Perda Tentang Kesehatan Segera Diubah

Perda Tentang Kesehatan Segera Diubah

Perda Tentang Kesehatan Segera Diubah

 

Perda Tentang Kesehatan Segera Diubah

Perda Kota Bogor Nomor 3 Tahun 2005

Peraturan Daerah (Perda) Kota Bogor Nomor 3 Tahun 2005 tentang Penyelenggaraan Kesehatan yang telah diubah dengan Perda Nomor 19 Tahun 2011 tentang perubahan atas Perda Kota Bogor Nomor 3 Tahun 2005 tentang Penyelenggaraan Kesehatan, perlu disusun ulang. Sebab, Perda tentang penyelenggaraan kesehatan ini dipandang perlu karena banyaknya peraturan baru di bidang kesehatan yang perlu diakomodir dalam Perda tentang penyelenggaraan kesehatan.

Disamping itu, seperti disampaikan

Plt. Wali Kota Bogor Usmar Hariman saat Rapat Paripurna DPRD Kota Bogor dengan agenda pembahasan mengenai penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) dan jawaban Wali Kota Bogor terhadap pandangan umum fraksi-fraksi tentang Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Penyelenggaraan Kesehatan, Kamis (29/03/2018), ada banyak ketentuan yang tercantum di dalam Perda sebelumnya yang dipandang sudah tidak lagi sesuai dengan perkembangan yang berlangsung di tengah masyarakat. Sehingga harus ada ketentuan-ketentuan baru yang mengaturnya.

Undang-Undang (UU) Nomor 36 Tahun 2014

“Peraturan yang dimaksud antara lain adalah Undang-Undang (UU) Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan. Juga Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 110 Tahun 2012 tentang Penerimaan Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014 tentang Puskesmas,” jelas Usmar.

Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014

Dengan merujuk pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014 itu, Usmar mengatakan, maka akan terakomodir ketentuan-ketentuan untuk mendorong penguatan peran dan fungsi puskesmas dalam pembangunan kesehatan masyarakat.

“Ke depannya diharapkan puskesmas dapat mengubah paradigma pelayanannya dari pelayanan yang lebih banyak bersifat kuratif dan promotif menjadi lebih dominan melaksanakan pelayanan kesehatan yang lebih preventif dan promotif,” harap Usmar.

 

Artikel terkait;

Raih PRIA Award 2018 Kota Terpopuler di Media

Raih PRIA Award 2018 Kota Terpopuler di Media

Raih PRIA Award 2018 Kota Terpopuler di Media

 

Raih PRIA Award 2018 Kota Terpopuler di Media

Di triwulan pertama tahun 2018

Kota Bogor berhasil menoreh prestasi membanggakan. Lewat ajang Public Relations Indonesia Awards (PRIA) 2018, kota hujan ini dianugerahi penghargaan sebagai Kota Terpopuler di Media. Penghargaan ini diberikan berdasarkan media monitoring yang dilakukan sepanjang 2017.

Sekretaris Daerah

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Ade Sarip Hidayat berkesempatan untuk menerima penghargaan dalam acara yang berlangsung di area Jalan Tunjungan, Kota Surabaya, Kamis (29/03/2018) malam.

“Penghargaan ini merupakan apresiasi atas upaya yang telah dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam menjalin kerjasama dengan media,” ujar Ade yang ditemui seusai menerima penghargaan.

Menurutnya langkah yang diambil Pemkot Bogor dalam menjalin hubungan dengan media tidak lain juga sebagai wujud transparansi dalam mendukung keterbukaan informasi dan pengawasan media terhadap kinerja pemerintah daerah.

Monitoring media yang dilakukan untuk menentukan pemenang dalam kategori ini dilakukan oleh Isentia Jakarta. Media monitoring agency ini telah bekerjasama dengan PRIA di 3 tahun penyelenggaraannya.

“Penelitian dilakukan dengan monitoring berita di media yang ada di database Isentia dr 1 Januari 2017 sampai dengan 31 Desember 2017. Khusus untuk Pemprov, Pemkab dan Pemkot, media yang digunakan adalah media cetak & majalah nasional,” jelas Direktur Isentia Jakarta, Luciana Budiman.

Event Mlaku Mlaku Nang Tunjungan

PRIA yang memasuki tahun ketiga dalam penyelenggaraannya ini digelar cukup istimewa. Selain bertambahnya kategori penghargaan, PRIA 2018 berlangsung lebih meriah dengan menggunakan lokasi outdoor di sepanjang Jalan Tunjungan yang legendaris di Kota Surabaya.

Uniknya lagi acara ini dibarengi dengan event Mlaku Mlaku Nang Tunjungan, sebuah event Car Free Night di jalan tersebut yang menawarkan aneka kuliner dan produk olahan hingga karya kreatif warga Surabaya.

Sumber : https://sel.co.id/

Lebih Sederhana, Simardi Mendukung Seluruh OPD

Lebih Sederhana, Simardi Mendukung Seluruh OPD

Lebih Sederhana, Simardi Mendukung Seluruh OPD

 

Lebih Sederhana, Simardi Mendukung Seluruh OPD

Dinas Kearsipan dan Perpustakaan

Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diskerpus) Kota Bogor mengembangkan aplikasi kearsipan dinamis dalam sistem offline yang dapat digunakan di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kecamatan, Kelurahan di lingkungan Pemerintahan Kota (Pemkot) Bogor.

Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Kearsipan Dinamis (Simardi) ini merupakan aplikasi yang sudah disempurnakan dari aplikasi yang sebelumnya pernah digunakan.

Kepala Diskarpus

Kepala Diskarpus Kota Bogor Agung Prihanto menuturkan, aplikasi ini lebih sederhana dan lebih mudah digunakan bagi petugas kearsipan di OPD, Kecamatan dan Kelurahan. Meski begitu, Simardi mampu mengkategorikan setiap arsip yang diinput secara otomatis sesuai dengan tingkat kerahasiaannya dan berapa lama harus disimpan.

Simardi ini sifatnya offline di masing-masing OPD

Karena arsip harus diperlakukan dengan baik apalagi ada arsip negara yang bersifat rahasia,” ujar Agung seusai Workshop Simardi di Museum Tanah, Jalan Ir. Juanda, Kota Bogor, Kamis (29/03/2018).

Ia menuturkan, aplikasi Simardi ini sudah diinstal di seluruh OPD termasuk di ujicobakan di Kelurahan. Sejauh ini pelaksana kearsipan di OPD mendukung baik adanya Simardi. Sebab pengelolaan kearsipan di Kota Bogor memang harus dibenahi agar pengelolaannya menjadi lebih baik.

“Arsip ini berdampak pada berbagai hal jadi harus tersimpan dengan baik. Sekarang dengan Simardi seluruh arsip dari OPD bisa langsung terintegrasi ke Diskarpus dan akan ada laporan perbulan, pertahunnya sebagai data,” imbuhnya.

Hal serupa juga disampaikan

Plt. Wali Kota Bogor Usmar Hariman, dirinya berharap dengan sistem digital ini semua arsip bisa tersimpan dengan baik di Simardi. Menurutnya, kearsipan yang baik dapat menunjang Pemkot Bogor untuk semakin tertib administrasi, tertib laporan dan tertib kinerja. “Teknologi kearsipan ini juga bentuk komitmen Pemerintah menjadikan Bogor sebagai Smart City,” katanya.

Sumber : https://www.ayoksinau.com/

5 FUNGSI GINJAL MANUSIA

5 FUNGSI GINJAL MANUSIA

5 FUNGSI GINJAL MANUSIA

5 FUNGSI GINJAL MANUSIA
5 FUNGSI GINJAL MANUSIA

1. Menyaring Darah

Konsumsi masakan yang kita makan setiap hari sebagai penghasil energi sehabis melalui proses pencernaan pastilah akan menghasilkan banyak zat sisa dan limbah serta racun atau toksin. Zat-zat tersebutlah yang akan dikeluarkan oleh ginjal karena jikalau tidak maka akan sangat berbahaya bagi tubuh kita.

Nefron ialah salah satu belahan ginjal yang menjalankan fungsi ini. Apabila seseorang tidak mempunyai ginjal, maka orang tersebut akan mati lantaran tubuhnya teracuni oleh kotoran yang dihasilkan oleh tubuh insan itu sendiri. Untuk melaksanakan hal tersebut, ginjal harus menyaring sekitar 200 liter darah dan menghasilkan 2 liter zat-zat sisa dan air per harinya. Jadi, bisa disimpulkan bahwa Anda buang air kecil sebanyak kurang lebih 2 liter per harinya.

2. Membentuk Urine

Urine ialah hasil ekskresi dari penyaringan ginjal. Urine mengandung zat-zat yang sudah tidak diharapkan bagi tubuh atau yang kadarnya melebihi batas normal. Kandungan utama urine ialah air, urea, dan amonia. Terdapat tiga proses pembentukan urine yaitu filtrasi, reabsorbsi, dan augmentasi.

3. Menjaga Keseimbangan Air dalam Tubuh

Ginjal setiap hari mengeluarkan sekitar 2 liter air dari dalam tubuh. Sebagian air dikeluarkan supaya tidak terjadi kelebihan air di dalam darah. Jika kelebihan, maka darah akan mengencer dan sangat berbahaya bagi tubuh. Tubuh menjaga keseimbangan air dengan mempertahankan tekanan osmotik ekstraseluler (di luar sel). Jika tekanan tersebut berlebihan, maka akan dikeluarkan dari tubuh salah satunya melalui ginjal.

4. Mempertahankan keseimbangan Kadar Asam dan Basa

Ginjal berfungsi untuk mempertahankan keseimbangan kadar asam dan basa dari cairan tubuh dengan cara mengeluarkan kelebihan asam/basa melalui urine.

5. Mengatur Kadar Kalium dalam Darah

Kalium (K) atau potasium ialah mineral yang berfungsi untuk menciptakan semua sel, jaringan, dan organ dalam tubuh tetap berfungsi dengan baik. Kalium sangatlah penting bagi tubuh. Namun jikalau kadarnya terlalu berlebihan maka akan terjadi hiperkalemia yang sanggup mengakibatkan otot jantung berhenti berdetak atau berdetak tidak beraturan. Jika kadarnya di dalam darah kurang, maka akan terjadi kelelahan, kulit kering, kelemahan otot, dan gerak refleks menjadi lambat. Maka dari itu, ginjal menjadi penting lantaran berfungsi sebagai pengatur kadar kalium di dalam darah dengan cara membuang atau menyerap kembali kalium yang masuk ke dalam nefron.

Baca Juga:

Bentuk dan Hikmah Sedekah

Bentuk dan Hikmah Sedekah

Bentuk dan Hikmah Sedekah

Bentuk dan Hikmah Sedekah
Bentuk dan Hikmah Sedekah

BENTUK-BENTUK SEDEKAH

Dalam Islam sedekah memiliki arti luas bukan hanya berbentuk materi tetapi mencakup semua kebaikan baik bersifat fisik maupun non fisik. Berdasarkan hadist, para ulama membagi sedekah menjadi :
1. Memberikan sesuatu dalam bentuk materi kepada orang lain.
2. Berbuat baik dan menahan diri dari kejahatan.
3. Berlaku adil dalam mendamaikan orang yang sedang bersengketa.
4. Membantu orang lain yang akan menaiki kendaraan yang akan ditumpanginya.
5. Membantu mengangkat barang orang lain kedalam kendaraannya.
6. Menyingkirkan benda-benda yang mengganggu dari tengah jalan seperti duri, batu kayu dll.
7. Melangkahkan kaki ke jalan Allah.
8. Mengucapkan zikir seperti tasbih, takbir, tahmid, tahlil dan istighfar.
9. Menyuruh orang lain berbuat baik dan mencegahnya dari kemungkaran.
10. Membimbing orang buta, tuli dan bisu serta menunjuki orang yang meminta petunjuk tentang sesuatu seperti alamat rumah.
11. Memberikan senyuman kepada orang lain.
Dari uraian diatas tentang sedekah maka ada beberapa perbedaan antara sedekah dengan zakat dilihat dari tiga aspek :

Orang yang melakukan

sedekah dianjurkan kepada semua orang beriman baik yang memiliki harta atau tidak karena bersedekah tidak mesti harus orang yang berharta sedangkan zakat diwajibkan kepada mereka yang memiliki harta.

Benda yang disedekahkan

benda yang disedekahkan bukan hanya terbatas pada harta secara fisik tetapi mencakup semua macam kebaikan. Adapun zakat, benda yang dikeluarkan terbatas hanya harta kekayaan secara fisik seperti uang, hasil pertanian, peternakan, perdagangan, dan hasil profesi lainnya.

Orang yang menerima

sedekah untuk semua orang tetapi zakat dikhususkan kepada delapan golongan sebagaimana telah disebutkan.

HIKMAH SEDEKAH

Sedekah memiliki nilai sosial yang tinggi. Orang yang bersedekah dengan ikhlas ia bukan hanya mendapatkan pahala tetapi juga memiliki hubungan sosial yang baik. Hikmah yang dapat dipetik ialah sebagai berikut :

1. Orang yang bersedekah lebih mulia dibanding orang yang menerimanya sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadist “Tangan diatas lebih baik dari tangan yang dibawah”.
2. Mempererat hubungan sesama manusia terutama kepada kaum fakir miskin, menghilangkan sifat bakhil dan egois, dan dapat membersihkan harta serta dapat meredam murka Tuhan.
3. Orang yang bersedekah senantiasa didoakan oleh kedua malaikat. Sebagaimana hadist yang artinya “Tidaklah seorang laki-laki berada dipagi hari kecuali dua malaikat berdoa, Ya Allah berilah ganti orang yang menafkahkan (menyedekahkan) hartanya dan berikanlah kehancuran orang yang menahan hartanya”. (HR. Bukhari-Muslim).

Sumber: https://www.pendidik.co.id/12-hukum-bacaan-tajwid-beserta-contohnya-yang-harus-diketahui/

Pengertian Mata dan Bagiannya

Pengertian Mata dan Bagiannya

Pengertian Mata dan Bagiannya

Pengertian Mata dan Bagiannya
Pengertian Mata dan Bagiannya

PENGERTIAN MATA

Mata ialah salah satu alat indra insan yang berfungsi sebagai indra penglihat. Mata merupakan alat indra yang kompleks. Apabila kita menyebutkan Mata, maka dalam pikiran kita yang muncul ialah bola mata, namun bersama-sama tidak hanya bola mata yang berperan biar kita sanggup melihat, bulu mata, alis mata, dan kelopak mata juga berperan penting dalam mendukung penglihatan. Mata ialah orang yang kerjanya terkait dengan cahaya (terang gelap), warna, dan benda yang dilihat.

BAGIAN-BAGIAN MATA DAN FUNGSINYA

Organ Luar Mata

Bulu mata, berfungsi menyaring cahaya yang akan diterima.
Alis mata, berfungsi menahan keringat biar tidak masuk ke bola mata.
Kelopak mata, berfungsi untuk menutupi dan melindungi mata.

Organ Dalam Mata

Bagian-bagian pada organ mata berafiliasi mengantarkan cahaya dari sumbernya menuju ke otak untuk sanggup dicerna oleh sistem saraf manusia. Secara umum struktur bagian-bagian mata terdiri dari bab luar dan dalam. Apa sajakah bagian-bagain bola mata? Apakah fungsi dari bagian-bagian bola mata? Berikut ulasan klarifikasi Struktur Fungsi Bagian Mata.
Kornea ialah selaput luar bola mata yang berfungsi sebagai pelindung bagian-bagian dalam mata. Pupil ialah celah bulat di tengah iris. Pupil merupakan tempat lewatnya cahaya yang menuju ke retina. Iris adalah lapisan di depan lensa mata berfungsi untuk mengatur lebar pupil sehingga banyaknya cahaya yang masuk ke mata sanggup dikendalikan.

Lensa mata ialah benda bening di dalam bola mata yang berbentuk cembung. Fungsi lensa tersebut ialah untuk memfokuskan cahaya atau bayangan benda biar sempurna jatuh di retina. Aqueous humour ialah cairan yang terdapat diantara kornea dan lensa mata. Vitreous humour ialah cairan yang terdapat diantara lensa mata dan retina. Kedua cairan tersebut berfungsi untuk memberi bentuk dan kekokohan pada mata Retina ialah lapisan terdalam dari dinding bola mata yang berfungsi sebagai layar akseptor cahaya / bayangan benda. Lapisan retina yang mengandung sel-sel peka cahaya disebut bintik kuning. Sedangkan sel-sel retina yang tidak peka cahaya disebut bintik buta. Otot siliar, ialah bab mata yang mengatur jarak fokus lensa mata.

Sumber: https://www.pendidik.co.id/pengertian-kartu-kredit-jenis-ciri-keuntungan-kerugiannya-lengkap/

Sejarah Perkembangan Kultur Jaringan

Sejarah Perkembangan Kultur Jaringan

Sejarah Perkembangan Kultur Jaringan

Sejarah Perkembangan Kultur Jaringan
Sejarah Perkembangan Kultur Jaringan

 

Sejarah perkembangan teknik kultur jaringan 

Dimulai pada tahun 1838 ketika Schwann dan Schleiden mengemukakan teori totipotensi yang menyatakan bahwa sel-sel bersifat otonom, dan pada prinsipnya mampu beregenerasi menjadi tanaman lengkap. Teori yang dikemukakan ini merupakan dasar dari spekulasi Haberlandt pada awal abad ke-20 yang menyatakan bahwa jaringan tanaman dapat diisolasi dan dikultur dan berkembang menjadi tanaman normal dengan melakukan manipulasi terhadap kondisi lingkungan dan nutrisinya. Walaupun usaha Haberlandt menerapakan teknik kultur jaringan tanaman pada tahun 1902 mengalami kegagalan, namun antara tahun 1907-1909 Harrison, Burrows, dan Carrel berhasil mengkulturkan jaringan hewan dan manusia secara in vitro.

Keberhasilan aplikasi teknik kultur jaringan sebagai sarana perbanyakan

Tanaman secara vegetatif pertama kali dilaporkan oleh White pada tahun 1934, yakni melalui kultur akar tomat. Selanjutnya pada tahun 1939, Gautheret, Nobecourt, dan white berhasil menumbuhkan kalus tembakau dan wortel secara in vitro. Setelah Perang Dunia II, perkembangan teknik kultur jaringan sangat cepat, dan menghasilkan berbagai penelitian yang memiliki arti penting bagi dunia pertanian, kehutanan, dan hortikultura yang telah dipublikasikan.

Pada awalnya, perkembangan teknik kultur jaringan tanaman berada di belakang

Teknik kultur jaringan manusia. Hal itu disebabkan lambatnya penemuan hormon tanaman (zat pengatur tumbuh). Ditemukakannya auksin IAA pada tahun 1934 oleh Kögl dan Haagen-Smith telah membuka peluang yang besar bagi kemajuan kultur jaringan tanaman. Kemajuan ini semakain pesat setelah ditemukannya kinetin (suatu sitokinin) pada tahun 1955 oleh Miller dan koleganya. Pada tahun1957, Skoog dan Miller mempublikasikan suatu tulisan ”kunci” yang menyatakan bahwa interaksi kuantitatif antara auksin dan sitokinin berpengaruh menentukan tipe pertumbuhan dan peristiwa morfogenetik di dalam tanaman. Penelitian kedua ilmuwan tersebut pada tanaman tembakau mengungkapkan bahwa rasio yang tinggi antara auksin terhadap sitokinin akan menginduksi morfogenesis akar, sedangkan rasio yang rendah akan menginduksi morfogenesis pucuk. Namun pola yang demikian ternyata tidak berlaku secara universal untuk semua spesis tanaman.
Ditemukannya prosedur perbanyakan secara in vitro pada tanaman anggrek Cymbidium 1960 oleh Morel, serta diformulasikannya komposisi medium dengan konsentrasi garam mineral yang tinggi oleh Murashige dan Skoog pada tahun 1962, semakin merangsang perkembangan aplikasi teknik kultur jaringan pada berbagai spesies tanaman. Perkembangan yang pesat pertama kali dimulai di Perancis dan Amerika, kemudian teknik ini pun di kembangkan di banyak negara, termasuk Indonesia, dengan prioritas aplikasi pada sejumlah tanaman yang memiliki arti penting bagi masing-masing negara.

Meningkatnya penelitian kultur jaringan dalam dua dekade terakhir

Telah memberi sumbangan yang sangat besar bagi ahli pertanian, pemuliaan tanaman, botani, biologi molekuler, biokimia penyakit tanaman, dan sebagainya. Karena kultur jaringan telah mencapai konsekuensi praktis yang demikian jauh di bidang pertanian, pemuliaan tanaman dan sebagainya maka dapat dipastikan junlah penelitian dan aplikasi teknik ini akan terus meningkat pada masa-masa mendatang. Pierik (1997) mengemukakan sejumlah peristiwa penting dalam sejarah perkembangan kultur jaringan hingga dekade 1980 an sebagai berikut;
  • 1892 Ditemukan fenomena sintesis senyawa-senyawa pembentuk organ yang didistribusikan secara polar di dalam tanaman.
  • 1902 Usaha pertama aplikasi kultur jaringan tanaman
  • 1904 Usaha pertama aplikasi kuktur embrio sejumlah tanaman Cruciferae
  • 1909 Fusi protoplas tanaman, namun produk yang dihasilkan mengalami kegagalan untuk hidup.
  • 1922 Perkecambahan in vitro biji anggrek secara asimbiosis.
  • 1922 Kultur in vitro ujung akar
  • 1925 Aplikasi kultur embrio pada tanaman Linum hasil silang antar spesies
  • 1929 Kultur embrio Linum untuk menghindari inkompatibilitas persilangan
  • 1934 Kultur in vitro jaringan kambium dari sejumlah tanaman pohon dan perdu mengalami kegagalan karena tidak adanya ketrelibatan auksin
  • 1934 Keberhasilan kultur akar tanaman tomat.
  • 1936 Kultur embrio sejumlah tanaman Gymnospermae
  • 1939 Keberhasilan menumbuhkan kultur kalus secara kontinu
  • 1940 Kultur in vitro jaringan kambium dari tanaman Ulmus untuk mempelajari pembantukan tunas adventi
  • 1941 Air kelapa (Yang mengandung faktor pembelahan sel) untuk pertama kalinya digunakan pada kultur embrio tanaman Datura
  • 1941 Kultur in vitro jaringan tumor crown-gall
  • 1944 Untuk pertama kalinya kultur in vitro tembakau digunakan pada penelitian pembantukan tunas adventif
  • 1945 Budi daya potongan tunas tanaman Asparagus secara in vitro
  • 1946 Untuk pertama kalinya diperoleh tanaman Lupinus dan Tropaelum dari kultur pucu
  • 1948 Pembentukan akar dan tunas adventif tanaman tembakau ditentukan oleh rasio auksin : adenin
  • 1950 Regenerasi organ tanaman dari jaringan kalus Sequoia sempervirens.
  • 1952 Aplikasi sambung mikro (micrografiting) untuk pertama kalinya
  • 1953 Produksi kalus haploid tanaman Ginkgo biloba dari kultur serbuk sari
  • 1954 Pengkajian terhadap perubahan-perubahan kariologi dan sifat-sifat kromosom pada kultur endosperm tanaman jagung
  • 1955 Penemuan kinetin, yaitu suatu hormon perangsang pembelahan sel.
  • 1956 Realisasi pertumbuhan kultur di dalam sistem multiliter untuk menghasilkan metabolit sekunder.
  • 1957 Ditemukannya pengaturan pembentukan organ (akar dan pucuk) dengan mengubah rasio antara auksin dan sitokinin
  • 1958 Regenerasi embrio somatik secara in vitro dari jaringan nuselus tanaman Citrus ovules
  • 1958 Regenerasi proembrio dari massa kalus dan suspensi sel tanaman wortel
  • 1959 Publikasi buku pegangan mengenai kultur jaringan tanaman untuk pertama kali
  • 1960 Keberhasilan pembuahan in vitro pada Papaver rhoeas untuk pertama kalinya
  • 1960 Degradasi dinding sel secara enzimatik untuk memperoleh protoplas dalam jumlah besar.
  • Sumber : https://blog.fe-saburai.ac.id/pengertian-jenis-ciri-contoh-jaringan-meristem/

RESPIRASI MAMALIA / REPTIL LAUT

RESPIRASI MAMALIA / REPTIL LAUT

RESPIRASI MAMALIA / REPTIL LAUT

RESPIRASI MAMALIA / REPTIL LAUT
RESPIRASI MAMALIA / REPTIL LAUT
  • Hewan vertebrata dari golongan mamalia dan reptilia yang hidup di dalam air tetap bernapas dengan paru-paru.
  • Padahal paru-paru tidak dapat mengambil oksigen dari air.
  • Paus dan semua mamalia yang hidup di air, kurang lebih tiap tiga puluh menit muncul ke permukaan air untuk menghirup oksigen.
  • Ketika muncul ke permukaan air laut, paus mengeluarkan sisa pernapasan berupa karbondioksida dan uap air yang sudah jenuh dengan air sehingga terlihat seperti air mancur.
  • Setelah itu paus menghirup udara sebanyak-banyaknya sehingga paru-parunya penuh dengan udara.
  • Setiap saat paus muncul ke permukaan air untuk menghirup udara sebanyak-banyaknya sampai paru-parunya penuh sekali, yaitu sekitar 3.350 liter.
  • Setelah itu, paus akan menyelam kembali ke dalam air.
  • Dengan udara sebanyak itu, paus mampu bertahan selama kira-kira setengah jam di dalam air.
  • Sisa oksidasi ini berupa karbon dioksida yang jenuh dengan uap air yang telah mengalami pengembunan (kondensasi).
  • Jadi paus melakukan tindakan demikian karena alat pernapasannya berupa paru-paru tidak dapat memanfaatkan oksigen yang terlarut di dalam air.

 

AUTOTOMI CECAK

  • Dalam keadaan bahaya, cecak melakukan autotomi, yaitu memutuskan ekornya.
  • Ekor cecak yang terputus tetap dapat bergerak sehingga perhatian pemangsanya beralih pada ekor tersebut dan cecak dapat menyelamatkan diri.


PENCARIAN FLAGELATA PENGAHASIL SELULLOSA PADA RAYAP 

  • Mengapa rayap dengan mudah dapat mencerna kayu
  • Rayap mampu mencerna kayu bukan karena mempunyai enzim yang dapat mencerna kayu,
  • Melainkan karena di dalam ususnya terdapat hewan flagellata yang mampu mencernakan kayu. Hewan flagellata mampu menghasilkan enzim selulose.
  • Secara periodik, rayap mengalami pengelupasan kulit.
  • Pada saat kulit mengelupas, usus bagian belakang ikut terkelupas, sehingga flagellata turut terbawa oleh usus.
  • Untuk mendapatkan kembali flagellata tersebut, rayap biasanya memakan kembali kelupasan kulitnya.
  • Berbeda dengan rayap dewasa, rayap yang baru menetas suka menjilati dubur rayap dewasa untuk mendapatkan flagellata.

BERKUBANG KERBAU

  • Ketika musim kemarau kerbau akan mencari kubangan lumpur untuk ,mengurangi dehidrasi

HIBERNASI

  • Musim dingin adalah musim yang sangat sulit bagi hewan.
  • Banyak hewan yang tidak dapat bertahan hidup pada musim yang keras ini.
  • Beberapa hewan melewatinya dengan tetap giat mencari makan.
  • Sementara itu hewan yang lain bertahan hidup dengan terlelap dalam suatu tidur khusus yang dinamakan hibernasi.
  • Ciri-ciri hewan yang melakukan hibernasi, yaitu suhu tubuh rendah serta detak jantung dan pernapasan sangat lambat.
  • Tujuannya untuk menghindari cuaca yang sangat dingin, kekurangan makanan, dan menghemat energi.
  • Contoh hewan yang melakukan hibernasi antara lain ular, kura-kura, ikan, dan bengkarung yang tetap tinggal di sarangnya selama musim dingin.

ESTIVASI

  • Di beberapa belahan dunia, cuaca yang paling buruk adalah cuaca pada musim panas.
  • Pada musim panas, udara sangat panas dan kering.
  • Beberapa hewan bergerak mencari tempat perlindungan dan tidur.
  • Tidur di musim panas disebut estivasi. Kata ini berasal dari kata latin yang berarti musim panas.
  • Tujuan hewan melakukan estivasi adalah untuk menghindari panas yang tinggi dan kekurangan air.
  • Lemur kerdil, kelelawar, dan beberapa tupai adalah mamalia yang berestivasi untuk menghindari cuaca kering.

MEMATIKAN SEBAGIAN TUBUH ZINGIBERACEAE

  • Pada saat lingkungan dalam keadaan kering, tumbuhan yang termasuk suku jahe-jahean akan mematikan sebagian tubuhnya yang tumbuh di permukaan tanah.

PENGGUGURAN DAUN JATI 

10 Urutan Tingkat Organisasi Kehidupan Dan Rujukan Dalam Objek Kajian Biologi

10 Urutan Tingkat Organisasi Kehidupan Dan Rujukan Dalam Objek Kajian Biologi

10 Urutan Tingkat Organisasi Kehidupan Dan Rujukan Dalam Objek Kajian Biologi

10 Urutan Tingkat Organisasi Kehidupan Dan Rujukan Dalam Objek Kajian Biologi
10 Urutan Tingkat Organisasi Kehidupan Dan Rujukan Dalam Objek Kajian Biologi

Tingkat Organisasi Kehidupan dalam Objek Kajian Biologi – Biologi ialah studi perihal segala sesuatu perihal makhluk hidup dan kehidupan. Kehidupan setiap makhluk hidup dipelajari dengan seksama melalui pemahaman perihal tingkat organisasi terstruktur. Sedangkan untuk pembelajaran biologi, struktur tingkat organisasi universal telah dikembangkan di seluruh dunia. Disini kita akan membahas struktur tingkat hidup organisasi dari yang terendah hingga yang tertinggi lengkap dengan penjelasannya. Tolong didengarkan!

Tingkat Organisasi Kehidupan

Struktur organisasi kehidupan yang telah disiapkan oleh hebat biologi mengenali 10 tingkat. Tingkat terendah dimulai dengan molekul, diikuti oleh sel, jaringan, organ tubuh, sistem organ, individu, populasi, komunitas, ekosistem, dan biomassa.
Tingkat Organisasi Kehidupan dalam Objek Kajian Biologi 10 Urutan Tingkat Organisasi Kehidupan Dan Contoh dalam Objek Kajian Biologi

Tingkat Organisasi Kehidupan

1. Tingkat Molekul

Setiap inti sel dari organ hidup mengandung molekul organik yang berperan dalam mengendalikan struktur dan fungsi sel. Inti sel juga membawa catatan informasi genetik yang sanggup diturunkan melalui proses reproduksi sel. Molekul organik ialah DNA (deoxyribonucleic acid deoxyribonucleic acid) dan RNA (ribonucleic acid ribonucleic acid). Keduanya berperan sebagai pengatur sintesis protein yang terjadi di dalam sel.

2. Tingkat sel

Sel ialah satuan kehidupan terkecil. Berdasarkan jumlah sel penyusun, kita mengenali makhluk hidup sanggup dibagi menjadi 2 jenis, yaitu makhluk hidup uniseluler (terdiri dari satu sel) dan makhluk hidup multiseluler (terdiri dari banyak sel). Beberapa pola makhluk hidup uniseluler menyerupai protozoa, bakteri, dan ganggang. Mereka melaksanakan metabolisme mereka dalam satu sel. Sementara makhluk hidup multiseluler, menyerupai flora dan binatang disusun oleh banyak sel sehingga masing-masing mempunyai bentuk dan fungsi yang berbeda.

3. Tingkat Jaringan

Jaringan ialah sekelompok sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama. Badan binatang contohnya terdiri dari aneka macam jenis jaringan menyerupai jaringan otot, jaringan darah, atau jaringan epidermis. Contoh makhluk hidup berada pada tingkat kehidupan organisasi jaringan contohnya Porifera dan Coelenterata. Keduanya mempunyai lapisan sel pembentuk badan (diploblastik), yaitu lapisan luar (ektoderm) dan lapisan terdalam (endoderm).

4. Tingkat Organ

Di tingkat organisasi kehidupan, organ dianggap sebagai kumpulan jaringan yang mempunyai fungsi tertentu. Contoh organ dalam badan insan menyerupai jantung, paru-paru, dan perut.

5. Tingkat Sistem Organ

Sistem organ diorganisir oleh beberapa organ yang saling berinteraksi dalam melaksanakan fungsi dalam tubuh. Misalnya, sistem peredaran darah manusia, yang terdiri dari jantung dan pembuluh darah, berfungsi untuk mengedarkan darah ke seluruh tubuh. Sistem organ ialah tingkat kehidupan organisasi yang kemudian membentuk individu tingkat tinggi.

6. Tingkat Individ

Pada tingkat individu, prosedur kompleks terjadi alasannya koordinasi dan regulasi aneka macam sistem organ. Tubuh insan ialah pola utama dari tingkat organisasi kehidupan seseorang.

7. Tingkat Kependudukan

Populasi ialah kumpulan individu yang berada pada waktu dan daerah yang sama. Di sekitar lingkungan kita ada aneka macam populasi, menyerupai populasi kelapa, populasi burung merpati, populasi rumput, populasi cacing tanah, populasi manusia, dan sebagainya.

Tingkat Organisasi Kehidupan dalam Objek Kajian Biologi 10 Urutan Tingkat Organisasi Kehidupan Dan Contoh dalam Objek Kajian Biologi

8. Tingkat Komunitas

Komunitas ialah tingkat kehidupan organisasi yang terdiri dari kumpulan populasi yang pada waktu dan daerah yang sama. Contoh komunitas yang sanggup kita jumpai setiap hari ialah komunitas parsraw, yang terdiri dari populasi alang alang, populasi rumput, populasi belalang, populasi cacing tanah, populasi kupu-kupu, dan sebagainya.

9. Tingkat Ekosistem

Di tingkat organisasi kehidupan, ekosistem dianggap sebagai interaksi yang terjadi antara populasi penyusun komunitas dan lingkungannya menyerupai sinar matahari, tanah, air, dan udara. Contoh ekosistem meliputi ekosistem lahan basah, ekosistem air tawar, ekosistem perairan laut, dan sebagainya.

10. Tingkat bioma

Bioma ialah satu set ekosistem yang meliputi area yang luas. Contoh beberapa biomassa besar yang ditemukan di planet kita ialah biomassa padang pasir, biomassa padang rumput, biomassa gugur, biomassa hutan hujan tropis, biomassa toma, dan biomassa tundra. Bioma umumnya mempunyai iklim khas sehingga ada jenis organisme yang khas (tumbuhan dan hewan) yang sanggup menyesuaikan diri di lingkungan.

Baca Juga: