pengertian paragraph persuasif dan berikan contohnya

pengertian paragraph persuasif dan berikan contohnya

pengertian paragraph persuasif dan berikan contohnya

pengertian paragraph persuasif dan berikan contohnya
pengertian paragraph persuasif dan berikan contohnya

Paragraf adalah

gabungan kalimat yang bersatu membentuk sebuah kesatuan ide. Paragraf memiliki berbagai jenis berdasarkan unsur-unsur yang terdapat di dalamnya. Paragraf persuasif mulamula
memaparkan gagasan dengan alasan, bukti, atau contoh untuk meyakinkan pembaca. Kemudian, diikuti dengan ajakan, bujukan, rayuan, imbauan, atau saran kepada pembaca. Paragraf ini
menitikberatkan agar pembaca mau mengikuti kehendak penulis.

Kesatuan Paragraf

Sebuah paragraf hanya mempunyai satu pokok pikiran. Oleh karena itu, perlu penataan secara cermat dalam menyusun kalimat-kalimat agar tidak menyimpang dari ide pokok paragraf tersebut. Jika ada penyimpangan satu kalimat saja, paragraf menjadi tidak berkesinambungan. Jalan penyelesainnya, kalimat tersebut harus dikeluarkan dari paragraf. Langkah pertama saat menulis paragraf persuasi, yaitu menentukan topik paragraf persuasi terlebih dahulu. Untuk menentukan topik paragraf persuasi, sebenarnya sama dengan menentukan topik paragraf lain. Perbedaannya adalah paragraf persuasi berfungsi untuk menyakinkan pembaca atau pendengar

 
Contoh paragraf persuasif

1. Banyak orang yang meremehkan sampah. Bahkan, tidak terpikirkan hal yang akan ditimbulkannya. Walaupun tempat sampah banyak disediakan, tetapi kepedulian seseorang terhadap sampah sangat kurang, Sebagai siswa, kamu sebaiknya menyadari dan memiliki sikap peduli terhadap sampah. Oleh
karena itu, buanglah sampah pada tempat sampah.

Kebersihan adalah

hal terpenting dalam kehidupan.Tanpa kebersihan, mungkin dunia kita akan dipenuhi dengan sampah. Di mana-mana terjangkit beragam jenis. Penyakit yang akan menghantui manusia. Beragam bencana pun akan timbul. Oleh karena itu, marilah kita ciptakan kebersihan di
mana pun kita berada.

Sumber : https://pendidikan.id/main/forum/diskusi-pendidikan/mata-pelajaran/11141-materi-momen-inersia

contoh kalimat tunggal sederhana dan kalimat majemuk

contoh kalimat tunggal sederhana dan kalimat majemuk

 contoh kalimat tunggal sederhana dan kalimat majemuk

 contoh kalimat tunggal sederhana dan kalimat majemuk
contoh kalimat tunggal sederhana dan kalimat majemuk

 

Salah satu indikator bahwa kegiatan membaca itu berhasil

dilaksanakan bisa diamati dari tingkat pemahaman pembaca terhadap substansi teks yang dibacanya. Realisasi dari pemahaman tersebut bisa dilihat dari kemampuan untuk menjawab pertanyaan seputar masalah teks yang dibaca, menceritakan kembali isi teks sampai menyebutkan ide pokok dari teks tersebut baik secara global
maupun secara rinci.

Kemampuan menjawab pertanyaan

itu bisa diamati dari rangkaian kata yang membentuk kalimat, baik dalam bentuk kalimat tunggal (sederhana) maupun dalam bentuk kalimat majemuk setara
(koordinatif) atau bertingkat (subordinatif). Kalimat tunggal berupa sebuah klausa, sedangkan kalimat majemuk terdiri atas dua klausa atau lebih. Sebuah klausa yang lengkap dapat berstruktur subjekpredikat (SP), subjek-predikat-objek (SPO), atau subjek-predikatpelengkap
(SPPel). Ketiga struktur tersebut dapat disertai keterangan (K) atau tidak. 

Contoh kalimat tunggal/sederhana

a. Ayahnya berdagang. (SP)
b. Sang adik pergi dengan meninggalkan persoalan. (SPO)
c. Keluarga besarnya kehilangan figur yang dicintainya. (SPPel)Kalimat majemuk setara ditandai oleh penggunaan kata penghubung setara (konjungsi koordinatif) di antara klausa yang membentuknya, misalnya kata dan, serta, tetapi, melainkan, atau. Sementara itu, kalimat majemuk bertingkat ditandai oleh penggunaan konjungsi bertingkat (subordinatif) di antara klausa yang membentuknya, misalnya kata sehingga, maka, (oleh) karena, (oleh) sebab), jika, jikalau, kalau, ketika, tatkala, setelah.

Contoh kalimat majemuk

a. Yasser Arafat meninggal dunia sebelum ia dapat mewujudkan cita-cita besarnya.

   (Kalimat  majemuk bertingkat)

b. Yasser Arafat sempat memproklamasikan kemerdekaan bangsanya di depan peserta

    SU PBB, tetapi pernyataannya dicabut kembali pada akhir pidatonya. (Kalimat majemuk setara)

Dekopin Gelar Rapimnas di Bandung

Dekopin Gelar Rapimnas di Bandung

Dekopin Gelar Rapimnas di Bandung

Dekopin Gelar Rapimnas di Bandung
Dekopin Gelar Rapimnas di Bandung

Bandung – Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin)

mengadakan munas yang dihadiri oleh para anggota seluruh Indonesia di Hotel Panghegar Bandung, sejak Rabu hingga Jumat nanti.

Munas mengambil tema dan akan mencanangkan

koperasi sebagai pilar negara. Hal ini selaras dengan amanah konstitusi negara Pasal 33 UUD 1945, serta sejalan dengan pokok-pokok pikiran Presiden Joko widodo dalam nawacita.

Pencanangan ini akan dilakukan dalam acara Rapimnas dan Rakernas Dekopin di Hotel Panghegar Bandung.

Dalam acara ini hadir para pimpinan Dekopinda

kabupaten/kota se-Indonesia dan Dekopinwil dari 34 Propinsi.

Agenda Rapimnas ini antara lain pengucapan sumpah atau Janji Pimpinan Paripurna Dekopin hasil Munas beberapa waktu lalu.jo

 

Baca Juga :

 

 

Profesor Ganjar: Budaya Yang Tidak Kondusif Dimuseumkan

Profesor Ganjar Budaya Yang Tidak Kondusif Dimuseumkan

Profesor Ganjar: Budaya Yang Tidak Kondusif Dimuseumkan

Profesor Ganjar Budaya Yang Tidak Kondusif Dimuseumkan
Profesor Ganjar Budaya Yang Tidak Kondusif Dimuseumkan

BANDUNG- Ketua Dewan Kebudayaan Jawa Barat, Profesor Ganjar Kurnia

mengungkapkan, banyak permasalahan yang harus diperhatikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait kebudayaan di Jawa Barat.

Oleh karena itu, katanya, Dewan Kebudayaan Jawa Barat akan segera memberikan masukan-masukan kepada pemerintah untuk perkembangan budaya di Jawa Barat.

“Banyak hal yang harus dibenahi terkait kebudayaan di Jawa Barat. Salah satunya

yang paling mendesak untuk segera dibenahi, adalah menyangkut masa depan lingkungan. Saat ini masyarakat belum banyak yang sadar akan budaya membuang sampah pada tempatnya. Ini bisa kita lihat dari kondisi Sungai Citarum yang memprihatinkan.

Kita bicata lingkungan hidup, ya Citarum yang kotor. Itu berkaitan dengan budaya

masyarakat untuk tidak membuang sampah semabarangan,” kata Profesor Ganjar Kurnia, usai acara Pengukuhan Dewan Kebudayaan Jawa Barat oleh Gubernur Jawa Barat, H. Ahmad Heryawan di Aula Barat Gedung Sate, Jalan Diponegoro 22 Kota Bandung, Kamis (12/3) kepada wartawan.

Selain memiliki masalah budaya terkait lingkungan, Jawa Barat pun memiliki masalah budaya terkait dengan kesenian. Jawa Barat telah kehilangan sejumlah kesenian warisan leluhur karena terputusnya regenerasi seniman. Selain itu, permasalahan bahasa daerah.

“Ini tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi Dewan Kebudayaan Jawa Barat. Kami akan memberi masukan-masukan kepada pemerintah untuk kepentingan perkembangan budaya di Jabar. Nanti kita sisir. Budaya yang tidak kondusif, kita museumkan saja. Yang kondusif kita transformasikan,” katanya.

 

Sumber :

http://www.imfaceplate.com/susan95/reasons-for-studying-online

6 Kegiatan Helaran Meriahkan Peringatan KAA ke-60

6 Kegiatan Helaran Meriahkan Peringatan KAA ke-60

6 Kegiatan Helaran Meriahkan Peringatan KAA ke-60

6 Kegiatan Helaran Meriahkan Peringatan KAA ke-60
6 Kegiatan Helaran Meriahkan Peringatan KAA ke-60

BANDUNG- Guna memeriahkan Peringatan Konferensi Asia Afrika ke-60

yang akan  berlangsung pada bulan April mendatang, sejumlah rangkaian acara akan digelar dalam helaran tersebut.

Kordinator Organition Comunity (OC) AAC, Daniel mengatakan, sejumlah acara yang terbagi dalam 6 kegiatan akan digelar dalam KAA ke-60, mulai dari soliderity day hingga festival of nation.

“6 rangkaian acara yaitu Bandung 1955, Photo Exhibition of 1955

Asian African Conference, Asian African Meet and Greet, Asian African Parade, Asian African Culture Performances, Mall to Mall Performance, Costume and Music Walking Festival, Festival of Nations, Angklung For The World, 20.000 Angklung Performance, Solidarity Day, dan Tribute to Soekarno & Mandela,” ucapnya.

Daniel menjelaskan , pada tanggal 21 April acara dimulai dengan soliderity day, dilanjut tanggal 22-25 April  foto exhibiton, 26 April pagi angklung for the word yang akan dimainkan oleh 20 ribu orang berbagai kalangan mulai pelajar, buruh, TNI/Polri hingga masyarakat biasa dan sore harinya parade kostum masing-masing negara.

Daniel mengharapkan, acara ini bukan hanya recemoni semata tetapi

ada manfaat yang bisa didapatkan, seperti menumbuhkan rasa solidaritas menjaga Kota Bandung dan lainnya.

“Kita harapkan acara ini bisa menumbuhkan rasa solidaritas untuk menjaga Kota Bandung dengan targetan Bandung menjadi ibu kota Asia,” katanya.

 

Sumber :

https://www.minds.com/Michael_Young/blog/ways-to-facilitate-the-learning-process-in-online-education-981641649593327616

LANGKAH-LANGKAH MENANGGAPI ISI LAPORAN

Isi Laporan

Langkah-Langkah Menanggapi Isi Laporan – Laporan merupakan bentuk pertanggungjawaban dari bawahan kepada atasan, atas hasil kerja yang telah dilaksanakannya. Laporan bisa disampaikan secara lisan maupun tulisan. Sebelumnya kita pernah membahas laporan perjalanan. Pada kesempatan ini, kita akan membahas langkah-langkah menanggapi isi laporan.

Isi Laporan
Isi Laporan
Menanggapi artinya memberi respon terhadap isi laporan yang disampaikan. Bentuk tanggapan pada sebuah laporan, bisa berupa pertanyaan, persetujuan atau ketidaksetujuan, pendapat pribadi tentang hal yang disampaikan dalam laporan ataupun saran-saran untuk memperbaiki dan menyempurnakan laporan tersebut.
Untuk dapat menanggapi laporan yang disampaikan, tentu kita harus memahami secara utuh isi laporan tersebut.  Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan  dalam menanggapi sebuah laporan, yaitu :
1. Sampaikan tenggapan secara objektif
Menanggapi laporan secara objektif, artinya dalam menyampaikan tanggapan kita harus fokus pada objeknya, jangan menghubungkan objek yang dikomentari atau ditanggapi dengan subjek atau si pembuat laporan tersebut.
2. Tepat sasaran.
Tepat sasaran, artinya dalam menanggapi laporan, kita harus fokus dan tertuju pada isi laporan tersebut, memberikan tanggapan yang menyimpang dari isi laporan, jelas tidak logis, dan tidak memberikan manfaat.
3. Tujukan tanggapan pada hal-hal yang bersifat membangun atau memperbaiki kekurangan laporan.
Fokuslah untuk memberikan tanggapan yang membangun, dan berikan saran-saran perbaikan jika dipandang perlu.
 

Setelah memperhatikan hal-hal di atas, kita bisa menanggapi laporan dengan mengikuti langkah-langkah berikut ini.


Langkah-Langkah Menanggapi Isi Laporan
 
1. Pahami laporan secara utuh
 
Pahami isi laporan secara utuh agar kita benar-benar memahami laporan tersebut, usahakan untuk memahami sedetail mungkin, agar kita lebih mudah untuk menanggapi laporan tersebut.
2. Temukan gagasan yang dikemukakan laporan tersebut
 
Temukan gagasan-gagasan dalam laporan untuk mengetahui secara umum, bahasan laporan. Dengan menemukan gagasan pada laporan, kita bisa mengetahui maksud dari penulis laporan, sehingga kita akan lebih mudah menanggapi isi laporan.
3. Pilih secara spesifik, bagian yang akan ditanggapi
 
Pilih bagian yang akan kita tanggapi, tentukan dengan jelas, sehingga tanggapan kita tidak akan melenceng dari topik.
4. Sampaikan tanggapan disertai dengan fakta-fakta
 
Untuk mendukung opini yang kita sampaikan, kita perlu memaparkan fakta-fakta tentang hal-hal yang berhubungan dengan isi laporan, sehingga tanggapan kita tidak dianggap tanggapan tanpa dasar yang jelas.

Demikianlah pembahasan tentang Langkah-Langkah Menanggapi Isi Laporan, semoga bermanfaat. Selamat belajar.. !! 🙂
Baca Juga :

MEMBUAT PARAFRASA LISAN

Membuat Parafrasa Lisan

Membuat Parafrasa Lisan – Parafrasa lisan adalah proses pengungkapan kembali suatu gagasan dari sebuah tingkatan atau macam bahasa tertentu, menjadi bentuk lain tanpa mengubah pengertian atau isi. Pada kesempatan ini, kita akan membahas cara membuat parafarasa lisan. Kita bisa membuat parafrasa lisan dari sebuah berita yang kita dengarkan atau artikel yang kita baca, kemudian kita ungkapkan kembali informasi yang kita terima dengan kata atau kalimat kita sendiri.

Membuat Parafrasa Lisan
Membuat Parafrasa Lisan

Sebelum kita membuat parafrasa lisan, terlebih dahulu kita harus menangkap gagasan pokok dari berita/informasi yang kita dengarkan atau kita baca.


Langkah-Langkah Membuat Parafrasa Lisan

Untuk membuat parafrasa lisan, kita bisa mengikuti langkah-langkah berikut ini :

1. Mendengarkan secara cermat informasi yang diperoleh dari rekaman yang diperdengarkan, atau membaca secara teliti informasi yang diperoleh dari bacaan.

2. Mencatat kata-kata kunci, istilah, yang menjadi gagasan yang didengar maupun dibaca.

3. Membuat reproduksi, yaitu menyusun kembali gagasan yang telah dicatat, menjadi kata-kata baru dan kalimat-kalimat baru.

4. Mengungkapkan kembali secara lisan, informasi yang telah diperoleh dengan kalimat dan gaya yang baru.

Gunakan kalimat-kalimat sederhana, dan mudah dipahami, agar parafrasa lisan yang kita sampaikan bisa diterima dengan baik oleh pendengar. Salah satu cara agar kalimat kita mudah dipahami adalah dengan menghindari penggunaan kalimat mejemuk.


Demikian postingan tentang MEMBUAT PARAFRASA LISAN, semoga bermanfaat. Selamat Belajar… !!! 🙂

Baca Juga : teks laporan hasil observasi

CONTOH PENGALAMAN LUCU

CONTOH PENGALAMAN LUCU
Contoh Pengalaman Lucu – Pengalaman seseorang selalu menarik untuk diceritakan. Banyak hala yang bisa dipetik dari sebuah pengalaman. Karena itulah pengalaman dianggap sebagai guru yang paling baik. Kita semua pernah mengalami pengalaman baik yang menyenangkan maupaun menyedihkan. Dan hal terbaik dari sebuah pengalaman adalah kita bisa belajar sesuatu darinya.
CONTOH PENGALAMAN LUCU
CONTOH PENGALAMAN LUCU
Pengalaman lucu adalah salah satu pengalaman yang mungkin bisa dikategorikan pengalaman yang menyenangkan, walaupun tidak selalu pengalaman lucu adalah pengalaman yang menyenangkan. Semua itu tergantung pada peristiwa utama apa yang menyertai cerita lucu yang kita alami.
Materi bahasa Indonesia tentang menceritakan pengalaman merupakan materi yang menarik, karena kita bisa menuangkan kejadian yang pernah kita alami dan menjadikannya pelajaran tidak  hanya untuk diri lita sendiri, melainkan untuk sesama.
Pada kesempatan ini, kelas bahasa indonesia akan menyajikan sebuah contoh pengalaman lucu. Langsung saja kita simak contoh pengalaman lucu tersebut.

PENGALAMAN LUCU KETIKA SIDANG PELANGGARAN LALU LINTAS
 
Beberapa hari yang lalu, aku kena tilang karena belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Kejadian itu terjadi ketika pulang sekolah saya melintasi jalan yang biasa aku lewati untuk berangkat dan pulang sekolah. Ternyata ada yang tidak biasa dengan hari itu. Hari itu ada operasi lalu lintas. Dan karena tidak mempunyai SIM, akupun ditilang. Kemudian aku diberi surat tilang dan disuruh hadir di Pengadilan pada waktu yang telah ditentukan.
Sebenarnya kejadian lucu yang menimpaku itu bukan pada saat kena tilang, melainkan pada waktu persidangan. Tepat pada hari yang telah ditentukan aku menghadiri sidang pelangharan lalu lintas di sebuah pengadilan.
Suasana di pengadilan cukup ramai, banyak para pengemudi kendaraan yang kena tilang berada di tiap sudut pengadilan sambil menunggu sidang dimulai. Ketika akhirnya sidang dimulai, semua segera memasuki ruang sidang. Satu per satu para pelanggar pun dipanggil ke depan dan dipersilahkan untuk duduk di kursi yang telah disediakan. Setelah pelanggar duduk, hakim pun membacakan jenis pelanggaran, serta sanksi dan denda yang dikenai pada pelanggar tersebut.
Sampai akhirnya giliranku pun tiba. Namaku dipanggil, dan akupun langsung berjalan menuju kursi terdakwa yang berada tepat di tengah ruangan, menghadap langsung dengan hakim. Tak disangka kursi beroda itu berhasil mempermalukanku di depan orang banyak.
Karena tegang, aku duduk di kursi itu dengan tenaga yang berlebihan. Entah karena terlalu banyak tenaga atau karena roda kursi itu terlalu licin, kursi yang aku duduki itu terdorong ke belakang hingga aku seolah menaiki kereta bayi yang didorong ke arah belakang. Sontak semua yang ada di ruangan itupun tertawa melihat kekonyolan yang aku alami itu. Dengan perasaan malu, akupun menggeser posisi kursi itu ke tempat semula dan aku duduk dengan pelan, agar kejadian memalukan yang baru saja aku alami itu tidak terulang kembali.
Setelah suasana tenang, akupun mendengarkan putusan hakim sampai selesai. Itulah cerita lucu yang aku alami ketika sidang pelanggaran lalu lintas.

Demikian postingan tentang contoh pengalaman lucu yang pernah dialami, semoga bermanfaat.

Tentang Syarat-Syaratnya Membaca Al-Fatihah

Tentang Syarat-Syaratnya Membaca Al-Fatihah

Tentang Syarat-Syaratnya Membaca Al-Fatihah

Tentang Syarat-Syaratnya Membaca Al-Fatihah
Tentang Syarat-Syaratnya Membaca Al-Fatihah

Syaratnya Membaca Al-Fatihah

  • tertib secara berurutan, muwalat,
  • menjaga tasydidnya,
  • tidak boleh lahn (salah mengucapkan bunyi huruf) yang nantinya dapat merubah artinya,
  • setidak-tidaknya bacaan itu dapat didengar oleh pembaca itu sendiri,
  • jangan sampai bacaan al-fatihah itu ditengah-tengahnya diselingi dzikir lain-lainnya.

Syarat Ruku’

Syarat-syarat ruku’ adalah kedua telapak tangannya dapat mendekap kedua lututnya,

jangan sampai orang yang ruku’ itu meninggikan kepalanya, leher dan punggungnya serta merendahkan pantatnya dan memajukan dadanya.

Syaratnya Sujud

Syarat-syaratnya sujud adalah :orang yang sujud itu mengikutkan 7 anggota badannya (dahi, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan kedua ujung kakinya),

dahinya supaya terbuka; tidak terhalang oleh sesuatu, misalnya: rambut, kopyah dan lain-lain,

tidak bersujud diatas benda yang bergerak yang gerakannya disebabkan orang yang sedang shalat.

Sunnah Sholat

Sunnah-sunnah shalat sebelum memulainya:

  1. Azan, untuk shalat fardhu, baik disaat bepergian atau menetap sesudah masuknya waktu shalat, kecuali shubuh, karena shalat subuh itu disunnahkan memakai dua azan.
  2. Azan pertama dipertengahan malam, sedang azan kedua setelah menyingsingnya fajar shadiq yang berarti shalat subuh sudah masuk,
  3. iqamah, yang langsung disambung dengan mengerjakan shalat,
  4. bersiwak disunnahkan untuk segala waktu, kecuali waktu sesudah tergelincirnya matahari bagi orang yang berpuasa,
  5. meletakkan sutra (sajadah) agar jangan ada orang berjalan dimuka orang yang sedang shalat.

Sunnah Shalat Setelah Berada Dalam Keadaan Shalat

Sunnah-sunnah shalat setelah berada dalam keadaan shalat; itu ada 2 macam, yaitu:

  • sunnah ab’ad,
  • sunnah hai’at.

Sunnah Ab’adnya Shalat

Yang termasuk sunnah ab’adnya shalat: Ada 7 hal, barang siapa meninggalkan salah satu dari padanya, maka hendaklah melakukan sujud sahwi (sujud karena lupa):

  1. Duduk tahiyat awal,
  2. membaca tasyahud diwaktu duduk tahiyat awal,
  3. membaca shalawat atas nabi Muhammad SAW. di waktu duduk tahiyat awal,
  4. membaca shalawat yang ditujukan kepada keluarga nabi dalam tasyahhud akhir,
  5. membaca qunut diwaktu shalat shubuh dan diwaktu melakukan shalat sunnah witir setelah pertengahan yang akhir dari bulan ramadhan,
  6. membaca qunut dengan berdiri,
  7. membaca shalawat atas nabi muhammad  SAW. juga atas seluruh keluarga serta para sahabatnya dalam qunut.

Sunah Haiat sholat akan kami sampaikan setelah ini. Demikin uraian ini kami sampaikan terimakasih

Baca Juga:

Sholat Lima Waktu dan Hukum Sholat

Sholat Lima Waktu dan Hukum Sholat

Sholat Lima Waktu dan Hukum Sholat

Sholat Lima Waktu dan Hukum Sholat
Sholat Lima Waktu dan Hukum Sholat

Sholat Lima Waktu

Shalat lima waktu: Hukum shalat lima waktu adalah fardhu ’ain atas pribadi orang mukallaf, maka siapa yang menolak kewajiban shalat lima waktu, mereka adalah orang kafir. Bagi anak-anak supaya diperintahkan setelah mencapai umur 7 tahun dan hendaklah dipukul kalau meninggalkan setelah berusia 10 tahun.

  • Hal-hal yang menjadi syarat sahnya shalat:
  • Thaharaah (bersuci) dari kedua hadats (hadats kecil atau besar),
  • Thaharaah (bersuci) badannya, pakaian dan tempatnya shalat dari semua benda najis,
  • menutup aurat,
  • menghadap ke kiblat,
  • waktu shalat telah masuk.

Aurat

Adapun yang termasuk aurat bagi orang laki-laki ialah anggota badan antara pusar sampai lutut, dan bagi perempuan merdeka (bukan hamba sahaya) ialah seluruh tubuh selain wajah dan kedua telapak tangan.

Waktu-waktunya shalat:

  • waktu shubuh: dimulai dari menyingsingnya fajar shadiq hingga terbitnya matahari,
  • waktu dhuhur: dimulai dari tergelincirnya matahari hingga bayangan satu benda sama     panjangnya dengan benda itu sendiri; selain bayangan istiwa’,
  • waktu ashar: dimulai dari habisnya waktu dhuhur hingga terbenamnya matahari,
  • waktu maghrib: dimulai dari terbenamnya matahari hingga hilangnya awan merah,
  • waktu isya’: dimulai dari hilangnya awan merah hingga menyingsingnya fajar shadiq.

Waktu Makruh Melakukan Shalat Sunnah

Waktu-waktu yang dimakruhkan melakukan shalat sunnah: Di makruhkan melakukan shalat sunnah tanpa sebab tertentu adalah ada 5 waktu selain dimekkah, yaitu:

  • sesudah shalat subuh hingga terbitnya matahari,
  • ketika terbitnya matahari hingga naik setinggi tombak,
  • ketika istiwa’ (matahari tepat berada ditengah-tengah) kecuali pada hari jum’at,
  • sesudah shalat ashar hingga terbenamnya matahari,
  • ketika menguningnya sinar matahari hingga terbenam.

Rukun Sholat

Rukun-rukun shalat itu ada 13, yaitu:

  1. Niat, diiringi dengan mengucapkan takbirotul ihram,
  2. berdiri, bagi orang yang mampu melakukan dalam shalat fardhu,
  3. takbirotul ihram,
  4. membaca Al-Fatihah,
  5. ruku’ dengan tuma’ninah
  6. I’tidal dengan tuma’ninah,
  7. sujud dua kali dengan tuma’ninah,
  8. duduk antara dua sujud dengan tuma’ninah, dengan tuma’ninah,
  9. duduk terahir,
  10. membaca tasyahud dalam duduk yang terahir,
  11. membaca shalawat atas nabi muhammad SAW. dalam duduk yang akhir,
  12. mentertibkan semua yang menjadi rukun-rukun shalat,
  13. mengucapkan salam yang pertama.

Syarat-syarat niat:

Jika shalat itu shalat fardhu, maka wajib adanya: Qashad (kesengajaan), Ta’yin (ketentuan), niat mengerjakan fardhunya,  jika shalat itu shalat sunnah yang ditentukan waktunya atau ada sebabnya, maka wajib adanya: Qashad dan Ta’yin,  jika shalat itu shalat sunnah mutlak, maka wajib adanya: Qashad saja.

Demikian kami Sampaikan terimakasih

Sumber: https://www.dutadakwah.co.id/tata-cara-sholat-tahajud-niat-doa-dan-keutamaan-lengkap/