Memelintir Ayat-Ayat Al-quran

Memelintir Ayat-Ayat Al-quran

Memelintir Ayat-Ayat Al-quran

Banyak ayat AlQuran yang dinilai sempit oleh banyak pemikir liberal. Seperti ayat AlQuran yang mengatur tentang perkawinan seperti pada QS An-Nisaa : 4 disalah artikan sebagai petunjuk untuk melakukan poligami. Padahal ayat tersebut merupakan salah satu bukti bahwa islam memuliakan wanita. Bahwa jika seseorang tidak dapat berperilaku adil pada wanita yang akan dinikahinya disarankan untuk hanya menikai satu wanita.

  1. Dalam Hal Loyalitas

Islam mengajarkan bahwa loyalitas (ikatan) haruslah didasarkan atas landasan aqidah dan iman. Artinya, siapa pun yang seaqidah dengan kita, maka ia saudara kita, baik satu bangsa dengan kita atau tidak. Islam tidak tidak mengenala faktor pemersatu selain ikatan iman dan islam. Allah  berfirman:

“Sesungguhnya orang-orang mu’min adalah bersaudara karena itu damai-kanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Alloh supaya kamu mendapat rahmat.” (QS. al-Hujurot [49]: 10).

Sedangkan paham sekuler mengajarkan bahwa loyalitas didasarkan pada kebangsaan. Artinya, aqidah apapun yang dianut oleh seseorang, baik Yahudi, Nasroni, Hindu, atau Budha, jika ia satu bangsa dengan kita maka ia saudara kita, satu rumpun dengan kita, memiliki hak-hak yang sama dengan kita, berhak untuk memimpin dan dipimpin. Inilah paham kebangsaan sekuler yang sangat ditentang oleh Islam. Tetapi paham seperti inilah yang diajarkan di lembaga-lembaga pendidikan kita sejak SD sampai perguruan tinggi.

  1. Dampak Sekulerisme di Indonesia

Inti dari Sekulerisme adalah memisahkan agama dan negara, di Indonesia sangat terlihat pemisahan antara agama dan negara tersebut mulai dari bidang politik, ekonomi, sosial, dan lain- lain. Bentuk sekulerisme ini sudah terlihat semenjak dulu, pada saat pembuatan Piagam Jakarta dimana kalimat pembukanya yang mengatakan “Ketuhanan berdasarkan sayariat- sayariat Islam” sudah ditolak oleh berbagai pihak. Alasannya karena di Indonesia tidak hanya terdapat satu agama saja, dalam hal ini Islam, tapi di Indonesia pada saat itu terdapat 5 agama besar yang tersebar di deluruh Indonesia, yaitu Islam, Protestan, Katolik, Hindu, dan Budha, maka kalimat pembuka Piagam Jakarta itu ditolak dan tidak jadi digunakan.

Dampak Sekulerisme sendiri pada umumnya dapat menghancurkan negara, para pejabat- pejabat tidak lagi menghiraukan agama mereka melakukan segala sesuatunya dengan akal dan otak mereka. Mereka tidak peduli lagi cara yang ditempuhnya halal atau haram, asalkan mereka bisa meraih kekuasaan yang mereka inginkan.