Tanaman Yang Hidup Di Air

Tanaman Yang Hidup Di Air

Tanaman Yang Hidup Di Air

Tanaman Yang Hidup Di Air
Tanaman Yang Hidup Di Air

Bunch Plants

Tanaman air bunch plants atau tanaman air bercabang merupakan jenis cabomba. Ada dua jenis cabomba yang sering ditemui yaitu yang berbunga ungu dan berbunga kuning. Untuk cabomba yang berbunga ungu mempunyai daun berwarna hijau berlapis warna ungu. Sedangkan yang berwarna kuning mempunyai warna daun hijau muda. Tanaman cabomba ini mempunyai batang yang berruas-ruas. Pada setiap ruasnya akan tumbuh daun berwarna hijau yang berbentuk seperti jarum. Tumbuhan ini sangat cepat dalam proses tumbuhnya. Sehingga dalam waktu singkat sudah bisa berkembang biak sangat banyak sekali. Untuk membudidayakannya pun sangatlah mudah. Tanaman ini sangat cocok untuk mempercantik aquarium. Tanaman ini dapat pula menjadi tempat tinggal bagi ikan-ikan.

Telanthera Lilacina

Adapun tanaman bercabang lain yang dapat hidup di air yaitu Telanthera lilacina. Tanaman ini biasanya disebut juga dengan red telanthera. Hal ini dikarenakan warna daun dari tanaman ini yang berwarna merah dan terkadang sampai keunguan. Bentuk daun dari tanaman ini yaitu berbentuk lonjong dan pada bagian ujungnya meruncing. Tanaman ini bisa tumbuh mencapai 30 cm. Biasanya jenis ini digunakan untuk membuat aquarium semakin berwarna dengan daun yang berwarna ternag tumbuhan ini juga mudah untuk tumbuh dan tidak memerlukan perawatan yang terlalu rumit.

Eceng Gondok

Eceng gondok merupakan jenis floating plants atau tanaman mengapung. Tanaman ini lebih sering digunakan sebagai penghias pada kolam. Tanaman ini memiliki nama latin Eichhornia crassipes. Eceng gondok pertama kali ditemukan didaerah sungai amazon Brazil. Tanaman ini mempunyai perkembangan yang sangat cepat oleh karena itu sering dirasa sebagai tanaman pengganggu. Tinggi tanaman eceng gondok ini antara 0,4 sampai 0,8 meter. Jenis daun tanaman ini yaitu jenis daun tunggal yang mempunyai bentuk oval. Pada ujun daunnya meruncing. Eceng gondok tidak mempunyai batang. Daun tanaman ini berwarna hijau dan bertekstur licin. Jenis bunganya yaitu bunga majemuk, kelopak berbentuk tabung dan bunganya berbentuk bulir. Tanaman ini dapat menjadi penghias dikolam apabila pertumbuhannya dijaga agar tidak begitu lebat.

Teratai

Tanaman teratai ini tumbuh mengapung diatas permukaan air dengan aneka warna bunganya yang menarik. Daun tanaman ini sering disebut water lily karena bentuknya yang bulat, melebar, dan mengapung menopang bunganya yang tumbuh diatasnya. Bunga tanaman ini berasal dari tangkai kecil nyaris tak nampak dari rizoma pada lumpur didasar kolam. Tanaman ini sangat cocok bagi mereka yang menginginkan kesan alami pada kolam yang dimiliki.

Sumber: https://berkebun.co.id/

Macam-Macam Karya Ilmiah

Macam-Macam Karya Ilmiah

Macam-Macam Karya Ilmiah
  1. Skripsi; adalah karya tulis (ilmiah) mahasiswa untuk melengkapi syarat mendapatkan gelar sarjana (S1). Skripsi ditulis berdasarkan pendapat (teori) orang lain. Pendapat tersebut didukung data dan fakta empiris-obyektif, baik berdasarkan penelitian langsung, observasi lapangan / penelitian di laboratorium, ataupun studi kepustakaan. Skripsi menuntut kecermatan metodologis hingga menggaransi ke arah sumbangan material berupa penemuan baru.
  2. Tesis; adalah jenis karya tulis dari hasil studi sistematis atas masalah. Tesis mengandung metode pengumpulan, analisis dan pengolahan data, dan menyajikan kesimpulan serta mengajukan rekomendasi. Orisinalitas tesis harus nampak, yaitu dengan menunjukkan pemikiran yang bebas dan kritis. Penulisannya baku dan tesis dipertahankan dalam sidang. Tesis juga bersifat argumentative dan dihasilkan dari suatu proses penelitian yang memiliki bobot orisinalitas tertentu.
  3. Disertasi; adalah karya tulis ilmiah resmi akhir seorang mahasiswa dalam menyelesaikan program S3 ilmu pendidikan. Disertasi merupakan bukti kemampuan yang bersangkutan dalam melakukan penelitian yang berhubungan dengan penemuan baru dalam salah satu disiplin ilmu pendidikan.

Baca Juga :

Ciri-Ciri Karya Ilmiah

Ciri-Ciri Karya Ilmiah

Ciri-Ciri Karya Ilmiah
  1. Struktur Sajian

Struktur sajian karya ilmiah sangat ketat, biasanya terdiri dari bagian awal (pendahuluan), bagian inti (pokok pembahasan), dan bagian penutup. Bagian awal merupakan pengantar ke bagian inti, sedangkan inti merupakan sajian gagasan pokok yang ingin disampaikan yang dapat terdiri dari beberapa bab atau subtopik. Bagian penutup merupakan kesimpulan pokok pembahasan serta rekomendasi penulis tentang tindak lanjut gagasan tersebut.

  1. Komponen dan Substansi

Komponen karya ilmiah bervariasi sesuai dengan jenisnya, namun semua karya ilmiah mengandung pendahuluan, bagian inti, penutup, dan daftar pustaka. Artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal mempersyaratkan adanya abstrak.

  1. Sikap Penulis

Sikap penulis dalam karya ilmiah adalah objektif, yang disampaikan dengan menggunakan gaya bahasa impersonal, dengan banyak menggunakan bentuk pasif, tanpa menggunakan kata ganti orang pertama atau kedua.

  1. Penggunaan Bahasa

Bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah adalah bahasa baku yang tercermin dari pilihan kata / istilah, dan kalimat-kalimat yang efektif dengan struktur yang baku.

Sumber : https://synthesisters.com/

Bentuk Karya Ilmiah

Bentuk Karya Ilmiah

Bentuk Karya Ilmiah

Dalam karya ilmiah dikenal antara lain berbentuk makalah, report atau laporan ilmiah yang dibukukan, dan buku ilmiah.

  1. Karya Ilmiah Berbentuk Makalah

Makalah pada umumnya disusun untuk penulisan didalam publikasi ilmiah, misalnya jurnal ilmu pengetahuan, proceeding untuk seminar bulletin, atau majalah ilmu pengetahuan dan sebagainya. Maka ciri pokok makalah adalah singkat, hanya pokok-pokok saja dan tanpa daftar isi.

  1. Karya Ilmiah Berbentuk Report/ Laporan Ilmiah Yang Dibukukan

Karya ilmiah jenis ini biasanya ditulis untuk melaporkan hasil-hasil penelitian, observasi, atau survey yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok orang. Laporan ilmiah yang menjadi persyaratan akademis di perguruan tinggi biasanya disebut Skripsi, yang biasanya dijadikan persyaratan untuk karya ilmiah jenjang S1, Tesis untuk jenjang S2, dan Disertasi untuk jenjang S3.

  1. Buku Ilmiah

Buku ilmiah adalah karya ilmiah yang tersusun dan tercetak dalam bentuk buku oleh sebuah penerbit buku umum untuk dijual secara komersial di pasaran. Buku ilmiah dapat berisi pelajaran khusus sampai ilmu pengetahuan umum yang lain.

Sumber : https://belinda-carlisle.com/

Instagram Gulirkan Efek Filter AR

Instagram Gulirkan Efek Filter AR

Instagram Gulirkan Efek Filter AR

Instagram memungkinkan para penggunanya untuk menciptakan dan mempublikasikan filter Augmented Reality (AR) di aplikasi.

Melalui pembaruan ini, Instagram membuka kesempatan kepada lebih banyak

orang untuk membuat filter AR serta membagikan perspektif unik mereka ke komunitas secara global.

Dijelaskan Instagram dalam keterangan resminya, para kreator Spark AR terdiri dari berbagai latar belakang jenis pekerjaan, mulai dari orang yang hanya sekedar memiliki hobi desain hingga animator dan desainer grafis profesional.

Para kreator tersebut menciptakan berbagai portofolio menarik dan

membangun pengikut setia mereka karena orang-orang aktif menggunakan dan membagikan filter AR mereka.

Di Instagram, filter AR para kreator dapat ditemukan dan dibagikan melalui beberapa cara sebagai berikut:

Galeri yang tersedia di ikon kamera

Setiap followers akan melihat filter yang dibuat oleh para kreator yang mereka

ikuti di Instagram melalui galeri yang tersedia di ikon kamera.

Instagram Stories

Para pengguna dapat mengekspresikan diri dan momen-momen berharga mereka.

Galeri Efek Terbaru

Galeri ini akan menampilkan berbagai filter AR dari para kreator yang tergabung dalam platform Instagram.

 

Baca Juga :

Geser Samsung dan Xiaomi, Oppo #1 di Indonesia

Geser Samsung dan Xiaomi, Oppo #1 di Indonesia

Geser Samsung dan Xiaomi, Oppo #1 di Indonesia

Untuk kali pertama, Oppo menjadi vendor smartphone nomor wahid di Indonesia, menggeser juara bertahan Samsung dan rival senegaranya, Xiaomi. Setidaknya itu yang ditunjukkan perusahaan riset Canalys dalam laporan terbarunya.

Selama periode April sampai Juni 2019, Oppo berhasil menduduki posisi

puncak pasar smartphone tanah air. Perusahaan kini merengkut market share sebanyak 26%, tumbuh signifikan sebanyak 54% dari periode sama tahun lalu.

“Tentunya menjadi sebuah kebanggaan kami dapat meraih posisi pertama dalam marketshare penjualan smartphone di Indonesia, pada kuartal kedua ini, dukungan terbesar dari konsumen dan O-Fans lah yang membuat kami dapat meraih posisi ini,” ujar Aryo Meldianto A, PR Manajer Oppo Indonesia, melalui keterangan resmi yang diterima Selular.ID (13/8/2019).

Baca juga: 10 Fitur Jagoan Oppo Reno 10x Zoom

Selain itu, Oppo juga membocorkan faktor pendorong dari keberhasilannya

dalam memuncaki pasar smartphone Indonesia karena hadirnya Oppo seri A dan F serta beberapa tipe A1k, A5s, F11, F11 spesial Online Edition yang juga turut memberikan kontribusi besar dalam kenaikan tersebut.

Menurut Aryo, strategi Oppo untuk menguasai pasar kelas menengah di tanah air sudah cukup tepat. Dengan terus menghadirkan fitur-fitur perangkat keras premium untuk berada pada perangkat kelas menengah, agaknya menjadi sebuah kunci kesuksesan Oppo untuk menguasai pasar Indonesia.

Lebih lanjut Aryo mengatakan, pendekatan terhadap konsumen muda juga

dilakukan Oppo dengan memperhatikan desain tampilan dari produk Oppo itu sendiri.

 

Sumber :

https://dolanyok.com/

Samsung Garap Smartphone dengan Baterai 6.000mAh

Samsung Garap Smartphone dengan Baterai 6.000mAh

Samsung Garap Smartphone dengan Baterai 6.000mAh

Jika Anda mencari smartphone Samsung dengan baterai besar, hanya ada dua produk saat ini, yakni Galaxy M20 dan M30. Keduanya mengusung kapasitas baterai 5.000mAh.

Jika itu dirasa masih kurang untuk Anda, sepertinya perusahaan Korea Selatan

itu tengah menyiapkan smartphone baru dengan baterai 6.000mAh.

Foto yang bocor (via Galaxy Club) mengonfirmasi Samsung sedang menggunakan baterai ponsel pintar 6.000 mAh. Bocoran itu menunjukkan baterai akan memberi daya pada Samsung Galaxy M20S, meskipun itu masih sebatas spekulasi pada saat ini.

Baterai itu sendiri, tampaknya sangat nyata. Anda dapat melihat gambar di bawah ini.
Baterai Samsung 6.000 mAh, mungkin untuk smartphone Samsung Galaxy M20S

Sangat sulit untuk dilihat tetapi kode produk baterai adalah EB-BM207ABY.

Bagian “M207” dari kode tersebut kemungkinan merujuk pada SM-M207, yang kemungkinan besar adalah Galaxy M20S. Itu hanya asumsi, tetapi semuanya tampaknya sesuai.

Bagaimanapun, keberadaan baterai 6.000 mAh itu sendiri sudah sangat mencuri perhatian. Kita telah melihat beberapa perangkat dengan baterai 5.000 mAh, bukan hanya Samsung, tapi juga Asus dan Vivo. Tetapi baterai 6.000 mAh adalah sesuatu yang berbeda.

Terlebih lagi, baterai Samsung di atas tampaknya tidak jauh lebih besar dari

baterai smartphone pada umumnya, meskipun terlihat cukup tebal.

Jika benar baterai itu mendukung Galaxy M20S, belum ada informasi tentang smartphone itu. Awal tahun ini, Samsung Galaxy M20 dan M30 sendiri sudah edar di Indonesia dengan fokus pada generasi Milennial. Dibandingkan family perusahaan lain, M series tergolong murah dan dijual eksklusif secara online.

 

Sumber :

https://dunebuggyforsale.org/

Menghargai Perbedaan Aliran Islam Dalam Msyarakat

Perbedaan Aliran Islam Dalam Masyarakat

Menghargai Perbedaan Aliran Islam Dalam Msyarakat

Perbedaan Aliran Islam Dalam Masyarakat
Perbedaan Aliran Islam Dalam Masyarakat

Keberagaman

Allah swt menciptakan manusia secara bersuku-suku dan berbangsa-bangsa, dia menjadikan manusia penuh perdedaan pasti memiliki rencana terhadap manusia. Sebab allah tidak mungkin menciptakan sesuatu secara sia-sia.
Allah swt berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌالحجرات :
Artinya :

“Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal (Q.S Al Hujurat:13)

Penjelasan Ayat Tersebut

Ayat tersebut telah menggambarkan dengan jelas bahwa perbedaan merupakan rahmat di mana kita harus menyikapinya dengan saling bertoleransi. Apabi;a allah menginginkan manusia menjadi satu tipe saja, maka hal tersebut amatlah mudah baginya. Oleh karena itu kita tidak sepatutnya mempertengkarkan perbedaan-perbedaan di antara sesama umat muslim.
Hal ini juga berlaku bagi penyikapan terhadap perbedaan-perbedaan pemahaman aliran dalam islam di masyarakat. Masyarakat yang baik adalah masyarakat yang menyikapi perbedaan yang ada dengan sikap toleransi dan terbuka.

Untuk menghindari pertentangan dan menanamkan sikap toleransi dalam kehidupan sehari-hari, dapat di lakukan dengan hal-hal sebagai berikut:
Membuka ruang dialog kepada sesama umat muslim yang memiliki perbedaan pandangan untuk mencapai titik temu permasalahan tersebut.
Tidak menyebarkan paham truth of claim (klaim kebenaran) atas pandangan pribadi, yang kemudian menyalahkan aliran-aliran lainnya.
Tidak menggunakan jalan kekerasan dalam menyikapi perbedaan pandanganajaran islam.

Selalu mengingat bahwa umat muslim adalah bersaudara, sehingga menciptakan suasana perdamaian, ketenangan dan toleransi.
Menyadari bahwa kebenaran tertinggi adalah milik allah, manusia hanya berusaha mendekati kebenaran yang ditetapkan oleh allah dalam ayat-ayatnya.

Baca Juga:

Macam Jihad dan Hukumnya

Macam Jihad dan Hukumnya

Macam Jihad dan Hukumnya

Macam Jihad dan Hukumnya
Macam Jihad dan Hukumnya

Hukum Jihad Adalah Wajib

Jihad merupakan kewajiban setiap orang beriman. Perintah jihad merupakan salah satu ujian Allah SWT untuk menguji sejauh mana keimanan seseorang. Firman Allah SWT,

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan (begitu saja) sedang Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil teman selain Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman?” (QS 9:16)

Dalam al-Quran, kata jihad hampir selalu diikuti dengan kalimat fi sabilillah (di jalan Allah), menjadi jihad fi sabilillah, yaitu berjuang melalui segala jalan dengan niat untuk menuju keridhaan Allah SWT (mardhatillah) dalam rangka mengesakan Allah SWT (menegakkan tauhidullah), dan bahwa jihad harus dilakukan sesuai dengan kaidah-kaidah serta norma-norma yang telah ditentukan Allah SWT.

Baca Juga: Kalimat Syahadat

Macam-Macam Jihad

“Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.” (QS 9:20)

Berdasarkan ayat tersebut, jihad terbagi dua, yaitu
1. Jihadul Maali (jihad dengan harta)
2. Jihadun Nafsi (jihad dengan diri atau jiwa raga).

Jihad dengan harta yaitu berjuang membela kepentingan agama dan umat Islam dengan menggunaan materi (harta kekayaan) yang dimiliki.

Jihadunnafsi yaitu berjuang dengan mengerahkan segala kemampuan yang ada pada diri berupa tenaga, pikiran, ilmu, kerampilan, bahkan nyawa sekalipun.

Ibnu Qayyim membagi jihad ke dalam tiga kategori dilihat dari pelaksanaannya, yaitu
1. Jihad mutlak,
2. Jihad hujjah,
3. Jihad ‘amm.

Jihad mutlak adalah perang melawan musuh di medan pertempuran (berjuang secara fisik). Jihad hujjah adalah jihad yang dilakukan dalam berhadapan dengan pemeluk agama lain dengan mengemukakan argumentasi yang kuat tentang kebenaran Islam (berdiskusi, debat, atau dialog).

Ibnu Taimiyah menanamakan jihad macam ini sebagai “jihad dengan lisan” (jihad bil lisan) atau “jihad dengan ilmu dan penjelasan” (jihad bil ‘ilmi wal bayan). Dalam hal ini, kemampuan ilmiah dan berijtihad termasuk di dalamnya.

Sedangkan jihad ‘amm (jihad umum) yaitu jihad yang mencakup segala aspek kehidupan baik yang bersifat moral maupun material, terhadap diri sendiri maupun terhadap orang lain. Jihad ini dilakukan dengan mengorbankan harta, jiwa, tenaga, waktu, dan ilmu pengetahuan yang dimiliki. Jihad ini adalah menghadapi musuh berupa diri sendiri (hawa nafsu), setan, ataupun musuh-musuh Islam (manusia).

Macam-Macam Jihad Menurut Imam Al-Ghazali

1. Jihad Zahir — jihad melawan orang yang tidak menyembah Allah SWT.
2. Jihad menghadapi orang yang menyebarkan ilmu dan hujjah yang batil.
3- Berjihad melawan nafsu yang sentiasa menyeret manusia ke arah kejahatan. (Kitab Penenang Jiwa, Imam Al-Ghazali)

Ayat-Ayat dan Hadits yang menerangkan tentang Jihad

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah , mereka itu mengharapkan rahmat Allah , dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Al Baqarah:218)
(Berinfaklah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah ; mereka tidak dapat (berusaha) di bumi; orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena memelihara diri dari minta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah ), maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui. (Al Baqarah:273)

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar. (Ali ‘Imran:142)

Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak terut berperang) yang tidak mempunyai uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar, (An Nisaa’:95)

Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah Kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan. (Al Maa-idah:35)

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertolongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itu satu sama lain lindung melindungi. Dan (terhadap) orang-orang yang beriman, tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban atasmu melindungi mereka, sebelum mereka berhijrah. (Akan tetapi jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah ada perjanjian antara kamu dengan mereka. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (Al Anfaal:72)

Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah , dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezki (nikmat) yang mulia. (Al Anfaal:74)

Dan orang-orang yang beriman sesudah itu, kemudian berhijrah dan berjihad bersamamu maka orang-orang itu termasuk golonganmu (juga). Orang-orang yang mempunyai hubungan kerabat itu sebagiannya lebih berhak terhadap sesamanya (daripada yang bukan kerabat) di dalam kitab Allah . Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (Al Anfaal:75)

Apakah kamu akan mengira bahwa kamu akan dibiarkan (begitu saja), sedang Allah belum mengetahui (dalam kenyatan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi teman yang setia selain Allah , Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (At Taubah:16)

Apakah (orang-orang) yang memberi minuman kepada orang-orang yang mengerjakan haji dan mengurus Masjidil haram, kamu samakan dengan orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta berjihad di jalan Allah . Mereka tidak sama di sisi Allah ; dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada kaum yang zalim. (At Taubah:19).

Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah ; dan itulah orang-orang yang mendapatkan kemenangan. (At Taubah:20)

Definisi Jihad Dalam Islam

Definisi Jihad Dalam Islam

Definisi Jihad Dalam Islam

Definisi Jihad Dalam Islam
Definisi Jihad Dalam Islam

Pengertian jihad

yang sebenarnya harus dipahami dengan baik dan disosialisasikan oleh para kaum Muslim kepada publik agar tidak terjadi miskonsepsi, mispersepsi, dan misunderstanding tentang konsep jihad dalam Islam.
Pengertian jihad pada masa ini tampak makin “menyempit”, yaitu hanya dipahami sebagai “perang suci” (holy war) atau “perang bersenjata” (jihad fisik atau dilakukan secara militer). Bahkan, dewasa ini kalangan masyarakat Barat kerap mengasosiasikan jihad dengan ekstremisme, radikalisme, bahkan terorisme.

Aksi kekerasan yang dilakukan sebagai bentuk perlawanan dan perjuangan sebuah gerakan Islam oleh bangsa Barat sering disebut dengan aksi “terorisme”.Dan sebaliknya, pihak gerakan Islam meyakini bahwa itu sebagai salah satu manifestasi jihad fi sabilillah.

Bagi para mujahid sebutan bagi orang-orang yang berjihad, mati syahid adalah cita-cita mereka karena para syuhada dijamin akan masuk surga.
Secara Bahasa Jihad Berarti:
Kata jihad berasal dari bahasa arab yaitu dari kata “jahada” atau ”jahdun” (جَهْدٌ) yang memiliki arti “usaha” sedangkan “juhdun” ( جُهْدٌ) berarti kekuatan.

Secara bahasa, asal makna kata jihad adalah “mengeluarkan segala kesungguhan, kekuatan, dan kesanggupan pada jalan yang diyakini bahwa jalan itulah yang benar”.
Menurut Ibnu Abbas, salah seorang sahabat Nabi Saw, secara bahasa jihad memiliki arti “mencurahkan segenap kekuatan dengan tanpa rasa takut untuk membela Allah terhadap cercaan orang yang mencerca dan permusuhan orang yang memusuhi”.

Secara Istilah Jihad

Jihad secara istilah memiliki arti yang sangat luas, mulai dari mencari nafkah hingga berperang melawan kaum kuffar atau kafir yang memerangi Islam dan kaum Muslim.

Dalam istilah syariat, jihad berarti mengerahkan seluruh daya kekuatan untuk memerangi orang kafir dan para pemberontak.

Menurut Ibnu Taimiyah, jihad itu hakikatnya berusaha dengan sungguh-sungguh untuk menghasilkan sesuatu yang diridhoi Allah berupa amal shalih, keimanan dan menolak sesuatu yang dimurkai oleh Allah berupa kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan.

Makna jihad lebih luas cakupannya daripada aktivitas perang. Jihad meliputi pengertian perang, membelanjakan harta, segala upaya dalam rangka mendukung agama Allah, berjuang melawan hawa nafsu, dan menghadapi setan.

Kata “jihad” dalam bentuk fiil maupun isim disebut sebanyak 41 kali dalam Al-Qur’an, sebagian tidak berhubungan dengan perang dan sebagiannya lagi berhubungan dengan perang.

Makna Jihad Secara Umum

Secara umum, sebagian ulama mendefinisikan jihad sebagai “segala bentuk usaha maksimal untuk penerapan agama Islam dan pemberantasan kedzaliman serta kejahatan, baik terhadap diri sendiri maupun dalam masyarakat.”

Ada juga yang mengartikan jihad sebagai “berjuang dengan segala pengorbanan harta dan jiwa demi menegakkan kalimat Allah (Islam) atau membela kepentingan agama dan umat Islam.”

Kata-kata jihad dalam al-Quran kebanyakan mengandung pengertian umum. Artinya, pengertiannya tidak hanya terbatas pada peperangan, pertempuran, dan ekspedisi militer, tetapi mencakup segala bentuk kegiatan dan usaha yang maksimal dalam rangka dakwah Islam, amar makruf nahyi munkar (memerintah kebajikan dan mencegah kemunkaran).
Dalam pengertian umum ini, berjihad harus terus berlangsung baik dalam keadaan perang maupun damai, karena tegaknya Islam bergantung pada jihad.

Baca Juga: Sifat Allah

Makna Jihad Secara Khusus

Jihad dalam arti khusus bermakna “perang melawan kaum kafir atau musuh-musuh Islam”. Pengertian seperti itu antara lain dikemukakan oleh Imam Syafi’i bahwa jihad adalah “memerangi kaum kafir untuk menegakkan Islam”.
Juga sebagaimana dikemukakan oleh Ibnu Atsir, jihad berarti “memerangi orang Kafir dengan bersungguh-sungguh, menghabiskan daya dan tenaga dalam menghadapi mereka, baik dengan perkataan maupun perbuatan.”
Pengertian jihad secara khusus inilah yang berkaitan dengan peperangan, pertempuran, atau aksi-aksi militer untuk menghadapi musuh-musuh Islam.
Kewajiban jihad dalam arti khusus ini (berperang, red) tiba bagi umat Islam, apabila atau dengan syarat:
Agama Islam dan kaum Muslim mendapat ancaman atau diperangi lebih dulu (QS 22:39, 2:190) Islam dan kaum Muslim mendapat gangguan yang akan mengancam eksistensinya (QS 8:39)
Untuk menegakkan kebebasan beragama (QS 8:39)
Membela orang-orang yang tertindas (QS 4:75).

Banyak sekali ayat al-Quran yang berbicara tentang jihad dalam arti khusus ini (perang), antara lain:  Tentang keharusan siaga perang (QS 3:200, 4:71);
Ketentuan atau etika perang (QS 2:190,193, 4:75, 9:12, 66:9);
Sikap menghadapi orang kafir dalam perang (QS 47:4),
Uzur yang dibenarkan tidak ikut perang (QS 9:91-92).

Ayat yang secara khusus menegaskan hukum perang dalam Islam bisa disimak pada QS 2:216-218 yang mewajibkan umat Islam berperang demi membela Islam. Dan, perang dalam Islam sifatnya “untuk membela atau mempertahankan diri” (defensif).