnya ia berlari sejauh itu, tapi dia berhasil melaju ke base pertama. Shay tertegun dan membelalakkan matanya.
Semua orang berteriak, “Lari ke base dua, lari ke base dua!”

Sambil menahan napasnya, Shay berlari dengan canggung ke base dua. Iaterlihat bersinar-sinar dan bersemangat dalam perjuangannya menuju base dua. Pada saat Shay menuju base dua, seorang pemain sayap kanan memegangbola itu di tangannya. Pemain itu merupakan anak terkecil dalam timnya,dan dia saat itu mempunyai kesempatan menjadi pahlawan kemenangan tim untuk pertama kali dalam hidupnya. Dia dapat dengan mudah melempar bolaitu ke penjaga base dua. Namun pemain ini memahami maksud baik dari sangpitcher, sehingga diapun dengan tujuan yang sama melempar bola itutinggi ke atas jauh melewati jangkauan penjaga base ketiga. Shay berlarimenuju base ketiga.

Semua yang hadir berteriak, “Shay, Shay, Shay, teruskan perjuanganmu Shay” Shay mencapai base ketiga saat seorang pemain lawan berlari ke arahnya dan memberitahu Shay arah selanjutnya yang mesti ditempuh. Pada saatShay menyelesaikan base ketiga, para pemain dari kedua tim dan para penonton yang berdiri mulai berteriak, “Shay, larilah ke home, lari kehome!”. Shay berlari ke home, menginjak balok yg ada, dan dielu-elukanbak seorang hero yang memenangkan grand slam. Dia telah memenangkan game untuk timnya.
Hari itu, kenang ayah tersebut dengan air mata yang berlinangan diwajahnya, para pemain dari kedua tim telah menghadirkan sebuah cintayang tulus dan nilai kemanusiaan kedalam dunia.

Baca Juga : 

Seekor Burung

Seekor Burung

Seekor Burung

KETIKA musim kemarau baru saja mulai. Seekor burung pipit mulai merasakan tubuhnya kepanasan, lalu mengumpat pada lingkungan yang dituduhnya tidak bersahabat. Dia lalu memutuskan untuk meninggalkan tempat yang sejak dahulu menjadi habitatnya, terbang jauh ke utara, mencari udara yang selalu dingin dan sejuk. Benar, pelan pelan dia merasakan kesejukan udara, makin ke utara makin sejuk, dia semakin bersemangat memacu terbangnya lebih ke utara lagi.

Terbawa oleh nafsu, dia tak merasakan sayapnya yang mulai tertempel salju, makin lama makin tebal, dan akhirnya dia jatuh ke tanah karena tubuhnya terbungkus salju. Sampai ke tanah, salju yang menempel di sayapnya justru bertambah tebal. Si burung pipit tak mampu berbuat apa apa, menyangka bahwa riwayatnya telah tamat. Dia merintih menyesali nasibnya. Mendengar suara rintihan, seekor kerbau yang kebetulan lewat menghampirinya. Namun si burung kecewa mengapa yang datang hanya seekor kerbau. Dia menghardik si kerbau agar menjauh dan mengatakan bahwa makhluk yang tolol tak mungkin mampu berbuat sesuatu untuk menolongnya.Si kerbau tidak banyak bicara, dia hanya berdiri, kemudian kencing tepat di atas burung tersebut. Si burung pipit semakin marah dan memaki maki si kerbau. Lagi-lagi si kerbau tidak bicara, dia maju satu langkah lagi, dan mengeluarkan kotoran ke atas tubuh si burung.

Seketika itu si burung tidak dapat bicara karena tertimbun kotoran kerbau. Si Burung mengira bahwa ia akan mati tak bisa bernapas. Namun perlahan lahan, dia merasakan kehangatan, salju yang membeku pada bulunya pelan-pelan meleleh oleh hangatnya tahi kerbau, dia dapat bernapas lega dan melihat kembali langit yang cerah. Si burung pipit berteriak kegirangan, bernyanyi keras sepuas puasnya.Mendengar ada suara burung bernyanyi, seekor anak kucing menghampiri sumber suara, mengulurkan tangannya, mengais tubuh si burung dan kemudian menimang nimang, menjilati, mengelus dan membersihkan sisa- sisa salju yang masih menempel pada bulu si burung. Begitu bulunya bersih, si burung bernyanyi dan menari kegirangan, dia mengira telah mendapatkan teman yang ramah dan baik hati. Namun apa yang terjadi kemudian, seketika itu juga dunia terasa gelap gulita bagi si burung, dan tamatlah riwayat si burung pipit ditelan oleh si kucing.

Hmm… tak sulit untuk menarik garis terang dari kisah ini, sesuatu yang acap terjadi dalam kehidupan kita: halaman tetangga tampak selalu lebih hijau; penampilan acap menjadi ukuran; yang buruk acap dianggap bencana dan tak melihat hikmah yang bermain di sebaliknya; dan merasa bangga dengan nikmat yang sekejap. Burung pipit itu adalah cermin yang memantulkan wajah kita

Sumber : https://icanhasmotivation.com/

Jadilah Pelita

Jadilah Pelita

Jadilah Pelita

Pada suatu malam, seorang buta berpamitan pulang dari rumah sahabatnya. Sang sahabat membekalinya dengan sebuah lentera pelita. Orang buta itu terbahak berkata: “Buat apa saya bawa pelita? Kan sama saja buat saya! Saya bisa pulang kok.” Dengan lembut sahabatnya menjawab, “Ini agar orang lain bisa melihat kamu, biar mereka tidak menabrakmu.” Akhirnya orang buta itu setuju untuk membawa pelita tersebut. Tak berapa lama, dalam perjalanan, seorang pejalan menabrak si buta. Dalam kagetnya, ia mengomel, “Hei, kamu kan punya mata! Beri jalan buat orang buta dong!” Tanpa berbalas sapa, mereka pun saling berlalu.

Lebih lanjut, seorang pejalan lainnya menabrak si buta. Kali ini si buta bertambah marah, “Apa kamu buta? Tidak bisa lihat ya? Aku bawa pelita ini supaya kamu bisa lihat!” Pejalan itu menukas, “Kamu yang buta! Apa kamu tidak lihat, pelitamu sudah padam!” Si buta tertegun.. Menyadari situasi itu, penabraknya meminta maaf, “Oh, maaf, sayalah yang ‘buta’, saya tidak melihat bahwa Anda adalah orang buta.” Si buta tersipu menjawab, “Tidak apa-apa, maafkan saya juga atas kata-kata kasar saya.” Dengan tulus, si penabrak membantu menyalakan kembali pelita yang dibawa si buta. Mereka pun melanjutkan perjalanan masing-masing.

Dalam perjalanan selanjutnya, ada lagi pejalan yang menabrak orang buta kita. Kali ini, si buta lebih berhati-hati, dia bertanya dengan santun, “Maaf, apakah pelita saya padam?” Penabraknya menjawab, “Lho, saya justru mau menanyakan hal yang sama.” Senyap sejenak. secara berbarengan mereka bertanya, “Apakah Anda orang buta?” Secara serempak pun mereka menjawab, “Iya.,” sembari meledak dalam tawa. Mereka pun berupaya saling membantu menemukan kembali pelita mereka yang berjatuhan sehabis bertabrakan.

Pada waktu itu juga, seseorang lewat. Dalam keremangan malam, nyaris saja ia menubruk kedua orang yang sedang mencari-cari pelita tersebut. Ia pun berlalu, tanpa mengetahui bahwa mereka adalah orang buta. Timbul pikiran dalam benak orang ini, “Rasanya saya perlu membawa pelita juga, jadi saya bisa melihat jalan dengan lebih baik, orang lain juga bisa ikut melihat jalan mereka.” Pelita melambangkan terang kebijaksanaan. Membawa pelita berarti menjalankan kebijaksanaan dalam hidup. Pelita, sama halnya dengan kebijaksanaan, melindungi kita dan pihak lain dari berbagai aral rintangan (tabrakan!).

Si buta pertama mewakili mereka yang terselubungi kegelapan batin, keangkuhan, kebebalan, ego, dan kemarahan. Selalu menunjuk ke arah orang lain, tidak sadar bahwa lebih banyak jarinya yang menunjuk ke arah dirinya sendiri. Dalam perjalanan “pulang”, ia belajar menjadi bijak melalui peristiwa demi peristiwa yang dialaminya. Ia menjadi lebih rendah hati karena menyadari kebutaannya dan dengan adanya belas kasih dari pihak lain. Ia juga belajar menjadi pemaaf. Penabrak pertama mewakili orang-orang pada umumnya, yang kurang kesadaran, yang kurang peduli. Kadang, mereka memilih untuk “membuta” walaupun mereka bisa melihat.
Penabrak kedua mewakili mereka yang seolah bertentangan dengan kita, yang sebetulnya menunjukkan kekeliruan kita, sengaja atau tidak sengaja. Mereka bisa menjadi guru-guru terbaik kita. Tak seorang pun yang mau jadi buta, sudah selayaknya kita saling memaklumi dan saling membantu. Orang buta kedua mewakili mereka yang sama-sama gelap batin dengan kita. Betapa sulitnya menyalakan pelita kalau kita bahkan tidak bisa melihat pelitanya. Orang buta sulit menuntun orang buta lainnya. Itulah pentingnya untuk terus belajar agar kita menjadi makin melek, semakin bijaksana.

Orang terakhir yang lewat mewakili mereka yang cukup sadar akan pentingnya memiliki pelita kebijaksanaan. Sudahkah kita sulut pelita dalam diri kita masing-masing? Jika sudah, apakah nyalanya masih terang, atau bahkan nyaris padam? JADILAH PELITA, bagi diri kita sendiri dan sekitar kita. Sebuah pepatah berusia 25 abad mengatakan: Sejuta pelita dapat dinyalakan dari sebuah pelita, dan nyala pelita pertama tidak akan meredup. Pelita kebijaksanaan pun, tak kan pernah habis terbagi. Bila mata tanpa penghalang, hasilnya adalah penglihatan. Jika telinga tanpa penghalang, hasilnya adalah pendengaran. Hidung yang tanpa penghalang membuahkan penciuman. Fikiran yang tanpa penghalang hasilnya adalah kebijaksanaan.

Sumber : https://mayleneandthesonsofdisaster.us/

Darimana, Apa, dan Bagaimana Cinta Bekerja

Darimana, Apa, dan Bagaimana Cinta Bekerja

Darimana, Apa, dan Bagaimana Cinta Bekerja

Darimana, Apa, dan Bagaimana Cinta Bekerja
Darimana, Apa, dan Bagaimana Cinta Bekerja

Akhirnya saya berhasil membuat ebook kembali. Ya Walaupun sangat sederhana. Berikut ini adalah informasi ebook terbaru dari saya tersebut.

Review :
Jika Anda menanyakan darimana cinta itu berasal tentu bisa dijawab dengan jawaban cinta itu berasal dari takdir Tuhan. Jawaban tersebut memang benar tetapi tidak memuaskan. 🙂

Jadi Apa sih cinta itu ?
Ada banyak definisi tentang cinta, ada yang bilang cinta itu takdir, cinta itu buta, cinta itu indah, cinta itu luapan emosi, cinta itu kagum atau menyukai sesuatu, dan lain sebagainya. Pernyataan diatas tentang cinta itu adalah benar, namun terlepas dari itu semua, ilmu pengetahuan mengatakan bahwa cinta itu adalah proses biologis berupa reaksi kimia didalam tubuh kita.

Nah tulisan ini akan menjelaskan hal-hal mengenai cinta dilihat dari kacamata ilmiah, dimulai dari ulasan pertanyaan Darimana, Apa, Dan Bagaimana Cinta Bekerja, Temukanlah juga Rahasia Tentang Cinta Sejati didalamnya !.

Sumber : https://filehippo.co.id/

Trik Memburu Sunset dan Sunrise Lewat Google

Trik Memburu Sunset dan Sunrise Lewat Google

Trik Memburu Sunset dan Sunrise Lewat Google
Trik Memburu Sunset dan Sunrise Lewat Google

Mau tahu kapan matahari terbit atau terbenam di suatu wilayah? Google memiliki sebuah cara sederhana untuk melakukan itu.

Saat mengunjungi suatu wilayah, ada kalanya kita perlu tahu kapan waktu matahari terbit dan terbenam di tempat itu. Kegunaannya cukup banyak, misalnya untuk memperkirakan kapan waktu Subuh berakhir dan Maghrib dimulai bagi pemeluk agama Islam.

Fungsi lainnya, ini akan berguna sekali bagi mereka yang mau melakukan sesi pemotretan. Mengetahui kapan waktu matahari tenggelam untuk dijadikan latar akan sangat membantu dalam membuat rencana pergi ke lokasi.

Nah, lewat Google, hal itu bisa dilakukan dengan langkah mudah berikut ini:

  1. Buka Google.com
  2. Ketikkan “sunrise [nama kota]” (tanpa tanda kutip, ganti [nama kota] dengan kota yang diinginkan). Contohnya: “Sunrise Jakarta” akan memunculkan informasi waktu 5:49 pm ditambah keterangan ‘6 hours 58 minutes from now‘ di bawahnya
  3. Untuk waktu matahari terbenam, ganti “sunrise” dengan “sunset”

Baca Juga :