Kemampuan motorik

Kemampuan motorik

Kemampuan motorik ini terdiri atas motorik kasar dan motorik halus. Kemampuan motorik kasar meliputi kegiatan – kegiatan otot besar seperti menggerakkan lengan dan berjalan. Kemampuan motorik kasar ini biasanya teradi pada usia 12 hingga 13 bulan.

Kemampuan motorik halus meliputi gerakan yang lebih halus dibandingkan dengan kemampuan motorik kasar, dan mencakup terhadap keterampilan seperti kecekatan jari. Kemampuan ini banyak terjadi pada masa bayi, seperti perkembangan keterampilan meraih dan menggenggam.

  • Kemampuan kognitif

Perkembangan kognitif pada neonatal bermulai dengan segala hal yang berhubungan dengan refleks dan fungsi sensori. Fungsi sensori disini adalah untuk membantu perkembangan kognitif pada bayi baru lahir untuk dapat bias focus pada benda yang berjarak berkisar 8 – 10 inci dari wajahnya dan dapat melihat benda tersebut.

Sedangkan refleks yang dimaksud pada masa neonatal adalah refleks untuk mempertahankan diri yang berupa: Breathing reflex (menghirup dan menghembuskan nafas secara berulang – ulang), Eyeblink reflex (menutup dan mengejapkan mata, Pupilary reflex (menyempitkan pupil mata terhadap cahaya yang lebih terang), Rooting reflex (memalingkan muka saat ia disentuh), sucking reflex (menghisap benda – benda di dekat mulut), dan Swallowing reflex (menelan benda – benda di sekitar mulutnya), serta refleks Psimitif/subkortikal: Babinski reflex (ketika bagian bawah kaki di elus, maka tangan mencengkeram), Grasping reflex (jari – jari bayi mencengkeram benda – benda yang disentuhkan ke bayi).

Selain kognitif jujga dibarengi dengan kemampuan bahasa yang bayi gunakan dengan menangis. Menangis bagi bayi adalah bahasanya yang paling komunikatif dan bisa membuat orang tuanya tahu apa yang sedang ia inginkan. Karena tangisan pertamanya merupakan gerak refleks murni yang teradi ketika udara masuk ke dalam tali suaranya yang tujjuannya untuk memompa paru – paru sehingga terjadi pernafasan dan memberi Oyang cukup bagi darah. Menurut beberapa ahli psikologi mengatakan bahwa :

  • Immanuel Kant  : sebagai proses rohani manusia terhadap belenggu kepancainderaan yang akan dideritanya. Selain itu, jiwa manusia itu memiliki arti yang jauh lebih luhur daripada materi, serta jiwa menentang proses yang membawanya ke dalam hidup yang tunduk pada materi dan tubuh.
  • Sigmund Freud   : sebagai ekspresi keinginan untuk kembali ke dalam kandungan yang tenang, aman, halus, lembut, dan hangat. Selain itu kelahiran bagi bayi itu sangat mengejutkan hingga ia merasa takut kemudian menangis.
  • Sis Heyter  : sebagai tanda bahwa dia memiliki kesadaran sebagai satu reaksi spontan yang disebabkan oleh dorongan dari dalam. Sedangkan dari segi biologisnya, pertanda berfungsinya paru – paru dan organ lain terhadap kehidupan.

sumber :
http://www.unmermadiun.ac.id/sewulan/index.php/2020/06/kinemaster-pro/