Gambaran Umum Ujung Atap (Baekea frutescens L.)

Gambaran Umum Ujung Atap (Baekea frutescens L.)

Hai guys, pada artikel ini kita akan membahas gambaran umum pada tumbuhan Ujung Atap. Ujung Atap atau Jungrahab ini adalah jenis tumbuhan obat dari suku Myrtaceae (Sunarti, 2011) yang potensialnya berada dibagian daun.
Tumbuhan ini digunakan masyarakat dayak sebagai bahan pengusir nyamuk dengan cara mengeringkan daunnya kemudian dibakar.

Tumbuhan ini mempunyai bentuk seperti semak-semak dengan tinggi 4-6 m dan diameter 11 cm.

Daunnya harum, bentuknya seperti jarum, tegak, berukuran 5,5-11,5 mm x 0,4-0,8 mm. Daunnya saling berhadapan, menggerombol pada setiap ruas. Bunganya berukuran 3 mm, berwarna putih-merah muda.
Tumbuhan ini mengandung 49 senyawa. Tumbuhan ini menghasilkan ekstrak yang menunjukkan adanya kandungan flavonoid dan senyawa fenolik,  terdapat alkaloid dengan jumlah yang signifikan digunakan sebagai antimalaria, analgesik, dan stimulan.
Flavonoid Ujung Atap dimanfaatkan sebagai bahan untuk mencegah pertumbuhan tumor dan melindungi infeksi gastrointestinal (Razmavar et al., 2014). Sedangkan senyawa fenolat digunakan sebagai bahan antioksidan  yang baik.
Tumbuhan Ujung Atap mempunyai berbagai manfaat, yaitu akarnya digunakan sebagai obat rematik, bijinya sebagai obat demam, daunnya sebagai obat haid tidak teratur, mulas, malaria, penyegar badan, gatal-gatal, dan sakit kepala.
Tumbuhan ini telah dilakukan berbagai macam olahan daun dalam bentuk jamu dan serbuk agar mudah untuk dicampur dengan bahan lainnya sebagai penambah khasiat.
Ujung Atap mudah didapatkan karena bentuknya yang cenderung tidak lebat tanpa daun yang tumbuh atau daunnya berbentuk jarum.
Tumbuhan ini  tersebar dari Asia Tenggara sampai Australia. Di Indonesia sendiri sebarannya terdapata di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Selatan, Bangka Belitung serta Kepuluan Anambas, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Maluku, dan Irian Jaya.
Daun Ujung Atap sebagai berpotensi antiinflamasi dan antioksidan karena mengandung senyawa flavonoid (Pan et al., 2012), antibakteri terhadap Methicilin Resistant Staphylococus Aerus (Razmavar et al., 2014), Antigout untuk mencagah dan mengurangi asam urat karena memiliki senyawa aktif BF6322, Antiokasidan yang aman untuk diaplikasikan ke bahan makanan (Navanesan et al., 2015).