Kondisi Ekonomi

 Kondisi Ekonomi

Kapitalisme sebagai sistem ekonomi juga merupakan anak kandung sekularisme. Prinsip-prinsip yang diajarkannya seperti kebebasan individu, persaingan bebas, mekanisme pasar, dan sebagainya ternyata telah menghancurkan dunia. Kalaupun ada yang untung, itu hanya dinikmati oleh mereka yang kuat. Sedangkan mayoritas manusia yang lemah, harus rela menderita dalam kemiskinan, keterbelakangan, dan penderitaan akibat kapitalisme. Hal ini bisa dibuktikan, baik di Indonesia, AS maupun di belahan bumi lainnya.

4.            Akal Menjadi Sebuah Patokan Keyakinan (Aqidah)

Para pemikir sekuler makin menancapkan taringnya, tidak ada kemunduran dalam hal pengembangan dan penyebaran pola pikir yang mereka usung. Masyarakat di ajarkan memiliki kemampuan dan ketentuan sendiri yang harus sesuai dengan kenyataan. Aturan yang ditetapkan oleh Agama Islam tidak boleh menjadi patokan karena tidak sesuai dengan kemampuan manusia untuk mencapai apa yang telah di tetapkan.
5.      Budaya Sekularisme
Mungkin tidak aneh lagi, bayangan sekulerisme bagaikan sebuah kebutuhan trend anak muda dewasa ini, harus sesuai dengan perkembangan zaman. Kita disajikan dengan gaya hidup ala barat, jauh dari nilai-nilai budaya Indonesia apalagi mengikuti syariat Islam. Program TV, Media, Internet sebagai wadah untuk mempromosikan pemikiran yang mereka bawa kepada masyarakat Indonesia. Masyarakat Indonesia sudah disuguhkan melalui media, segala bentuk budaya barat, mulai dari remaja, dewasa dan orangtua. Mereka telah mengatur sendiri sesuai level yang akan mereka pengaruhi, jadi tidak aneh lagi, kalau seorang wanita memakai celana pendek, karena sesuai dengan trendnya bukan sesuai dengan Syariat lagi .
5.            Pendidikan
Manajemen pendidikan kita telah dirasuki oleh pengaruh sekuler, terbukti dengan bahan Filsafat lebih wajib dipelajari dibanding Tauhid. Referensi Keyakinan lebih dikuasai oleh pemikiran para filosofdibanding apa yang telah di bawa oleh Rasulullah SAW. Kisah pengunjingan yang dilakukan di UIN Bandung menjadi bukti ketajaman gerakan yang dilakukan untuk menanamkan pada mahasiswa tentang pemikiran mereka. Dunia Intelektual sangat berperan dalam masyarakat, karena itu perlu untuk menghancurkan pondasi dengan memasukkan studi-studi sekuler dalam label pendidikan Nasional di Indonesia .
6.            Dalam Bidang Media Massa
Siapa saja yang mengamati media massa Indonesia akan dengan mudah menyimpulkan bahwa ia berada dalam genggman sekularisme. Itu ditandai oleh kebebasan yang tanpa batas dalam menyatakan pendapat. Dengan dalih kebebasan berekspresi  atau menyatakan pendapat, semua pemikir-pemikir sesat seperti JIL, kaum sekuler dan lain-lainnya bebas berbicara apa saja. Dan lebih parah lagi, sebagian besar yang disesatkan oleh media massa tersebut adalah umat Islam. Tidak jarang kita dapati di koran-koran nasional kita, tulisan tentang kecaman terhadap penerapan syari’at Islam, dukungan terhadap pornografi dan porno aksi, pengolok-olokan terhadap sebagian hukum Islam dan sebagainya.