Kelompok dan Manajemen Konflik

Kelompok dan Manajemen Konflik

Kelompok dan Manajemen Konflik

Dalam rangka meningkatkan kualitas peran dan fungsi para Pembina OSIS  se-Kabupaten Kuningan,  pada hari Kamis, 24-12-2009, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kuningan melalui seksi  Pembinaan Generasi Muda telah menyelenggarakan  kegiatan workshop  tentang Pembinaan Kesiswaan yang diikuti oleh para Pembina OSIS SLTP/MTs, dan SMA/MA/ SMK  se-Kabupaten Kuningan, bertempat di Restoran Lembah Ciremai.

Pada kesempatan ini,  dihadirkan 4 (empat) pembicara utama, yaitu:

  1. Drs. H. Dadang   Supardan, M.Si., (Kepala DISDIKPORA),   membahas materi “Kebijakan DISDIKPORA Kabupaten Kuningan tentang Pembinaan Kesiswaan
  2. DR. H. Kuswandy AM, M.Pd., membahas materi “Pola dan Strategi Kesiswaan sebagai Bagian Integral dari Pembinaan Generasi Muda Indonesia
  3. DR. Uhar Suharsaputra, M.Pd., membahas materi “Model dan Strategi Pelatihan Kepemimpinan, Manajemen dan Organisasi dalam Konteks Pembinaan Kesiswaan”
  4. Akhmad Sudrajat, M.Pd., membahas materi “Dinamika Kelompok dan Manajemen Konflik”

Terkait dengan materi yang saya sampaikan yaitu tentang “Dinamika Kelompok dan Manajemen Konflik”, saya berusaha mengajak peserta  workshop untuk dapat memahami tentang:

  • Kedudukan dinamika kelompok dalam layanan pendidikan di sekolah
  • Konsep dasar dinamika kelompok
  • Mekanisme pengembangan kelompok
  • Ciri-ciri kelompok yang efektif
  • Upaya memfasilitasi kelompok
  • Jenis kegiatan dan permainan kelompok
  • Upaya mengelola konflik dalam kelompok

Penyampaian materi dikemas dalam bentuk tayangan power point yang diselingi dengan  beberapa permainan kelompok. Meski waktu yang disediakan relatif  terbatas tetapi secara keseluruhan saya melihat ternyata para peserta sangat enthusias dan kooperatif  ketika mengikuti penyajian materi saya ini. Untuk itu, pada kesempatan ini  saya sampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh peserta yang telah berpatisipasi aktif dalam kegiatan ini dan terima kasih pula kepada  panitia yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk berbagi pengetahuan dengan rekan-rekan  peserta.

Semoga dengan adanya kegiatan workshop ini upaya pembinaan kesiswaan di  Kabupaten Kuningan  dapat semakin optimal. Amin.

Hukum Perbandingan untuk Menindas Rasa Cemas

Hukum Perbandingan untuk Menindas Rasa Cemas

Hukum Perbandingan untuk Menindas Rasa Cemas

Untuk menindas rasa cemas, kita pikirkan hokum perbandingnya. Marilah melihat catatan yang bersangkut paut dengan persoalan kita, lalu coba kita tanyakan pada diri kita sendiri : Menurut hokum perbandingan, apakah persoalan yang saya cemaskan itu ada kemungkinan untuk terjadi?”

Jika kita memikirkannya, maka perasaan kita akan menjadi tenang dan damai, karena toh setelah dipikirkan bahwa ternyata kecemasan kita kemungkinan tidak akan terjadi, maka kita akan tenang dan dapat melupakan rasa cemas tersebut.

Setiap rasa cemas yang kita hadapi, pikirkan kemungkinan terjadinya berapa persen. Karena kadang kecemasan kita tersebut mungkin tidak akan pernah terjadi. Setelah memikirkannya hati kita akan menjadi tenang, dan  rasa cemas itu akan hilang dengan sendirinya.

 Kalau Memang Harus Terjadi – Terjadilah!

Ada sedikit nasehat dari seorang filosof yang sudah banyak kita kenal, yaitu William James, beliau berkata “Terimalah apa yang harus terjadi dengan rela. Kerelaan menerima apa yang telah terjadi adalah langkah pertama untuk mengatasi akibat dari ketidakberuntungn.”

Nasehat tersebut menganjurkan kita untuk jangan terlalu larut memikirkan sesuatu buruk yang telah terjadi pada diri kita, Karena yang sudah terjadi memang harus terjadi, kita tak dapat mengulangnya dan merubahnya. Karena itu semua telah menjadi nasib kita maka terimalah, katena kalau memang harus terjadi, maka terjadilah!

Kadang kita selalu memikirkan kesedihan yang telah kita alami hingga membuat kita stress dan putus asa. Menyesalinya seumur hidup, dan tahukah anda bahwa hal tersebut adalah perbuatan bodoh yang hanya akan membunuh kita perlahan-lahan. Pikirkanlah bahwa hal yang telah terjadi memang harus terjadi, dan sudah merupakan nasib kita dari ALLAH SWT. Dan kita tak dapat melawan takdirNya. Dengan berpikiran seperti itu maka hati kita akan tenang, dan dengan sendirinya kita akan dapat melupakan masalah tersebut.

Jangan Menggergaji Serbuk Gergaji

Serbuk gergaji diibaratkan adalah sesuatu yang telah terjadi, pikirkanlah bahwa kita tidak akan mungkin menggergaji serbuk gergaji, dalam kehidupan kita tidak mungkin mengulang sesuatu yang telah terjadi, pepatah mengatakan, “Jangan menyesali susu yang telah tumpah”. Untuk apa kita menyesali  apa yang sudah terjadi dan begitu mencemaskannya? Dan apabila kalian mulai mencemaskan akan apa yang sudah lewat dan sudah terjadi, sebenarnya sama saja dengan kalian mencoba menggergaji serbuk gergaji!” Dan itu tidak akan mungkin pernah terjadi.

Refleksi:

Biarkan yang lalu habis terkubur, dan jangan mencoba menggergaji serbuk gergaji, karena tidak seorangpun yang dapat mengembalikan waktu yang telah berlalu. seperti halnya bubuk gergaji tidak pernah seorang pun dapat menggergajinya.

Jadi Mitra Penelitian Asing Terbaik se Pulau Jawa

Jadi Mitra Penelitian Asing Terbaik se Pulau Jawa

Jadi Mitra Penelitian Asing Terbaik se Pulau Jawa

 

Institut Pertanian Bogor (IPB) kembali mencetak prestasi. Kali ini, IPB diganjar

penghargaan dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) RI sebagai Mitra Peneliti Asing Terbaik Kategori Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Pulau Jawa. Penghargaan ini disampaikan saat Rakornas Mitra Peneliti Asing 2018 di Jakarta pada Kamis (5/7).

Trophi dan Piagam Penghargaan diserahkan oleh Direktur Jenderal Penguatan

Riset dan Pengembangan, Muhammad Dimyati didampingi Direktur Jenderal Pengelolaan Kekayaan Intelektual kepada Rektor IPB, Arif Satria. “Alhamdulillah, IPB kembali menorehkan prestasi. Saya ucapkan terima kasih kepada peneliti IPB yang telah serius dan gigih dalam menjalankan penelitian kerjasama internasional yang ternyata luar biasa hasilnya,” kata Arif.

Menurutnya, penghargaan ini tentu sangat membanggakan. Sehingga, ia mengajak seluruh peneliti IPB dapat terus meningkatkan dan bila perlu memperkuat kerjasama internasional. “Mari kita bersama-sama pertahankan dan kalau bisa terus ditingkatkan,” ucapnya.

Arif juga berharap, ke depannya riset internasional yang dilakukan oleh

peneliti IPB dapat meningkat dan dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi bangsa. “Tentu tidak hanya sekedar kerjasama tetapi menghasilkan sesuatu yang lebih bermanfaat bagi bangsa ini,” ungkapnya

 

Baca Juga :

MPLS SMP Mengambil Tema Sekolah Ramah Anak

MPLS SMP Mengambil Tema Sekolah Ramah Anak

MPLS SMP Mengambil Tema Sekolah Ramah Anak

Memasuki tahun ajaran baru tingkat SMP, akan ada kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS). Dinas Pendidikan Kota Bogor mengambil tema MPLS yakni Sekolah Ramah Anak (SRA).

Kabid SMP Kota Bogor Arni Suhaerani mengatakan, kebutuhan pendidikan bukan hanya milik dinas sendiri, tetapi untuk mempersiapkan anak bangsa yang akan menjadi pemimpin masa depan.

“Dinas kesehatan ikut di dalamnya, karena ingin membentuk generasi sehat.

Kemudian pemberdayaan perempuan dan anak juga ikut. DPLH dengan program Adiwiyata-nya. Lalu, integrasi pendidikan berlalu lintas dengan polisi,” bebernya saat ditemui wartawan di acara Monitoring dan Evaluasi tingkat SMP swasta Kota Bogor di SMP Islam Al Mustarih.

Salah satu yang harus disikapi bersama, kata dia, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) ingin menyosialisasikan lewat MPLS bahwa pendidikan itu luas, dan yang paling utama mendidik anak dimulai dari rumah, dari orang tua.

“Sekolah ramah anak tentu saja terdapat perlindungan hak-hak bagi anak. Maka di situ KPAI yang langsung bicara. Nah, strateginya pada saat MPLS ini, karena tepat dengan momennya,” katanya.

Di tempat yang sama, Kasi Kesiswaan Dinas Pendidikan Kota Bogor Teddy

Kusnadi mengatakan, tujuan utama sekolah ramah anak adalah untuk menghentikan perilaku bullying, baik fisik maupun psikis. Termasuk pemakaian atribut macam-macam selama MPLS.

“Atribut yang boleh digunakan hanya benda warna merah putih, yang merupakan lambang negara Indonesia,” tuturnya.

Setelah diadakan workshop, pihaknya mengumpulkan waka kesiswaan SMP

se-Kota Bogor untuk diberikan pembekalan.

“Sampai hal sekecil apa pun seperti harus membawa kacang hijau dan semacamnya yang aneh-aneh, itu tidak boleh, karena termasuk pada bullying psikis,” tegasnya.

Sumber :

https://www.artstation.com/ahmadali88/blog/oOK0/history-of-eid-al-fitr

320 Siswa Akan Jadi Peserta Didik Baru di SMAN 5

320 Siswa Akan Jadi Peserta Didik Baru di SMAN 5

320 Siswa Akan Jadi Peserta Didik Baru di SMAN 5

Proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) pada tahun ajaran 2018-2019 di

SMAN 5 Kota Bogor melalui sistem yang telah ditentukan sesuai juklak dan juknis Peraturan Gubernur berlangsung lancar dan aman, demikian disampaikan Ketua PPDB SMAN 5 Kota Bogor, Rini Ratnasari saat ditemui Metropolitan pada pelaksanaan PPDB.

Rini menambahkan, bahwa kuota untuk peserta didik baru yaitu sebanyak 320 siswa yang terbagi dalam 9 rombongan belajar (rombel), untuk jurusan IPA dan IPS.

“Kemudian untuk sistem zonasi, diharapkan bagi siswa yang diterima di SMAN

5 Kota Bogor, dapat menyesuaikan dengan metode pengajaran yang diterapkan di sekolah, sehingga kedepannya bisa meraih prestasi serta diimbangi antara IPTEK dan IMTAQ,” ucap Rini

Ia berharap agar PPDB bisa berjalan lancar, mengingat pelaksaan sudah

dilakukan sesuai juklak dan juknis PPDB serta berjalan aman dan lancar.(lis/ar/sal)

RAMAI : Suasana pendaftaran siswa baru tahun ajaran 2018/2019 di SMAN 5 Kota Bogor

 

Sumber :

https://www.artstation.com/ahmadali88/blog/Or6E/history-of-the-origins-of-plate-dance

Management choice

Management choice

Management choice

Anne Distagne adalah CEO dari Linkage Construction Inc, yang menjabat sebagaikontraktor umum untuk pembangunan saluran udara untuk pusat perbelanjaan besar danbangunan lainnya. Dia membanggakan diri pada kemampuan untuk mengelolaperusahaannya secara efektif dan secara tertib. Selama bertahun-tahun telah terjadi 22-25persen stabil pertumbuhan penjualan, laba, dan laba per saham, yang mana ia ingin teruskan karena difasilitasi berurusan dengan bank untuk meningkatkan modal ekspansi.Sayangnya karena kesalahan Sue (chief financial officer), situasi telah berubah.

“Sue, kita sudah mendapat masalah. Kau tahu kebijakan pertumbuhan saya yang stabil.Nah, kita telah melakukan yang sangat baik tahun ini. Keuntungan kita terlalu tinggi:keuntungan diatas 35 persen dibanding tahun lalu. Apa yang kita harus lakukan adalah membawa turun tahun ini dan menyimpan sedikit untuk tahun depan. Jika tidak, maka akan terlihat seperti kita off dikelola dengan baik jalan kita. saya akan terlihat seperti tidakmemiliki pegangan pada aktivitas kita. Siapa tahu, kita mungkin menarik artispengambilalihan. Atau kita mungkin tekor laba tahun depan.”

“Apa yang bisa kita lakukan untuk kembali? Saya telah mendengar kita bisa menyatakanbahwa beberapa pekerjaan konstruksi tidak berjalan seperti yang kita pikirkan sebelumnya, jadi kita hanya harus menyertakan persentase yang lebih rendah dari keuntungan yang diharapkan pada setiap pekerjaan laba tahun ini. Juga, mari kitamengambil $ 124.000 dalam R & D biaya kita dikeluarkan untuk membuat sebuah sistemducting lebih fleksibel untuk pekerjaan A305 dan B244 keluar dari biaya pekerjaan dalampersediaan dan biaya mereka segera.”

“Sekarang dengarkan, Sue, jangan memberiku statis tentang menjadi seorang akuntan yang berkualitas dan tunduk pada aturan profesi Anda. Anda dipekerjakan oleh LinkageKonstruksi dan saya bos Anda, sehingga langsung saja. Biarkan aku revisinya secepat mungkin.”

*Siapa stakeholder yang terlibat dalam keputusan ini?

Anne Distagne (CEO dari Linkage Construction Inc.,) dan Sue (chief financial officer)

*Apakah isu-isu etis yang terlibat?

Anne sebagai bos ingin melakukan kecurangan dengan melakukan pemalsuan akan keuntungan yang didapat sebesar lebih dari 35% ingin di catat seperti keuntungan sebelumnya sekitar 22-25%. Dan Sue sebagai karyawan dipaksa untuk menuruti kemauan dari bosnya.

*Apa yang harus Sue lakukan?

Seharusnya Sue melakukan dan melaporkan keadaan yang sebenarnya, jangan terpengaruh dengan apa yang diinginkan bosnya.

Baca :

TUGAS SOFTSKILL (ETHICS CASE)

TUGAS SOFTSKILL (ETHICS CASE)

TUGAS SOFTSKILL (ETHICS CASE)

2 pelajar akuntansi, Joan dan Miguel, sedang belajar untuk ujian akhir.

“Miguel, bagaimana jika mereka bertanya kepada kita apakah profesi akuntansi harus berbicara tentang kekurangan dalam laporan keuangan?”

“Seperti apa, joan? Kami tahu mereka tidak menunjukkan nilai dari karyawan ataudampak inflasi, atau realitas ekonomi atau nilai pasar dari banyak transaksi. Apa ini yang Anda maksud?”

“Tidak, maksud saya para advokad dari pengungkapan yang akan mengarah pada dunia yang lebih baik bagi kita semua. Misalnya, jika kita hanya bisa mendapatkan perusahaan untuk mulai mengungkapkan dampaknya pada masyarakat, dan terutama lingkungan kita,mereka akan dibujuk untuk menetapkan target dan melakukan yang lebih baik tahun depan. Kita tahu bahwa banyak eksternalitas, seperti biaya polusi, tidak termasuk dalamlaporan keuangan, tetapi kita bisa berbicara untuk pengungkapan tambahan.”

“Joan, Anda lakukan yg Anda mau. Tapi saya akan tetap berpegang pada peran tradisional akuntan. Untuk penyusunan dan audit laporan keuangan. Ini yang kami lakukansejauh ini, bukan?”

“Ya, tapi dokter menahan diri dari mengomentari masalah kesehatan, atau lawyearsmenahan diri dari membuat undang-undang yang mengatur masa depan kita? Mengapa kita harus menghindar dari berbicara tentang isu-isu yang kita tahu sesuatu tentang itusangat berarti bagi masa depan kita?”

 

*Siapakah yang benar, Joan atau Miguel? Mengapa?

Menurut saya miguel benar. karena seorang akuntan tidak hanya menilai atau memperhitungkan keuntungan perusahaan semata, melainkan mempertimbangkan segala aspek yang mungkin timbul dari adanya aktivitas suatu perusahaan yang memperoleh keuntungan dari lingkungan tersebut. Seperti polusi atau pencemaran lingkungan akibat dari aktivitas perusahaan. Jadi selain mengambil manfaat ekonomis dari suatu lingkungan, perusahaan juga harus memperhatikan kondisi dan ekosistem lingkungan tersebut, agar bumi yang kita tinggali ini tidak bertambah rusak dan semakin tidak layak huni karena pencemaran lingkungan. Setidaknya ada timbal balik antara peusahaan, lingkungan dan masyarakat sekitar menjadi solusi terbaik. Selain perusahaan mendapat laba, perusahaan juga memperhatikan lingkungan, sehingga lingkungan terjaga dan masyarakat sekitar tidak merasa dirugikan.

KASUS PELANGGARAN ETIKA

KASUS PELANGGARAN ETIKA

KASUS PELANGGARAN ETIKA

Produk HIT dianggap merupakan anti nyamuk yang efektif dan murah untuk menjauhkan nyamuk dari kita. Tetapi, ternyata murahnya harga tersebut juga membawa dampak negatif bagi konsumen HIT.

Telah ditemukan zat kimia berbahaya di dalam kandungan kimia HIT yang dapat membahayakan kesehatan konsumennya, yaitu Propoxur dan Diklorvos. 2 zat ini berakibat buruk bagi manusia, antara lain keracunan terhadap darah, gangguan syaraf, gangguan pernapasan, gangguan terhadap sel pada tubuh, kanker hati dan kanker lambung.

Obat anti-nyamuk HIT yang dinyatakan berbahaya yaitu jenis HIT 2,1 A (jenis semprot) dan HIT 17 L (cair isi ulang). Departemen Pertanian juga telah mengeluarkan larangan penggunaan Diklorvos untuk pestisida dalam rumah tangga sejak awal 2004 (sumber : Republika Online). Hal itu membuat kita dapat melihat dengan jelas bahwa pemerintah tidak sungguh-sungguh berusaha melindungi masyarakat umum sebagai konsumen. Produsen masih dapat menciptakan produk baru yang berbahaya bagi konsumen tanpa inspeksi pemerintah.

http://pelangianggita.blogspot.com/2012/01/contoh-pelanggaran-kasus-kode-etik.html

ANALISIS KASUS :

Jenis pelanggaran yaitu melanggar kode etik dalam berbisnis ( perlindungan konsumen ).

 

Yang melakukan pelanggaran adalah PT. Megarsari Makmur.

Akibat dari pelanggaran yang dilakukan PT. Megarsari Makmur dapat membahayakan kesehatan konsumennya. Karena dalam produk yang di hasilkan PT tersebut mengandung zat berbahaya yaitu Propoxur dan Diklorvos. 2 zat ini berakibat buruk bagi manusia, antara lain keracunan terhadap darah, gangguan syaraf, gangguan pernapasan, gangguan terhadap sel pada tubuh, kanker hati dan kanker lambung.

Dengan adanya kasus itu membuat kita dapat melihat dengan jelas bahwa pemerintah tidak sungguh-sungguh berusaha melindungi masyarakat umum sebagai konsumen. Produsen masih dapat menciptakan produk baru yang berbahaya bagi konsumen tanpa inspeksi pemerintah.

Jika dilihat menurut UUD, PT Megarsari Makmur sudah melanggar beberapa pasal, yaitu :

1. Pasal 4, hak konsumen adalah :

Ayat 1 : “hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan/atau jasa”

Ayat 3 : “hak atas informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa”

PT Megarsari tidak pernah memberi peringatan kepada konsumennya tentang adanya zat-zat berbahaya di dalam produk mereka. Akibatnya, kesehatan konsumen dibahayakan dengan alasan mengurangi biaya produksi HIT.

2. Pasal 7, kewajiban pelaku usaha adalah :

Ayat 2 : “memberikan informasi yang benar, jelas dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa serta memberi penjelasan penggunaan, perbaikan dan pemeliharaan”

PT Megarsari tidak pernah memberi indikasi penggunaan pada produk mereka, dimana seharusnya apabila sebuah kamar disemprot dengan pestisida, harus dibiarkan selama setengah jam sebelum boleh dimasuki lagi.

3. Pasal 8

Ayat 1 : “Pelaku usaha dilarang memproduksi dan/atau memperdagangkan barang dan/atau jasa yang tidak memenuhi atau tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan dan ketentuan peraturan perundang-undangan”

Ayat 4 : “Pelaku usaha yang melakukan pelanggaran pada ayat (1) dan ayat (2) dilarang memperdagangkan barang dan/atau jasa tersebut serta wajib menariknya dari peredaran”

PT Megarsari tetap meluncurkan produk mereka walaupun produk HIT tersebut tidak memenuhi standar dan ketentuan yang berlaku bagi barang tersebut. Seharusnya, produk HIT tersebut sudah ditarik dari peredaran agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, tetapi mereka tetap menjualnya walaupun sudah ada korban dari produknya.

Sumber : https://sam-worthington.net/

LDK OSIS Bangun Pribadi Pemimpin

LDK OSIS Bangun Pribadi Pemimpin

LDK OSIS Bangun Pribadi Pemimpin

SMPN 10 Kota Bogor mengadakan Lati­han Dasar Kepemimpinan (LDK)

Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) di Cimenteng, Kecama­tan Cijeruk, Kabupaten Bogor, kemarin. Tujuan kegiatan ini untuk membangun kepriba­dian pemimpin berkualitas secara akademis, agamis dan organisatoris.

Menurut Ketua Panitia yang juga Wakil Kepala Sekolah (Wa­kasek) Kesiswaan

SMPN 10, Ridwan, kegiatan LDK ini ber­tujuan membangun karakter siswa sebagai pemimpin ber­kualitas. Sehingga diharapkan kelak menjadi seorang pemim­pin yang akan mampu bersaing di masyarakat.

Dia juga mengakui, OSIS merupakan suatu wadah pem­binaan dan

pengembangan generasi muda, khususnya di lingkungan sekolah. Selain itu, merupakan salah satu jalur pembinaan 4 pilar. ”Jadi, saya juga berharap kegiatan yang rutin diadakan setiap tahun ini bisa menjadi ajang moti­vasi bagi adik-adik kelas VII, untuk ikut dalam kegiatan OSIS,” katanya.(

 

Baca Juga :

Ini Cara SMKN 1 Bogor Tanamkan Pendidikan Akhlak Ke Pelajar Biasakan Sikap 5S

Ini Cara SMKN 1 Bogor Tanamkan Pendidikan Akhlak Ke Pelajar Biasakan Sikap 5S

Ini Cara SMKN 1 Bogor Tanamkan Pendidikan Akhlak Ke Pelajar Biasakan Sikap 5S

Berbagai cara dilakukan setiap sekolah untuk menanamkan pendidikan akhlak

kepada para pelajarnya. Seperti yang dilakukan SMKN 1 Bogor. Mereka membiasakan peserta didiknya untuk mengimplementasikan sikap 5S dalam kehidupannya sehari-hari.

Yakni, Senyum, Sapa, Salam, Sopan dan Santun. “Wajib dan sangat kami perhatikan,” kata Waka Hubinmas SMKN 1 Bogor, Nani Maryani. Tak hanya itu, menurutnya, pihaknya juga mengajarkan peserta didik untuk membiasakan salat duha bersama dan tadarus Al-quran.

Selain itu juga diberikan pembekalan ilmu secara praktek sesuai bidang

keahliannya. “Jadi proses KBM kita pastikan para pelajar dibimbing oleh pengajar yang ahli di bidangnya.

Tujuannya, untuk mewujudkan pelajar berakhlakul ka­rimah disertai kualitas sehingga mem­buahkan prestasi,” ucapnya.Dengan begitu, Nani berharap, dengan sistem belajar yang diberikan sekolah, seluruh pelajar ketika lulus nanti sudah mendapatkan ilmu pengetahuan, keterampilan dan akhlak mulia.

Sehingga mereka da­pat menjadi generasi yang berguna bagi bangsa serta

menciptakan la­pangan kerja baru bagi masyarakat. “Itu harapan kami. Paling penting, mereka juga mampu memotivasi adik kelasnya yang masih mengikuti proses belajar di sekolah,” ujarnya.

 

Sumber :

https://rollingstone.co.id/