Hukum Shalat Berjama’ah

Hukum Shalat Berjama’ah

Hukum Shalat Berjama’ah

      Para ulama berbeda pendapat dalam hukum shalat berjema’ah bahwa shalat berjema’ah itu adalah fardhu a’in, sebagian pendapat juga mengatakan salat berjema’ah itu fardhu kifayah, dan sebagian lagi ada yang berpendapat sunat muakkad.[4]

Ø  Menurut Syafi’i:

Shalat berjama’ah adalah fardhu kifayah bagi laki-laki yang tidak berhalangan untuk melaksanakan kewajibannya dan yang menetap di rumah. Dalil yang mereka gunakan adalah:

ما من ثلاثة في قرية ولا بد ولا تقام فيهم الجماعة الااستوحوذ عليهم الشيطان

            “ Dari Abi Darda’ radiyallahu’anhu bahwa rasulullah SAW bersabda: tidaklah 3 orang yang tinggal di suatu kampung atau pelosok, tapi tidak melakukan shalat jama’ah, kecuali syaithan telah menguasai mereka. Hendaklah kalian berjama’ah sebab serigala itu memakan domba yang lepas dari kawannya. (HR. Abu Dawud dan Nasa’i).[5]

Ø  Menurut hanafi dan maliki

Shalat berjama’ah hukumnya sunnah muakkadah yaitu sunnah yang ditekankan bagi kaum laki-laki dewasa dan mampu melaksanakannya tanpa ada halangan dalam shalat fardhu. Tidak wajib bagi wanita, anak-anak, orang tua renta, orang gila, hamba sahaya, orang sakit, atau yang cacat pada kaki dan tangannya yang sangat menghalanginya dan memberatkannya untuk shalat berjama’ah. Dalil yang mereka gunakan adalah: dari Ibn Umar, Rasulullah SAW berkata:

صلاة الجماعة أفضل من صلاة الفرد بسبع وعشرين درجة

            “ shalat berjama’ah lebih utama daripada shalat sendirian dengan duapuluh tujuh derajat.” (muttafaq ‘alaih).[6]

Ø  Menurut Hanbali:

Shalat berjama’ah hukumnya fardu ‘ain (wajib).[7] Hal ini didasarkan pada dalil firman Allah ta’ala dalam  Qur’an surat  Al-baqarah ayat 43:

وأقيمو الصلاة وأتوالزكاة والكعواوالركعين

 “Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan ruku’lah bersama orang-orang yang ruku’”.

Dan juga berdasar pada hadist dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah bersabda:

واللذي نفسي بيده لقد هممت أن امر بحطب فيحطب ثم امر بالصلاة فيؤذن بها ثم امر رجلا فيؤم الناس ثم أخالفه الى رجال فأحرق عليهم بيوتهم(متفق عليه)

            “ Demi Tuhan yang jiwaku berada dalam kekuasaaNya! Saya telah bermaksud menyuruh orang-orang agar mengumpulkan kayu bakar, lalu menyuruh seseorang supaya menyerukan adzan shalat, kemudian menyuruh seseorang pula menjadi imam bagi orang banyak, dan sementara itu saya akan pergi mendatangi orang-orang yang tidakkut shalat berjama’ah, lalu saya bakar rumah-rumah mereka.” (muttafaq ‘alaih).[8]

            Dari dalil yang terdapat dalam al-Qur’an dan as-sunnah diatas sangat jelaslah bahwa perintah shalat berjama’ah itu wajib.

sumber :
https://wisatalembang.co.id/seva-mobil-bekas/