Lafal umum (‘am) dan lafal khusus (khas)

Lafal umum (‘am) dan lafal khusus (khas)Lafal umum (‘am) dan lafal khusus (khas)

Menurut para ulama ushul fikih, ayat-ayat hukum bila dilihat dari segi cakupannya dapat dibagi kepada lafal umum (‘am) dan lafal khusus (khas)

  1. Lafal Umum (am)

1) Pengertian dan bentuk-bentuk lafal umum (‘am)

Lafal umum adalah lafal yang diciptakan untuk pengertian umum sesuai dengan pengertian lafal itu sendiri.[11] Banyak kata yang menunjukkan makna umum seperti

  1. a)Kata (كل) setiap (جميع)
  2. b)Kata jama yang disertaialif dan lam di awalnya seperti firman Allah swt surat al-Baqarah 233:

وَالْوَالِدَاتُ يُرْضِعْنَ أَوْلاَدَهُنَّ حَوْلَيْنِ كاَمِلَيْنِ

Para ibu hendaknya menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan.

  1. c)Kata benda tunggal yang mema’rifatkan dengan alif dan lam surta al-Ashar ayat 2

إِنَّ الإِْنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍ

Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian

  1. d)Isim isyarat seperti kata (من) dalam surat an-Nisa ayat 92:

…وَمَنْ قَتَلَ مُؤْمِنًا خَطَأً فَتَحْرِيْرُ رَقَبَةٍ مُؤْمِنَةٍ

Dan barang siapa membunuh seorang mu’min karena tersalah (hendaklah) ia memerdekakan seorang hamba sahaya yang beriman…

  1. Lafal khusus (khas)

Lafal khas adalah lafal yang mengandung satu pengertian secara tunggal atau beberapa pengertian yang terbatas.[12] Para ulama usul fiqh sepakat bahwa lafal khas dalam nash syara’ menunjuk kepada pengertiannya yang khas secara qat’i (nashi) dan hukum yang dikandungnya juga bersifat pasti selama tidak ada indikasi yang menunjukkan kepada pengertian lain.

Contoh lafal khas adalah surat al-Maidah ayat 89

فَكَفَّارَتُهُ إِطْعَامُ عَشَرَةٍ

Maka dendanya adalah memberi sepuluh anak yatim

Kata asyārah dalam ayat tersebut diciptakan hanya untuk bilangan sepuluh tidak lebih dan tidak kurang. Arti sepuluh itu sendiri sudah pasti tidak ada kemungkinan pengertian lain. Begitulah dipahami setiap lafal khas dalam Alquran, selama tidak ada dalil yang memalingkan kepada pengetian lain seperti makna majazi jika terdapat indikasi yang menunjukkan bahwa yang dimaksud bukan makna hakikatnya, tetapi makna majazinya, maka terjadilah apa yang disebut takwil yaitu pemalingan arti lafal dari makna hakikinya kepada makna majazi. Lafal khas ada yang mutlaq ada yang muqayyad.[13]

  1. Mutlaq dan muqayyad

Mutlaq secara bahasa adalah bebas tanpa ikatan, dan kata muqayyad berarti terikat. Kata mutlak menurut istilah seperti yang dikemukakan oleh ahli usul adalah

مادل على فرد

Sumber :

https://montir.co.id/iphone-x-mulai-dikirim/