Kualitas Produk

Kualitas Produk

            Berbicara masalah produk maka aspek yang perlu di perhatikan adalah kualitas produk.Menurut American Society for Quality control. Kualitas adalah “the totality of features and charakteristic of a product or service that bears on its ability to satisfy given needs”, artinya keseluruhan ciri dan karakter-karakter dari sebuah produk atau jasa yang menunjukkan kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan yang tersirat.Definisi ini merupakan pengertian kualitas yang berpusat pada konsumen sehingga dapat di katakan bahwa seorang penjual telah memberikan kualitas bila produk atau pelayanan penjual telah memenuhi atau melebihi harapan konsumen.

Adapun menurut Mc Charty dan Perreault (2003:107) mengemukakan bahwa, “Produk merupakan hasil dari produksi yang akan dilempar kepada konsumen untuk didistribusikan dan dimanfaatkan konsumen untuk memenuhi kebutuhannya”.

Sedangkan menurut Saladin (2002:121), ”Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke suatu pasar untuk diperhatikan, dimiliki, dipakai atau dikonsumsi sehingga dapat memuaskan keinginan dan kebutuhan”.

Kualitas produk merupakan pemahaman bahwa produk yang di tawarkan oleh penjual memperoleh nilai jual lebih yang tidak di miliki oleh produk pesaing.Oleh karena itu perusahaan berusaha memfokuskan pada kualitas produk dan membandingkannya dengan produk yang di tawarkan oleh perusahaan pesaing.Akan tetapi suatu produk dengan penampilan terbaik atau bahkan dengan tampilan lebih baik bukanlah merupakan produk dengan kualitas tertinggi jika tampilannya bukanlah yang di butuhkan dan di inginkan oleh pasar.

Kotler (2009:2), menyatakan bahwa kualitas produk adalah kemapuan sebuah produk dalam memperagakan fungsinya, hal itu termasuk keseluruhan durabilitas, reliabilitas, ketepatan, kemudahan pengoprasian dan reparasi produk juga atribut produk lainnya.

2.5 Keputusan pembelian

Untuk mendapat gambaran mengenai keputusan membeli, berikut ini akan di kemukakan definisi mengenai keputusan membeli menurut para ahli. Menurut kotler (2009) keputusan membeli adalah beberapa tahapan yang di lakukan oleh konsumen sebelum melakukan keptusan pembelian suatu produk.

Menurut Munandar (2011),pengambilan keputusan membeli adalah proses pengenalan masalah (Problem Recognition), pencarian informasi, evaluasi (penilaian) dan seleksi dari alternatif produk, seleksi saluran distribusi dan pelaksanaan keputusan terhadap produk yang akan di gunakan atau di beli oleh konsumen.

Kesimpulannya bahwa keputusan membeli adalah serangkaian proses kognitif yang di lakukan seseorang untuk sampai pada penentuan pilihan atas produk yang akan di belinya sehingga akan mendorong seseorang untuk membeli suatu produk.

Proses-proses dalam keputusan membeli menurut Kotler (2009), terdapat lima proses keputusan pembelian yang di lalui oleh setiap individu dalam melakukan pembelian, yaitu:

a.)        Pengenalan kebutuhan

Tahap awal keputusan membeli, konsumen mengenali adanya masalah kebutuhan akan produk yang akan di beli. Konsumen merasa adanya perbedaan antara keadaan nyata dan keadaan yang di inginkan. Kebutuhan sangat di picu oleh rangsangan internal (kebutuhan) dan external (pengaruh pengguna produk serupa sesuai kebutuhan).

b.)        Pencarian informasi

Tahap keputusan pembelian yang dapat merangsang konsumen untuk mencari informasi lebih banyak.Konsumen mungkin hanya menungkatan perhatian atau mungkin aktif mencari informasi.

c.)        Evaluasi alternatif

Proses yang di lakukan konsumen untuk menggunakan informasi yang di dapat untuk mengevaluasi alternatif yang ada,proses memilih produk yang akan di beli.

d.)       Keputusan pembelian

Konsumen merencanakan untuk membeli sebuah produk dan kemudian membeli produk tertentu untuk pemenuhan kebutuhan.

e.)        Tingkah laku pasca pembelian

Tindak lanjut setelah membeli berdasarkan pada rasa puas atau tidaknya konsumen pada produk yang di gunakannya.

Pos-pos Terbaru